Minggu, 19 Sep 2021 08:03
  • Home
  • Opini
  • Perlunya Penerapan Konversi Sampah Di Kota Pematangsiantar

Perlunya Penerapan Konversi Sampah Di Kota Pematangsiantar

Pematangsiantar (utamanews.com)
Oleh: Tulus Panggabean, Sekretaris Cabang GMKI Pematangsiantar- Simalungun
Minggu, 13 Jun 2021 10:43
Istimewa
Tulus Panggabean
Secara geografis, Kota Pematangsiantar berada diantara garis 2° 53' 20" -
3° 01' 00" Lintang Utara dan 99° 1'00" - 99° 6' 35" Bujur Timur, dan berada tepat di tengah-tengah wilayah Kabupaten Simalungun.

Kota Pematangsiantar berada sekitar ± 129 km dari Kota Medan yang merupakan ibukota Provinsi Sumatera Utara.

Wilayah administratif Kota Pematangsiantar memiliki luas sebesar 79,971 Km2 atau 7.997,1 Ha yang terletak antara 400-500 meter di atas permukaan laut.

Pada tahun 2020 penduduk Kota Pematangsiantar mencapai 268.254 jiwa dengan kepadatan penduduk 3.354 jiwa per km2.

Kota Pematangsiantar merupakan kota perantara dari berbagai daerah sekitarnya. Hal ini harus menjadi catatan penting bagi masyarakat maupun pemerintah bahwa pembangunan kota Pematangsiantar harus memperhatikan faktor estetis, kebersihan dan kenyamanan sehingga posisi yang strategis sebagai gerbang antar kabupaten bisa membawa dampak yang positif bagi kota maupun masyarakatnya.

Pertumbuhan penduduk kota Pematangsiantar setiap tahunnya diperkirakan sekitar 2,2% dengan kepadatan 3.354 Jiwa/ km2.

Seiring dengan pertumbuhan penduduk itu, maka aktivitas manusia juga meningkat dengan sendirinya. Adanya kegiatan sosial, perdagangan, pendidikan, kesehatan, pertanian dan bahkan industri tentu saja berdampak besar pada lingkungan.

Selain lonjakan-lonjakan penduduk dan perkembangan aktifitas yang mengikutinya, 
pola hidup bersih dan sehat belum menjadi gaya hidup mayoritas kota Pematangsiantar. Masyarakat belum menunjukkan kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan.

Perkembangan kota modern dan kehidupanya yang menjadi pusat berbagai kegiatan seperti Pusat pemerintahan, perdagangan, pusat Industri, Pusat jasa, dan sebagainya, telah memberikan berbagai dampak baik positif maupun negatif.

Kota dengan segala fasilitas dan gemerlapnya, seakan menjadi daya tarik naiknya harapan hidup masyarakatnya sehingga tidak bisa dipungkiri, semakin lama kota akan semakin sarat dengan berbagai permasalahannya. Salah satu yang menjadi permasalahan ialah masalah penurunan kualitas lingkungan khususnya akibat sampah.

Produksi sampah kegiatan masyarakat yang terus meningkat tidak sejalan dengan kepekaan dan keinginan masyarakat untuk melakukan pengolahan sampah secara swadaya.

Pemanfaatan alam dan sumber sumbernya sering sekali tidak dibarengi dengan kepeduliaan untuk menjaga keasrian dan keindahan lingkungan yang ada di seputar Kota Pematangsiantar.

Hal ini harus menjadi tugas penting bagi pemerintah kota pematangsiantar khusunya dinas lingkungan hidup kota pematangsiantar agar membuat gebrakan yang baru dalam menangani sampah baik itu sampah organik maupun sampah Non Organik.

Dalam perjalanan penanganan sampah di kota Pematangsiantar banyak rencana-rencana yang telah dibuat namun berujung pada implementasi yang gagal hal itu harus menjadi evaluasi besar bagi Pemerintah Kota Pematangsiantar.

Pun demikian, tumpukan-tumpukan sampah kerap kali ditemui di pinggiran jalan seputar kota pematangsiantar.

Hal itu harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah kota Pematangsiantar. Ada begitu banyak temuan-temuan untuk mengkonversi sampah menjadi sebuah barang yang bermanfaat digunakan, dimulai dari sampah organik yang dikonversi menjadi pupuk untuk pertanian, ada juga yang dikonversi  menjadi Gas Elpiji untuk kebutuhan dapur rumah tangga dan juga temuan yang mengkonversi semua jenis sampah menjadi listrik.

Dan masih banyak lagi temuan-temuan yang lain yang mengangkat sampah plastik mempunyai nilai jual yang lebih jika diproses ataupun dikonversi dengan baik.

Dengan pengeloalan sampah yang baik dan terarah akan mewujudkan kota Pematangsiantar yang bersih.

Dengan harapan, sampah yang ada di kota Pematangsiantar tidak berakhir di TPA saja, namun sampah-sampah tersebut dapat dikelola atau konversi menjadi nilai yang berharga.
Editor: Sam

T#g:GMKIPematangsiantarSampah
Berita Terkait
  • Rabu, 15 Sep 2021 21:05

    Pencanangan Kawasan Pasar Bersih Menambah Nilai Ekonomis

    Wali Kota Medan, Bobby Nasution telah mencanangkan Kawasan Pasar Bersih yang berlokasi di Pasar Induk Lau Cih Medan Tuntungan, Pasar Bakti Medan Area, dan Pasar Sentosa Baru Medan Perjuangan.Pencanang

  • Minggu, 05 Sep 2021 11:25

    Pedagang Kopi Siantar Menolak Keras Perpanjangan PPKM Level 4

    Puluhan pedagang kopi dari sejumlah coffe shop di Kota Pematangsiantar angkat suara dengan adanya kebijakan yang diterapkan oleh pemerintah, mereka menyerah akibat dampak diberlakukannya PPKM level 4,

  • Jumat, 03 Sep 2021 13:43

    Kota Pematangsiantar PPKM Level 4 Covid-19, Warga Unjukrasa Salahkan Walikota

    Unjukrasa kembali terjadi di Pematangsiantar. Kali ini dilakukan oleh Puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pematangsiantar Bersama (AMSB), Kamis (2/9) kemarin. Sebelum menggelar

  • Rabu, 01 Sep 2021 20:41

    Unjukrasa Pedagang Pasar Horas Siantar, Tuntut Walikota Lakukan Ini

    Aksi unjukrasa spontanitas dilakukan oleh para Pedagang dan P4B (Pelindung Persaudaraan Pedagang Pasar Bersatu) di Pasar Horas Pematang Siantar, Rabu (1/9) Siang. Unjukrasa yang dilakukan sebagai

  • Sabtu, 28 Agu 2021 16:08

    GMKI Komisariat USI, Gelar Kunjungan ke Panti Asuhan dan Aksi Peduli

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat USI Cabang Pematangsiantar- Simalungun gelar kegiatan Kunjungan ke Panti Asuhan Dan Aksi peduli, Sabtu (28/08/2021).Kegiatan tersebut salah satu I

  • Sabtu, 28 Agu 2021 14:28

    PP GMKI Gelar Webinar Internasional: Dampak Krisis Afghanistan Terhadap Stabilitas Politik

    Webinar Internasional yang diselenggarakan oleh Pengurus Pusat Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Bidang Hubungan Internasional mendapat banyak apresiasi dan dukungan dari banyak pihak yang hadir, u

  • Rabu, 25 Agu 2021 18:55

    PPKM Level 4, GMKI dan Milton Ministry berbagi beras dan masker

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Pematangsiantar- Simalungun beserta tim yang tergabung dalam Milton Ministry berkolaborasi untuk berbagi beras dan masker kepada masyarakat, khususnya

  • Minggu, 22 Agu 2021 07:02

    BPC GMKI Pematangsiantar- Simalungun Minta Seluruh Komisariat Perkuat Eksistensi

    Pengurus Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar- Simalungun melakukan konsolidasi organisasi dalam bentuk diskusi dengan mengangkat topik "Memperkuat Eksistensi Organisasi D

  • Sabtu, 21 Agu 2021 09:01

    Turun ke Jalan Soal PPKM Level 4 di Pematangsiantar, Ini Tuntutan GMKI

    Di tengah situasi pandemi Covid-19 di seluruh dunia dan kebijakan pemerintah untuk menerapkan PPKM Level 4 di Kota Pematangsiantar, massa dari Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) menggelar aksi

  • Sabtu, 21 Agu 2021 01:51

    Atasi Masalah Sampah, Bobby Nasution Terus Perkuat Sarana & Prasarana

    Penanganan sampah menjadi fokus perhatian Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk segera dituntaskan. Orang nomor satu di Pemko Medan tersebut, bertekad menjadikan Medan bersih dari sampah. Guna mewujudk

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak