Jumat, 16 Nov 2018 00:49
  • Home
  • Opini
  • Penggunaan Media Sosial Sebagai Sarana Black Campaign

Penggunaan Media Sosial Sebagai Sarana Black Campaign

Medan (utamanews.com)
Oleh: Ananda Rasti, Pemerhati Masalah Sosial
Senin, 15 Okt 2018 17:05
Istimewa
Ratna Sarumpaet
Pemilihan Presiden 2019 kembali menghadirkan dua calon Presiden yang sama seperti laga sebelumnya pada tahun 2014, namun dengan nomor urut berbeda. 

Saat ini, tahapan yang dijalani oleh partai politik pengsuung dan calon Presiden adalah Kampanye yang dibuka tanggal 23 September 2018 dan berakhir pada 13 April 2019. Kampanye dilakukan oleh tiap-tiap Paslon untuk mempromosikan dirinya agar terpilih menjadi Presiden Indonesia periode 2019-2024, sehingga pertarungan kampanye menjadi isu panas dan tidak menutup kemungkinan terjadi permainan kotor dalam pelaksanaan kampanye seperti black campaign atau money politics, segala cara dilakukan partai pengusung dan paslon agar dapat memenangkan pertarungan politik. 

Dewasa ini, perkembangan masyarakat telah sampai pada masyarakat digital informasi, yang dimaksudkan sebagai masyarakat dapat dengan mudah mengakses informasi dari mana pun dan kapan pun bahkan seluruh masyarakat dapat mengutarakan pendapatnya melalui dunia digital dengan alat media sosial. 

Media sosial juga menjadi pilihan utama bagi para Paslon Presiden untuk mengumpulkan suara dan kekuatan demi memenangkan Pilpres 2019.
Ternyata Media sosial juga bisa dimanfaatkan sebagai sarana berpolitik kotor seperti pelaksanaan black campaign, caranya adalah dengan penyebaran hoax atau berita bohong/palsu yang disebar ke seluruh masyarakat melalui media sosial seperti whatsapp, facebook, twitter, dan Instagram untuk menjatuhkan salah satu pasangan calon dengan isu yang tidak benar atau dibuat-buat. Contoh kasus yang terjadi dan masih hangat adalah kasus Ratna Sarumpaet. Seperti yang kita ketahui bersama, kasus ini sangatlah viral, mengapa? 

Pem-viral-an ini dilakukan oleh teman-teman beliau yang merupakan Timses Prabowo karena beliau menyalahkan dan menuduh negara dan Pemerintah yang saat ini menjabat telah menganiaya beliau dengan menggunakan media sosial dan melakukan pergerakan solidaritas oleh Hariman Siregar sebagai aktivis reformasi dan aktifis #2019GantiPresiden dengan tuduhan penganiayaan ini dilakukan Pemerintah karena ketidak senangan pemerintah atas kritik yang diberikan oleh Ratna Sarumpaet. 

Bagaimana bisa sesuatu yang belum jelas asal-usul kebenaran dan belum ada bukti pasti bisa dinaikkan dan menyalahkan pemerintah, tentu ada suatu kepentingan yang diinginkan dan dimanfaatkan dengan mengingat ini adalah tahun politik dan kampanye. Hal ini dapat dijadikan alat untuk mengurangi elektabilitas pasangan lawan politik beliau.

Namun, setelah dilakukan pendalaman oleh Kepolisian negara melalui pernyataan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Nico Afinta terbukti bahwa penganiayaan tersebut adalah palsu dan tidak pernah terjadi. Pernyataan Ratna Sarumpaet mengenai penganiayaan yang terjadi di Bandung dan di dalam mobil oleh orang tidak dikenal menjadi kontroversial di kalangan masyarakat dan  politikus. 

Hal tersebut adalah contoh bagaimana penggunaan media sosial sebagai media penyampaian kampanye kotor pada Pilpres 2019. Media sosial juga menjadi media kampanye yang benar seperti bagaimana pencapaian pemerintah saat ini dalam membangun daerah-daerah timur yang dulunya tidak diperhatikan pemerintah sebelumnya, dan hal tersebut merupakan fakta yang terjadi pada peradaban saudara saudara kita di Timur Indonesia. 

Dalam mengatasi penyebaran hoax dan dampaknya diperlukan peran masyarakat meskipun Pemerintah juga terus berupaya untuk mengurangi penyebaran hoax atau berita palsu dengan cara menyusun undang-undang yang di dalamnya mengatur sanksi bagi pengguna internet yang turut menyebarkan konten negative. Masyarakat menjadi kunci untuk memberantas hoax dan penyebarannya di Indonesia, caranya dengan berbijak diri dalam menggunakan informasi dan menerima informasi, Septiaji Eko Nugroho selaku Inisiator Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia (MAFINDO) dan Ketua Masyarakat Indonesia Antihoax telah memberikan tips yaitu Cermati Alamat Situs, Periksa Fakta, Cek Keaslian Foto, Ikut Dalam Grup diskusi Anti-hoax. The Washington Post juga memberikan tips yaitu Jangan Cuma baca judulnya, Sumber berita, Jangan terkena bias informasi dan legitimasi konten berita terkait. 

Oleh karena itu, masyarakat jangan sampai mudah termakan sebuah informasi di media sosial yang digunakan sebagai black campaign, masyarakat harus sadar jika cara kampanye nya saja salah dan tidak benar bagaimana nanti ketika Paslon tersebut menjadi pemenang apa tidak seluruh janjinya adalah hoax belaka bukan hal-hal pencapaian yang telah terjadi dan real.

Editor: Sam

T#g:hoax
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Minggu, 11 Nov 2018 18:21

    "Media Sosial dan HOAX" Masuk dalam soal Ujian CPNS Hari Kedua

    Menjadi PNS adalah suatu cita-cita yang seksi di kalangan para pencari kerja, alasan mencari titik aman sampai menaikkan Mahar Pernikahan terucap dan cukup menggelitik. Seleksi CPNS Tingkat Kabup

  • Jumat, 09 Nov 2018 06:29

    Tim KIM Sartika Rantau Utara Juara I Perlombaan KIM Tingkat Kabupaten Labuhanbatu

    Tim Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) Sartika perwakilan dari Kecamatan Rantau Utara berhasil unggul dengan nilai tertinggi 485,5 dan menjadi juara peringkat 1 pada perlombaan KIM tingkat Kabupaten

  • Kamis, 08 Nov 2018 17:18

    Lomba KIM Sangat Bermanfaat Bagi Masyarakat Dalam Mengakses Informasi yang Benar

    Lomba KIM ini sangat bermanfaat apabila diberdayakan semaksimal mungkin, bermanfaat untuk siapa, tentunya bermanfaat bagi masyarakat Labuhanbatu khususnya. Alasan bisa bermanfaat, karena dengan mengak

  • Sabtu, 03 Nov 2018 15:03

    Terkait Berita Hoax Penculikan Anak, Kapolres Labuhanbatu Himbau Warga Selalu Waspada

    Maraknya postingan di akun jejaring media sosial terkait dengan penculikan anak dan cerita langsung yang didengar membuat keresahan dan kecemasan tersendiri bagi orang tua, khususnya warga masyarakat

  • Jumat, 02 Nov 2018 07:02

    3 Isu Penculikan Anak Di Wilayahnya, Kapolres Pelabuhan Belawan: Itu HOAX

    Maraknya isu penculikan anak beberapa hari belakangan ini di media sosial membuat resah masyarakat. Ada kabar yang dilakukan dengan berbagai modus di antaranya modus perempuan gila, pendatang keliling

  • Rabu, 31 Okt 2018 04:31

    FGD "Peran Tokoh Agama Dalam Menangkal Hoax Di Tahun Politik"

    Bertempat di Cafe Kancakona jalan Basuki Rahmad Kelurahan Tegalbesar Kec kaliwates Kab. Jember, pada Selasa 20/10/2018  pukul 09.30 Wib dilaksanakan Focus Group Discission (FGD) Forkopimda Jember

  • Selasa, 30 Okt 2018 20:10

    Penyebar Virus Hoax Di Tengah Duka Nasional

    Indonesia sedang berduka dengan adanya peristiwa kecelakaan pesawat Lion Air JT 610 yang jatuh di perairan Karawang, Jawa Barat pada 29 Oktober 2018. Sebanyak 189 orang yang berada dalam pesawat terse

  • Kamis, 25 Okt 2018 20:35

    FMPP NKRI Deklarasi Anti Hoax dan Ajak Jurnalis Beri Informasi ke Pemerintah Agar Penanganan Bencana Cepat

    Forum Mahasiswa dan Pemuda Pengawal NKRI (FMPP NKRI) selenggarakan diskusi publik dengan tema "Peran Jurnalis dalam Meliput Penanganan Bencana oleh Pemerintah", yang dilaksanakan di Mie Aceh Seulawa,

  • Kamis, 25 Okt 2018 20:15

    Santri dan Jurnalis Deklarasikan Gerakan Bersama Melawan Berita Hoax

    Santri, jurnalis dan pengajar pondok pesantren mendeklarasikan "Anti Berita Hoax Untuk Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan" pada acara diskusi bertema "Peran Publikasi Media : Antara Berita Hoax dan Cap

  • Selasa, 23 Okt 2018 09:03

    Peran Publikasi Media: Antara Berita Hoax dan Capaian Kebijakan Ekonomi Pemerintah Indonesia

    Media selalu menarik untuk dilihat dari berbagai disiplin keilmuan. Setiap disiplin keilmuan memiliki sudut pandang beragam terhadap media. Media bisa disebutkan merupakan sebagai perangkat besar menu

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak