Minggu, 26 Mei 2019 15:21
  • Home
  • Opini
  • Pemilu Sudah Selesai, Komunitas GESIT Ajak Warganet Dukung Hasil Pemilu Secara Konstitusional Tanpa Hoax

Pemilu Sudah Selesai, Komunitas GESIT Ajak Warganet Dukung Hasil Pemilu Secara Konstitusional Tanpa Hoax

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Iman
Senin, 22 Apr 2019 10:22
Istimewa
Pemilu 2019 baik Pileg maupun Pilpres sudah berlangsung lancar dan aman pada 17 April 2019 lalu, dimana sepanjang musim kampanye berlangsung, berita hoax dan fitnah marak di lini media sosial dan perdebatan serta polemik bahkan konflik antar pendukung kandidat banyak terjadi. Meski begitu pada pelaksanaan Pemilu sejauh ini yang berlangsung 17 April 2019 kemarin telah berjalan lancar, aman dan damai.

Untuk mensosialisasikan keberhasilan rakyat Indonesia mensukseskan Pemilu serta mengajak kembali merajut persatuan pasca pemilu, maka Komunitas Gerakan Literasi terbit (GESIT) bersama berbagai pegiat media sosial dari kalangan netizen, blogger, youtuber dan content creator akan mendeklarasikan Ajakan Mendukung Hasil Pemilu Secara Konstitusional Tanpa Hoax serta Ajakan Merajut Kembali Persatuan Bangsa, Rabu (24/04/2019) siang.

Acara Deklarasi akan dilaksanakan bersama dengan Diskusi warganet dengan tema "Pemilu Sudah Selesai, Saatnya bersatu Dukung Hasil Pemilu Demi Berlanjutnya Kepemimpinan Nasional dan Suksesnya Pembangunan Indonesia" yang akan berlangsung di Balroom Hotel Mega Menteng, Cikini, Jakarta Pusat.


Koordinator Gerakan Literasi Terbit (GESIT), Risang Wijanarko menilai jalannya Pemilu 2019 tak ada gangguan bahkan bisa dibilang sukses. Kesuksesan tersebut dikarenakan peran dari masyarakat yang antusias menggunakan hak pilihnya ke TPS (Tempat Pemungutan Suara).

"Suksesnya pelaksanaan pemungutan suara pada 17 April itu adalah karena masyarakat yang mensukseskan, rakyat yang mensukseskan, namun saat ini kami melihat di Medsos masih begitu marak hoax dan ujaran kebencian yang dipicu hanya karena yang didukung kalah berdasarkan hasil Quick Count. Padahal, perbedaan pilihan dan hasil hitung cepat ini semestinya disikapi secara dewasa di era demokrasi ini dan tetap dalam koridor semangat persatuan tanpa provokasi yang melanggar aturan main hingga menunggu hasil resmi oleh KPU," ungkap Risang Wijanarko selaku Kordimator Gesit Jakarta, dalam keterangan pers, Sabtu, (21/4) di Jakarta.

"Tujuan acara diskusi warganet ini untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mudah kembali dipecah oleh berbagai provokasi dan berita hoax serta terus menjaga suasana kondusif pasca Pemilu. Saatnya kita merajut kembali persaudaraan anak bangsa guna mendukung keberlanjutan Pembangunan Indonesia, lanjut Risang.

Senada dengan Risang, Narasumber selanjutnya yang juga sebagai Kordinator Nasional Forum Pegiat Media Sosial Independen Hafyz Marshal mengatakan bahwa kegiatan yang diinisiasi oleh Gesit harus bisa mengajak warganet untuk menyebarkan narasi positif dan optimis guna mengajak masyarakat merajut persatuan dan menerima hasil pemenang pemilu secara konstitusional tanpa berita-berita hoax demi suksesnya keberlanjutan kepemimpinan nasional dan keberlangsungan pembangunan Indonesia.

"Gerakan ini ditujukan sebagai tekad merajut kembali persatuan dan menumbuhkan optimisme di masyarakat pasca Pemilu 2019. Pendekatan hitung cepat quick count merupakan metode pengetahuan yang telah teruji diberbagai penyelenggaraan Pemilu di beberapa negara. Karena apa jadinya jika metode tersebut tidak dilakukan dan justru memberi peluang kepada pihak-pihak tertentu untuk melakukan kecurangan, karena sama saja rakyat pemilih di buat gelap sepanjang menunggu hasil resminya. Namun demikian tetap seharusnya semua.pihak menunggu hasil resmi dari.KPU yang konstitusional tanpa melakukan manuver-manuver provokatif yang justru menghambat persatuan kembali pasca Pemilu", ujar Hafyz.

Sedangkan Tokoh Pegiat media Sosial lainnya Pepih Nugraha berharap agar setekah Pemilu 2019 tak seharusnya menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat dan dapat menerima hasil Pemilu dengan lapang dada. "Seharusnya hasil Pemilu 2019 ini justru memberikan rasa optimisme untuk memastikan bahwa Indonesia harus semakin maju. Maka diharapkan warganet dan masyakarat lainnya harus cerdas dan jangan terprovokasi berita berita hoax dan fitnah pasca Pemilu ini. Hasil pemilu harus menjadi sarana persatuan dalam balutan demokrasi yang penuh kegembiraan, jauh dari fitnah, hoaks, serta kebohongan", ujar Pepih di Jakarta.

Acara Deklarasi dan Diskusi Warganet rencananya akan dihadiri kalangan pegiat media sosial netizen seperti youtuber, bloger dan Content Creator berbagai wilayah serta akademisi maupun kalangan jurnalis sebagai wujud kepedulian dan keikut sertaan mengawal dan mendukung suksesnya hasil pemilu yang damai, konstitusional.
Editor: Budi

T#g:hoax
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 24 Mei 2019 22:44

    Kapuspen TNI: Tidak Benar Provokator di Masjid Petamburan Anggota BAIS TNI

    Video viral https://youtu.be/cOFapD_1TzE dengan judul 'Terciduk! Diduga Oknum BAIS TNI Provokasi Massa di Aksi 22 Mei dan Menyudutkan POLRI'. Informasi/ tulisan yang terdapat pada video ters

  • Jumat, 24 Mei 2019 03:24

    Waspada dan Jangan Terprovokasi Hoaks Menjelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019

    Pada era globalisasi saat ini teknologi berkembang sangat pesat. Sebagian besar individu telah mengenal smartphone dan komputer yang terhubung dengan internet. Mereka memanfaatkan smartphone untuk akt

  • Minggu, 21 Apr 2019 23:21

    Sebelum Tuduh KPU Curang, Kroscek Terlebih Dahulu

    Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) khawatir bahwa informasi- informasi yang sesat dan tidak benar alias hoax dapat menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu. Hal ini tid

  • Jumat, 19 Apr 2019 15:09

    Anak Bantah Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

    Kabar Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia beredar lagi. Kabar itu dipastikan hoax.

  • Selasa, 16 Apr 2019 20:56

    Isu Surat Suara Tercoblos 01, KPU Medan: Surat Suara Belum Didistribusikan Ke Kelurahan

    Beredarnya rekaman percakapan yang menyebut terjadinya praktik kecurangan pencoblosan surat suara untuk Paslon 01 di Kecamatan Medan Amplas mengundang reaksi Ketua KPU Medan."Rekaman berisi percakapan

  • Minggu, 14 Apr 2019 17:14

    TGB: Beredar Video Editan Orasi '2019 Jokowi Kalah di NTB'

    Video orasi Tuan Guru Bajang (TGB) yang menyerukan 2019 Jokowi kalah di NTB sedang viral. TGB memastikan bahwa video tersebut merupakan hoaks, hasil editan oleh pihak tak bertanggung jawab.Budaya Hoak

  • Kamis, 04 Apr 2019 08:54

    Milineal Warganet Harus Bersatu Melawan Hoax dan Intimidasi Agar Tidak Takut Memilih

    Akhir-akhir ini banyak muncul informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah hoax di dunia maya. Hoax banyak dimunculkan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab yang memiliki kepenti

  • Rabu, 03 Apr 2019 21:03

    Kominfo: [HOAKS] Pendukung Jokowi Di Acara Debat Memakai Pin Di Topi Lambang PKI

    Beredar foto seorang lelaki yang memakai jaket bertuliskan Jokowi-Ma'ruf yang menghadiri acara debat Capres ke empat pada tanggal 30 Maret 2019. Pria tersebut menggunakan topi hitam dan tampak pi

  • Rabu, 03 Apr 2019 05:03

    Kapuspen TNI: Penyebaran Berita Bohong Bahayakan Persatuan dan Kesatuan

    Penyebaran informasi dan berita-berita bohong atau hoax melalui media sosial dapat menyebabkan perpecahan yang membahayakan persatuan dan kesatuan, serta ke-bhinneka tunggal ika-an.Demikian ditegaskan

  • Kamis, 28 Mar 2019 20:28

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso: Silahturahmi Sebagai Upaya Menyatukan Anak Bangsa

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso diwakili Pasiter Dim 0209/LB, Kapten Inf. Bahdi Siagian, Kamis (28/3/19) menghadiri acara Orientasi Kewaspadaan terhadap Bahaya Laten dengan tema "Lawan Hoak dan To

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak