Jumat, 03 Jul 2020 19:36
  • Home
  • Opini
  • Persatuan Pasca Pemilu, Anak Muda Perlu Turun Tangan

Persatuan Pasca Pemilu, Anak Muda Perlu Turun Tangan

Medan (utamanews.com)
Oleh: Gatot Dwiyono, Pegiat Pustaka Institute
Jumat, 19 Jul 2019 03:19
Istimewa
Sumpah Pemuda
Perbedaan memang akan selalu hadir dalam setiap momen demokrasi, baik di tingkat Pilkades sampai Pilpres. Meski demikian rasa toleransi haruslah dijaga dan diterapkan untuk saling menghormati orang yang berbeda pilihan. Jika toleransi ini bisa ditunjukkan, maka masyarakat Indonesia telah menunjukkan kedewasaan sikapnya dalam memilih calon pemimpin secara demokrasi.

Dalam hal ini anak muda tentu memiliki peran dalam ranah politik, salah satunya agar rasa persatuan tetap terjaga pasca polarisasi yang terjadi selama drama Pilpres. Apalagi Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan yang tidak dapat dibantah, yaitu kemenangan bagi paslon nomor 01 Jokowi- Ma'ruf Amin yang akan memimpin Indonesia selama 5 tahun kedepan.

Namun tetap saja masih terdapat pihak yang tidak bisa bersikap legowo terhadap putusan MK dan KPU, sehingga sikap saling serang argumen masih saja terjadi dengan tujuan saling menjatuhkan. Keterpecahan kedua kubu tentu tak bisa lepas dari berbagai isu yang dihembuskan, mulai dari Kebangkitan PKI, Indonesia punah hingga permasalahan bahasa Inggris Jokowi yang dinilai medok juga menjadi bahan yang tak habis- habisnya digoreng dan disebarkan secara masif.


Perpecahan kedua kubu ini juga tak lepas dari kubu penantang yang membuat survey versi dirinya sendiri, dimana saat itu Prabowo mengatakan bahwa dirinya dan Sandiaga berada di Posisi 62 persen, namun data dari KPU berkata lain. Masyarakat juga sempat dibuat geram, ketika ingin mengetahui darimana data diambil, metode apa yang digunakan. Namun pihak BPN tidak menjelaskan sedikitpun terkait teknik survey yang digunakan.

Di sisi lain, Pihak BPN juga masih saja menghembuskan berita provokatif yang melahirkan ketakutan, seperti pernyataan Indonesia Bubar. Anak muda tentu memiliki peran dalam menjaga persatuan setelah drama pemilu selesai, karena dengan semakin mudahnya akses informasi melalui internet, anak muda yang notabene sebagai pengguna internet terbanyak di Indonesia memiliki peran cukup penting dalam menjaga rasa persatuan pasca pemilu.

Konkritnya, rasa persatuan tidak melahirkan kebencian ataupun permusuhan, mungkin bisa saja sesekali berdebat atau mengucapkan ketidaksetujuan, namun bukan berarti perbedaan pilihan dan keyakinan lantas menjadikan kita sulit bersatu.

Jika kita terlahir sama- sama menghirup udara di Indonesia, lantas mengapa kita bermusuhan hanya karena perbedaan pilihan, lantas mengapa kita meneriakkan takbir yang mengiringi aksi provokasi yang meresahkan banyak pihak?

Anak muda memiliki energi yang tidak terbatas, yaitu kreatifitas, energi tersebut sudah semestinya digunakan secara maksimal dalam mengkampanyekan persatuan yang ada di Indonesia.

Bayangkan saja, kita tahu bahwa suporter Persija dan Persib memang pernah diberitakan saling bermusuhan ketika tim kesayangannya bertemu dalam liga Indonesia, namun ketika Timnas Indonesia bertanding, maka seluruh masyarakat termasuk the jack dan viking akan sama- sama mengenakan seragam garuda tanpa mempertanyakan apakah kamu the jack atau viking.


Salah satu langkah konkrit yang bisa dilakukan adalah, stop menanyakan 'kemarin milih siapa?', bergaullah seperti biasanya, yang pasti tetaplah bersikap kritis atas dasar peduli dengan Indonesia, bukan kritis karena terprovokasi oleh berita yang naif kebenarannya.

Anak muda memiliki peran dalam mengakhiri drama pilpres, setidaknya di lingkungan terdekatnya, ajak kembali kawan yang tadinya beda pilihan, traktir ngopi kalau perlu, atau ajak nobar ketika ada pertandingan sepakbola. Keterlibatan banyak orang dalam hoby yang sama tentu akan mendistraksi perbedaan pilihan.

Yang pasti, sadarilah bahwa kubu Jokowi sedang bersiap untuk menggodog kabinet yang akan membantunya dalam periode kedua. Sedangkan kubu Prabowo tengah berusaha legowo atas putusan MK yang tidak mampu menggeser posisi petahana dari kursi kepresidenan.

Anak muda tidak perlu takut akan ancaman- ancaman yang sempat digembar- gemborkan, jika anak muda memiliki kreatifitas, yakinlah mencari uang lebih mudah daripada mencari pekerjaan.

Bersibuk- sibuklah selagi muda, drama politik terkait Pilpres sudah semestinya berakhir dan cukup menjadi catatan sejarah pembelajaran demokrasi. Tak perlu turun ke jalan hanya untuk ikut- ikutan, menjaga kerukunan dan persatuan dengan sesama masyarakat saja sudah menjadi salah satu cara untuk mengurangi cerita sedih yang ada di Indonesia.
Editor: Iman

T#g:Pemuda
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 02 Mei 2020 13:52

    Hardiknas, Pemuda Deli Serdang: Struktur Masyarakat dan Sistem Pendidikan Bisa Menjadi Lebih Baik

    Pengusaha muda yang juga aktif di bidang sosial dan politik, serta salah satu ketua yayasan yang ada di Sumatera Utara menyelenggarakan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) secara virtual guna mematuhi protokol kesehatan, Sabtu (2/5/2

  • Minggu, 26 Apr 2020 14:26

    Pemuda Pancasila DKI Beri Bantuan APD ke RS Rujukan Covid-19

    Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila DKI Jakarta memberikan donasi bantuan kesehatan kepada Rumah Sakit rujukan Covid-19 RS Pertamina Jaya Jl. Ahmad Yani, Cempaka Putih Jakarta Pusat, Sabtu (25/04/20).

  • Jumat, 17 Apr 2020 18:37

    Pemuda Pancasila & HantamCorona bagikan masker ke pengguna jalan di Tebing Tinggi

    Sehubungan dengan imbauan Pemerintah untuk terus mengenakan masker ketika keluar rumah, Pengurus Cabang Satuan Siswa, Pelajar & Mahasiswa (SAPMA) Pemuda Pancasila Kota Tebing Tinggi & HantamCo

  • Sabtu, 04 Apr 2020 09:24

    Peduli Dampak Covid-19, Gerakan Pemuda Al Washliyah Salurkan 1.000 Paket Sembako Di Kota Medan

    Gerakan Pemuda Al Washliyah (GPA) Sumut menyalurkan Infaq dan Sedekah dari para dermawan untuk masyarakat kurang mampu di kota Medan melalui Program GPA peduli, Jum'at (3/4/2020).

  • Rabu, 01 Apr 2020 18:01

    Pemuda Pancasila Sosialisasi, Edukasi dan Semprot Disinfektan di Kabupaten Simalungun

    Pemuda Pancasila Kabupaten Simalungun (MPC, PAC, RANTING, KOTI, SAPMA, dan SRIKANDI) telah melakukan penyemprotan dan sosialisasi pencegahan Pandemi COVID-19 (virus corona) di seluruh Kecamatan se-Kabupaten Simalungun.

  • Senin, 23 Mar 2020 21:13

    MPC Pemuda Pancasila Simalungun Kembali Lakukan Pencegahan Covid-19

    Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Simalungun bersama KOTI melakukan aksi bela sosial Pencegahan Covid-19 di Lapas kelas II A Pematangsiantar, Jl. Asahan KM.7 Senin,(23/3/2020).

  • Senin, 20 Jan 2020 12:10

    Perwakilan Indonesia, Ketua ILAJ Akan Ikuti Pertemuan 100 Pemuda Dunia di Kuala Lumpur

    Pertemuan 100 pemuda Dunia ini di dalam rangka kegiatan Global Goals Summit tahun 2020 yang diselenggarakan pada 23-25 Januari di Kuala Lumpur.Fawer Full Fander Sihite terpilih setelah mengikuti selek

  • Rabu, 15 Jan 2020 09:25

    MPC PP Sergai Siap Dukung Program Polres

    Ketua Pemuda Pancasila Dzulpanyah SH, mengatakan pihaknya akan selalu menjaga Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) agar tetap kondusif dan siap mendukung pihak kepolisian dan tidak akan membuat keonaran

  • Kamis, 12 Des 2019 20:42

    Rakor dan Silaturahmi MPC Pemuda Pancasila Sergai

    Rapat koordinasi dan silaturahmi Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Serdang Bedagai, dihadiri Ketua MPC Dzulpansyah, SH., H. Syaiful Azhar, pengurus MPC, PAC se-Kabupaten Serdang

  • Kamis, 05 Des 2019 21:15

    KOTI PP Sergai Gotong Royong di Jalinsum Sei Rampah

    Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila bersama KOTI Pemuda Pancasila Sergai melaksanakan kegiatan gotong royong di sekitar kantor MPC PP yang baru di Sei Rampah, Kamis (5/12/2019).Ketua MPC PP Serga

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak