Minggu, 25 Agu 2019 04:19
  • Home
  • Opini
  • Pembangunan Infrastruktur, Upaya Konkrit Antispasi Kemacetan Saat Mudik

Pembangunan Infrastruktur, Upaya Konkrit Antispasi Kemacetan Saat Mudik

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Elan Puspitasari, pengamat transportasi publik
Jumat, 07 Jun 2019 03:07
@detikcom
Ilustrasi infra struktur jalan
Keputusan yang diambil Jokowi memang tidak terbebas dari kritikan yang ada di kubu sebelahnya, apalagi jika keputusan tersebu dibuat menjelang pemilihan dirinya yang kedua saat itu, sudah pasti jika perdebatan akan sulit terelakkan.

Tak sedikit pula yang menyinggung Jokowi bahwa pembangunan infrastruktur seperti jalan tol adalah pencitraan politik belaka, namun singgungan bernada kritik tersebut juga perlu dikaji ulang, sebab infrastruktur yang dibangun tidak langsung memberi dampak jangka pendek kepada rakyat.

"Jalan tol, karena ada yang menyampaikan, 'Pak, kami tidak setuju dengan jalan tol. Kami tidak makan jalan tol', Memangnya yang suruh makan jalan tol siapa?" lanjutnya.

Sejak awal Jokowi menjabat pada 2014 lalu, Mantan Walikota Solo tersebut memilih untuk fokus membangun infrastruktur. Namun, ada anggaran yang harus dikorbankan di awal, yakni anggaran subsidi.


Dirinya menjelaskan, bahwa sejak Indonesia merdeka hanya 780 kilometer jalan tol yang terbangun, termasuk Tol Jagorawi. Hal ini menjadi aneh, sebab infrastruktur adalah sebuah fondasi untuk mengejar ketertinggalan dengan negara lain.

Pada tahun 2019, Jokowi bertekad bakal menyelesaikan target pembangunan jalan hingga 1.854 kilometer tahun ini. Dia menegaskan, pembangunan infrastruktur akan tetap berjalan dengan sisa tahun anggaran yang ada. "Meskipun jauh dari target 2.080 kilometer, kita harus mengejar angka yang lebih baik. Tahapan infrastruktur tetap berjalan", jelasnya.

Pada tahun 2018, Direktur Institute Transportasi, Milatia Kusuma menilai, beberapa program infrastruktur pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)- Jusuf Kalla (JK) cukup sukses mengurangi kemacetan pada musim mudik tahun 2018.

Pihaknya mengatakan, beberapa program pembangunan infrastruktur jalur penghubung antarsatu kota ke kota lain dirasakan cukup bermanfaat bai para pemudik. Tak hanya itu, di beberapa tempat pemberangkatan angkutan umum juga tak begitu terjadi kepadatan.


Di penghujung 2018, Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengaku puas karena selama arus mudik libur Natal dan Tahun Baru 2019, tidak ada isu kemacetan dan waktu  perjalanan lebih singkat. Dirinya juga tidak menampik, bahwa tol Trans Jawa yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Desember 2018 lalu, menjadi sebuah solusi untuk mengatasi kemacetan.

Dengan tidak adanya isu macet, artinya tersambungnya jalan tol Trans Jawa sangat berpengaruh dan mempunyai andil besar. Selain itu tol juga merupakan salah satu solusi kemacetan. Dengan demikian tersambungnya tol Jakarta- Surabaya, mampu mempersingkat waktu perjalanan dibandingkan ketika masih melalui jalan arteri.

Salah satu warga yang menyambut gembira dengan diresmikannya Tol Trans Jawa adalah Cyrilla Erma dan Magdalena Butar Butar, warga Ciledug, Tangerang yang memanfaatkan tol tersebut dalam perjalanan menuju Yogyakarta.

Erma mengatakan bahwa dengan adanya Tol tersebut dari Tangerang, Jakarta, Jawa Barat dan Keluar di Jawa Tengah. Konsumsi bahan bakar juga lebih irit.

Jelang Arus Mudik Lebaran 2019, Pemerintah melalui kementrian pekerjaan umum dan perumahan rakyat, telah mewaspadai sejumlah titik rawan kemacetan di Jalan Tol Trans-Jawa.


Terdapat tiga titik yang diwaspadai sebagai simpul kemacetan, yaitu Cikampek Utama, pintu tol Kalikangkung dan Kartosuro-Solo.

Di ketiga tempat tersebut, sudah mulai dipasang gardu tambahan untuk bisa mengakomodasi lonjakan volume kendaraan yang tinggi. Hal tersebut diharapkan, proses transaksi bisa jadi lebih cepat, yakni 3-4 detik per kendaraan.

Selain pemasangan gardu tambahan, Danang mengatakan strategi lainnya guna mengatur kelancaran proses mudik Lebaran 2019 seperti pemberlakuan diskon tarif tol sebesar 15 persen pada 27- 29 Mei dan 10- 12 Juni, serta memberlakukan manajemen lalu lintas selama puncak arus mudik dan balik dengan sistem satu arah dan contra flow.

Biro Komunikasi Publik Kementrian PUPR juga menyampaikan, "Selain titik kemacetan, pemerintah juga mengantisipasi saldo kurang e-toll para pemudik dengan menyediakan gardu tol khusus pembayaran casd dan gardu top - up e- toll."

Tak hanya di gardu khusus, para pemudik juga bisa melakukan pengisian e- toll dengan menggunakan smartphone yang berfitur near field communication (NFC).
Pastinya dengan adanya jalur penghubung tersebut, tentu para pemudik tak perlu risau dengan adanya isu kemacetan, karena pemerintah terus berupaya agar masyarakat dapat menikmati infrastruktur yang kian membaik.
Editor: Iman

T#g:Jalan tolmudik
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 08 Agu 2019 18:48

    Gubsu: Proyek Jalan Tol di bantaran sungai Deli, bukan kepentingan Aguan dan Benny Basri

    Mimpi besar Gubsu Edy Rahmayadi untuk membangun jalan Tol di atas bantaran sungai, ternyata ada juga yang mempertanyakannya. Disebutkan, kalau proyek tersebut diduga dibangun untuk kepentingan Aguan d

  • Kamis, 13 Jun 2019 03:13

    Mudik 2019 Dinilai Paling Lancar

    Mudik seakan menjadi berita tahunan yang selalu diberitakan di berbagai kanal berita, informasi terkait kemacetan dan rest area tampaknya menjadi sesuatu yang akan menghiasi pada saat momen lebaran.Di

  • Senin, 10 Jun 2019 07:00

    Mudik dan Balik Gratis, Bentuk Kehadiran Pemerintah Dalam Mengurangi Kecelakaan Lalu Lintas

    Berbagai langkah dalam rangka mengurangi kepadatan arus lalulintas utamanya pada arus mudik maupun arus balik masyarakat yang merayakan Idul Fitri 1440 dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerint

  • Senin, 03 Jun 2019 22:53

    Dukung Kenyamanan Pemudik, Kodim 0824/Jember Sediakan Rest Area

    Dalam rangka mendukung arus mudik, Kodim 0824/Jember menyediakan lokasi yang cukup nyaman untuk tempat istirahat pemudik (Rest Area) yang kelelahan perjalanan jauh, baik mengendarai mobil maupun seped

  • Sabtu, 01 Jun 2019 20:31

    Panglima TNI: Mudik Lebaran sebuah tradisi tahunan yang unik

    Budaya mudik Lebaran merupakan sebuah tradisi tahunan yang unik, khususnya menjelang Hari Raya Idul Fitri, yang telah menjadi salah satu ritual nasional bangsa Indonesia sejak dahulu hingga sekarang.

  • Sabtu, 01 Jun 2019 06:01

    AirAsia Indonesia tambah armada dukung operasi mudik 2019

    AirAsia Indonesia mendatangkan 1 (satu) unit pesawat Airbus A320-200 berkapasitas 180 orang untuk mendukung operasional penerbangan menghadapi puncak mudik lebaran 2019.Pesawat berkode registrasi PK-A

  • Jumat, 31 Mei 2019 23:31

    Seluruh Pasukan Perkuat Pengamanan Arus Mudik Hingga Arus Balik Idul Fitri 1440 H

    Dalam rangka jelang perayaan Idul Fitri, pengamanan memang cenderung ditingkatkan, seperti biasa diawali oleh Apel Kesiapan Operasi Ketupat Semeru 2019 dimana dalam wawancaranya Komandan Kodim 0824/Je

  • Jumat, 31 Mei 2019 18:51

    Panglima TNI Tinjau Arus Mudik Lebaran 2019

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., bersama Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian, Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Basarnas Marsdya TNI Bag

  • Kamis, 30 Mei 2019 11:10

    PTPN III (Persero) Bantu 735 Orang Mudik ke Banda Aceh, Pekanbaru dan Padang

    PT Perkebunan Nusantara III (Persero) sebagaimana BUMN lainnya mengadakan program Mudik Gratis Bareng BUMN Tahun 2019 sebagai kelanjutan program BUMN Hadir untuk Negeri yang diselenggarakan pada tahun

  • Rabu, 05 Jun 2019 15:05

    Simpul Persaudaraan Dalam Bingkai Kemeriahan Ramadhan

    Bulan Ramadhan sudah sepantasnya disambut dengan penuh sukacita, khususnya bagi umat muslim. Hal ini dikarenakan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah, dimana amalan- amalan kebaikan yang dilakuk

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak