Minggu, 25 Agu 2019 06:10
  • Home
  • Opini
  • Persatuan Adalah Kemenangan Bersama Seluruh Warga Bangsa

Persatuan Adalah Kemenangan Bersama Seluruh Warga Bangsa

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rahmat Ginanjar, pengamat sosial politik
Sabtu, 25 Mei 2019 07:55
Istimewa
Massa aksi Gerakan Nasional Kedaulatan Rakyat Sumatera Utara berunjuk rasa di kantor DPRD Sumut, hingga Sabtu (25/5) dinihari.
21 Mei Dinihari merupakan hari dimana pengumuman resmi dari KPU telah menunjukkan bahwa Indonesia telah resmi menjadikan Jokowi sebagai Presiden 2 periode.

Segala ucapan pun hadir dari berbagai kalangan, baik gubernur maupun liputan dari media asing yang memberitakan tentang kemenangan Jokowi. Namun saat ini bukan kemenangan untuk 01 ataupun 02 saja, melainkan kemenangan bersama karena Indonesia telah menyelesaikan serangkaian proses pemilu dari mulai pendaftaran bakal calon sampai pada pengumuman resmi.

Kekalahan yang dialami oleh Kubu 02 sudah semestinya direspon dengan sikap legowo, bahkan ketua Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan juga telah memberikan selamat atas terpilihnya Jokowi. Padahal PAN merupakan salah satu pengusung Prabowo-Sandiaga dalam Pilpres 2019.

Sikap seperti itu tentu menunjukkan bahwa persatuan merupakan kemenangan bersama. Kemenangan untuk menahan ego, kemenangan untuk tidak terprovokasi ajakan gerakan people power.


Pesta demokrasi bukanlah ajang untuk saling menjauhkan antar warga yang berbeda pilihan, demokrasi merupakan cara untuk menemukan pemimpin terbaik dari putra terbaik melalui suara yang diberikan oleh masyarakat, dengan prinsip suara rakyat adalah suara Tuhan.

Dalam perjalanan Pemilu, isu seperti hoax, klaim kemenangan hingga fitnah kepada KPU memang menjadi berita yang mengisi berbaga kolom media cetak maupun daring. Namun ketika Bawaslu menerima laporan dugaan kecurangan Pemilu dari tim sukses Prabowo-Sandiaga, Bawaslu menolaknya lantara laporan yang diberikan tidak lengkap, diketahui Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo- Sandiaga, hanya melampirkan 72 salinan meda daring, tanpa menunjukkan dokumen seperti foto atau video yang menunjukkan adanya kecurangan dalam penyelenggaraan Pemilu.

Dalam hal ini, simpatisan pendukung 02 pun tentu akan sangat rawan mendapatkan informasi yang telah terdistorsi, dalam benak mereka hanya berisi Pemilu penuh kecurangan, People Power adalah jihad dan sebagainya, sehingga jika nanti muncul berita bahwa Aparat kepolisian mengamankan massa yang melakukan demo, kubu 02 yang tidak terima dengan hasil Pemilu akan semakin menghembuskan narasi bahwa demokrasi telah hancur.


Tentu dibutuhkan kedewasaan berpolitik untuk merawat persatuan, pemerintah juga telah memberikan jalur konstitusi yang memungkinkan kubu manapun melaporkan berbagai dugaan kecurangan, namun pelaporan juga harus memilki data yang kuat. Tidak lantas mengerahkan people power tanpa menunjukkan bukti yang jelas kepada Bawaslu.

Secara logika, apabila kita menuduh adanya kecurangan maka kita wajib menyertakan bukti yang kuat bahwa kecurangan itu ada. Bukan orang lain yang mesti menyanggahnya. Kita harus membuktikan kecurangan itu.

Untuk itulah, tuduhan akan kecurangan merupakan trigger yang cukup berbahaya, atas dasar dugaan pemilu curang, aksi demo yang berujung kericuhan pun terjadi, padahal aksi tersebut rawan disusupi teroris yang ingin membuat suasana semakin mencekam.

Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Tunjung Sulaksono mengatakan, bahwa Indonesia sedang belajar berdemokrasi, dan salah satu prasyarat utama sebuah negara agar dapat disebut sebagai negara yang terkonsolidasi demokrasinya, adalah ketika masyarakat memandang Pemilu atau demokrasi, sebagai satu-satunya aturan main.

Menurutnya, apa yang belakangan terjadi seperti penolakan hasil Pemilu atau seruan people power, menunjukkan bahwa Indonesia belum sampai pada tahap consolidated democracy. Pemilu memang penting bagi sebuah negara yang menganut sistem demokrasi, namun persatuan sebagai satu bangsa dan negara juga tak kalah penting.


Terlepas dari apapun hasil yang telah diputuskan, kita tentu berharap agar KPU tetap mengedepankan kejujuran dalam penghitungan suara. Karena kemenangan yang didapat dengan kejujuran akan sangat berarti bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemilu merupakan salah satu cara untuk membentuk sebuah pemerintahan yang adil dan benar- benar mewakili rakyat serta memperkokoh persatuan bangsa. Karena itulah seluruh pihak yang terlibat sudah semestinya menjalankan peran secara mulia, baik itu pengawas, peserta pemilu, maupun pendukungnya agar senantiasa meredakan kegaduhan yang tak kunjung usai.

Sikap legowo dalam menerima kekalahan juga sempat ditunjukkan oleh PSI, meski tidak lolos parlemen, PSI juga bertekad akan memperjuangkan aspirasi pemilihnya dengan berkolaborasi bersama civil society dan teman-teman media untuk memperjuangkan aspirasi pemilih. Hal ini tentu menunjukkan bahwa siapapun memiliki peran untuk ikut membangun bangsa.
Editor: Sam

T#g:22 Mei
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 11 Jun 2019 10:41

    Menerka Kehadiran Tim Mawar Dalam Kerusuhan Mei 2019

    Pasca Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengumumkan secara resmi hasil rekapitulasi Pilres pada 21 Mei 2019, aksi massa yang merupakan simpatisan dari kubu 02 berujung pada kericuhan hingga melewati jam Sah

  • Selasa, 28 Mei 2019 19:28

    Terkait Pengamanan Unjuk Rasa 22 Mei, LADN Humbahas Apresiasi Kinerja TNI/POLRI

    Masyarakat Humbahas menilai positif atas kinerja TNI/POLRI dalam hal pengamanan unjuk rasa di depan Kantor KPU RI dan Kantor Bawaslu RI, pada tanggal 22 Mei 2019 yang lalu di Jakarta. Polisi dinilai t

  • Senin, 27 Mei 2019 11:47

    PMII Langkat Apresiasi Kinerja TNI dan Polri Dalam Pengamanan Pemilu 2019

    Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Cabang Langkat-Binjai mengapresiasi kinerja aparat keamanan TNI/Polri yang telah bekerja maksimal mengamankan aksi unjuk rasa di berbagai tempat, khususnya di gedu

  • Sabtu, 25 Mei 2019 12:25

    Kerusuhan 22 Mei, Murni Gerakan Inkonstitusional

    Setelah pengumuman resmi dilakukan oleh KPU, segerombolan massa melakukan aksi unjuk rasa di beberapa titik sebagai wujud penolakan terhadap hasil Pilpres 2019 yang memenangkan paslon nomor 01 Joko Wi

  • Kamis, 23 Mei 2019 14:53

    Kapolres dan Komandan Kodim 0824/Jember Patroli Wilayah

    Setelah melakukan Sholat Ashar, Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo bersama Komandan Kodim 0824/Jember Letkol Inf Arif Munawar melaksanakan Patroli Bersama, Rabu (22/05/2019).Sasaran patroli yang.meng

  • Rabu, 22 Mei 2019 22:52

    TNI Mendukung Penuh Polri Dalam Menjaga Keamanan Negara

    Pasca pengumuman hasil pemilihan Presiden tahun 2019 yang telah diumumkan secara resmi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 21 Mei 2019, Selasa dini hari, situasi keamanan di Ibu Kota negara

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak