Rabu, 16 Okt 2019 08:06
  • Home
  • Opini
  • Keterlibatan Asing Makin Terlihat Di Papua

Keterlibatan Asing Makin Terlihat Di Papua

Medan (utamanews.com)
Oleh: Edward Krey (Mahasiwa Papua, tinggal di Yogyakarta)
Minggu, 13 Okt 2019 03:13
@berita7_id
Masyarakat yang dievakuasi akibat rusuh di Wamena
Setelah aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di beberapa kota di Papua dan Papua Barat, terkuak sudah aktor intelektual di balik aksi tersebut.

Kapolri pernah mengatakan dengan tegas, bahwa ULMWP (United Liberation Movement for West Papua) dan KNPB Komite Nasional Papua Barat, dalam aksinya menggerakkan mahasiswa yang tergabung dalam AMP (Aliansi Mahasiswa Papua), dan dalam penelusuran lebih jauh muncullah nama Benny Wenda dan Veronika Koman.

Benny Wenda merupakan Warga Negara Inggris yang bermukim di Oxford Inggris, sedangkan Veronika Koman merupakan WNI yang saat ini berada di Australia. Mereka ditengarai memiliki jaringan dengan pihak asing, bahkan pada rekening Veronika Koman membuktikan adanya aliran dana yang masuk dari luar negeri dan rekening ke luar Papua.

Untuk tokoh dari dalam negeri hampir semuanya telah ditangkap, terakhir Agus Kossay berhasil dibekuk di daerah Sentani ketika ia sedang mengendarai motor hasil curian, sedangkan Steven Itlay ditangkap di Mimika.


Sebelumnya mantan Presiden BEM Universitas Cenderawasih Fery Kombo juga telah ditangkap ketika hendak bertolak ke Wamena di Bandar Udara Sentani Jayapura dengan menggunakan identitas Palsu. Dari beberapa berita dan kejadian yang ada, maka semakin tampak pula adanya keterkaitan Benny Wenda yang sekarang bermukim di Oxford, Inggris.

Dengan gerakan separatis yang ada di Papua dan Papua Barat, terungkap pula peran Veronika yang ternyata berperan sebagai pengirim berita dan foto- foto peristiwa di tanah air (seperti kejadian di Malang, Surabaya dan Papua) ke Benny Wenda dan NGO (Non Goverment Organization) asing, dengan jaringannya Veronika telah pergi ke Australia dimana tempat suaminya bermukim.

Melalui akun sosial medianya, Veronika selalu aktif menyebarkan berita hoax ke luar negeri dengan harapan ada beberapa negara maupun NGO asing yang bersimpati terhadap aksi unjuk rasa anarkis, dan juga membuat seolah- olah Indonesia telah melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Papua.

Polda Jawa Timur telah menetapkan Veronika Koman dalam DPO, dimungkinkan dalam beberapa hari kedepan pihaknya akan mengirimkan RED NOTICE ke Interpol jika yang bersangkutan tidak segera kembali ke tanah air.

Memang tak dipungkiri, salah satu negara kecil pasifik, yakni Vanuatu juga sangat sering menyuarakan dukungan terhadap OPM (Organisasi Papua Merdeka) secara lantang di forum Internasional.


Tercatat, negara tersebut sejak zaman Orde Baru hingga sekarang, suaranya selalu konsisten mendukung OPM, namun negara- negara lain di Pasifik Selatan seperti Papua Nugini, Australia dan Selandia Baru, secara tegas menolak dan tidak mengakui eksistensi OPM di wilayahnya, mereka tetap berpendirian bahwa Papua merupakan wilayah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahkan pemerintah negeri Kangguru dimungkinkan akan menyerahkan Veronica Koman pada Interpol manakala Red Notice sudah dikirim ke Interpol. Pemerintah Papua Nugini juga beberapa kali mengatakan, pihaknya tidak akan men-tolerir wilayahnya sebagai tempat persembunyian atau pangkalan tentara OPM yang lari ketika dikejar aparat TNI. Memang ada tentara OPM yang kemudian ditahan di Rumah Tahanan Papua Nugini, walaupun kemudian dilepaskan lagi setelah senjatanya dirampas.

Oleh karena itu, sudah semakin terang bahwa pihak asing baik NGO, perorangan maupun Negara Vanuatu lah yang menggerakkan aksi unjuk rasa anarkis di Papua dan Papua Barat beberapa waktu lalu. Mereka menggunakan isu rasis untuk menggoreng dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan aksi anarkis hingga tak segan- segan menunjukkan perlawanan kepada Polisi. Dengan harapan terjadi chaos dan menarik perhatian internasional, kemudian dunia menyerukan diadakannya referendum bagi Papua.

Namun harapan akan referendum tampaknya sirna, karena semua masyarakat tidak mendukung aksi anarkis yang memakan korban harta, benda, nyawa dan tentunya hal tersebut merugikan masyarakat kecil Papua.

Akhirnya masyarakat Papua sadar bahwa mereka cinta damai dan cinta NKRI, tentu dengan kejadian beberapa waktu yang lalu sekarang masyarakat Papua haruslah hati- hati jika akan melakukan unjuk rasa, jangan sampai disusupi oleh antek asing yang dengan sengaja mengorbankan masyarakat demi kepentingan mereka yang tengah duduk manis di luar negeri sembari melihat berita tentang aksi anarkis di Papua.
Editor: Iman

T#g:KKBOPM
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 06 Sep 2019 03:06

    Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Pantas Ditangkap

    PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) di Papua pada tanggal 19 November 1969 telah dilaksanakan dengan lancar, tertib dan aman. PEPERA ini dilaksanakan oleh PBB dan diawasi langsung oleh beberapa negara

  • Senin, 26 Agu 2019 03:26

    Brutal, KKB Papua Kembali Melukai Anggota Polisi

    Senin 12 Agustus 2019 sore sekitar pukul 17.30 WIT, Briptu Hedar ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata KKB Papua. Almarhum telah disandera dan kemudi

  • Rabu, 07 Agu 2019 09:17

    Kadispora Ade Huzaini: Mari kita ciptakan generasi remaja yang berkualitas dan mandiri

    Pramuka adalah sebagai wadah pembinaan bagi kaum muda dalam pembentukan karakter yang lebih positif. Demikian dikatakan Plt Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT dalam pidatonya ya

  • Senin, 29 Jul 2019 03:29

    Keji, KKB Serang TNI dan Hambat Pembangunan di Papua

    Serangan Kelompok Kriminal Bersenjata di bekas kamp PT Pembangunan Perumahan (PP) terjadi di Nduga Papua. Seorang anggota TNI Prada Usman Hambelo tewas setelah tertembak di bagian pinggang. Aksi bruta

  • Kamis, 25 Jul 2019 03:25

    Polda Jambi: SMB Bukan Kelompok Tani, Melainkan Kelompok Kriminal Bersenjata

    Kepolisian Daerah Provinsi Jambi (Polda) Jambi telah menetapkan bahwa Serikat Mandiri Batanghari (SMB) bukanlah kelompok tani, melainkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang telah melakukan tindak

  • Rabu, 15 Mei 2019 02:05

    Presiden Jokowi angkat Bupati jadi Kepala BKKBN

    Jokowi mengakui telah menunjuk Bupati Kulon Progo, DIY, Hasto Wardoyo, sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang telah lowong sejak beberapa waktu lalu.Ya, memang

  • Jumat, 10 Mei 2019 03:10

    KKB Kembali Lakukan Penyerangan di Nduga

    Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Kol Infanteri M. Aidi mengatakan, kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan serangan satu regu personel TNI dari jarak cukup jauh sekitar 100 meter dengan siste

  • Rabu, 27 Mar 2019 17:27

    Galakkan Program Genre di Sosa, BKKBN Sumut Bagikan Alat Pendidikan

    Terus gencar dalam menggalakkan program Generasi Berencana (Genre), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumut yang turun bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI ke sejumla

  • Selasa, 26 Mar 2019 22:06

    BKKBN Sumut Minta Pelajar di Palas Menjadi Pemuda Genre Berinovasi

    Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sumut, meminta kepada seluruh pelajar yang tersebar di daerah Kabupaten Padang Lawas (Palas), agar menjadi pemuda atau generasi berencan

  • Sabtu, 26 Jan 2019 02:26

    Satgas Pamtas Yonif PR 328/DGH Gelar Press Conference Penyerahan Diri Kembali ke NKRI Dua Orang Anggota OPM

    Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Yonif PR 328/DGH menggelar acara Press Conference tentang penyerehan diri kembali ke NKRI dua orang anggota OPM beserta keluarga dan satu pucuk senja

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak