Senin, 26 Agu 2019 15:07
  • Home
  • Opini
  • Pemerintah Perlu Fokus Terhadap Investasi

Pemerintah Perlu Fokus Terhadap Investasi

Medan (utamanews.com)
Oleh: Rahmat Siregar, Pengamat sosial ekonomi
Kamis, 15 Agu 2019 03:15
@WismaBeritaCom
Ilustrasi
BKPM menunjukkan fakta bahwa realisasi investasi sepanjang semester 1 tahun 2019 sebesar Rp395,6 triliun, naik 9,4 persen dibanding semester 1 tahun 2018. Investasi yang masuk terutama di bidang industri pengolahan logam, ekonomi digital termasuk perdagangan secara elektronik dan transportasi daring, serta investasi di sektor Pariwisata dan gaya hidup.

Peningkatan investasi tersebut turut dipicu oleh meredanya tekanan eksternal akibat perang dagang Amerika Serikat- RRC dan meningkatnya kepastian di dalam negeri setelah penetapan hasil pemilu 2019.

Meski kondisi cenderung membaik, namun pemerintah perlu fokus pada perbaikan regulasi dan institusi. Regulasi mesti sederhana, pasti dan tidak berbelit- belit. Regulasi ketenagakerjaan perlu direvisi karena sudah tidak relevan dengan tuntutan efisiensi.

Kerjasama perdagangan bebas baik bilateral maupun multilateral dengan negara lain tentu diperlukan untuk meningkatkan ekspor. Mengingat situasi ketenagakerjaan di Indonesia yang lebih memerlukan investasi padat karya daripada padat modal. Kita juga memerlukan industri pengolahan karena memiliki bahan baku yang berlimpah.


Kabar mengenai membaiknya iklim investasi berkat menurunnya ketegangan perang dagang antara Amerika Serikat- RRC serta meredanya tensi politik dalam negeri, tentu menyebabkan terciptanya stabilitas dalam politik dan keamanan. Terbukti dengan bertambahnya minat investor internasional yang besar untuk menanamkan modalnya di Indonesia cukup tinggi, antara lain dari Korea Selatan dan Uni Emirat Arab.

Meskipun demikian, kita tetap harus mewaspadai kondisi perekonomian global yang masih sedikit rapuh karena adanya sisa perseteruan dagang AS- RRC yang masih berlanjut. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya koreksi tingkat pertumbuhan ekonomi dunia dari lembaga- lembaga internasional yang kredibel, termasuk Dana Moneter International (IMF). Kondisi tersebut menyebabkan investor- investor besar sangatlah selektif dalam memilih dan menetapkan suatu negara sebagai basis produksinya.

Perang dagang antara AS dan RRC yang sempat terjadi, ternyata berdampak pada investor yang memiliki pabrik di Cina beralih tempat ke negara lain agar bisa tetap menjual hasil produksinya ke AS. Beberapa negara yang sudah menangkap peluang tersebut adalah Vietnam dan Thailand.

Iklim investasi di Indonesia tentu memerlukan perbaikan. Minat investasi asing besar untuk masuk ke Indonesia, tetapi perusahaan- perusahaan tersebut terkadang ragu apabila ada regulasi yang dinilai kurang kondusif. Misalnya terkait tenaga kerja dan ketersediaan bahan baku. Hal ini tentu perlu menjadi salah satu perhatian bagi pemerintah jika ingin menjadikan Indonesia sebagai tujuan Investasi.


Indonesia dinilai tetap menarik bagi investor kerana adanya keberlanjutan fokus kebijakan pemerintah dalam ekonomi dan pembangunan. Agar lebih baik lagi, pemerintah tetap perlu membuat kebijakan- kebijakan yang dapat menarik investor, seperti insentif pajak serta riset dan vokasi. Dan yang tidak kalah penting adalah peningkatan kualitas sumber daya manusia, sesuai dengan kebutuhan industri modern yang berkembang saat ini.

Pada masa kepemimpinan Jokowi yang ke II, para investor telah memiliki gambaran dari arah- arah kebijakan yang sudah dibangun dari lima tahun lalu yang sebagian besar akan dilanjutkan dalam lima tahun ke depan dengan berbagai perbaikan.

Sementara itu, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan, ada sejumlah faktor yang dapat menarik investor asing untuk menanamkan modal di Indonesia. Faktor tersebut yakni populasi usia produktif yang besar, indeks kemudahan berbisbis atau ease of doing bussines (EoDB), dan ekspansi pembangunan infrastruktur dalam 4 tahun terakhir.

Untuk meningkatkan indeks kemudahan berbisnis, pemerintah telah membuat penyederhanaan proses perizinan melalui sistem online berupa online single submission (OSS). Mantan direktur pelaksana Bank Dunia tersebut mengatakan, OSS merupakan salah satu bentuk komitmen pemerintah untuk mengundang para Investor.

Ia juga menuturkan jika pemerintah tetap menjaga kebijakannya agar konsisten dalam upaya menstabilkan ekonomi makro, inflasi rendah, pertumbuhan tinggi dan dengan populasi anak muda yang mumpuni, tentu semua itu dapat menjadi daya tarik yang luar biasa untuk dapat menjaring investor asing masuk ke Indonesia.

Harapannya jika pemerintah fokus terhadap upaya stabilisasi politik, keamanan dan perekonomian, maka bukan tidak mungkin Indonesia akan mendapatkan predikat sebagai 50 besar negara layak investasi, dimana sebelumnya pada tahun 2017 Indonesia masih berada di posisi 91.
Editor: Iman

T#g:investasiTiongkok
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 27 Jul 2019 14:27

    Akhyar Hadiri Resepsi Makan Malam Perkenalan Konjen Tiongkok

    Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH diwakili Wakil Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi MH menghadiri acara Resepsi Makan Malam Perkenalan Konsulat Jendral (Konjen) Tiongkok untuk Kota M

  • Kamis, 11 Jul 2019 20:31

    Wali Kota Medan Terima Kunjungan Konjen RRT

    Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menerima kunjungan Konsulat Jenderal (Konjen) Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Kota Medan, Mrs Qiu Weiwei di Rumah Dinas Wali Kota Jalan Sudirman, Med

  • Kamis, 18 Okt 2018 08:18

    Plt Bupati Labuhanbatu Buka Pameran Investasi HUT Pemkab Ke-73

    Plt. Bupati Labuhanbatu Andi Suhaimi Dalimunthe, ST.MT, didampingi Istri Hj. Rosmanidar Hasibuan selaku Ketua PKK Labuhanbatu, memotong pita tanda dibukanya Pameran Investasi Labuhanbatu Tahun 2018 da

  • Rabu, 17 Okt 2018 19:17

    Silaturrahmi Konsulat Jenderal Republik Tiongkok dengan Pimpinan DPRD Sumut

    Konsulat Jenderal Republik Tiongkok Mr. Sun Ang menerima kehadiran Ketua DPRD Sumatera Utara H. Wagirin Arman, S.Sos  dan Anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara, di Rumah Dinas Konsulat Jenderal Ti

  • Selasa, 13 Mar 2018 11:13

    Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Dubes RRT

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Benny Indra Pujihastono, Kapuspen TNI Mayjen TNI M.S. Fadhilah, Kapuskersin TNI Laksma TNI Tatit Eko Witjaks

  • Senin, 06 Nov 2017 11:56

    Bukalapak Bersama CIMB Principal Asset Management Ajak Rakyat Berinvestasi di BukaReksa

    Dalam rangka meningkatkan literasi investasi serta keamanan berinvestasi reksa dana, Bukalapak bekerjasama dengan CIMB Principal Asset Management menggelar roadshow edukasi BukaReksa yang sebelumnya t

  • Senin, 24 Jul 2017 23:24

    Terima Konjen Tiongkok, Sun Ang, Gubernur Berharap Hubungan Lebih Baik

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menerima kunjungan Konsul Jenderal (Konjen) Tiongkok di Medan yang baru, Sun Ang di ruang kerja gubernur di Medan, Senin (24/07/2017).

  • Kamis, 13 Jul 2017 03:03

    Kepolisian Tiongkok Perkuat Kerjasama dengan Polri

    Delegasi Kepolisian Republik Rakyat Tiongkok dipimpin oleh Deputy DG of International Cooperation Departement (ICD) of MPS Mrs Li Li (Irjen Pol), didampigi Director of Asean Division of ICD of MPS Mr

  • Jumat, 16 Jun 2017 10:26

    Ustad Yusuf Mansur kembali Dipolisikan soal penipuan

    Sejumlah warga Surabaya melaporkan dugaan tindak pidana penipuan yang dilakukan Ustad Yusuf Mansur ke Polda Jawa Timur. Kasus ini terkait investasi "Condotel Moya Vidi" di Yogyakarta yang dinilai bermasalah.

  • Jumat, 12 Mei 2017 16:22

    Gubsu Dukung Investor China Bangun RS Terbesar di Medan

    Gubsu Tengku Erry Nuradi menyambut baik rencana pembangunan rumah sakit di Kota Medan oleh investor asal China (Tiongkok) dengan kapasitas hingga 2.000 tempat tidur.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak