Kamis, 17 Okt 2019 13:30
  • Home
  • Opini
  • Persatuan Pasca Pemilu, Anak Muda Perlu Turun Tangan

Persatuan Pasca Pemilu, Anak Muda Perlu Turun Tangan

Medan (utamanews.com)
Oleh: Gatot Dwiyono, Pegiat Pustaka Institute
Jumat, 19 Jul 2019 03:19
Istimewa
Sumpah Pemuda
Perbedaan memang akan selalu hadir dalam setiap momen demokrasi, baik di tingkat Pilkades sampai Pilpres. Meski demikian rasa toleransi haruslah dijaga dan diterapkan untuk saling menghormati orang yang berbeda pilihan. Jika toleransi ini bisa ditunjukkan, maka masyarakat Indonesia telah menunjukkan kedewasaan sikapnya dalam memilih calon pemimpin secara demokrasi.

Dalam hal ini anak muda tentu memiliki peran dalam ranah politik, salah satunya agar rasa persatuan tetap terjaga pasca polarisasi yang terjadi selama drama Pilpres. Apalagi Mahkamah Konstitusi telah mengeluarkan putusan yang tidak dapat dibantah, yaitu kemenangan bagi paslon nomor 01 Jokowi- Ma'ruf Amin yang akan memimpin Indonesia selama 5 tahun kedepan.

Namun tetap saja masih terdapat pihak yang tidak bisa bersikap legowo terhadap putusan MK dan KPU, sehingga sikap saling serang argumen masih saja terjadi dengan tujuan saling menjatuhkan. Keterpecahan kedua kubu tentu tak bisa lepas dari berbagai isu yang dihembuskan, mulai dari Kebangkitan PKI, Indonesia punah hingga permasalahan bahasa Inggris Jokowi yang dinilai medok juga menjadi bahan yang tak habis- habisnya digoreng dan disebarkan secara masif.


Perpecahan kedua kubu ini juga tak lepas dari kubu penantang yang membuat survey versi dirinya sendiri, dimana saat itu Prabowo mengatakan bahwa dirinya dan Sandiaga berada di Posisi 62 persen, namun data dari KPU berkata lain. Masyarakat juga sempat dibuat geram, ketika ingin mengetahui darimana data diambil, metode apa yang digunakan. Namun pihak BPN tidak menjelaskan sedikitpun terkait teknik survey yang digunakan.

Di sisi lain, Pihak BPN juga masih saja menghembuskan berita provokatif yang melahirkan ketakutan, seperti pernyataan Indonesia Bubar. Anak muda tentu memiliki peran dalam menjaga persatuan setelah drama pemilu selesai, karena dengan semakin mudahnya akses informasi melalui internet, anak muda yang notabene sebagai pengguna internet terbanyak di Indonesia memiliki peran cukup penting dalam menjaga rasa persatuan pasca pemilu.

Konkritnya, rasa persatuan tidak melahirkan kebencian ataupun permusuhan, mungkin bisa saja sesekali berdebat atau mengucapkan ketidaksetujuan, namun bukan berarti perbedaan pilihan dan keyakinan lantas menjadikan kita sulit bersatu.

Jika kita terlahir sama- sama menghirup udara di Indonesia, lantas mengapa kita bermusuhan hanya karena perbedaan pilihan, lantas mengapa kita meneriakkan takbir yang mengiringi aksi provokasi yang meresahkan banyak pihak?

Anak muda memiliki energi yang tidak terbatas, yaitu kreatifitas, energi tersebut sudah semestinya digunakan secara maksimal dalam mengkampanyekan persatuan yang ada di Indonesia.

Bayangkan saja, kita tahu bahwa suporter Persija dan Persib memang pernah diberitakan saling bermusuhan ketika tim kesayangannya bertemu dalam liga Indonesia, namun ketika Timnas Indonesia bertanding, maka seluruh masyarakat termasuk the jack dan viking akan sama- sama mengenakan seragam garuda tanpa mempertanyakan apakah kamu the jack atau viking.


Salah satu langkah konkrit yang bisa dilakukan adalah, stop menanyakan 'kemarin milih siapa?', bergaullah seperti biasanya, yang pasti tetaplah bersikap kritis atas dasar peduli dengan Indonesia, bukan kritis karena terprovokasi oleh berita yang naif kebenarannya.

Anak muda memiliki peran dalam mengakhiri drama pilpres, setidaknya di lingkungan terdekatnya, ajak kembali kawan yang tadinya beda pilihan, traktir ngopi kalau perlu, atau ajak nobar ketika ada pertandingan sepakbola. Keterlibatan banyak orang dalam hoby yang sama tentu akan mendistraksi perbedaan pilihan.

Yang pasti, sadarilah bahwa kubu Jokowi sedang bersiap untuk menggodog kabinet yang akan membantunya dalam periode kedua. Sedangkan kubu Prabowo tengah berusaha legowo atas putusan MK yang tidak mampu menggeser posisi petahana dari kursi kepresidenan.

Anak muda tidak perlu takut akan ancaman- ancaman yang sempat digembar- gemborkan, jika anak muda memiliki kreatifitas, yakinlah mencari uang lebih mudah daripada mencari pekerjaan.

Bersibuk- sibuklah selagi muda, drama politik terkait Pilpres sudah semestinya berakhir dan cukup menjadi catatan sejarah pembelajaran demokrasi. Tak perlu turun ke jalan hanya untuk ikut- ikutan, menjaga kerukunan dan persatuan dengan sesama masyarakat saja sudah menjadi salah satu cara untuk mengurangi cerita sedih yang ada di Indonesia.
Editor: Iman

T#g:Pemuda
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 12 Okt 2019 12:12

    H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST. MT, Diupah-upah Sesepuh dan Kader Pemuda Pancasila Labuhanbatu

    Sesepuh dan Kader Pemuda Pancasila kabupaten Labuhanbatu, terdiri dari jajaran pengurus MPO, MPC dan Ketua PAC se-kabupaten Labuhanbatu serta tokoh masyarakat Labuhanbatu, Jum'at (11/10/19) mengu

  • Kamis, 03 Okt 2019 17:33

    Panitia Kegiatan Jurnalis Peduli Sosial Sambangi Kantor Dispora Labuhanbatu

    Dalam rangka hari jadi Pemkab Labuhanbatu ke 74 dan menyambut Hari Sumpah Pemuda yang ke 91 tahun 2019, Ketua dan Sekjen panitia Jurnalis Labuhanbatu peduli sosial menyambangi Kantor Disporabudpar kab

  • Selasa, 24 Sep 2019 11:24

    Ketua KNPI Kota Tebing Tinggi: Bung EL Harapan Pemuda Sumut Bermartabat

    Ketua KNPI Kota Tebing Tinggi, Syahri mengucapkan selamat atas terpilihnya El Adrian Shah sebagai Ketua KNPI Sumut."Bung El sudah terpilih, saya atas nama Pemuda dan KNPI Kota Tebing Tinggi mengucapka

  • Kamis, 01 Agu 2019 20:41

    Beri semangat dan pesan pada PP Labusel, Ketua MPW PP Sumut: Jangan mengeluh walau tak ada dukungan Bupati

    Bung Kodrat Shah (Ketua MPW PP Prov Sumut), Mayor Czi Baginda Siregar (Danramil 11/KP), AKP Hitler Sihombing (Kapolsek Kampung rakyat), Iptu Sihar Hutagalung (mewakili Kapolsekta Kotapinang), Muhammad

  • Rabu, 17 Jul 2019 14:47

    PAC dan 12 Pimpinan Ranting Bosar Maligas Tolak RPP MPC Pemuda Pancasila Simalungun

    Pimpinan Anak Cabang (PAC) dan 12 Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila Kecamatan Bosar Maligas melakukan penolakan terhadap keputusan Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kabupaten Simalungun y

  • Rabu, 10 Jul 2019 15:40

    SAPMA PP Tebing Tinggi Dukung Mhd Yuridho Chap Pimpin Pemuda Pancasila

    Sehubungan akan diselenggarakannya musyawarah cabang Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila Kota Tebing Tinggi sekaligus pemilihan ketua periode 2019-2023, Satuan siswa, pelajar dan mahasiswa

  • Minggu, 07 Jul 2019 18:57

    SAPMA PP Pematangsiantar & Simalungun adakan aksi belasungkawa ke korban kebakaran

    Satuan Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Pematangsiantar dan Simalungun melakukan aksi belasungkawa atas peristiwa kebakaran yang terjadi di Jl. Mangga Kota Pematangsiantar, Minggu (7/

  • Minggu, 30 Jun 2019 07:30

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso, Ajak Kader PP Labuhanbatu Bersatu Menjaga NKRI

    Gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) ke XII Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila kabupaten Labuhanbatu tahun 2019 dalam agenda pemilihan ketua MPC PP Labuhanbatu periode 2019 s/d 2023 yang dia

  • Rabu, 19 Jun 2019 16:49

    Tim Korcab Wilayah I MPW PP Sumut Lakukan Verifikasi Faktual ke PAC Bilah Barat

    Dalam rangka menuju "Back To Zero To Be Hero" Tim Verifikasi Faktual Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) Pemuda Pancasila (PP) Provinsi Sumatera Utara mengunjungi Pimpinan Anak Cabang (PAC) Kecamatan Bilah

  • Kamis, 30 Mei 2019 08:30

    Ketua MPC Pemuda Pancasila Labuhanbatu, Andi Suhaimi Dalimunthe, Membagikan Takjil Untuk Buka Puasa Bagi Pengendara

    Puluhan kader Pemuda Pancasila terdiri pengurus MPC, Srikandi dan PAC Rantau Utara serta Koti Mahatidana Labuhanbatu, mendampingi Ketua MPC Pemuda Pancasila kabupaten Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dali

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak