Jumat, 15 Nov 2019 22:02
  • Home
  • Opini
  • Mengapresiasi Sikap Negarawan Jokowi-Prabowo

Mengapresiasi Sikap Negarawan Jokowi-Prabowo

Medan (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Pahlevi
Kamis, 07 Nov 2019 03:07
Wikipedia
Prabowo Subianto
Sikap negarawan kembali dicontohkan oleh Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto. 

Pasca kemenangannya dalam Pemilu 2019, Presiden Jokowi merangkul Prabowo yang merupakan rival politiknya untuk menjadi Menteri Pertahanan. Prabowo pun menyambut gembira dan menyanggupi permintaan tersebut. Hal ini membuktikan bahwa perbedaan politik tidak menjadi halangan untuk memajukan bangsa dan negara.

Berbeda dengan sebelumnya, dua rival yang beradu sengit dalam Pilpres lalu kini telah bergandengan tangan. Banyak pihak menilai hal ini merupakan sinyal persatuan bagi keduanya. Padahal, perseteruan keduanya telah banyak menuai komentar. Mulai dari relawan hingga masuk ke ranah media sosial. Dua petinggi ini kian hari kian intens diberitakan. Seiring berkembangnya kabar yang berkenaan dengan isu yang mengikutinya.

Namun, sikap legowo Prabowo untuk memutuskan bergabung dalam kabinet Jokowi ini disambut baik oleh banyak pihak. Bagi Prabowo, keputusan ini adalah wujud dukungannya akan pemerintahan yang sah dalam lima tahun mendatang. Komitmen mantan Perwira tinggi TNI ini juga patut diacungi jempol. Mengingat dirinya telah berhasil "move on" tanpa melongok ke masa lalu. Baginya yang terpenting adalah membangun negeri tercinta, Indonesia.


Keputusan yang diambil pimpinan Gerindra ini juga disambut positif oleh rekan politisinya saat maju pada pencalonan Presiden April lalu, yakni Sandiaga Uno. Pihaknya turut serta mengajak masyarakat guna mendoakan agar Prabowo mampu mengemban amanah dengan baik. Sikap yang ditunjukkan oleh Prabowo ini dianggap sebagai sinyal persatuan, bahwa semua telah rampung, kontestasi telah final. Tak lupa Sandi juga mengucapkan selamat tersebab pimpinan Gerindra tersebut menyulutkan nuansa persatuan.

Eks Cawagub DKI Jakarta itu turut mengingatkan pesan Prabowo perihal sebelum memutuskan bergabung dengan pemerintah. Pesan-pesan tersebut ialah, setelah kontestasi paripurna ada tiga hal yang menjadi landasan, yakni kecintaan akan NKRI, menghilangkan perselisihan beserta perpecahan dan melihat kedepan guna menatap masa depan. 

Sandi menerangkan jika pesan Prabowo ini patut dicontoh. 
Sebelumnya Juru Bicara Prabowo Subianto yakni Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan, jika pimpinan Gerindra ini berencana mengumpulkan kader Gerindra dari seluruh pelosok Indonesia. Hal ini bertujuan guna meminta masukan perihal sikap partai itu ke depannya. Meski telah diserahkan penuh kepada Prabowo, namun dirinya ingin mendengar masukkan dari pada kader sebagai wujud dukungannya kepada pemerintahan yang sah. 

Pada awalnya para pendukung Prabowo ini begitu kecewa. Yang mana dianggap telah berbalik hingga 360 derajat. Namun, pada akhirnya mereka mengutarakan bisa mengerti dan memahami segala langkah yang diambil oleh mantan perwira tinggi TNI itu. Hal tersebut tercermin saat partai ini mempersilakan presiden beserta wakilnya untuk menyikapi kesiapan Prabowo guna membantu pemerintahannya dalam 5 tahun kedepan.

Sejalan dengan pernyataan Ahmad Riza Patria, selaku Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra ini bahwa partainya tidak dalam posisi meminta, atau menawarkan, maupun ikut campur, maupun akan mengganggu Jokowi terkait jabatan di pemerintahannya mendatang. Namun, Gerindra berkomitnen untuk siap membantu, sebagaimana yang dicontohkan oleh pemimpinnya, Prabowo. 

Menurut sejumlah laporan, pernyataan Prabowo akan kesiapannya mendukung pemerintah ini disampaikan di hadapan sekitar empat ribuan kader Partai Gerindra beberapa waktu lalu. Dirinya menambahkan, apabila pihak pemerintahan atau negara membutuhkan, maka mereka akan siap berperan. Tak hanya itu, Gerindra juga tidak akan mencampuri urusan terkait keputusan Jokowi terhadap partai mana saja yang akan dipilihnya untuk bergabung. 

Pro kontra dalam suatu pilihan itu biasa terjadi, terlebih dengan perihal politik. Tinggal bagaimana kita menyikapinya saja. Ada yang harus dengan gembar-gembor menyuarakan aspirasinya, emosi atau sejenisnya. Namun, ada pula yang mampu bersikap kalem dan anteng-anteng saja. 

Meski demikian, betul kata Pentolan Gerindra yang menyebutkan bahwa jangan terlalu fanatik terhadap pendidikan politik. Boleh saja mengelu-elukan calon dan kita, namun janganlah terlalu berlebihan. Mengingat kompetisi telah usai dan sekarang saatnya bersama membangun negeri.

Jika mantan Perwira tinggi TNI ini mampu legowo dan bersikap "ksatria" menerima kekalahan juga mendukung pemerintahan yang sah, kenapa kita tidak? Bukankah bangsa yang besar dan kuat lahir dari persatuan seluruh elemen masyarakat? Lalu, apalagi yang kita tunggu? Ini bukan soal Jokowi-Ma'ruf, bukan pula soal Prabowo, namun lebih pada membangun negeri kita tercinta. 

Dengan mendukung pemerintahan yang sah lima tahun kedepan, tentunya kita memberi akses untuk mereka menunjukkan kinerjanya. Toh, tak akan ada ruginya bukan, mendukung pemerintahan yang sah ini sebagai wujud upaya menjaga keutuhan dan persatuan NKRI.
Editor: Yaya

T#g:Prabowo
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 30 Okt 2019 20:30

    TNI dan Kemhan bertekad wujudkan postur pertahanan negara yang handal

    Kedatangan Menteri Pertahanan RI Bapak Prabowo Subianto beserta rombongan disambut Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dengan penuh keakraban dan kekeluargaan.

  • Kamis, 24 Okt 2019 16:24

    Panglima TNI Hadiri Sertijab Menteri Pertahanan RI

    Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., menghadiri acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Menteri Pertahanan RI dari Jenderal TNI (Purn) Ryamizard Ryacudu kepada Letjen TNI (Purn)

  • Sabtu, 27 Jul 2019 03:27

    Jokowi dan Prabowo tempuh rekonsiliasi yang mengejutkan

    Masyarakat Indonesia cukup terkejut dengan pertemuan antara Presiden Jokowi dengan Prabowo yang berlangsung penuh dengan kehangatan. Harapan yang ditunggu- tunggu akhirnya terwujud.Kita semua tahu bah

  • Senin, 08 Jul 2019 03:08

    Menanti Rekonsiliasi Para Tokoh Bangsa Pasca Pilpres 2019

    Ribuan massa yang mengawal sidang MK akhirnya membubarkan diri dengan tertib. Namun mereka tampaknya belum puas dengan apa yang menjadi putusan Mahkamah Konstitusi. Bahkan mereka tetap tidak mengakui

  • Jumat, 21 Jun 2019 03:21

    Kans Tipis Prabowo-Sandiaga Memenangi Sengketa Pilpres

    Proses Pemilu selalu menjadi ketegangan tersendiri, hingga situasi yang tadinya aman tiba-tiba bisa berubah menjadi memanas, apalagi jika terdapat pihak yang merasa dirugikan atau dicurangi, gugatan p

  • Jumat, 14 Jun 2019 15:14

    Kita Semua Saudara Sebangsa, Mari Dukung Hasil Sidang MK dengan Damai dan Bermartabat

    Pengumuman Pemilu 2019 sudah dilakukan oleh KPU dan Capres 01 sebagai pemenangnya, namun masih tertunda hasil finalnya dikarenakan pihak Capres 02 mengajukan gugatan sengketa pemilu ke Mahkamah Konsti

  • Sabtu, 08 Jun 2019 15:08

    Sulit Buktikan Pemilu Curang, Prabowo Harus Legowo

    Tuduhan Pemilu curang seakan menjadi lagu lama yang sering didengar, hal tersebut juga hampir bersamaan dengan klaim kemenangan yang cenderung berlebihan, padahal saat itu KPU belum memberikan pengumu

  • Jumat, 17 Mei 2019 03:17

    Surat Wasiat Prabowo dan Narasi Kecurangan Pemilu 2019

    Capres nomor 02 Prabowo Subianto menegaskan bahwa dirinya bersama Sandiaga Uno dan BPN, akan melawan  dugaan kecurangan pemilu. Prabowo juga mengatakan bahwa dirinya akan terus berjuang bersama r

  • Minggu, 12 Mei 2019 23:32

    Menangkal Kaum Pengusung Isu Kecurangan Pemilu

    Sejak tahun 1994, oleh panggilan konstitusi dan iman, saya melibatkan diri dalam kepemiluan. Bersama Mas Gunawan Muhamad (Pemred Tempo, sering disebut Mas GM), Nurcholis Madjid (Cak Nur), Mulyana Kusu

  • Jumat, 10 Mei 2019 17:10

    Bentrok tidak terjadi, massa pendukung KPU tinggalkan bundaran Bawaslu Sumut

    Apa yang dikhawatirkan masyarakat tidak terjadi. Bentrokan dapat dihindarkan karena massa pendukung KPU meninggalkan bundaran Bawaslu Sumut dan bundaran Adam Malik-Amir Hamzah.Amatan media ini, massa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak