Rabu, 27 Jan 2021 14:57
  • Home
  • Opini
  • Pemerintah Pastikan Vaksin Aman Untuk Masyarakat

Pemerintah Pastikan Vaksin Aman Untuk Masyarakat

Bogor (utamanews.com)
Oleh: Raavi Ramadhan )*
Kamis, 15 Okt 2020 01:15
Ilustrasi
Pemerintah telah menetapkan target bahwa vaksin Covid-19 akan tersedia dan terjangkau untuk masyarakat pada 2021 mendatang. Saat ini pemerintah juga sedang berupaya menyelesaikan uji klinis vaksin yang nantinya akan disuntikkan pada jutaan masyarakat Indonesia. Pemerintah pun akan memastikan bahwa vaksin tersebut telah aman digunakan sebelum diberikan kepada masyarakat.

Saat ini Indonesia melalui Bio Farma - Sinovac dan proses uji klinis fase 3 di Bandung. Kedua  kerjasama Kimia Farma- G42 Uni Emirat Arab, dimana uji klinis fase 3 dengan target subyek 22 ribu orang dan ketiga kerjasama PT Kalbe Farma-Genexime Korea sedang menjalani uji klinis fase 1 dan 2A di Korea dengan 60 subyek.

Wiku Adisasmito selaku Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 memastikan vaksin yang akan disuntikkan masyarakat sudah melalui beberapa tahap uji klinis hingga dinyatakan aman. Baik itu yang dikembangkan kerja sama dengan negara lain maupun Vaksin Merah Putih yang sedang dikembangkan pemerintah.


Tahapannya, dimulai dari penelitian dasar dimana ilmuwan menelusuri mekanisme potensial berdasarkan ilmu sains biomedis. Kemudian vaksin akan dibuat dalam jumlah terbatas untuk bisa memasuki uji pra klinis dan uji klinis tahap 1, 2 dan 3.

Secara rincinya dalam tahap uji praklinis dilakukan studi sel di laboratorium yaitu studi in vitro dan in Vivo untuk mengetahui keamanan bila diujikan pada manusia. Setelah itu baru memasuki uji fase 1 dimana vaksin diberikan pada sekelompok kecil orang untuk melihat respon imunitas dan kekebalan yang dipicu.

Pada fase 2, vaksin diberikan pada ratusan orang sehingga para ilmuwan dapat mempelajari lebih lanjut tentang dosis yang tepat. Pada fase 3, vaksin diberikan pada ribuan orang untuk memastikan keamanannya termasuk efek samping yang jarang terjadi dan keefektifanya. Uji coba ini melibatkan kelompok kontrol yang diberi placebo, artinya kelompok kontrol adalah masyarakat yang disuntik tapi tidak dengan cairan vaksin.

Melalui proses uji klinis tersebut, Ilmuwan dapat mengetahui apakah vaksin dapat menimbulkan efek samping atau tidak, mengingat belum ada vaksin Covid-19 yang lulus uji klinis tahap 3, kewaspadaan dan monitoring terhadap keamanan vaksin terus dilakukan.


Wiku juga memaparkan terkait risiko antibody dependant enhancement (ADE) adalah suatu kondisi reaksi tubuh karena antibodi tubuh melawan antigen yang berupa virus atau bakteri. Terkait efek samping sejauh ini hanya ditemukan pada penyakit dengue dan sejenisnya dan tidak pada virus lain. Fenomena ADE hanya terlihat pada MERS, SARS. Ebola, HIV, semata-mata ditemukan in silico dan in Vitro, dan tidak menggambarkan fenomena pada manusia.

Fenomena ADE untuk virus corona telah diselidiki sejak percobaan praklinis hingga dinyatakan aman dan baik. Namun karena adanya perbedaan antara hewan percobaan dan manusia, tentu risiko ADE pada manusia harus dilakukan investigasi secara mendalam.

Pada kesempatan berbeda, Ketua Komite Penanganan Covid-19 Airlangga Hartarto mengungkapkan, pemerintah sudah menyiapkan dana pengadaan vaksin covid-19 untuk tahun ini sebesar Rp3,8 triliun.

Sementara itu, Menteri Riset dan Teknologi/ Kepala Badan Ristek dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro mengaku setuju dengan WHO, sebab hanya vaksin yang telah teruji yang boleh didistribusikan kepada masyarakat.

Saat ini Indonesia tengah mengembangkan vaksin merah putih yang dipimpin oleh LBM Eijkman. Selain itu, PT Bio Farma juga bekerjasama dengan perusahaan asal Tiongkok, Sinovac, juga sedang mengembangkan vaksin covid-19 yang diperkirakan akan diproduksi pada awal 2021.


Dirinya juga mengatakan bahwa dalam pengembangan vaksin covid-19, proses uji klinis merupakan tahapan yang memakan biaya yang cukup besar. Uji Klinis dilakukan setelah bibit vaksin selesai diujikan pada hewan.

Ia mengatakan, jika nanti bibit vaksin yang sudah lolos uji hewan masuk pada uji klinis manusia, di situlah diperlukan biaya yang cukup besar. Totalnya bisa mencapai Rp 30-40 miliar untuk uji klinis setiap bibit vaksin. Hal tersebut juga sudah mendapatkan keputusan Presiden Nomor 18 tahun 2020 tentang Tim Nasional Percepatan Pengembangan Vaksin Covid-19.

Langkah ini tentu patut didukung agar proses uji klinis dapat berjalan dengan lancar, sehingga vaksin yang didistribusikan kepada masyarakat adalah vaksin yang sudah aman untuk dimasukkan kedalam tubuh manusia.

)* Penulis adalah mahasiswa Universitas Pakuan Bogor
Editor: Iman

T#g:Vaksin
Berita Terkait
  • Rabu, 27 Jan 2021 10:27

    Orang Pertama di Indonesia Menerima Vaksin COVID-19 Dosis Kedua

    Presiden Jokowi, orang pertama yang divaksin di Indonesia, pagi ini Rabu (27/01/2021), menerima suntikan vaksin COVID-19 untuk dosis kedua. Vaksinasi dilakukan di halaman tengah Istana Kepresidenan, J

  • Rabu, 27 Jan 2021 04:27

    Kodim 1702 Jayawijaya Sosialisasikan Vaksin Covid-19

    Kodim 1702/Jayawijaya telah melaksanakan sosialisasi vaksinasi Covid-19 tingkat Klinik dan RSUD yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kab. Jayawijaya, bertempat di Aula Ukhumearek Asso Kodim 1702/

  • Selasa, 26 Jan 2021 15:16

    Dr Sugianto: Cuap- cuap di Media Sosial terkait bahayanya Vaksinasi Covid-19 adalah Hoax

    Kepala Dinas Kesehatan Kota Binjai, Dr Sugianto Sp.Og, menghimbau kepada masyarakat, tenaga kesehatan, TNI-Polri, untuk ikut dalam pelaksanaan Vaksinasi Covid-19. Sebab menurutnya, Dinas Kesehatan Kot

  • Senin, 25 Jan 2021 08:45

    Dinkes Muba Jemput 6.360 Dosis Vaksin

    Bupati Dodi Reza Bersama Forkopimda, Nakes dan Tomas Divaksin Pertama

  • Minggu, 24 Jan 2021 10:04

    Dukung Vaksinasi, Kalangan Santri Nusantara Bersama Media Siaran Santri Gelar Live Podcast Ajak Masyarakat Melakukan Vaksinasi

    Data Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) menunjukkan, pada Agustus - Desember ditemukan ada 712 hoaks seputar vaksinasi dan Covid-19. Kondisi ini menempatkan Indonesia sebagai ranking kelima du

  • Sabtu, 23 Jan 2021 02:23

    Wajib Vaksinasi dan Disiplin Prokes Demi Indonesia Bebas Covid-19

    Pemerintah sudah mulai melaksanakan agenda kebangsaannya untuk menyelamatkan masa depan masyarakat, bangsa, dan negara. Hampir satu tahun lamanya negara kita dikungkung oleh 'teror' Corona.

  • Selasa, 19 Jan 2021 10:59

    Sebanyak 4.070 Nakes dan 69 Tokoh Sudah Divaksin COVID-19 di Jabar

    Gubernur Jabar Ridwan Kamil yang juga Ketua Komite Kebijakan Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Daerah Provinsi Jabar mengatakan, terdapat 4.070 tenaga kesehatan (nakes) yang sudah divaksin di

  • Senin, 18 Jan 2021 02:18

    Masyarakat Adat Papua Dukung Vaksinasi Covid-19

    Vaksinasi corona nasional sudah dimulai di Indonesia, termasuk di Provinsi Papua dan Papua Barat. Masyarakat adat di Bumi Cendrawasih mendukung program ini, agar pandemi segera berakhir. Warga sipil P

  • Minggu, 17 Jan 2021 18:17

    Kapolsek Galang Bersama Muspika Saksikan Penerimaan Vaksin Sinovac Covid-19

    Kapolsek Galang Polresta Deli Serdang AKP RGM Hutagalung SH beserta Muspika Galang menyaksikan penerimaan Vaksin Sinovac Covid-19 di Puskesmas Galang Jalan Bukit Barisan Kelurahan Galang kota, Kecamat

  • Sabtu, 16 Jan 2021 15:26

    16 pejabat dan tokoh di Papua Disuntik Vaksin COVID-19

    Sejumlah 16 pejabat publik dan tokoh di Provinsi Papua menerima vaksin COVID-19 pada Jumat (15/1/2021). Vaksinasi itu berlangsung di Rumah Sakit Umum Daerah Jayapura di Kota Jayapura. Panasnya cu

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak