Senin, 26 Agu 2019 15:07
  • Home
  • Opini
  • Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Indonesia

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Indonesia

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Alfisyah Kumalasari, pengamat sosial politik
Senin, 12 Agu 2019 03:12
Capture
Beranda media sosial calon taruna Akmil Magelang
Radikalisme merupakan ancaman nyata bagi keamanan dan keutuhan bangsa. Masyarakat Indonesia telah menjadi merekam bagaimana bahaya dan ancaman mereka yang telah mampu melulu lantakkan sendi- sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam waktu singkat, yang hanya meninggalkan air mata dan jerit ketakutan.

Mencegah dan mewaspadai ancaman radikalisme tidak hanya menjadi peran bagi aparat keamanan tetapi membutuhkan peran dan partisipasi seluruh pihak. Tentunya dengan sinergi antara negara dan masyarakat, maka radikalisme akan sulit berkembang.

Paham radikalisme pun berevolusi menjadi suatu gerakan terorisme seperti ISIS misalnya, dimana keberadaannya jelas mengganggu stabiltas keamanan yang ada di Indonesia. Gerakan radikal ISIS berpotensi membuat penguatan sekat di masyarakat dan hal tersebut akan membuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah menjadi berkurang.

Munculnya ISIS yang sudah mengglobal hingga terdapat WNI yang tergiur untuk 'Jihad' ke Suriah, telah menjadi ancaman yang mencekam bagi Indonesia. Langkah antisipasi gerakan radikal sepertinya perlu digalakkan secara rutin dan menyeluruh di seluruh wilayah NKRI.


Anak muda dan generasi muda sudah sepantasnya untuk tidak mudah terprovokasi terkait dengan ajaran- ajaran tertentu yang bertujuan menyesatkan. Untuk itu, peran generasi muda sangatlah penting untuk mengawal permasalahan tersebut, karena hal ini merupakan tanggung jawab semua pihak dalam mengawal, menjaga dan melaporkan jika terdapat hal- hal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan khususnya yang berkaitan dengan paham radikalime.

Paham Radikalisme dapat memprovokasi pecahnya NKRI serta merusak kedaulatan bangsa, karena paham Radikalisme seperti ISIS sangatlah bertentangan dengan ideologi Pancasila dan NKRI. Salah satunya adalah munculnya polarisasi antara pihak yang pro dan kontra terhadap paham ISIS di tengah umat Islam.

Tentu bisa disimpulkan, bahwa mendukung keberadaan ISIS sama saja dengan mendukung radikalisme, dengan mendukung radikalisme maka ia turut serta dalam mendukung perpecahan sesama umat Islam di Indonesia.

Sementara itu, belum lama ini juga muncul berita terkait dengan penerimaan Calon Taruna Akademi Militer (Akmil) yang dihebohkan dengan kemunculan Enzo Zenz Allie. Kemunculannya tersebut mencuri perhatian karena ia merupakan Catar yang memiliki kemampuan bahasa Prancis yang mumpuni, namun siapa sangka ternyata ia dituding terpapar radikalisme oleh banyak pihak karena sempat mengunggah sebuah foto dengan identik dengan organisasi terlarang di media sosialnya.


Mendengar kabar tersebut membuat Roy Suryo selaku anggota Komisi I DPR RI angkat bicara, ia mengatakan bahwa di era keterbukaan seluruh informasi bisa diungkap melalui teknologi dan terbukti seseorang juga harus berhati- hati dalam memposting sesuatu di media sosial.

Berbicara mengenai tudingan Enzo yang diduga terpapar paham radikalisme, tentu diperlukan penelitian lebih mendalam, karena semua yang diunggah di media sosial tidak bisa dikaitkan langsung dengan sosok tersebut.

Roy juga menyayangkan Enzo yang menghapus akun Facebook miliknya, ia mengatakan andai tidak dihapus, Roy lebih senang jika Enzo mengklarifikasinya.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga meminta agar Enzo langsung diberhentikan apabila benar Enzo menjadi pendukung gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ryamizard mengatakan bahwa saat ini jajaran TNI sedang melakukan pengecekan latar belakang Enzo yang memiliki darah Prancis tersebut. Mantan KSAD itu tak akan memberikan toleransi jika Enzo benar- benar merupakan simpatisan HTI.

Ia juga menyatakan bahwa prajurit TNI yang terindikasi mendukung khilafah pun juga akan langsung dipecat.

Menanggapi hal tersebut, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjantpo menyebutkan bahwa Enzo memenuhi syarat untuk menjadi prajurit TNI. Mulai dari syarat secara fisik dan psikologinya semuanya memenuhi syarat.

Hadi menjelaskan bahwa Enzo merupakan WNI, bukan warga negara asing, sehingga Enzo diperbolehkan untuk menjadi calon prajurit TNI dengan menempuh pendidikan sebagai taruna di Akmil.
Editor: Iman

T#g:HTIisisTaruna
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 25 Agu 2019 03:25

    Ancaman Kehidupan Berbangsa Berwujud Ijtima' Ulama IV

    Point kelima hasil ijtima ulama disebutkan bahwa perlu dibangun kerja sama antara ormas Islam dan politik. Seperti yang kita tahu bahwa atmosfer Islam sebagai politik identitas sedang marak-maraknya d

  • Jumat, 23 Agu 2019 03:23

    WNI Eks ISIS, Pergi Sembunyi- sembunyi Kemudian Minta Kembali

    Beberapa WNI pada awal tahun 2011 pergi ke luar negeri dengan berbagai tujuan,  namun hal itu hanyalah kamuflase belaka, ternyata tujuan mereka adalah untuk menuju Suriah dan tergabung dalam kelo

  • Sabtu, 17 Agu 2019 13:47

    Bendera Raksasa Berkibar Di Danau Toba

    Program kerja Presiden Joko Widodo untuk mengembangkan potensi wisata di Danau Toba, khususnya Kota Wisata Parapat mendapat perhatian khusus dari Karang Taruna Kabupaten Simalungun melalui Karang Taru

  • Rabu, 14 Agu 2019 08:14

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso Terima Cinderamata dari Karang Taruna Gema Karya Desa Cinta Makmur

    Pasca penutupan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) ke 105 Kodim 0209/LB, Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Santoso, mendapat Cindera mata berupa lukisan tangan dari Karang Taruna Gema Karya desa Cinta Makmur k

  • Jumat, 02 Agu 2019 15:52

    Panglima TNI Pimpin Sidang Pantukhir Akademi TNI TA 2019

    Panglima TNI, Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji S.E., M.M. dan Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E, M.M. memimpin

  • Sabtu, 10 Agu 2019 03:10

    Mewaspadai Ideologi Hizbut Tahrir Berkedok Komunitas

    Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) memang telah dibubarkan, namun gerak ideologis mereka ternyata tetap ada dan bermetamorfosa dalam bentuk komunitas. Dimana komunitas royatul Islam (KARIM) telah membawa i

  • Sabtu, 03 Agu 2019 03:03

    Tak Perlu Ragu Menolak Kepulangan WNI Eks ISIS

    Media telah memberitakan bahwa ISIS mengalami kekalahan di Suriah, mereka memaksa mundur setelah diserang oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di bulan Maret 2019 ditandai dengan jatuhnya pertahanan t

  • Minggu, 14 Jul 2019 19:34

    Panglima TNI Saksikan Gladi Bersih Pelantikan Praspa TNI-Polri di Istana Negara

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., M.M., Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna, S.E., M.M., Danjen Akad

  • Jumat, 12 Jul 2019 17:02

    Panglima TNI: Taruna Akademi TNI dan Akpol Merupakan Investasi Bangsa

    Negara telah menanam investasi jangka panjang sumber daya manusia dengan cara menjadikan atau mendidik Taruna Akademi TNI dan Taruna Akademi Kepolisian (Akpol). Itu adalah investasi bangsa Indonesia s

  • Kamis, 11 Jul 2019 17:01

    Danjen Akademi TNI: Perwira Profesional Harus Miliki Komitmen dan Sikap Pantang Menyerah

    Sebagai seorang perwira, harus memiliki komitmen dan sikap pantang menyerah karena sikap ini sangat ditentukan dan didorong oleh suri tauladan seorang perwira. Keberhasilan diawali oleh sebuah keputus

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak