Sabtu, 22 Feb 2020 23:49
  • Home
  • Opini
  • Mengutuk Aksi Keji KKSB Papua Jelang Natal 2019

Mengutuk Aksi Keji KKSB Papua Jelang Natal 2019

Oleh: Abner Wanggai (Pengamat Sosial Politik Tinggal di Yogyakarta)
Selasa, 31 Des 2019 03:31
Merdeka.com
Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKB) (OPM) kembali berulah. Pada sabtu (21/12/2019) KKSB pimpinan Egianus Kogoya kembali membunuh warga asli Nduga bernama Hendrik Lokbere yang sedang melintas. Semua pihak mengutuk aksi keji tersebut dan meminta Pemerintah bertindak tegas menumpas kelompok pembuat onar di Papua. 

Kekejaman KKSB tampaknya belum berakhir. Kabar terbaru menyebutkan bahwa mereka telah meminta tumbal. Sebanyak tiga warga sipil meninggal dunia akibat tembakan KKSB pasca penyerangan dan pembunuhan pos TNI di wilayah Distrik Kenyam, Kab. Nduga.

Nduga, seperti yang kita tahu,  menjadi basis kelompok-kelompok seperti KKSB d di Papua. Dari rentetan peristiwa yang pernah terjadi di wilayah tersebut, tak heran jika kemudian Presiden Joko Widodo mengatakan Nduga sebagai "daerah merah."

Adriana Elisabeth, selaku mantan Kepala Pusat Peneliti Politik LIPI yang telah mengkaji Papua sejak tahun 2004, menyatakan daerah merah adalah sebutan untuk wilayah yang terdapat banyak pejuang pro-kemerdekaannya. Yakni, tepatnya ada 7 kabupaten, dan Nduga hanya salah satu contohnya.

Sebelumnya, Tim yang terdiri dari personel gabungan TNI-Polri melaksanakan penyelidikan terhadap kematian warga sipil korban KKSB. Endrik Lokbere salah satu nama korban yang meninggal akibat Luka tembak KKSB kelompok Egianus Kogoya tepatnya di Kawasan Kali Kote, Distrik Krepkuri, Kab. Nduga. Endrik Lokbere yang bekerja sebagai Sopir Strada Wamena Nduga berstatus sebagai warga sipil biasa.

Kejadian berawal saat rombongan 4 truk Dinas Lingkungan Hidup Pemda Nduga melewati Kawasan Kali Kote dan ditembaki oleh KKSB kelompok Egianus Kogoya tanpa alasan jelas. Padahal, Hari Raya Natal sudah di depan Mata, sehingga penembakan terhadap masyarakat merupakan tindakan tidak berperikemanusiaan.
Masih lekat dalam ingatan jika kelompok berhaluan kiri ini terang-terangan menolak pembangunan infrastruktur yang ada di Papua. 

Padahal Nduga adalah wilayah yang minim akses dan belakangan sering diguyur hujan. Berdasarkan data BPS tahun tahun 2011, luas Nduga 12.941 kilometer persegi. Wilayah ini memiliki sekitar 19 kali luas wilayah DKI Jakarta, yang merupakan pusat bisnis dan politik Indonesia.

KKSB ini nekat melakukan serangan termasuk kepada para pekerja. Tak tanggung-tanggung mereka membombardir pekerja dengan tembakan, dan ada pula yang menggunakan panah.

Kala itu, usai penyerangan, Jokowi menerjunkan kembali aparat gabungan TNI dan Polri untuk menyisir wilayah itu. Sekitar 169 personel gabungan dan masih ditambah 1 kompi (sekitar 100 personel) dari Yonif 751/Sentani, diterjunkan ke wilayah konflik, Nduga. 

Berdasarkan keterangan polisi, pekerja Trans Papua dari PT Istaka Karya setidaknya 25 orang. Yakni 19 orang dinyatakan tewas, 4 orang selamat, dan 2 orang lagi belum diketahui nasibnya.

Kejadian berdarah yang seringkali menyelimuti wilayah Nduga tak hanya dialami warga sipil saja. Namun, juga banyak dari aparat keamanan seperti TNI juga Polri. Seolah tak ingin ada yang mengganggu perjuangan mereka, siapapun akan dilibasnya. 
Jika ditelisik, setiap konflik yang terjadi di Nduga selalu muncul nama Egianus Kogoya. 

Pejabat TNI maupun Polri menyebut Egianus Kogoya sebagai pimpinan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah Nduga. Ia dianggap sebagai tokoh paling berperan atas aksi-aksi yang dilancarkan KKSB ini 

Menurut pernyataan Wakil Kepala Penerangan Kodam (Wakapendam) XVII/Cenderawasih Letkol TNI Dax Sianturi mengatakan, jika Egianus Kogoya merupakan pemimpin OPM yang sebelumnya telah berafiliasi dengan OPM pimpinan Goliath Tabuni di Kabupaten Puncak Jaya. 

Selama terjadi kontak senjata dengan OPM, sulit bagi pasukan TNI guna memastikan keberadaan Egianus. Sebab, anggota KKB selalu bersembunyi di dalam hutan. Tak hanya  itu, keberadaan Egianus Kogoya sulit dipastikan karena mereka lihai dalam berpindah tempat.

Namun, dapat dipastikan bahwa setiap aksi penembakan atau penyerangan di wilayah Nduga dilakukan oleh kelompok separatis pimpinan Egianus Kogoya. Kelompok ini dinilai mengedepankan paham politik yang bersilangan dengan pemerintah. Yakni, kelompok Egianus menolak untuk mengakui pemerintah RI.

KKSB ini memang seharusnya ditindak lebih tegas lagi. Mengingat, mereka telah banyak menjatuhkan korban demi kepentingan mereka. Bukan tak mungkin hal ini sebagai siasat KKSB untuk terus menekan NKRI agar mau menuruti kemauannya. 

Sehingga, dalam hal ini pemerintah harus terus berupaya memprioritaskan masalah konflik di Papua agar lekas mereda. Termasuk membekuk sang pimpinan Egianus Kogoya.
Editor: Yaya

T#g:KKSBPapua
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 11 Feb 2020 12:21

    Terluka Kena Parang, Warga Papua Nugini Diobati Anggota Yonif 411 Kostrad

    Tim Kesehatan Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad, memberikan pertolongan medis kepada warga Papua Nugini bernama Simon Jack (44 th) yang meminta bantuan ke Pos Kout di Kampung Sota, Distrik

  • Minggu, 09 Feb 2020 09:09

    Penyelenggaraan PON XX di Papua Menjadi Bukti Bahwa Papua Damai, Maju dan Hebat

    Pekan Olahraga Nasional (PON) merupakan ajang prestasi anak bangsa dari berbagai daerah dalam menunjukkan talenta olahraganya untuk negeri agar selanjutnya dapat berbicara di kancah internasional sert

  • Jumat, 07 Feb 2020 03:07

    Pelaksanaan PON Papua Berdampak Positif Bagi Masyarakat

    Pemerintah terus mengakselerasi berbagai persiapan guna mendukung kelancaran Pekan Olah Raga Nasional (PON) di Papua. Pelaksanaan PON di Papua diyakini berdampak positif bagi masyarakat karena mampu

  • Minggu, 26 Jan 2020 18:26

    Satgas Yonif 755/Yalet/20/3 Kostrad Peduli Gizi dan Pendidikan Papua

    Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 755/Yalet/20/3 Kostrad yang sedang melaksanakan tugas di Papua di bawah pimpinan Letkol Inf Dodi Nur Hidayat, peduli terhadap kebutuhan gizi anak-anak da

  • Jumat, 24 Jan 2020 13:24

    Prajurit Penjaga Perbatasan RI-PNG Ajarkan Mama-Mama Papua Cara Membuat Kue

    Selain menjalankan tugas pokok menjaga keamanan di wilayah perbatasan Republik Indonesia-Papua Nugini (RI-PNG) dan dalam rangka pemberdayaan keterampilan masyarakat, Prajurit Satgas Pamtas RI-PNG Yoni

  • Minggu, 29 Des 2019 03:29

    Mengapresiasi Deklarasi Mahasiswa Papua di AS Demi Kemajuan dan Keutuhan NKRI

    Kepedulian terhadap bangsa Indonesia juga ditujukan oleh Diaspora asal Bumi Cenderawasih. Belum lama ini kelompok Mahasiswa asal Papua yang sedang mengenyam studi di Amerika serikat telah menggelar ko

  • Jumat, 27 Des 2019 06:27

    Wings Air akan Layani Rute Baru Nabire ke Manokwari

    Yuk ke Papua! Satu kota tujuan berlokasi ujung paling timur Papua di Teluk Cenderawasih mulai dikenal eksotis, sebab menyimpan panorama alam di setiap sudutnya. Tidak heran bila kabupaten beribukota d

  • Sabtu, 07 Des 2019 10:07

    Batik Air Resmikan Penerbangan Langsung dari Timika ke Jayapura

    Batik Air (kode penerbangan ID) member of Lion Air Group hari Jum'at, 6 Desember 2019, meresmikan rute baru yang dilayani langsung dari Timika menuju Jayapura. Penerbangan tersedia dalam frekuens

  • Selasa, 03 Des 2019 15:03

    7 Penginapan Pinggir Pantai di Raja Ampat yang Harganya Murah

    Raja Ampat, adalah salah satu serpihan surga di bumi ini rupanya memang menjadi impian banyak orang. Selain jauh dari suasana perkotaan, destinasi yang terletak di Papua ini menyimpan banyak sekali ke

  • Sabtu, 30 Nov 2019 03:40

    Panglima TNI Saksikan Penerjunan Prajurit di Bumi Papua

    Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. menyaksikan langsung penerjunan statis yang dilakukan oleh prajurit TNI dengan menggunakan pesawat Hercules dalam rangka melaksanakan Latiha

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak