Selasa, 22 Sep 2020 14:07
  • Home
  • Opini
  • Mewaspadai Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Mewaspadai Klaster Baru Penyebaran Covid-19

Medan (utamanews.com)
Oleh: Raavi Ramadhan )*
Kamis, 16 Jul 2020 10:16
Istimewa
Ilustrasi
Virus covid-19 semakin mengganas dan ditemukan klaster-klaster baru yang membuat miris, karena banyak yang kena Corona secara berjamaah. Kita wajib waspada apalagi jika bermukim di dekat klaster tersebut. Tetaplah pakai masker dan hindari jalan dekat klaster, dan selalu jaga higienitas dan imunitas, agar tidak tertular Corona.

Klaster adalah suatu area di mana ada banyak pasien Corona. Penyebaran virus covid-19 ini makin ganas, karena ia tidak hanya bisa menular lewat droplet, tapi juga lewat airborne alias dara yang kotor dan pengap. Jika ada klaster tentu wajib kita waspadai, apalagi ketika lokasinya dekat rumah dan orang-orangnya berinteraksi dengan lingkungan sekitar.

Lokasi klaster Corona terbaru yang menghebohkan ini ada di Bandung. Di sebuah sekolah para calon aparat, terdapat 1.262 siswa yang hasil tes swabnya positif. Namun hanya ada 17 orang yang dirawat di Rumah Sakit karena panas dan sesak napas. Sisanya diisolasi di dalam gedung sekolah karena masih relatif sehat.

Klaster baru ini selesai diselidiki tanggal 29 juni dan di dekat area sekolah itu sudah dijaga ketat oleh petugas, sehingga orang luar tidak bisa masuk. Penjagaan ini dilakukan agar para siswa yang diisolasi tidak bisa keluar dari area. Ada penelusuran untuk mengetahui para siswa itu bepergian ke mana saja, jadi orang yang kontak dengan mereka bisa dites swab juga.


Jika Anda memiliki rumah di dekat klaster itu, maka jangan takut karena pernah berkontak dengan para siswa. Datanglah ke Rumah Sakit untuk melakukan tes swab, agar tahu bahwa sudah tetular virus covid-19 atau tidak. Dengan pengetesan ini maka akan ditindaklanjuti, ketika positif bisa dirawat dengan lebih cepat.

Selain di Bandung, ada pula klaster Corona juga di pasar sidorejo di Kendal. Setelah dilakukan rapid test, maka hasilnya tak hanya pedagang yang positif Corona, namun juga tukang becak. Kondisi ini memprihatinkan karena pedagang dan pembeli serta orang di sekitar pasar malas pakai masker dan mengabaikan protokol kesehatan.

Pasar itu akhirnya ditutup sementara karena statusnya jadi klaster, dan harus disemprot disinfektan. Adanya klaster ini tentu merugikan banyak pedagang lain, karena mereka tidak kena Corona tapi menanggung akibatnya. Jadi tidak bisa berjualan dan bingung bagaimana cara mendapatkan uang selain berdagang di pasar.

Oleh karena itu, agar tidak berubah status jadi klaster, di pasar lain harus didisiplinkan dalam mematuhi protokol kesehatan. Juga diberikan masker gratis agar banyak orang mau memakainya tanpa disuruh. Kegiatan rapid test juga sering dilakukan, karena di pasar rawan terjadi pengumpulan massa dan mereka lupa aturan jaga jarak.

Tempat lain yang rawan berubah status jadi klaster adalah di pesta pernikahan di rumah. Menurut aturan, boleh saja mengadakan acara syukuran pernikahan, namun tamu maksimal 30 orang, sudah termasuk keluarga. Kedua pengantin dan seluruh tamu  juga wajib pakai masker, memakai hand sanitizer, dan dicek suhu tubuhnya. Maksimal 38 derajat celcius.



Jadi jangan nekat menyelenggarkan pesta besar-besaran, apalagi diadakan di gedung dan mengundang ribuan orang. Di tengah pandemi, sangat rawan penularan Corona. Karena di sana tentu tidak ada physical distancing dan udaranya pengap, padahal virus covid-19 sekarang bisa menular lewat udara di tempat yang tidak bersirkulasi baik.

Ketika ada klaster Corona maka kita harus waspada, apalagi ketika lokasinya dekat dengan rumah. Inisiatiflah untuk melakukan tes swab jika pernah kontak dengan orang di dalam klaster. Jangan membuat klaster baru dengan melanggar aturan jaga jarak atau tidak memakai masker kain.

)* Penulis adalah mahasiswa tinggal di Bogor
Editor: Iman

T#g:Covid-19Covid 19pasar
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 22 Sep 2020 11:32

    Operasi Yustisi di depan Masjid Agung Binjai, 19 kena tindak

    Personil gabungan dari TNI -Polri, Satpol PP, Dinas Kesehatan dan Dinas Perhubungan Kota Binjai, menggelar Razia Masker atau Operasi Yustisi terhadap Pelanggaran Protokol kesehatan Covid-19, di Jalan

  • Selasa, 22 Sep 2020 01:32

    Dandim 0824/Jember Hadiri Rakor Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan Covid 19 Pilkada 2020

    Perhatian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 Kabupaten Jember, saat ini memang sedang terfokus pada pendisiplinan masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan, termasuk pada pelaksanaan Pemili

  • Senin, 21 Sep 2020 22:51

    Babinsa Tamansari Bantu Kawal Pendistribusian BST, Percepat Bantuan Warga Terdampak Sosial Covid 19

    Babinsa Tamansari Bantu Kawal Pendistribusian BST, Percepat Bantuan Warga Terdampak Sosial Covid 19Dalam mengatasi permasalahan selama masa pandemi Covid 19,termasuk dampak sosial Covid 19, dilakukan

  • Senin, 21 Sep 2020 22:21

    144 Orang Terjaring Operasi Yustisi Pendisiplinan Masyarakat Terhadap Protokol Kesehatan Di Wilayah Arjasa Jember

    Dalam rangka memutus rantai penyebaran Covid 19 di KabupatenJember, Gugus Tugas Covid 19 melibatkan TNI, Polri dan Satpol PPsegera untuk melakukan operasi pendisiplinan masyarakatberdasarkan Peraturan

  • Senin, 21 Sep 2020 21:51

    Kasus Sembuh Covid-19 di Sumut Terus Meningkat

    Angka kasus sembuh dari Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) terus meningkat. Hingga Senin (21/9), Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Provinsi Sumut mencatat kasus sembuh mencapai 60,09%

  • Senin, 21 Sep 2020 17:31

    Warga Sergai Terkonfirmasi Covid-19 Sebanyak 164 Kasus, 123 Sembuh

    Upaya Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dalam mengatasi pandemi menunjukkan hasil yang baik. Hal ini ditandai dengan meningk

  • Minggu, 20 Sep 2020 10:50

    Didampingi Re-Born, Ini Tanggapan Aulia Rachman Atas Keluhan Para Pedagang Pasar Petisah

    Kenyamanan di pasar tradisional harus diciptakan. Sebab pasar tradisional sangat dibutuhkan bagi perekonomian suatu daerah.Hal ini diungkapkan oleh Calon Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman ketika men

  • Jumat, 18 Sep 2020 19:08

    Konformasi Covid-19 di Sergai Sebanyak 161 Kasus

    Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) belum memperlihatkan tanda-tanda akan terhenti. "Meningkatnya kasus konfirmasi positif Covid-19 yang menimpa masyarak

  • Jumat, 18 Sep 2020 11:58

    Ketua TP PKK Sergai Terindikasi Positif Covid-19

    Ketua TP PKK Sergai inisial M, dikabarkan positif terinfeksi Covid-19. Selain Ketua TP PKK Sergai, kabarnya lagi ada 2 orang yang juga warga Sergai terpapar Virus Corona. Namun tiga orang yang terpapa

  • Jumat, 18 Sep 2020 09:08

    Edy Rahmayadi Sampaikan Perkembangan Covid-19 di Sumut ke Luhut

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyatakan perkembangan kasus harian Covid-19 memiliki tren penambahan kasus harian yang flat. Recovery rate (tingkat kesembuhan) juga masih flat (datar)

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak