Selasa, 20 Agu 2019 17:47
  • Home
  • Opini
  • Memberantas Virus Demokrasi dan Kebhinnekaan Bernama Hoax

Memberantas Virus Demokrasi dan Kebhinnekaan Bernama Hoax

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Bayu Rahman, pegiat Rumah Pers Mahasiswa
Minggu, 21 Jul 2019 03:21
Istimewa
Ilustrasi
Dunia maya kita sedang dilanda penyakit hati. Sampah informasi bertebaran secara masif tanpa verifikasi dan konfirmasi. Hoaks, fitnah, dan hujatan bersahut-sahutan nyaris tiada henti. Kabar burung datang silih berganti. Penyakit ini kini mewabah nyaris tak terperi. Menurut Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, pada akhir 2016 terdapat sedikitnya 800 situs yang diduga menjadi produsen virus hoax, berita palsu, dan ujaran benci. Tersebar melalui Facebook, Twitter, hingga grup-grup Whatsapp, virus itu langsung menyerang otak mengoyak nalar insani, dan menyebabkan hilangnya kebijaksanaan akal serta keluhuran budi.

Hoax adalah informasi atau berita yang tidak benar. Hoax biasanya digunakan oleh seseorang mulai dari untuk lelucon sampai suatu hal yang serius seperti politik, berita tersebut digunakan sebagai alat untuk menghancurkan kesatuan. Berita hoax sekarang ini banyak disebarkan melalui media sosial seperti aplikasi-aplikasi chatting, instagram, facebook dan twitter, para pengguna media sosial banyak yang menerima berita-berita hoax, ada yang langsung mempercayai berita yang diterima tersebut ada juga yang mencari tahu kebenaran berita tersebut.

Di Indonesia sendiri saat ini banyak sekali orang-orang yang menyebarkan berita hoax, di dalam berpolitik berita hoax digunakan oleh orang-orang yang mencari kesempatan untuk mengadu domba, memecah belah persatuan masyarakat, jika dalam pilkada berita hoax disebarkan untuk mengfitnah lawan calon pasangan tersebut biasanya berita hoax itu disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung guna untuk kepentingan pribadi atau untuk kepentingan kelompok tertentu.


Jika berita-berita hoax terus dibiarkan di Indonesia hal ini akan berdampak lebih buruk lagi terhadap demokrasi Indonesia, apalagi berita-berita hoax biasanya muncul di saat momen-momen demokrasi seperti saat pilkada DKI Jakarta 2017, dimana Pilkada DKI Jakarta saat itu memang menjadi membicaraan seluruh masyakarat Indonesia. Yang kita ketahui dalam pilkada tersebut kedua kubu saling serang dan saling menujukan keunggulan masing-masing pasang calon gubernur.

Pilkada yang diwarnai dengan konflik SARA itu membuat sebagian orang yang tidak bertanggung jawab memanfaatkan momen itu untuk membuat berita-berita hoax yang akhirnya menyebabkan keributan antara pendukung, momen seperti itu lah berita hoax tersebar luas sehingga mengakibatkan perdebatan dan perpecahan antara pendukung masing-masing calon gubernur dan berita hoax pengaruhi kepercayaan masyarakat kepada pemerintah masyarakat akan berpikir buruk karena berita tersebut padahal berita tersebut belum tentu benar faktanya.

Jika hoax terus dibiarkan hal ini akan mengakibatkan kecemasan dan dapat menjadi ancaman dalam berdemokrasi dan berpolitik masyarakat, demokrasi yang seharusnya menjadi ajang masyarakat untuk menciptakan suatu langkah baru untuk politik Indonesia kedepannya tetapi menjadi suatu menghancur masyarakat Indonesia.


Di tengah kecemasan masyarakat akan berita berita hoax yang mengancam demokrasi di Indonesia, hoax dimanfaatkan oleh kaum elite sebagai  yang mengklaim mengatas namakan kecemasan sosial, ketika fakta yang ada tidak dapat menunjang klaim permasalahan yang diciptakan. Hoax menjadi ancaman di tengah masyarakat yang semakin kehilangan rasa demokrasinya dan semakin melemahnya habitus literasi. Dengan demikian sebagai masyarakat Indonesia kita sendiri yang harus memperjuangkan melawan berita-berita hoax yang ada, dimana prinsip-prinsip kemerdekaan, demokratisasi pengetahuan, dan partisipasi public yang setara adalah cara yang tepat untuk mencegah fenomena hoax di Indonesia.

Didik Haryadi, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Mercubuana Yogjakarta mengatakan bahwa penyebaran hoaks memiliki motif yang merujuk pada pertarungan dan kekuasaan di dunia maya. "Menurut saya ada tiga tujuan hoax disebarkan. Pertama, motif ekonomis; kedua, motif ideologis-politis; dan ketiga, motif asal berbagi/kesenangan. Motif ekonomis merujuk pada akumulasi modal dan kalkulasi laba dari si pembuat hoax melalui naiknya rating kunjungan website, darinya ia mendapat rating tinggi dan iklan pun masuk. Motif ideologis-politis, motif ini cenderung membuat dan atau menyebar hoaks untuk tujuan-tujuan ideologis dan politis yang muaranya adalah menghantam lawan-lawan berbeda ideologi dan menghantam lawan-lawan politik melalui ruang virtual", ujarnya.

Dalam jurnal penelitian Christiany Juditha, yang berjudul 'Interaksi Komunikasi Hoax di Media Sosial Serta Antisipasinya', dikatakan bahwa ada tiga pendekatan penting yang diperlukan untuk mengantisipasi penyebaran berita hoaks di masyarakat yaitu pendekatan kelembagaan, teknologi dan literasi.

Pendekatan kelembagaan, dengan terus menggalakkan komunitas anti hoax. Dari sisi pendekatan teknologi, dengan aplikasi hoax checker yang bisa digunakan oleh masyarakat untuk mengecek kebenaran berita yang berindikasi hoaks. Pendekatan literasi, dengan gerakan anti berita hoax maupun sosialisasi kepada masyarakat mulai dari sekolah hingga masyarakat umum yang ditingkatkan dan digalakkan, bukan saja oleh pemerintah tetapi juga oleh seluruh lapisan masyarakat termasuk institusi-institusi non pemerintah lainnya.
Editor: Iman

T#g:hoax
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 29 Jul 2019 17:59

    GESIT Deklarasikan Gerakan Posting Konten Positif Guna Lawan Hoax dan Radikalisme Di Sosmed

    Sebagai wujud menguatkan kesadaran warganet dalam memperkokoh persatuan dan mewujudkan kemajuan bangsa, Gerakan Literasi Terbit (GESIT) mendeklarasikan gerakan posting konten positif dan lawan hoax se

  • Jumat, 28 Jun 2019 15:28

    Menjaga Rasa Persatuan Setelah Pemilu Usai

    Berbeda pilihan dalam demokrasi adalah warna tersendiri. Tetapi hal itu bukan alasan untuk memecah belah bangsa Indonesia.

  • Jumat, 24 Mei 2019 22:44

    Kapuspen TNI: Tidak Benar Provokator di Masjid Petamburan Anggota BAIS TNI

    Video viral https://youtu.be/cOFapD_1TzE dengan judul 'Terciduk! Diduga Oknum BAIS TNI Provokasi Massa di Aksi 22 Mei dan Menyudutkan POLRI'. Informasi/ tulisan yang terdapat pada video ters

  • Jumat, 24 Mei 2019 03:24

    Waspada dan Jangan Terprovokasi Hoaks Menjelang Pengumuman Hasil Pemilu 2019

    Pada era globalisasi saat ini teknologi berkembang sangat pesat. Sebagian besar individu telah mengenal smartphone dan komputer yang terhubung dengan internet. Mereka memanfaatkan smartphone untuk akt

  • Senin, 22 Apr 2019 10:22

    Pemilu Sudah Selesai, Komunitas GESIT Ajak Warganet Dukung Hasil Pemilu Secara Konstitusional Tanpa Hoax

    Pemilu 2019 baik Pileg maupun Pilpres sudah berlangsung lancar dan aman pada 17 April 2019 lalu, dimana sepanjang musim kampanye berlangsung, berita hoax dan fitnah marak di lini media sosial dan perd

  • Minggu, 21 Apr 2019 23:21

    Sebelum Tuduh KPU Curang, Kroscek Terlebih Dahulu

    Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) khawatir bahwa informasi- informasi yang sesat dan tidak benar alias hoax dapat menghancurkan kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan Pemilu. Hal ini tid

  • Jumat, 19 Apr 2019 15:09

    Anak Bantah Ustaz Arifin Ilham Meninggal Dunia

    Kabar Ustaz Arifin Ilham meninggal dunia beredar lagi. Kabar itu dipastikan hoax.

  • Selasa, 16 Apr 2019 20:56

    Isu Surat Suara Tercoblos 01, KPU Medan: Surat Suara Belum Didistribusikan Ke Kelurahan

    Beredarnya rekaman percakapan yang menyebut terjadinya praktik kecurangan pencoblosan surat suara untuk Paslon 01 di Kecamatan Medan Amplas mengundang reaksi Ketua KPU Medan."Rekaman berisi percakapan

  • Minggu, 14 Apr 2019 17:14

    TGB: Beredar Video Editan Orasi '2019 Jokowi Kalah di NTB'

    Video orasi Tuan Guru Bajang (TGB) yang menyerukan 2019 Jokowi kalah di NTB sedang viral. TGB memastikan bahwa video tersebut merupakan hoaks, hasil editan oleh pihak tak bertanggung jawab.Budaya Hoak

  • Kamis, 04 Apr 2019 08:54

    Milineal Warganet Harus Bersatu Melawan Hoax dan Intimidasi Agar Tidak Takut Memilih

    Akhir-akhir ini banyak muncul informasi dan berita palsu atau lebih dikenal dengan istilah hoax di dunia maya. Hoax banyak dimunculkan oleh sejumlah oknum tidak bertanggung jawab yang memiliki kepenti

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak