Jumat, 10 Jul 2020 21:59
  • Home
  • Opini
  • Pemuka Agama Serukan Ibadah di Rumah Saat Pandemi Covid-19

Pemuka Agama Serukan Ibadah di Rumah Saat Pandemi Covid-19

Oleh: Ismail (Anggota Milenial Muslim Bersatu)
Selasa, 28 Apr 2020 03:28
Hukumonline
Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan fatwa untuk beribadah di rumah seiring adanya Pandemi Virus Corona baru atau Covid-19 menjelang bulan suci Ramadhan. Beribadah di rumah dianggap tidak mengurangi kekhusyukan beribadah. Masyarakat pun diharapkan mengikuti imbauan tersebut.

Virus COVID-19 tak hanya menyerang kesehatan seseorang, tapi juga menggoyang kestabilan ekonomi, pariwisata, dan lain-lain. Penyebabnya karena banyak orang yang memprioritaskan untuk membeli kebutuhan pokok. 

Jadi, untuk mencegah penyebaran corona agar Indonesia selalu aman, diberlakukanlah kebijakan social distancing dan stay at home. Para pelajar diwajibkan untuk belajar di rumah dan orang tuanya juga diharap untuk bisa kerja secara remote alias work from home dengan menggunakan akses internet. 

Ketika semua orang harus berada di rumah agar tidak tertular corona, maka kegiatan yang mengundang keramaian juga tidak boleh dilakukan. Misalnya ibadah Sholat jamaah dan Sholat jumat di masjid, kebaktian di gereja, dan lain-lain. 

Masyarakat tentu sangat kaget dengan larangan ini, dan merasa diambil haknya untuk bisa berdoa dengan khusyuk di rumah ibadah. Padahal kebijakan ini dilakukan demi keamanan mereka sendiri.

MUI pun dengan tegas mengeluarkan fatwa bahwa untuk ibadah seperti Sholat dilakukan di rumah saja, tidak usah berjamaah di masjid seperti biasanya. Untuk Sholat Jumat juga bisa diganti dengan Sholat Dzuhur biasa. Ketika pandemi sudah berlangsung selama lebih dari sebulan, berarti masyarakat muslim sudah tidak Sholat Jumat lebih dari 3 kali. 

Mereka tidak berdosa karena ini adalah keadaan genting yang menyebabkan adanya revisi aturan. Para muslimin tidak perlu takut dan merasa bersalah, karena jika fatwa MUI maka sudah dikeluarkan dari diskusi panjang dan matang, jadi tidak perlu sedih karena tidak bisa jumatan.

Pun dengan Sholat Idul Fitri yang biasanya dilakukan di masjid raya atau di lapangan, tidak boleh dilakukan. Memang jadinya lebaran terasa aneh karena tidak ada Sholat Ied, tapi kan hukumnya sunnah dan tidak wajib. Anda tidak perlu merasa galau karena tidak bisa Sholat Berjamaah di hari raya.

Pencegahan Sholat Ied dan Sholat jamaah ini sebenarnya merupakan penerapan dari anjuran social distancing. Ketika Sholat, muslimin harus berdiri rapat, sedangkan di tengah pandemi corona, hal ini sangat berbahaya. Karena bisa menularkan virus satu sama lain.

Anda pasti pernah membaca cerita tentang seseorang yang terkena corona, hanya karena nekat Sholat Jamaah di masjid. Jadi, jangan remehkan fatwa MUI dan menganggap pemerintah merampas kebebasan beragama.

Begitu pula dengan umat agama lain, dilarang untuk berkumpul di rumah ibadah untuk sementara. Di hari Paskah, biasanya umat kristen dan katolik melakukan kebaktian di gereja. Namun tahun ini hanya bisa dilakukan secara online. Pastur dan Paus memaklumi hal ini, karena mereka paham akan maksud dari pemerintah, agar corona tidak menyebar ke seluruh pelosok Indonesia.

Umat Hindu, Budha, dan Konghucu juga memahami aturan ini. Mereka juga beribadah di rumah masing-masing. Karena tahu bahwa jika tertular corona akan sangat berbahaya, dan bisa menularkan penyakit ini kepada keluarga dan teman-teman.

Pencegahan untuk berkumpul di rumah ibadah dilakukan pemerintah setelah melalui proses panjang. Presiden tentu ingin rakyatnya sehat terus dan berupaya mencegah penularan virus COVID-19. Jika keadaan sudah aman, tentu larangan ini akan dicabut.

Anjuran untuk beribadah di rumah dan dilarang untuk Sholatj Jamaah serta jumatan bukan berarti membuat Anda jadi penuh dosa. Taatilah aturan ini, karena di tengah pandemi, berkumpul di tempat ibadah sangat berbahaya. Pemuka agama juga sudah memaklumi bahwa semua orang wajib untuk diam di rumah dan dilarang untuk berkumpul di tempat ibadah, untuk sementara.p
Editor: Yaya

T#g:Corona
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 09 Jul 2020 15:59

    Guna Mencegah Penyebaran Covid-19, Satgas 754 Kostrad Tegakkan Protokol Kesehatan di Kiliarma

    Dalam mencegah penyebaran covid-19, Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 754/ENK/20/3 Kostrad menegakkan protokol kesehatan terhadap masyarakat yang datang dari timika di Distrik Agimuga. De

  • Rabu, 08 Jul 2020 18:28

    Hasil Tracing dan Laboratorium Banyak Ditemukan Kasus Positif dengan Gejala Minimal

    Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara (Sumut) melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumut terus melaksanakan contact tracing atau penelusuran kontak yang agresif serta pemer

  • Senin, 06 Jul 2020 12:46

    Prihatin COVID-19 meroket, GMKI gelar aksi tabur bunga di DPRD dan Posko GTPP Pematangsiantar

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun menggelar aksi turun ke jalan dengan mendatangi Kantor DPRD Kota Pematangsiantar dan Posko Gugus Tugas Pematangsiantar, Sen

  • Sabtu, 04 Jul 2020 13:44

    Level Kewaspadaan 8 Daerah Jabar Turun ke Zona Kuning

    Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Ridwan Kamil melaporkan level kewaspadaan hasil kajian gugus tugas provinsi. Terdapat 1 daerah Zona Hijau (level 1), 10 daerah Zona Biru (le

  • Kamis, 02 Jul 2020 08:32

    Akhyar: Kita Harus Bisa Sesuaikan Diri Hadapi Pandemi Covid-19

    Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) belum diketahui kapan akan berakhirnya. Itu sebabnya wabah ini tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana harus bisa menyesuaikan diri untuk menghadapinya seh

  • Selasa, 23 Jun 2020 23:23

    Tetap Gunakan Masker, Jumlah Kasus Positif Terus Bertambah

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) meminta masyarakat untuk tetap menggunakanmasker, jaga jarak dan cuci tangan dengan air dan sabun selama beraktivitas, guna mem

  • Jumat, 19 Jun 2020 03:19

    Membangun Kedisiplinan dan Produktivitas Masyarakat di tengah Pandemi Covid-19

    Pandemi covid-19 masih melanda Indonesia dan pada awalnya ada aturan untuk stay at home sehingga kita dilarang keras untuk keluar rumah kecuali untuk alasan khusus seperti berobat ke klinik. Namun sek

  • Senin, 15 Jun 2020 21:45

    Kabar Baik, Angka Sembuh Pasien Covid-19 Di Sumut Terus Meningkat

    Sudah tiga bulan pandemi Covid-19 melanda Sumatera Utara (Sumut). Selain mencatatkan tren peningkatan kasus positif setiap harinya, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumut juga ikut mengalami pening

  • Selasa, 09 Jun 2020 03:29

    Satgas Anticovid-19 KYP Blusukan Obati Warga Positif Corona dengan media asap cair tempurung kelapa Superfit

    Dalam rangka menekan jumlah korban pandemi Covid-19, Satgas Anticovid-19 Korps Yudha Putra Pemuda Panca Marga terjun ke masyarakat menggelar pengobatan gratis warga berstatus positif Corona di sejumlah titik zona merah di Jakarta Timur.

  • Minggu, 31 Mei 2020 18:01

    102 Wilayah Zona Hijau Diizinkan Laksanakan Kegiatan Produktif

    Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang pada saat ini berada atau dinyatakan dalam zona hijau, untuk mel

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak