Selasa, 19 Jan 2021 12:32
  • Home
  • Opini
  • Komnas HAM Nyatakan Anggota FPI Memiliki Senjata Api

Komnas HAM Nyatakan Anggota FPI Memiliki Senjata Api

Bengkalis (utamanews.com)
Oleh: Farid Ridha )*
Kamis, 14 Jan 2021 02:14
Internet
Ex pengurus FPI tak berkutik ketika Komnas HAM menyatakan bahwa laskar Ormas itu memiliki senjata api rakitan. Temuan ini menangkis tuduhan mereka bahwa 6 anggota FPI jadi korban pada peristiwa di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Karena kejadian sebenarnya adalah polisi terpaksa melakukannya untuk melindungi diri.

Akhir tahun 2020 masyarakat kaget karena ada peristiwa di Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50. Beritanya jadi perhatian banyak orang, karena ada tindakan tegas dari aparat pada 6 laskar FPI. Namun masyarakat tetap percaya pada integritas petugas, karena polisi adalah sahabat rakyat.

Namun, para petinggi FPI tidak terima ketika anggotanya jadi korban. Mereka menuduh pemerintah dan meminta aparat untuk mengaku ke depan publik. Bahkan FPI sempat berencana untuk mengadu ke Komnas HAM, bahkan ke lembaga hak asasi internasional, saking emosinya.

Kemudian penyelidikan berlanjut dan ada reka ulang adegan. Komnas HAM juga ikut meneliti kasus ini dan menuruti permintaan FPI. Lantas, pengurus FPI bagaikan ada di atas angin karena merasa dibela oleh Komnas HAM. Sayangnya pihak lembaga perlindungan hak asasi itu malah menemukan bukti yang menjungkalkan dugaan FPI.

Mohammad Choirul Anam, Komisioner Komnas HAM menyatakan bahwa ada senjata api rakitan yang ternyata dimiliki oleh anggota FPI. Spontan pernyataan ini membuat petinggi FPI kehilangan muka, karena ketahuan berbohong. Mereka memang sebelumnya mengelak bahwa laskar FPI memiliki senjata api dan meminta simpati masyarakat karena merasa jadi korban.


Belum diketahui dari mana asal senjata api milik laskar FPI ini. Karena mustahil warga biasa seperti mereka mendapatkannya secara resmi. Pertama, harganya sangat tinggi, dan izin kepemilikannya juga susah sekali didapatkan. Kemungkinan laskar FPI membelinya dari pasar gelap, sehingga pemiliknya bisa kena pasal penadahan barang ilegal.

Jika laskar FPI membawa senjata, maka sudah terbukti bahwa ormas ini benar-benar radikal. Untuk apa memiliki senpi saat mengawal Rizieq Shihab? Memangnya dia pejabat penting? Kepemilikan senjata untuk mengawal pimpinan FPI membawa kemungkinan bahwa mereka sudah paranoid, atau jangan-jangan merencanakan tindakan yang ekstrim.

Choirul Anam menerangkan lebih lanjut mengenai kronologi peristiwa pada Jalan Tol Jakarta- Cikampek KM 50. Mobil milik laskar FPI dan mobil polisi kejar-kejaran sampai berdempetan. Lantas terjadi baku tembak saat suasana sepi, karena kejadiannya sebelum terbit matahari.

Dari keterangan ini dapat disimpulkan bahwa tidak benar jika polisi yang menembak duluan, karena mereka melakukannya untuk melidungi diri. Jika tindakan tegas ini membawa korban pada pihak laskar FPI, maka mereka tak bisa dipidanakan, karena melakukannya saat diserang musuh.

Menurut hukum di Indonesia, boleh saja dilakukan, karena untuk proteksi diri sendiri. Fakta terbaru ini membuat masyarakat makin antipati terhadap FPI. Mereka terbukti berbohong demi meminta simpati banyak orang. Ketika kebohongan terkuak, maka langkah apa yang bisa dilakukan? Menurut istilah Jawa-nya 'becik ketitik ala ketara', yang bagus terlihat, yang jelek juga akan tampak.


Penemuan senjata FPI oleh Komnas HAM makin menambah fakta, karena beberapa minggu lalu ada netizen yang menemukan foto pistol di internet, yang ternyata milik anggota FPI. Dengan 2 bukti ini, maka mereka tak akan dapat simpati, malah diganjar caci-maki. Karena terbukti melakukan premanisme dan radikalisme.

Sudahi saja semua drama FPI. Setelah dibubarkan, jangan berulah lagi. Penemuan senjata milik laskar FPI membuktikan bahwa mereka telah melakukan tindak kekerasan terhadap aparat, sehingga polisi terpaksa melawan demi membela diri. Para anggota FPI semoga segera bertobat dan tak lagi berbohong, dan melakukan tindakan negatif lainnya.

)* Penulis adalah warganet tinggal di Bengkalis
Editor: Iman

T#g:Komnas HAMsenpi
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Jan 2021 11:10

    Dalam Satu Hari, Satgas Yonif 642/Kapuas Terima Tiga Pucuk Senjata Api dari Warga Perbatasan

    Kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) Satgas Pamtas Yonif 642/Kapuas yang bertugas di perbatasan RI-Malaysia sektor barat kembali membuahkan hasil. Pada hari Sabtu 9 Januari 2021, Satgas Yonif 642/K

  • Kamis, 31 Des 2020 10:31

    Satgas Yonif 642/Kapuas Terima Satu Pucuk Senjata Rakitan Jenis Lantak dari Warga Perbatasan

    Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas menerima penyerahan secara sukarela satu pucuk senjata rakitan laras panjang jenis lantak dari warga Dusun Kapar, Desa S

  • Kamis, 24 Des 2020 13:34

    Zulheri: Vonis Bebas Pemilik Senpi Ilegal adalah bentuk penzaliman dalam penegakan hukum

    Vonis bebas terhadap terdakwa kepemilikan softgun ilegal, Joni warga Kompleks Brayan City dinilai tidak pantas dan menciderai hukum. Sebab, kepemilikan softgun ilegal jelas melanggar hukum dan sangat

  • Sabtu, 19 Des 2020 10:19

    Tulus Ikhlas Berikan Pelayanan Kesehatan, Satgas Yonif 642 Kembali Terima Tiga Pucuk Senjata Api Rakitan Milik Warga

    Masih dalam rangka peringatan Hari Juang Kartika, Dokter Satgas Yonif 642/Kapuas bersama Tim Kesehatan Pos Bantan memberikan pelayanan kesehatan berupa khitanan gratis secara door to door di Dusun Ban

  • Sabtu, 05 Des 2020 07:05

    Miliki Senpi Ilegal, Warga Babat Supat-Musi Banyuasin Terancam 20 Tahun Penjara

    Polsek Batang Hari Leko (BHL) menahan satu orang tersangka bernama Bendi (35) Warga Desa Langkap, Kecamatan Babat Supat, Kabupaten Musi Banyuasin atas kepemilikan sepucuk senjata api laras panjang tak

  • Selasa, 17 Nov 2020 13:37

    Satgas Yonif MR 413 Terima 1 Pucuk Senjata Rakitan Dari Warga Sanggaria

    Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Kout KM 31 menerima satu pucuk senjata Rakitan jenis laras pendek kaliber 5.56 mm secara sukarela dari Warga Kampung Sanggaria Distrik Arso Ka

  • Sabtu, 14 Nov 2020 00:14

    Satgas Yonif 642/Kapuas Kembali Terima Penyerahan Senjata Api dari Warga Perbatasan

    Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas Pos Palapasang menerima satu pucuk senjata api rakitan jenis Lantak milik warga berinisial A (58 th), warga Desa Palapasang, Kecamatan Entikong, Kabupaten Sa

  • Selasa, 03 Nov 2020 21:43

    Pelaku Penembakan Aiptu Robinson Silaban Akhirnya Ditembus Timah Panas

    Satreskrim Polrestabes Medan mengamankan pelaku utama penembakan terhadap Oknum Polri Aiptu Robinson Silaban yang terjadi Selasa (27/10/2020), dan hingga kini masih terus memburu 5 tersangka lainnya y

  • Rabu, 28 Okt 2020 17:28

    Satgas Yonif 642/Kapuas Terima Satu Pucuk Senjata Rakitan Dari Warga Perbatasan

    Terjalinnya hubungan yang sangat baik antara anggota Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 642/Kapuas dengan warga masyarakat yang berada di sekitar Pos Kumba Semunying, akhirnya membuahkan kepercayaan yait

  • Selasa, 13 Okt 2020 08:13

    Bejat, 3 Pria yang ditangkap Polres Tapsel ini perkosa si istri setelah todong suaminya dengan Senpi

    Personil Polsek Padang Bolak, Polres Tapanuli Selatan (Tapsel) ringkus tiga pelaku pemerkosa dan pencurian disertai kekerasan terhadap korban pasangan suami inisial S dan istri inisial PS di desa Huta

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak