Rabu, 18 Sep 2019 03:04
  • Home
  • Opini
  • Pemadaman Listrik Akibat Hal Teknis, Bukan Sabotase

Pemadaman Listrik Akibat Hal Teknis, Bukan Sabotase

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Reza Ramadhan, pegiat media sosial
Selasa, 10 Sep 2019 03:10
@InfoSOLSEL
Ilustrasi
Pemadaman Listrik pada awal Agustus 2019 lalu membuat masyarakat yang terdampak akan kejadian tersebut harap- harap cemas menanti aliran listrk kembali normal. Pada 4 Agustus lalu, pemadaman listrik secara masal melanda masyarakat di Jabodetabek hingga Jawa Barat.

Sripeni Inten Cahyani selaku Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero) mengatakan bahwa proses pemulihan tersebut memerlukan waktu lebih dari 24 jam. Hal tersebut dikarenakan adanya gangguan di transmisi di sirkuit utara pada sistem jaringan Jawa- Bali.

Selama ini, wilayah Jawa- Bali ditopang oleh Jaringan Utara dan Selatan dengan kapasitas daya hingga 500 KV. Sripeni menjelaskan, dua sirkuit Ungaran dan Pemalang putus, sehingga secara otomatis daya ke area barat pindah menuju ke selatan.

Sripeni menyebutkan, bahwa PLN sedang melakukan pemeliharan jaringan untuk jaringan selatan. Pemeliharaan memang kerap dilakukan PLN saat hari libur mengingat beban listrik relatif rendah dibandingkan dengan hari- hari biasanya.

Ia juga menjelaskan ketika 1 jalur selatan sedang dalam proses pemeliharaan sehingga hanya ada 1 jalur. Ketika terjadi 2 sirkuit utara lepas dan masuk ke jalur selatan, maka hal tersebut dapat menyebabkan goncangan sistem. Jika dibiarkan, maka pembangkit lain yang masih beroperasi normal akan ikut terlepas.


Karenanya, secara kesisteman, pembangkit lain secara otomatis ikut melepaskan diri seperti yang ada pada jaringan Tasik- Depok.

Terkait dengan lamanya proses pemulihan, Sripeni menjelaskan bahwa PLTU sudah relatif lama lepas, terputus atau tidak beroperasi, memerlukan waktu untuk kembali memulai proses produksi. Dimana PLTU harus dimulai dengan cold start, beroperasi ketika dalam keadaan dingin, dan hal itu membutuhkan 8 jam waktu normal untuk bisa memproduksi uap yang dapat menggerakkan turbin agar menghasilkan arus listrik.

Pihaknya juga mengatakan bahwa dalam tegangan ekstra tinggi tentu melewati sekian area, ketika pihaknya melakukan investigasi, terkadang ada hal yang bisa menyebabkan jaringan putus misal ada layangan yang tersangkut atau terdapat jaringan yang mengenai dahan pohon, yang mana hal tersebut bisa menyebabkan aliran listrik putus. Hal tersebut banyak terjadi karena jaringan 500 kV merupakan jaringan terbuka.

Pastinya penyebab gangguan kelistrikan yang menyebabkan pemadaman di Jabodetabek dan sebagian Jawa Barat  masih dalam tataran masalah teknis, bukan merupakan sabotase.

Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menjelaskan, beredarnya informasi di media sosial dengan narasi bahwa pemadaman listrik massal disebabkan karena disabotase oleh pihak PLN.


Temuan hoax tersebut langsung diberi label "Disinformasi", sebagai penanda bahwa informasi yang dimaksud merupakan hal yang tidak benar.

Executive Vice President CSR PT PLN, I Made Suprateka, membantah mengenai dugaan sabotase yang menyebabkan pemadaman listrik di setengah pulau Jawa. Ia menjelaskan bahwa SUTET 500 Kv di Ungaran- Pemalang berdekatan dengan pohon dengan ketinggian lebih dari 9 meter. Pohon tersebutlah yang kemudan memicu hubungan singkat dan kebakaran. Akibatnya, jaringan transmisi rusak fatal.

Sehingga tidak ada sabotase apalagi hacker. Pemadaman listrik yang terjadi tersebut, semata- mata karena masalah teknis.

Hal tersebut senada dengan pemaparan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigadir Jenderal Dedi Prasetyo. Ia mengatakan adanya pohon yang terlalu tinggi dan melebihi batas mengakibatkan lompatan listrik.

Sementara itu pihak kepolisian tidak menemukan adanya kesalahan orang ataupun Sabotase. Meski begitu Polri tetap akan menunggu hasil investigasi tim gabungan Bareskrim Polri dan PLN.

Sripeni menegaskan bahwa dirinya telah menyampaikan perkara ini kepada Presiden Jokowi  dan juga telah menyampaikan sejumlah langkah yang akan dilakukan PLN untuk mengantisipasi peristiwa tersebut agar tidak terulang kembali. Salah satunya terdapat pada RUPTL maupun di dalam RKAP mengenai menambah jaringan 500 kV di utara dan selatan agar terdapat cadangan supaya tidak 4 jaringan seperti yang selama ini terjadi.

Berbagai upaya maksimal dan evaluasi di Internal PLN juga telah dilakukan oleh Sripeni dan Timnya agar kejadian tersebut tidak terulang.

Dengan adanya pemadaman listrik, kita jadi tahu bahwa ternyata listrik telah menjadi hal yang tak dapat terpisahkan dari kehidupan, baik untuk keperluan rumah tangga ataupun keperluan usaha.

Editor: Iman

T#g:Listrik
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 20 Agu 2019 03:20

    Agresifnya Pemerintah Atasi Permasalahan Listrik

    Presiden Joko Widodo tampak geram ketika bertemu dengan Direksi PLN setelah aliran listrik di daerah Jakarta, Jawa Barat dan Banten mati hingga berjam- jam. Ia meminta kepada PLN untuk segera membenah

  • Kamis, 08 Agu 2019 03:08

    Dorong Pengembangan Industri Otomotif, Pemerintah Terbitkan Perpres Kendaraan Listrik

    Peraturan Presiden (Perpres) kendaraan bermotor listrik akan segera diteken oleh Joko Widodo (Jokowi) dalam waktu dekat. Sejalan dengan itu, Kementrian Perhubungan (Kemenhub) tengah menyusun aturan pe

  • Selasa, 04 Jun 2019 18:14

    Pemerintah Persiapkan Listrik Jelang Lebaran, Masyarakat Tidak Perlu Khawatir

    Mudik merupakan ritual yang ditunggu oleh kebanyakan orang yang merantau, namun tidak semua masyarakat dapat melakukan budaya mudik tersebut karena harus tetap bekerja saat lebaran, salah satunya adal

  • Rabu, 15 Mei 2019 16:05

    3 Tiang PLN Tumbang, Arus Lalin Sosa-Sibuhuan Terganggu dan Arus Listrik 3 Kecamatan Padam

    Sebanyak 3 batang tiang PLN di pinggir jalan lintas provinsi, di titik Simandi Angin, Desa Pasir Julu, Kecamatan Sosa, Kabupaten Padang Lawas (Palas) tumbang dan 2 tiang PLN yang tumbang itu, mengalam

  • Rabu, 10 Apr 2019 15:00

    Layanan Listrik Semakin Andal

    Ignasius Jonan, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan beberapa proyek infrastruktur kelistrikan di Provinsi Aceh dan Sumatera Utara, yang dipusatkan di Gardu Induk 150 kV Takengon,

  • Senin, 25 Feb 2019 17:25

    Presiden Resmikan PLTU Cilacap Ekspansi Tahap Pertama Kapasitas 1x660 MW

    Presiden Jokowi meresmikan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Cilacap Ekspansi tahap pertama dengan kapasitas 1x660 MW. Lokasi peresmian berada di Kecamatan Kesugihan, Kabupaten Cilaca

  • Kamis, 31 Jan 2019 03:31

    Sambungan Listrik Gratis Bukti Jokowi Pro Rakyat

    Dalam beberapa kesempatan, baik Prabowo maupun Sandiaga Uno beserta para pendukungnya kerap kali menuduh pemerintahan saat ini tidak pro terhadap rakyat. Mulai dari isu harga bahan pokok naik, harga s

  • Selasa, 22 Jan 2019 13:02

    Warga Transmigrasi di Palas Keluhkan Layanan Listrik PLN

    Warga masyarakat transmigrasi yang tersebar di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), mengeluhkan buruknya layanan jaringan PLN yang mengaliri di dua daerah transmigrasi, yakni Trans Pir Sosa unit 1 s

  • Rabu, 16 Jan 2019 10:16

    Berpotensi Hemat Rp798 Triliun, Presiden: Segera Selesaikan Regulasi Kendaraan Bermotor Listrik

    Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengemukakan, banyak negara di dunia yang mulai berlomba-lomba menjadi yang terdepan dalam mengembangkan teknologi kendaraan listrik. Selain karena ramah lingkungan, m

  • Kamis, 27 Des 2018 10:27

    Menilik Kebijakan Tarif Dasar Listrik Yang Mengalami Kenaikan

    Sejak 2015 PLN telah memberikan pengumuman bahwa subsidi listrik 23 juta rumah tanggga dengan tegangan 900 Volt Ampere (VA) akan dicabut pada awal 2017. Selain itu PLN juga meminta mereka beralih ke l

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak