Kamis, 29 Okt 2020 03:19
  • Home
  • Opini
  • Kisruh Dana Kampanye sebagai Momentum Jatuhnya Prabowo-Sandi

Kisruh Dana Kampanye sebagai Momentum Jatuhnya Prabowo-Sandi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Harris, Mahasiswa FISIP Universitas Dharma Agung
Sabtu, 05 Jan 2019 09:45
Istimewa
Lagi-lagi, Sandiaga Uno menjadi buah bibir di tengah masyarakat. Sindirannya terhadap partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi yaitu PAN, Demokrat dan PKS cukup fantastis dan mampu memancing perhatian. Pasalnya, dalam pengumuman pendapatan di Media Center Prabowo-Sandiaga, Sandiaga Uno menyampaikan detail dana pemasukan dan pengeluaran yang digunakan. Menurutnya, total kampanye BPN yang terkumpul dalam periode 23 September- 28 Desember 2018 mencapai angka Rp 54 miliar. Sekitar Rp 39,5 miliar berasal dari kantong pribadi Sandi, Rp 13,05 miliar dari Prabowo dan Rp 1,3 miliar dari Gerindra. Sementara PAN, PKS dan Demokrat tercatat belum menyumbang sama sekali.

Pengumuman tersebut seolah menyindir partai yang belum berkontribusi padahal Sandiaga Uno telah memberikan dana yang cukup besar. Pernyataan tersebut seperti sinyal keras bagi partai koalisi pendukung Prabowo-Sandi agar segera memberikan sumbangan mengingat Pilpres 2019 semakin dekat. Sayangnya, sindiran tersebut ditepis oleh ketiga partai tersebut. Andi Arief mewakili Demokrat mengatakan, seharusnya Sandiaga Uno yang membantu dana kampanye karena telah berjanji. Begitu juga dengan PKS berpendapat bahwa tidak ada kewajiban partai politisi untuk membantu dana kampanye. Senada dengan PKS dan Demokrat, PAN menuturkan bahwa pihaknya sedang fokus dengan Pileg daripada Pilpres.

Pada dasarnya, alasan partai masuk akal dan logika. Memang partai koalisi tidak memiliki kewajiban apapun untuk menyumbang. Apalagi cawapres Prabowo bukan berasal dari salah satu partai koalisi sehingga tidak ada rasa tanggung jawab untuk mendukung dana kampanye. Dapat dikatakan Prabowo telah mengambil langkah blunder dengan memilih Sandiaga Uno. Munculnya Sandiaga Uno sebagai Cawapres secara tidak langsung menjadikan Gerindra sebagai satu-satunya pengusung langsung dari Capres dan Cawapres. Mungkin, iming-iming Sandiaga Uno atas gelontoran dana membuat Prabowo buta bahwa ia butuh bantuan dari partai besar lain. Tentu tidak akan mungkin partai besar akan mendukung secara all out jika tidak ada kadernya yang langsung terlibat dalam Pilpres.

Berdasarkan  fenomena kisruh dana kampanye ini, terlihat bahwa koalisi Prabowo-Sandi sedang dalam masa keretakan hubungan. Partai koalisi tidak lagi harmonis dalam mengusung dan memperjuangkan kemenangan Prabowo-Sandi. Bukan tidak mungkin, partai koalisi juga memainkan politik standar ganda untuk menjaga elektabilitas serta perolehan kursi di legislatif. Melalui kejadian tersebut pula, masyarakat bisa melihat bahwa perjuangan yang sering digaungkan partai PKS, PAN, Demokrat merupakan isapan jempol belaka. Bagaimana mungkin pihak pemenangan Prabowo Sandi meminta agar masyarakat memberikan sumbangan lima juta per orang sementara partai pengusungnya tidak rela memberikan sumbangan bahkan satu rupiah pun.

Tanpa disadari sindiran Sandi serta respon partai pengusung menunjukkan bahwa perjuangan yang selama ini digaungkan hanyalah untuk kepentingan partai semata, tidak secara all out untuk memenangkan Prabowo Sandi.

Permasalahan kisruh dana kampanye ini menjadi momentum jatuhnya Prabowo Sandi sebagai pasangan calon yang tidak solid dan didukung oleh koalisi sendiri. Oleh karenanya, masyarakat harus mulai mengambil sikap, apakah mendukung pasangan yang tidak solid dan hanya berdasarkan kepentingan pribadi atau justru mendukung pasangan yang solid dan berorientasi pada kepentingan negara.

Jika pilihan tepat, niscaya Indonesia akan semakin maju dan berkembang.

Editor: Dito

T#g:demokratuang
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 11 Okt 2020 13:31

    Anggota DPRD Sumut dari Partai Demokrat Terancam Di-PAW Karena Tidak Tampak Saat Aksi Demo Tolak UU Cipta Kerja

    Masuk dalam daftar nama enam anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara dari fraksi Partai Demokrat yang dianggap tidak patuh pada instruksi DPP Partai Demokrat dan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

  • Selasa, 29 Sep 2020 19:49

    RELIS Konsolidasikan Pemenangan Bobby-Aulia di Medan Perjuangan

    Ketua Relawan Lintas Suku (RELIS), Dofu Gaho terus melakukan konsolidasi bersama Koordinator Kecamatan Medan Perjuangan, di Sekretariat Komunitas Pejuang Bambu sekaligus Sekretariat Relis, jalan Mapil

  • Sabtu, 12 Sep 2020 20:32

    Ketua DPC Partai Demokrat Batu Bara Bantu Korban Kebakaran Di Kuala Indah

    Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Batu Bara Wan Helmi bersama Ketua Fraksi DPRD Batu Bara dari Partai Demokrat Sri Wahyuni memberikan bantuan bagi warga korban kebakaran yang menghanguskan 7 rumah w

  • Rabu, 26 Agu 2020 13:46

    Pengurus DPD Demokrat Sumut sebut Akhyar gagal sebagai Plt. Walikota Medan

    Kota Medan menjadi pemasok terbesar kasus baru Covid-19 di Sumut. Dari data yang dikutip dari website resmi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid 19 provinsi Sumatera Utara, per 25 Agustus 2020, war

  • Senin, 17 Agu 2020 17:17

    Gubsu Edy Rahmayadi Sambut Baik Peluncuran Uang Pecahan Baru Rp75.000

    Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi menyambut baik peluncuran uang pecahan baru Rp75.000 secara virtual di Pendopo Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jendral Sudirman Nomor 41 Medan, Senin (17/8).

  • Selasa, 11 Agu 2020 10:51

    Demokrat, Akhyar Nasution dan Pileg 2024

    Hingga saat ini, partai Demokrat dinilai sebagai pihak yang paling diuntungkan dalam perhelatan Pilkada Walikota Medan 2020.Pengamat politik dari Sumut Institut, Osriel Limbong, SPd, M.Si mengungkapka

  • Senin, 13 Apr 2020 16:03

    Boru Silitonga ditemukan tak bernyawa di dalam parit di Medan Perjuangan

    Jasad seorang wanita paruh baya diperkirakan berumur 40 tahunan, bernama T Br Silitonga warga Jalan Nanggarjati Lingkungan VI Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan, ditemukan tidak berny

  • Kamis, 19 Mar 2020 22:49

    Antisipasi Covid-19, Tangkas Manimpan Minta Pengawasan Bandara Silangit dan FL.Tobing Diperketat

    Bandar Udara (Bandara) Internasional Silangit yang kini sudah berganti nama menjadi Bandara Sisingamangaraja XII di Tapanuli Utara dan juga Bandara F.L Tobing di Tapanuli Tengah diminta semakin diperk

  • Minggu, 02 Feb 2020 15:02

    Mata Uang Tertinggi Nilainya di Dunia, Ternyata Bukan Poundsterling

    Kembali ke masa-masa Orde Baru, Rupiah pernah menjadi mata uang yang paling diperhitungkan di dunia. Percaya atau tidak, di tahun 1970an, $1 pernah dihargai Rp 250 saja. Angka yang sangat fantastis te

  • Rabu, 18 Des 2019 19:18

    Aparat Pengawas Internal Pemerintah Intensifkan Pendampingan dan Pengawasan Sistem Pengelolaan Keuangan

    Aparat Pengawas Internal Pemerintah (APIP) agar meningkatkan profesional, intensifkan pendampingan dan pengawasan terhadap sistem pengelolaan keuangan, serta laksanakan evaluasi dan pembahasan lebih m

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak