Jumat, 15 Nov 2019 22:54
  • Home
  • Opini
  • Masyarakat Bersinergi Lawan Propaganda-Hoax Demi Perdamaian dan Pembangunan Papua Menuju Indonesia Maju

Masyarakat Bersinergi Lawan Propaganda-Hoax Demi Perdamaian dan Pembangunan Papua Menuju Indonesia Maju

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Zainudin Ikhwan (Netizen/Relawan Pegiat Media Sosial Independen)
Selasa, 05 Nov 2019 09:25
@beritagar.id
Ilustrasi
Berbagai peristiwa kekerasan yang terjadi beberapa waktu lalu di Papua yang menimbulkan kerugian materi bahkan jiwa salah satunya disebabkan oleh berita hoax yang dijadikan sebagai propaganda berbagai oknum, baik dari dalam maupun luar negeri untuk membuat instabilitas di Papua. Saat ini pihak berwenang tengah terus menyelesaikan kasus-kasus tersebut dalam rangka penegakan hukum demi menciptakan kondusivitas wilayah Papua.

Sementara itu, berbagai hasil dari pengusutan peristiwa-peristiwa tersebut, Pemerintah mengendus keterlibatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) dan Ketua United Liberation Movement for West Papua (ULMWP), Benny Wenda, dalam berbagai kerusuhan yang terjadi di Wamena, Jayawijaya, Papua. 

Mereka lah yang disebut dengan sengaja membangun kerusuhan agar dunia luar mendukung kemerdekaan Papua dan Papua Barat.

Termasuk keberadaan dan propaganda media asing dapat membuat ketegangan yang terjadi kian meninggi. Bagaimana tidak, tak sedikit media yang membuat propaganda-propaganda isu dan perang hoaks secara daring. Salah satunya adalah Kantor Berita ternama sekelas Reuters (UK) dan Al Jazeera (Qatar) yang turut serta menyebarkan berita bohong tentang kematian warga Papua yang tewas dalam aksi massa pada konflik kerusuhan yang terjadi sebelum di Wamena. 


Hal ini pun sering terjadi tak hanya di Papua. Tentu terdapat agenda atau permainan tingkat tinggi dalam Propaganda media ini yang tidak mudah dilawan dan diselesaikan dalam waktu yang singkat. Dibutuhkan kerjasama berbagai eleman bangsa guna manangkal keterlibatan asing khususnya media asing melalui propaganda-propagandanya yang memgncam kedaulatan Indonesia pada forum-forum internasional.

Dalam kasus Papua khususnya, ada negara-negara besar turut bermain dimana negara-negara ini menjadi sarang peresembunyian Para Alumni AMP dan Petinggi OPM. Dan mereka pun sudah siap dengan draf membawa isu kemanusiaan ke Sidang Umum PBB, namun untungnya mereka tidak mendapatkan perhatian khusus di KTT HAM dan di kegiatan PBB beberapa waktu lalu. Namun kita tetap haris waspada dan antisipasi melalui upaya diplomasi guna memberikan pemahaman dan keyakinan bahwa Pemerintah Indonesia telah sangat serius membangun Papua serta memperhatikam masalaah HAM dalam penanganan berbagai tindak kekerasan yang dilakukan kelompok kriminal bersenjata di Papua.


Sebab itu, setidaknya Indonesia perlu tidak hanya belajar memerangi hoax dari media Internasional tetapi juga mendapatkan dukungan politik. Hal ini penting jika ada intervensi di PBB dan sampai ke Dewan Keamanan. Hanya ada 5 Negara yang memiliki kewenangan tersebut (US, UK, Perancis, Cina dan Rusia). Disisi lain pemerintah harus tegas terhadap keberadaan.oramg-orang asing di Papua yang melakukan kegiatan melanggar dari perizinan yang diberikan. Karena mereka itulah yang sering memprovokasi serta menghasut warga Papua untuk melakukan hal-hal yang tidak dibenarkan secara komstotusional atau hukum yang berlaku di Indonesia.

Peran media nasional pun juga turut ditingkatkan, hal tersebut demi menciptakan situasi kondusif di negeri ini. Demikian inilah yang diharapkan kepada media nasional agar dapat memahami pentingnya peran mereka dalam memerangi hoaks media asing. Media Nasional juga harus optimal dalam pemberitaannya terkait keseriusan dan kerja keras Pemerintah Indonesia, Presiden Jokowi membangun Papua. Hal ini penting guna membangun optimisme masyarakat tentang Papua, selain untuk menangkal propaganda asing, sehingga Papua tidak lagi dikesankan sebagai wilayah yang rawan dan terbelakang yang kemudian dimanfaatkan opini tersebut oleh berbagai oknum untuk memprovokasi masyarakat Papua serta dunia internasional.

Mereka (media asing) ingin menciptakan dan menjelaskan kepada dunia Internasiona bahwa telah terjadi kejahatan kemanusiaan di Papua.

Itulah mengapa pentingnya kita harus bersinergi bersama media nasional, untuk membendung kekuatan media asing dalam membuat propaganda dengan menyebarkan berita yang tak valid kebenarannya, agar terciptanya perdamaian khususnya lancarnya pembangunan di bumi Papua yang menjadi perhatian presiden Jokowi guna menuju Indonesia Maju.
Editor: Iman

T#g:hoax
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 17 Okt 2019 21:07

    Insan Media Sumatera Barat Sepakat Lawan Hoax dan Mendukung Keberlanjutan Program Pembangunan 5 Tahun Kedepan

    Puluhan media dan warganet kota Padang bertekad melawan hoax dan mensukseskan program pembangunan nasional 5 tahun kedepan. Para insan media yang terdiri dari awak media cetak, elektronik dan online m

  • Jumat, 11 Okt 2019 11:11

    Ladang Hoaks dan Propaganda Radikalisme, Ujian Berat Bagi Peranan Media Sebagai Alat Pemersatu Bangsa

    Masifnya berita Hoaks dan bad news serta penyebaran propaganda radikalisme bukan hanya masalah segelintir orang tetapi sudah menjadi masalah bangsa karena dapat memecah-belah persatuan dan mengancam f

  • Senin, 23 Sep 2019 03:22

    Jangan Mudah Percaya Berita Hoax

    Melawan hoax adalah hal yang perlu kita lakukan. Pasalnya hoax benar-benar menjadi momok bagi keharmonisan kehidupan berbangsa dan bernegara. Misalnya, belum lama ini terjadi kerusuhan di Papua yang d

  • Minggu, 22 Sep 2019 03:22

    Hoax Berbahaya Bagi Kehidupan Masyarakat

    Berita hoax sangat mengerikan dan mampu membuat perpecahan di tengah masyarakat. Misalnya, terjadinya kerusuhan di Papua yang awalnya ditenggarai karena ketersinggungan masyarakat Papua atas ujaran ra

  • Sabtu, 31 Agu 2019 09:41

    Mewaspadai Konten Provokasi Isu Papua: Utamakan Dialog dan Bijaklah Bermedsos

    Isu rasisme kembali menyeruak ke publik. Insiden pengepungan asrama mahasiswa Papua oleh sejumlah orang pada Jumat (16/8) di Surabaya, serta dugaan diskriminasi terhadap mahasiswa Papua di Malang, men

  • Kamis, 29 Agu 2019 03:29

    Generasi Muda Berani Tolak Radikalisme

    Kita semua tahu bahwa aksi terorisme tidak hanya terjadi di Timur Tengah saja, aksi teror juga ternyata telah merambah ke Tanah Air bahkan sudah sejak lama.Dari berbagai peristiwa seperti bom Bali, bo

  • Senin, 29 Jul 2019 17:59

    GESIT Deklarasikan Gerakan Posting Konten Positif Guna Lawan Hoax dan Radikalisme Di Sosmed

    Sebagai wujud menguatkan kesadaran warganet dalam memperkokoh persatuan dan mewujudkan kemajuan bangsa, Gerakan Literasi Terbit (GESIT) mendeklarasikan gerakan posting konten positif dan lawan hoax se

  • Minggu, 21 Jul 2019 03:21

    Memberantas Virus Demokrasi dan Kebhinnekaan Bernama Hoax

    Dunia maya kita sedang dilanda penyakit hati. Sampah informasi bertebaran secara masif tanpa verifikasi dan konfirmasi. Hoaks, fitnah, dan hujatan bersahut-sahutan nyaris tiada henti. Kabar burung dat

  • Jumat, 28 Jun 2019 15:28

    Menjaga Rasa Persatuan Setelah Pemilu Usai

    Berbeda pilihan dalam demokrasi adalah warna tersendiri. Tetapi hal itu bukan alasan untuk memecah belah bangsa Indonesia.

  • Jumat, 24 Mei 2019 22:44

    Kapuspen TNI: Tidak Benar Provokator di Masjid Petamburan Anggota BAIS TNI

    Video viral https://youtu.be/cOFapD_1TzE dengan judul 'Terciduk! Diduga Oknum BAIS TNI Provokasi Massa di Aksi 22 Mei dan Menyudutkan POLRI'. Informasi/ tulisan yang terdapat pada video ters

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak