Rabu, 13 Nov 2019 08:42
  • Home
  • Opini
  • Mengutuk Kekejaman Kelompok Separatis Papua

Mengutuk Kekejaman Kelompok Separatis Papua

Oleh: Rebecca Marina (Mahasiswi Papua tinggal di Jakarta)
Minggu, 10 Nov 2019 08:10
Pelayanan publik
Kekejaman Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) kembali terjadi kepada masyarakat sipil. Korbannya adalah Staf Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemen PU PR) dan tukang ojek yang melayani transportasi masyarakat. Semua pihak mengutuk kekejaman ini dan mendesak TNI/Polri untuk segera menumpas kelompok tersebut.

Papua kembali berduka karena Insiden berdarah terjadi lagi, kini datang dari Dekai, kabupaten Yahukimo. Lagi-lagi peran KSB yang menjadi dalang kekejaman ini. Bukan satu dua kasus, namun banyak kasus yang ditorehkan oleh oknum-oknum radikal ini. Mungkin saja sebelumnya telah ditangkap, namun selalu ada saja oknum yang lolos dan kini membuat ulah. KSB ini juga meresahkan masyarakat dan menghambat pembangunan nasional yang sangat dibutuhkan warga.

Seperti yang dilaporkan sejumlah media, Seorang pegawai Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah diserang oleh OTK ini. Ketika melaksanakan pekerjaan survei di Dekai. Survei tersebut dilaksanakan guna memonitoring jalan serta jembatan di ruas jalan Dekai hingga Kenyam.

Osman Marbun selaku  Kepala BBPJN (Balai Besar Pembangunan Jalan Nasional) XVIII menyatakan bahwa insiden ini terjadi saat tim survei berjumlah 9 orang berada di Jalan Gunung. Mereka dihadang serta dipanah hingga melukai dua orang. Osman mengutarakan tidak tahu-menahu soal kegiatan yang dilakukan tim PUPR tersebut, sehingga dirinya sempat terkejut saat mendapat laporan itu. 

Kedua korban insiden ini diketahui sebagai Kepala Satuan Kerja (Kasatker) BBPJN XVIII Jayapura, yakni La Hanafi (55) dan karyawan PT Agung Mulia Iriana, Heri Agus Suprianto (50). Osman berharap agar kondisi korban segera stabil sehingga bisa dievakuasi ke Jayapura dengan pesawat Caravan yang sudah berada di Dekai. 

Kabid Humas Polda Papua, yakni Kombes AM Kamal hingga kini belum dapat di konfirmasi terkait insiden tersebut.

Sementara, AKBP Angling selaku Kapolres Yahukimo mengatakan belum bisa memastikan pelaku penyerangan karena masih dalam tahap penyelidikan. Pihaknya telah memeriksa empat orang saksi yang saat itu ikut ke dalam rombongan. Pun mereka juga tak mengenal pelaku. Menurut laporan, tim survei menggunakan dua kendaraan yakni mobil bak terbuka dan truk. Dan para korban yang terkena bidikan panah sedang berada dalam kendaraan tersebut. La Hanafi terluka pada bagian punggung atas yang tembus hingga ke paru-paru. Selain itu dirinya juga terkena panah dibagian pahanya. Sementara Heri Agus terkena panah pada bagian leher depan.

Bersamaan dengan insiden tersebut, kabar baru saja dilantiknya putra asli daerah sebagai wakil menteri bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, yakni John Wempi Wetipo mencuat. Sejumlah pihak menyebutkan Nama John Wempi Wetipo menjadi bahan perbincangan setelah dilantik sebagai Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Bagi warga Bumi Cendrawasih, nama tersebut memang tak asing lagi. Sebelumnya, dirinya pernah menjadi Bupati Jayawijaya. Ia menerangkan bahwa, tugasnya secara spesifik ialah memastikan perampungan pembangunan infrastruktur di kawasan Indonesia timur, termasuk wilayah Papua.

Konon Wempi sempat mencalonkan diri sebagai Guberbur melawan Lukas Enembe. Namun, dirinya mengalami kekalahan. Wempi dilaporkan mulai bekerja sebagai pegawai negeri pada 1996, dan akhirnya menjabat sebagai kepala agen pariwisata untuk kabupaten tersebut. Kiprahnya saat menjadi bupati, dia turut memprakarsai Festival Budaya Lembah Baliem, yang mana dimaksudkan guna menarik wisatawan ke kabupaten lain yang jaraknya jauh.
Tak hanya memiliki segudang prestasi di sektor pariwisata dan juga pembangunan daerah, Dirinya-pun tercatat mendapat penghargaan dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di bidang pelaporan kekayaan dan dari Kementerian Keuangan untuk manajemen keuangan di wilayah Jayawijaya. 

Dalam Lima tahun ke depan John Wempi akan membantu tugas-tugas Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Banyak literatur yang menyatakan jika kelompok-kelompok semacam KSB juga lainnya terkenal tidak menyukai pembangunan yang dilakukan pemerintah di wilayah Papua. Sehingga ada kemungkinan, latar belakang penyerangan ialah hal tersebut. Bahkan, awal pelaksanaan pembangunan infratsruktur pun sudah mengalami banyak hambatan bukan? Misalnya dengan orang pedalaman asli maupun oknum-oknum radikal semacam ini.

Sebenarnya, pembangunan ini sangatlah dibutuhkan masyarakat. Sebab, akses transportasi yang nantinya mendukung geliat ekonomi akan semakin berkembang. Jalan satu dengan lainnya akan mudah dijangkau dan tak membutuhkan banyak waktu. Semoga, aparat kepolisian dan TNI segera bisa menangkap pelaku dan menyisir sejumlah tempat guna meringkus lebih banyak lagi pelaku kekejaman ini.
Editor: Yaya

T#g:Separatis
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 04 Nov 2019 03:04

    Mendukung Pemberantasan Kelompok Separatis di Papua

    Pergerakan Kelompok Separatis Bersenjata di Papua dinilai cukup meresahkan, sehingga diperlukan adanya pemberantasan hingga ke akarnya. Masyarakat kembali dikejutkan dengan adanya insiden berdara

  • Sabtu, 07 Sep 2019 08:47

    Papua Is Indonesia Forever

    Finally, the government of Indonesia has decided to annul Benny Wenda's citizenship. Since that, these fugitive does not have country or stateless citizenship.  Those decision must be made b

  • Jumat, 06 Sep 2019 07:06

    Tolak Separatis, Provokasi Benny Wenda Tak Perlu Digubris

    Benny Wenda menuding Wiranto adalah dalah pemicu konflik horizontal dengan warga Papua. Benny menuding Wiranto menggunakan kekerasan kepada rakyat Papua untuk kepentingannya. Bualan itu menjadi gagasa

  • Kamis, 05 Sep 2019 06:25

    Kodim 0209/LB Gelar Diskusi Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/ Separatisme

    Kodim 0209/LB, mengadakan diskusi bertemakan "Melalui Kegiatan Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme, kita perkokoh mentalitas dan pemahaman Ideologi guna mencegah ancaman bahaya Radi

  • Minggu, 08 Sep 2019 03:08

    Strategi Licik Separatis Papua, Tebar Isu Rasisme Diskreditkan Pemerintah

    Baru-baru ini kita mendengar banyaknya pemberitaan di media massa terkait tindakan rasisme di Tanah Papua. Kerusuhan yang ditengarai oleh opini yang belum dipastikan kebenaranya ini ternyata menimbulk

  • Senin, 26 Agu 2019 03:26

    Brutal, KKB Papua Kembali Melukai Anggota Polisi

    Senin 12 Agustus 2019 sore sekitar pukul 17.30 WIT, Briptu Hedar ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata KKB Papua. Almarhum telah disandera dan kemudi

  • Rabu, 17 Jul 2019 03:17

    Bersatu Melawan Gerakan Separatis di Papua

    Gerakan separatis di Papua tampaknya ingin semakin menunjukkan eksistensinya. Tiga kelompok separatis bersenjata di Papua telah mendeklarasikan bahwa mereka telah membentuk Tentara West Papua (Papuan

  • Jumat, 10 Mei 2019 03:10

    KKB Kembali Lakukan Penyerangan di Nduga

    Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Kol Infanteri M. Aidi mengatakan, kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan serangan satu regu personel TNI dari jarak cukup jauh sekitar 100 meter dengan siste

  • Selasa, 04 Des 2018 18:34

    Tingkah Laku OPM Tingkatkan Kebencian Publik Terhadap Separatis

    OPM (Organisasi Papua Merdeka) merupakan organisasi yang didirikan pada tahun 1965 dengan tujuan utama untuk memisahkan diri dari NKRI. Organisasi ini terbentuk akibat perasaan bahwa Papua sama sekali

  • Selasa, 14 Nov 2017 17:44

    Panglima TNI: Tidak Boleh Ada Separatis Bersenjata

    Di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), tidak boleh ada Separatis Bersenjata yang dibiarkan. Apabila ada Gerakan Separatis Bersenjata di dalam NKRI, itu urusan Tentara Nasional Indonesia (

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak