Sabtu, 18 Jan 2020 10:17
  • Home
  • Opini
  • Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Indonesia

Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Indonesia

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Alfisyah Kumalasari, pengamat sosial politik
Senin, 12 Agu 2019 03:12
Capture
Beranda media sosial calon taruna Akmil Magelang
Radikalisme merupakan ancaman nyata bagi keamanan dan keutuhan bangsa. Masyarakat Indonesia telah menjadi merekam bagaimana bahaya dan ancaman mereka yang telah mampu melulu lantakkan sendi- sendi kehidupan berbangsa dan bernegara dalam waktu singkat, yang hanya meninggalkan air mata dan jerit ketakutan.

Mencegah dan mewaspadai ancaman radikalisme tidak hanya menjadi peran bagi aparat keamanan tetapi membutuhkan peran dan partisipasi seluruh pihak. Tentunya dengan sinergi antara negara dan masyarakat, maka radikalisme akan sulit berkembang.

Paham radikalisme pun berevolusi menjadi suatu gerakan terorisme seperti ISIS misalnya, dimana keberadaannya jelas mengganggu stabiltas keamanan yang ada di Indonesia. Gerakan radikal ISIS berpotensi membuat penguatan sekat di masyarakat dan hal tersebut akan membuat kepercayaan masyarakat kepada pemerintah menjadi berkurang.

Munculnya ISIS yang sudah mengglobal hingga terdapat WNI yang tergiur untuk 'Jihad' ke Suriah, telah menjadi ancaman yang mencekam bagi Indonesia. Langkah antisipasi gerakan radikal sepertinya perlu digalakkan secara rutin dan menyeluruh di seluruh wilayah NKRI.


Anak muda dan generasi muda sudah sepantasnya untuk tidak mudah terprovokasi terkait dengan ajaran- ajaran tertentu yang bertujuan menyesatkan. Untuk itu, peran generasi muda sangatlah penting untuk mengawal permasalahan tersebut, karena hal ini merupakan tanggung jawab semua pihak dalam mengawal, menjaga dan melaporkan jika terdapat hal- hal yang dapat mengganggu stabilitas keamanan khususnya yang berkaitan dengan paham radikalime.

Paham Radikalisme dapat memprovokasi pecahnya NKRI serta merusak kedaulatan bangsa, karena paham Radikalisme seperti ISIS sangatlah bertentangan dengan ideologi Pancasila dan NKRI. Salah satunya adalah munculnya polarisasi antara pihak yang pro dan kontra terhadap paham ISIS di tengah umat Islam.

Tentu bisa disimpulkan, bahwa mendukung keberadaan ISIS sama saja dengan mendukung radikalisme, dengan mendukung radikalisme maka ia turut serta dalam mendukung perpecahan sesama umat Islam di Indonesia.

Sementara itu, belum lama ini juga muncul berita terkait dengan penerimaan Calon Taruna Akademi Militer (Akmil) yang dihebohkan dengan kemunculan Enzo Zenz Allie. Kemunculannya tersebut mencuri perhatian karena ia merupakan Catar yang memiliki kemampuan bahasa Prancis yang mumpuni, namun siapa sangka ternyata ia dituding terpapar radikalisme oleh banyak pihak karena sempat mengunggah sebuah foto dengan identik dengan organisasi terlarang di media sosialnya.


Mendengar kabar tersebut membuat Roy Suryo selaku anggota Komisi I DPR RI angkat bicara, ia mengatakan bahwa di era keterbukaan seluruh informasi bisa diungkap melalui teknologi dan terbukti seseorang juga harus berhati- hati dalam memposting sesuatu di media sosial.

Berbicara mengenai tudingan Enzo yang diduga terpapar paham radikalisme, tentu diperlukan penelitian lebih mendalam, karena semua yang diunggah di media sosial tidak bisa dikaitkan langsung dengan sosok tersebut.

Roy juga menyayangkan Enzo yang menghapus akun Facebook miliknya, ia mengatakan andai tidak dihapus, Roy lebih senang jika Enzo mengklarifikasinya.

Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu juga meminta agar Enzo langsung diberhentikan apabila benar Enzo menjadi pendukung gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

Ryamizard mengatakan bahwa saat ini jajaran TNI sedang melakukan pengecekan latar belakang Enzo yang memiliki darah Prancis tersebut. Mantan KSAD itu tak akan memberikan toleransi jika Enzo benar- benar merupakan simpatisan HTI.

Ia juga menyatakan bahwa prajurit TNI yang terindikasi mendukung khilafah pun juga akan langsung dipecat.

Menanggapi hal tersebut, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjantpo menyebutkan bahwa Enzo memenuhi syarat untuk menjadi prajurit TNI. Mulai dari syarat secara fisik dan psikologinya semuanya memenuhi syarat.

Hadi menjelaskan bahwa Enzo merupakan WNI, bukan warga negara asing, sehingga Enzo diperbolehkan untuk menjadi calon prajurit TNI dengan menempuh pendidikan sebagai taruna di Akmil.
Editor: Iman

T#g:HTIisisTaruna
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 31 Des 2019 11:31

    Harapan Taruna Akmil Asal Jember Bagi Muda Mudi Kabupaten Jember

    Taruna Akademi Militer (Akmil), Taruna Akademi Kepolisian (Akpol), Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) dan Taruna Akademi Angkatan Udara (AAU) pada saat ini sama seperti mahasiswa Perguruan Tinggi Nege

  • Selasa, 31 Des 2019 10:31

    Komandan Kodim 0824/Jember Terima Audensi Taruna dan Taruni Akmil

    Sebanyak 16 Taruna dan Taruni Akademi Militer (Akmil) yang merupakan lembaga pendidikan yang mencetak perwira TNI Angkatan Darat tersebut, berada di Makodim 0824/Jember untuk melakukan audensi, Senin

  • Kamis, 19 Des 2019 07:49

    Bubarkan Ormas Anti Pancasila

    Pancasila merupakan rumusan yang sudah final dan sudah disepakati sebagai ideologi negara kesatuan republik Indonesia (NKRI). Jika terdapat Ormas yang terbukti tidak berazaskan Pancasila, tentu pemeri

  • Kamis, 05 Des 2019 07:45

    Bupati Labuhanbatu Berangkatkan Pengurus Karang Taruna Studi Banding Tentang Pengelolaan Sampah

    Bupati Labuhanbatu H Andi Suhaimi Dalimunthe, ST, MT memberangkatkan Pengurus Karang Taruna Kabupaten Labuhanbatu untuk melaksanakan studi banding tentang Pengelolaan Sampah ke Bandung Provinsi Jawa B

  • Senin, 04 Nov 2019 17:14

    30 Taruna Asal Sumut Diwisuda Panglima TNI

    Sebanyak 30 Taruna asal Sumatera Utara (Sumut) diwisuda oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, bersama 830 Taruna lainnya, di Lapangan Sapta Marga Akademi Militer, Magelang, Kamis (31/10).Upacara

  • Kamis, 31 Okt 2019 17:31

    Latihan Chandradimuka Salah Satu Upaya Membentuk Sinergisitas TNI-Polri

    Latihan Chandradimuka secara terintegrasi merupakan salah satu upaya untuk membentuk sinergisitas TNI-Polri dalam melaksanakan tugasnya di tengah-tengah masyarakat.Hal tersebut disampaikan Panglima TN

  • Rabu, 16 Okt 2019 11:16

    Dukung Putra Daerah Jadi Prajurit TNI, Satgas Yonif 411 Kostrad Tempa 9 Pemuda Suku Kanum

    Dalam rangka mendukung putra daerah menjadi prajurit TNI, personel Pos Yanggandur Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 411/Pandawa Kostrad memberikan pembinaan secara khusus kepada 9 pemuda asli

  • Selasa, 15 Okt 2019 09:45

    Karang Taruna Labuhanbatu tegas nyatakan dukung pelantikan Presiden/Wapres Jokowi- Ma'ruf Amin

    Menjelang pelaksanaan pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Joko Widodo dan Ma'aruf Amin, tanggal 20 Oktober 2019 mendatang, Karang Taruna kabupaten Labuhanbatu di bawah asuhan Aswin S

  • Rabu, 25 Sep 2019 08:25

    Bakamla RI (IDNCG) Segera Miliki Sekolah Tinggi

    Bakamla RI/ Indonesian Coast Guard (IDNCG) segera memiliki Sekolah Tinggi bernama Akademi Bakamla RI yang terletak di wilayah Serang, Banten.Kabar gembira tersebut dibahas dalam pertemuan sejumlah pet

  • Minggu, 22 Sep 2019 17:32

    Karang Taruna Kabupaten Batubara Gelar Bakti Sosial

    Pengurus Karang Taruna di masing-masing Desa se- Kabupaten Batubara melaksanakan Bakti Sosial dalam rangkaian dicanangkannya Bulan Bakti Karang Taruna tingkat Kabupaten oleh Bupati Batubara Ir H Zahir

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak