Jumat, 18 Sep 2020 14:55
  • Home
  • Opini
  • Mengutuk Aksi Keji KKSB Papua Jelang Natal 2019

Mengutuk Aksi Keji KKSB Papua Jelang Natal 2019

Oleh: Abner Wanggai (Pengamat Sosial Politik Tinggal di Yogyakarta)
Selasa, 31 Des 2019 03:31
Merdeka.com
Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKB) (OPM) kembali berulah. Pada sabtu (21/12/2019) KKSB pimpinan Egianus Kogoya kembali membunuh warga asli Nduga bernama Hendrik Lokbere yang sedang melintas. Semua pihak mengutuk aksi keji tersebut dan meminta Pemerintah bertindak tegas menumpas kelompok pembuat onar di Papua. 

Kekejaman KKSB tampaknya belum berakhir. Kabar terbaru menyebutkan bahwa mereka telah meminta tumbal. Sebanyak tiga warga sipil meninggal dunia akibat tembakan KKSB pasca penyerangan dan pembunuhan pos TNI di wilayah Distrik Kenyam, Kab. Nduga.

Nduga, seperti yang kita tahu,  menjadi basis kelompok-kelompok seperti KKSB d di Papua. Dari rentetan peristiwa yang pernah terjadi di wilayah tersebut, tak heran jika kemudian Presiden Joko Widodo mengatakan Nduga sebagai "daerah merah."

Adriana Elisabeth, selaku mantan Kepala Pusat Peneliti Politik LIPI yang telah mengkaji Papua sejak tahun 2004, menyatakan daerah merah adalah sebutan untuk wilayah yang terdapat banyak pejuang pro-kemerdekaannya. Yakni, tepatnya ada 7 kabupaten, dan Nduga hanya salah satu contohnya.

Sebelumnya, Tim yang terdiri dari personel gabungan TNI-Polri melaksanakan penyelidikan terhadap kematian warga sipil korban KKSB. Endrik Lokbere salah satu nama korban yang meninggal akibat Luka tembak KKSB kelompok Egianus Kogoya tepatnya di Kawasan Kali Kote, Distrik Krepkuri, Kab. Nduga. Endrik Lokbere yang bekerja sebagai Sopir Strada Wamena Nduga berstatus sebagai warga sipil biasa.

Kejadian berawal saat rombongan 4 truk Dinas Lingkungan Hidup Pemda Nduga melewati Kawasan Kali Kote dan ditembaki oleh KKSB kelompok Egianus Kogoya tanpa alasan jelas. Padahal, Hari Raya Natal sudah di depan Mata, sehingga penembakan terhadap masyarakat merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan.
Masih lekat dalam ingatan jika kelompok berhaluan kiri ini terang-terangan menolak pembangunan infrastruktur yang ada di Papua. 

Padahal Nduga adalah wilayah yang minim akses dan belakangan sering diguyur hujan. Berdasarkan data BPS tahun tahun 2011, luas Nduga 12.941 kilometer persegi. Wilayah ini memiliki sekitar 19 kali luas wilayah DKI Jakarta, yang merupakan pusat bisnis dan politik Indonesia.

KKSB ini nekat melakukan serangan termasuk kepada para pekerja. Tak tanggung-tanggung mereka membombardir pekerja dengan tembakan, dan ada pula yang menggunakan panah.

Kala itu, usai penyerangan, Jokowi menerjunkan kembali aparat gabungan TNI dan Polri untuk menyisir wilayah itu. Sekitar 169 personel gabungan dan masih ditambah 1 kompi (sekitar 100 personel) dari Yonif 751/Sentani, diterjunkan ke wilayah konflik, Nduga. 

Berdasarkan keterangan polisi, pekerja Trans Papua dari PT Istaka Karya setidaknya 25 orang. Yakni 19 orang dinyatakan tewas, 4 orang selamat, dan 2 orang lagi belum diketahui nasibnya.

Kejadian berdarah yang seringkali menyelimuti wilayah Nduga tak hanya dialami warga sipil saja. Namun, juga banyak dari aparat keamanan seperti TNI juga Polri. Seolah tak ingin ada yang mengganggu perjuangan mereka, siapapun akan dilibasnya. 
Jika ditelisik, setiap konflik yang terjadi di Nduga selalu muncul nama Egianus Kogoya. 

Pejabat TNI maupun Polri menyebut Egianus Kogoya sebagai pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Nduga. Ia dianggap sebagai tokoh paling berperan atas aksi-aksi yang dilancarkan KKSB ini 

Menurut pernyataan Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol TNI Dax Sianturi mengatakan, jika Egianus Kogoya merupakan pemimpin OPM yang sebelumnya telah berafiliasi dengan OPM pimpinan Goliath Tabuni di Kabupaten Puncak Jaya. 

Selama terjadi kontak senjata dengan OPM, sulit bagi pasukan TNI guna memastikan keberadaan Egianus. Sebab, anggota KKB selalu bersembunyi di dalam hutan. Tak hanya  itu, keberadaan Egianus Kogoya sulit dipastikan karena mereka lihai dalam berpindah tempat.

Namun, dapat dipastikan bahwa setiap aksi penembakan atau penyerangan di wilayah Nduga dilakukan oleh kelompok separatis pimpinan Egianus Kogoya. Kelompok ini dinilai mengedepankan paham politik yang bersilangan dengan pemerintah. Yakni, kelompok Egianus menolak untuk mengakui pemerintah RI.

KKSB ini memang seharusnya ditindak lebih tegas lagi. Mengingat, mereka telah banyak menjatuhkan korban demi kepentingan mereka. Bukan tak mungkin hal ini sebagai siasat KKSB untuk terus menekan NKRI agar mau menuruti kemauannya. 

Sehingga, dalam hal ini pemerintah harus terus berupaya memprioritaskan masalah konflik di Papua agar lekas mereda. Termasuk membekuk sang pimpinan Egianus Kogoya.
Editor: Yaya

T#g:KKSBPapua
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 03 Sep 2020 22:03

    Dandim 0824/Jember Pimpin Penyambutan Personel Purna Tugas Operasi Teritorial Di Papua

    Keberadaan Prajurit Satuan Teritorial Seperti Kodim 0824/Jember, masih melekat tugas dan tanggung jawab sesuai amanat Undang Undang-undang TNI no. 3 Tahun 2002 yang mengatur tugas TNI di bidang pertah

  • Sabtu, 29 Agu 2020 18:39

    Panglima TNI dan Kapolri Pimpin Rapat Penanganan Covid-19 di Provinsi Papua

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P., didampingi Kapolri Jenderal Polisi Drs. Idham Azis, M.Si. memimpin rapat secara Virtual dengan Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Papua melalui Video Cofer

  • Jumat, 21 Agu 2020 01:51

    Bantu Distrik Bonggo Timur, Prajurit Yonif 754 Buat Taman dan Kolam Ikan

    Untuk mempercantik kantor Distrik, Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad bersama dengan pegawai Distrik buat taman dan kolam ikan di kantor Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi, Papua.Demikian

  • Selasa, 18 Agu 2020 05:18

    Satgas 754 Kostrad Peringati Upacara HUT RI ke-75 dan Syukuran Bersama Masyarakat di Lembah Aroanop

    Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI yang ke-75, Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK/20/3 Kostrad bersama dengan masyarakat menggelar kegiatan upacara bendera di Omponi distrik Tembagapura Papua. D

  • Rabu, 12 Agu 2020 04:12

    Satgas Yonif MR 413 Kostrad Wujudkan Papua Sehat

    Dalam menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-75, Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad menggelar kegiatan pengobatan keliling diberbagai wilayah di Papua.Masih dalam suasana

  • Sabtu, 08 Agu 2020 13:38

    Satgas Yonif 413 Bremoro Selenggarakan Lomba, Semarakkan HUT RI Ke-75

    Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad menyelenggarakan berbagai perlombaan di wilayah Batas Negara Indonesia dengan Papua New Guinea dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kemerdekaan

  • Sabtu, 08 Agu 2020 08:28

    Pemerintah Gencar Membangun Papua

    Papua adalah wilayah yang paling timur di Indonesia. Walau berada di ujung, tapi pemerintah juga gencar membangun Papua. Di antaranya dengan membangun jembatan panjang Hamadi-Holtekamp dan jalan trans

  • Selasa, 04 Agu 2020 14:34

    Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 413 Kostrad Berikan Pengobatan Gratis dan Kelambu Disinfektan

    Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413/Bremoro Kostrad melaksanakan kegiatan bhakti sosial berupa pengobatan gratis dilanjutkan dengan pembagian Alkitab dan Kelambu disinfektan kepada masyaraka

  • Selasa, 04 Agu 2020 13:54

    Pererat Hubungan TNI dan Warga, Prajurit Satgas Pamrahwan 754 Lakukan Anjangsana di Kampung Asmira Papua

    Mempererat hubungan baik antara TNI dan warga kampung, Prajurit  Satuan Tugas Pengamanan Daerah Rawan Batalyon Infanteri (Satgas Pamrahwan Yonif) 754/ENK/20/3 Kostrad melaksanakan kegiatan Anjang

  • Selasa, 28 Jul 2020 20:28

    Prada Rajami Uryo Putra Papua Raih Prestasi di Kejuaraan Beladiri Militer Tersebar Piala Kasad

    Prada Rajami Uryo putra asli Papua dari Yonif 757/Ghubta Vira meraih prestasi di Kejuaraan Beladiri Militer Tersebar Piala Kasad Tahun  2020, yang diikuti satuan tempur maupun bantuan tempur di J

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak