Sabtu, 11 Jul 2020 00:01
  • Home
  • Opini
  • Mengapresiasi Sikap Tegas Pemerintah Menolak Kepulangan ISIS Eks WNI

Mengapresiasi Sikap Tegas Pemerintah Menolak Kepulangan ISIS Eks WNI

Oleh: Dwi Anggina (Pengamat Kebijakan Publik)
Minggu, 16 Feb 2020 03:16
Alinea.id

Pemerintah dengan tegas menolak memulangkan ISIS eks WNI ke Tanah Air. Kepulangan mereka  dikhawatirkan menjadi teroris baru yang membahayakan nyawa 267 juta rakyat Indonesia. 

Beberapa pekan terakhir, kepulangan ISIS eks WNI ramai menjadi pemberitaan media. Kepulangan kombatan ISIS eks WNI itu akan menjadi masalah besar bagi perdamaian di Indonesia. Apalagi, mereka juga sudah menghapus identitas diri sebagai WNI dengan cara membakar paspor dan telah berbaiat kepada negara lain. 

Menko Polhukam Mahfud MD menjelaskan keputusan untuk tidak memulangkan eks kombatan ISIS itu karena pemerintah ingin memberi rasa aman kepada 267 juta rakyat Indonesia di Tanah Air dari ancaman tindak terorisme. Setidaknya sekitar 689 teroris lintas batas asal Indonesia itu berada di sejumlah negara. Pemerintah masih mendata latar belakang dan peran para teroris tersebut.

Keputusan untuk menolak memulangkan eks ISIS ke Indonesia ini mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Setidaknya ada tiga keputusan pemerintah yang saat ini diapresiasi berbagai elemen masyarakat maupun elit politik. Pertama, pemerintah telah mengambil keputusan untuk melindungi rakyat yang lebih banyak daripada 600-an orang.
 
Kedua, pemerintah telah berhasil meredam kekhawatiran banyak orang di Indonesia terkait munculnya wacana memulangkan Ex ISIS asal Indonesia. Terakhir, memang tidak ada urgensi bagi pemerintah untuk memulangkan Ex ISIS asal Indonesia karena mereka bukanlah warga negara Indonesia. Terlebih lagi mereka sudah melakukan kejahatan di luar batas kemanusian.

Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj mengutip Al-Qur'an Surat al-Ahzab ayat 60, bahwa Nabi diperintah oleh Allah SWT untuk mengusir orang yang membuat kegaduhan di Kota Madinah. Oleh karena itu, kebijakan untuk tidak memulangkan WNI eks ISIS sudah tepat dilakukan dan perlu diapresiasi oleh seluruh elemen masyarakat. Pasalnya, mereka datang ke sana dengan kemauan sendiri. Bahkan, mereka menganggap Indonesia sebagai negara thaghut.
Sikap tegas pemerintah menolak kepulangan WNI eks ISIS perlu diapresiasi oleh seluruh masyarakat. Dengan segala pertimbangan keamanan, pemerintah mampu menghadirkan kebijakan yang memastikan keamanan bagi setiap warga Indonesia salah satunya terhadap potensi perkembangnya virus radikalisme dari WNI eks ISIS.

Editor: Tessa

T#g:isis
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 23 Mei 2020 03:33

    Mewaspadai Penyebaran Radikalisme Menyasar Anak Muda

    Penyebaran radikalisme masih menjadi ancaman bagi kelangsungan bangsa dan negara Indonesia. Dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi informasi, target radikalisme pun kini juga menyasar generasi muda

  • Minggu, 09 Feb 2020 08:29

    WNI Alumni ISIS, Pulang Atau Tidak?

    Setelah pertarungan ideologi Pancasila dengan Khilafah, di era pilpres 2019, yang  berawal dari penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahajaahaya Purnama atau Ahok, aksi dan opini te

  • Selasa, 04 Feb 2020 17:24

    Pemerintah Masih Kaji Rencana Pemulangan Eks ISIS

    Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) yang pernah bergabung dengan ISIS saat ini berada di beberapa negara di Timur Tengah. Menteri Agama Fachrul Razi mengatakan bahwa pemerintah saat ini masih mengka

  • Jumat, 23 Agu 2019 03:23

    WNI Eks ISIS, Pergi Sembunyi- sembunyi Kemudian Minta Kembali

    Beberapa WNI pada awal tahun 2011 pergi ke luar negeri dengan berbagai tujuan,  namun hal itu hanyalah kamuflase belaka, ternyata tujuan mereka adalah untuk menuju Suriah dan tergabung dalam kelo

  • Senin, 12 Agu 2019 03:12

    Mewaspadai Penyebaran Radikalisme di Indonesia

    Radikalisme merupakan ancaman nyata bagi keamanan dan keutuhan bangsa. Masyarakat Indonesia telah menjadi merekam bagaimana bahaya dan ancaman mereka yang telah mampu melulu lantakkan sendi- sendi keh

  • Sabtu, 03 Agu 2019 03:03

    Tak Perlu Ragu Menolak Kepulangan WNI Eks ISIS

    Media telah memberitakan bahwa ISIS mengalami kekalahan di Suriah, mereka memaksa mundur setelah diserang oleh Pasukan Demokratik Suriah (SDF) di bulan Maret 2019 ditandai dengan jatuhnya pertahanan t

  • Minggu, 02 Des 2018 03:02

    Operasi Intelijen? Tuduhan Tanpa Landasan!

    Bendera bertuliskan kalimat tauhid menjadi kontroversi di Tanah Air akhir akhir ini. Polemik itu berawal dari pembakaran bendera oleh anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama di Garut

  • Jumat, 09 Nov 2018 10:49

    Kebutaan Di Balik Aksi 211

    Dampak dari kejadian hari santri yang diselenggarakan oleh Ormas Islam di Garut pada 22 Oktober 2018 lalu, berujung panjang hingga adanya Aksi Bela Tauhid 211. Aksi membela kalimat Tauhid dipelopori o

  • Jumat, 18 Mei 2018 15:18

    Insiden Surabaya, Momentum Bangsa Indonesia Untuk Memiliki Satu Musuh Bersama

    Setelah aksi penyanderaan di Markas Komando Brigade Mobil (MAKO) Brimob di Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) lalu, teror kembali terjadi dua hari berturut-turut. Kali ini teror dilakukan di Kota Surabay

  • Kamis, 10 Mei 2018 20:30

    PascaKerusuhan di Mako Brimob Depok, Kapoldasu Ingatkan Polres Deliserdang Siaga

    Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Paulus Waterpauw meninjau Polres Deliserdang pada Rabu (9/5/2018) sekira pukul 23.45 Wib.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak