Selasa, 19 Jan 2021 22:48
  • Home
  • Opini
  • Monster itu bukan bernama corona, melainkan ketakutan

Monster itu bukan bernama corona, melainkan ketakutan

Pematangsiantar (utamanews.com)
Oleh: Gading S. (Anggota GMKI Pematangsiantar- Simalungun)
Selasa, 03 Mar 2020 11:23
Dok Pribadi
Gading S.
Belakangan ini dunia sedang panik ditimpa dengan lahir dan meluasnya wabah sebuah virus yang bernama coronavirus (COVID-19). Dalam laporan resmi, coronavirus ini sudah berjumlah 83.265 kasus dengan 2.256 orang meninggal dunia di lebih dari 65 negara, bahkan laporan terkini menyebutkan wabah coronavirus ini mengakibatkan 50 orang meninggal dunia perharinya, sejak awal tahun 2020.

Data ini memang cukup membuktikan bahwa wabah coronavirus ini telah menjadi momok bak genosida yang cukup membuat kepanikan di seantero dunia. Di Indonesia sendiri terkini Negara telah mengumumkan 2 orang WNI yang terjangkit coronavirus di Depok, Indonesia.

Tak pelak, selepas Negara melalui Menteri Kesehatan telah membuat pernyataan resmi perihal itu, jagad raya ramai memperbincangkannya. Indonesia mendadak heboh, terkejut. Sebab sebelumnya publik Indonesia telah banyak yang berasumsi bahwa negara kita tidak akan terkena jangkitan virus mematikan itu, kini telah terpatahkan. Terlebih asumsi tersebut banyak dilontarkan dengan alasan yang mengandung unsur candaan-candaan yang cukup menggelitik tawa.

Lantas masuknya virus ini ke Indonesia telah membuat heboh jagat raya, khususnya jagat dunia maya. Penulis sendiri mencatat ada 2.400 tweet tentang masuknya corona di Indonesia dengan #coronavirusindonesia per hari ini.

Angka itu hanya di twitter, di akun WhatsApp penulis sendiri sudah semakin ramai tulisan-tulisan seputar corona yang dishare oleh berbagai pihak, dari tulisan-tulisan tersebut ada yang seputar "mengenal corona", "infografis corona", "langkah antisipasi corona" dan lain-lain. Tapi yang menarik perhatian penulis adalah banyaknya tulisan tentang obat ataupun ramuan yang diyakini mampu mengobati dan mencegah virus corona.

Tulisan tersebut sering hadir mencatat nama-nama orang hebat, ada tertulis Prof Nidam, ahli, pakar dan lainnya. Hal ini bisa jadi merupakan berita hoax, yang menjadi ladang empuk para buzzer untuk menyebarkan ketakutan seoring dengan kepanikan yang timbul oleh wabah corona.

Berita-berita seperti itu yang biasanya mencatut nama-nama beken, ahli, pakar bisa merupakan tulisan yang tidak sapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Akibatnya virus hoax telah menyeimbangi virus corona, bahkan menyalipnya.

Lantas, dengan banyaknya arus informasi yang sangat sulit difilter menjadi bumerang tersendiri bagi masyarakat dalam menyikapi wabah ini. Masyarakat dunia menjadi cenderung takut, atau mengalami ketakutan daripada sekadar meningkatkan kewaspadaan.

Tak pelak ketakutan itu sudah berhasil membuat 2 orang warga Solo bunuh diri. Ketakutan lainnya lebih parah lagi, corona yang bagai hantu membuat "rasa takut" yang cenderung stereotip terhadap suatu kelompok, terutama orang china.

Warga negara china atau orang yang baru berkunjung dari negara tirai bambu tersebut dituding telah membawa corona, tak pelak corona juga berhasil meningkatkan rasisme.

Diskriminasi pun hadir bukan oleh karena kewaspadaan semata, melainkan ketakutan. Lantas publik telah menjadi ruang gema, dimana orang-orang menjadi hanya meyakini persepsinya sendiri, oleh karena memiliki keyakinan yang serupa dengan orang lain.

Ketakutan yang muncul ini juga berhasil memporak-porandakan perekonomian kita, orang-orang menjadi was-was untuk berpergian, sekalipun Pemerintah sudah menjamin "keamanan" di beberapa daerah wisata. Akibat pariwisata yang lumpuh, mata uang kita anjlok. Belum lagi berbicara tentang ekspor-impor yang menurun, dan banyaknya karyawan yang dirumahkan akibat lesunya perekonomian kita pasca corona.

Ketakutan yang lain juga muncul oleh karena pandangan liar, tak cuma liar kadang kala pandangan itu juga gila (tak masuk akal) dan nyeleneh. Contoh kasus, publik berbondong-bondong "mengembargo" produk-produk buatan china, karena dianggap membawa virus corona. Pandangan seperti bahwa Pemerintah tidak cakap dalam menghadapi isu corona contohnya, publik tidak menaruh kepercayaan penuh saat pemerintah telah mengkarantina para WNI yang terpaksa pulang dari China.

Oleh karenanya, sesungguhnya ketakutan-ketakutan yang hadir lebih besar dibanding dengan virus corona itu sendiri, hal ini menjadikan kita lemah, panik dan paranoid. Maka dari itu kita tidak perlu menanggapi sebuah isu terlalu berlebihan, tetap tenang dan melanjutkan aktivitas seperti biasa.

Mahasiswa harus tetap berkuli(ah), ayah dan ibu tetap bekerja seperti biasanya. Jangan takut untuk membeli produk china, atau berhubungan dengan orang-orang luar. Hentikan kepanikan dengan tidak membagi konten foto-video para penderita corona ataupun konten yang belum bisa terverifikasi kebenarannya.

Penutup, dari meja penulis menyampaikan "Sabbe satta bhavantu sukhitatta, semoga semua makluk berbahagia.!"
Editor: Sam

T#g:GMKIVirus Corona
Berita Terkait
  • Kamis, 07 Jan 2021 15:07

    Penangkapan Sebastian Hutabarat, GMKI Cabang Medan menilai Kejaksaan Sumut 'Lebay'

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan mengecam tindakan represif aparat Kejaksaan Sumut dan Pengadilan Negeri Medan terhadap Sebastian Hutabarat.Menurut Meliana Gultom selalu Ketua G

  • Senin, 21 Des 2020 16:11

    Ketua GMKI Cabang Medan Ajak Kader Persiapkan Diri Jadi Pemimpin Masa Depan

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Cabang Medan baru saja mengukuhkan dan melantik anggota baru sebanyak 508 orang anggota baru di Jalan Iskandar Muda 107 A PKM GMKI Cabang Medan, Minggu (20/12/2020

  • Minggu, 20 Des 2020 10:10

    Akan Gelar KONPERCAB XXIX, GMKI Pematangsiantar- Simalungun Lantik Panitia

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) cabang Pematangsiantar- Simalungun akan gelar Konperensi Cabang (KONPERCAB) ke-XXIX pada tahun 2021 mendatang.Pelantikan panitia dilaksanakan pada Jumat (18/

  • Selasa, 08 Des 2020 21:58

    Banjir Landa Simalungun, GMKI, PMKRI, KSPM Turun Ke Jalan Galang Bantuan

    Puluhan rumah yang berada di dua lingkungan di Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara, digenangi banjir hingga ketinggian 3 meter dari atas

  • Selasa, 01 Des 2020 13:51

    GAMKI Taput Ajak Generasi Muda Tingkatkan Wawasan Kebangsaan

    Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) mengajak para generasi muda untuk meningkatkan Wawasan Kebangsaan. Demikian disampaikan Jhon Carson Sinaga, Sekjen

  • Rabu, 25 Nov 2020 19:55

    Di Masa Pandemi, GMKI Pematangsiantar- Simalungun Tetap Lahirkan Kader Berjiwa Pemimpin

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar- Simalungun melaksanakan kegiatan Latihan Kepemimpinan (LK) sebagai bentuk Implementasi PDSPK 2006 level III, dari tanggal 17 sampai 2

  • Senin, 09 Nov 2020 14:39

    GMKI Komisariat UMA audiensi dengan Rektorat, bahas KBM di era new normal

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Komisariat UMA melakukan audiensi dengan pihak Rektorat, Senin 9 November 2020 pukul 09.00 WIB. Kegiatan tersebut dibarengi dengan dialog santai guna meningk

  • Rabu, 28 Okt 2020 10:28

    Berpotensi polemik, GMKI Tolak Pengesahan Ranperda Trantibmas Pematangsiantar

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar- Simalungun memberikan respon penolakan terhadap rancangan peraturan daerah (ranperda) ketentraman dan ketertiban mahasiswa (trantibma

  • Senin, 19 Okt 2020 13:09

    Di Masa Pandemi, GMKI Pematangsiantar- Simalungun Lahirkan Kader yang Berjiwa Pemimpin Melalui LDK

    Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar- Simalungun gelar kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK), pada 16 s.d. 18 Oktober 2020 di Nagori Laras II, Kecamatan Siantar, Kabupaten Sim

  • Senin, 05 Okt 2020 19:05

    GMKI Cabang Medan tidak mengenal Eksponen Kelompok Cipayung Plus Kota Medan

    Beredarnya flyer kegiatan Deklarasi Dukungan Eksponen Cipayung Plus Kota Medan dalam rangka memberikan dukungan kepada salah satu Paslon Walikota Medan yang akan bertarung di Kota Medan 'Kotanya

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak