Kamis, 20 Feb 2020 03:36
  • Home
  • Opini
  • Keterlibatan Asing Makin Terlihat Di Papua

Keterlibatan Asing Makin Terlihat Di Papua

Medan (utamanews.com)
Oleh: Edward Krey (Mahasiwa Papua, tinggal di Yogyakarta)
Minggu, 13 Okt 2019 03:13
@berita7_id
Masyarakat yang dievakuasi akibat rusuh di Wamena
Setelah aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di beberapa kota di Papua dan Papua Barat, terkuak sudah aktor intelektual di balik aksi tersebut.

Kapolri pernah mengatakan dengan tegas, bahwa ULMWP (United Liberation Movement for West Papua) dan KNPB Komite Nasional Papua Barat, dalam aksinya menggerakkan mahasiswa yang tergabung dalam AMP (Aliansi Mahasiswa Papua), dan dalam penelusuran lebih jauh muncullah nama Benny Wenda dan Veronika Koman.

Benny Wenda merupakan Warga Negara Inggris yang bermukim di Oxford Inggris, sedangkan Veronika Koman merupakan WNI yang saat ini berada di Australia. Mereka ditengarai memiliki jaringan dengan pihak asing, bahkan pada rekening Veronika Koman membuktikan adanya aliran dana yang masuk dari luar negeri dan rekening ke luar Papua.

Untuk tokoh dari dalam negeri hampir semuanya telah ditangkap, terakhir Agus Kossay berhasil dibekuk di daerah Sentani ketika ia sedang mengendarai motor hasil curian, sedangkan Steven Itlay ditangkap di Mimika.


Sebelumnya mantan Presiden BEM Universitas Cenderawasih Fery Kombo juga telah ditangkap ketika hendak bertolak ke Wamena di Bandar Udara Sentani Jayapura dengan menggunakan identitas Palsu. Dari beberapa berita dan kejadian yang ada, maka semakin tampak pula adanya keterkaitan Benny Wenda yang sekarang bermukim di Oxford, Inggris.

Dengan gerakan separatis yang ada di Papua dan Papua Barat, terungkap pula peran Veronika yang ternyata berperan sebagai pengirim berita dan foto- foto peristiwa di tanah air (seperti kejadian di Malang, Surabaya dan Papua) ke Benny Wenda dan NGO (Non Goverment Organization) asing, dengan jaringannya Veronika telah pergi ke Australia dimana tempat suaminya bermukim.

Melalui akun sosial medianya, Veronika selalu aktif menyebarkan berita hoax ke luar negeri dengan harapan ada beberapa negara maupun NGO asing yang bersimpati terhadap aksi unjuk rasa anarkis, dan juga membuat seolah- olah Indonesia telah melakukan pelanggaran HAM terhadap warga Papua.

Polda Jawa Timur telah menetapkan Veronika Koman dalam DPO, dimungkinkan dalam beberapa hari kedepan pihaknya akan mengirimkan RED NOTICE ke Interpol jika yang bersangkutan tidak segera kembali ke tanah air.

Memang tak dipungkiri, salah satu negara kecil pasifik, yakni Vanuatu juga sangat sering menyuarakan dukungan terhadap OPM (Organisasi Papua Merdeka) secara lantang di forum Internasional.


Tercatat, negara tersebut sejak zaman Orde Baru hingga sekarang, suaranya selalu konsisten mendukung OPM, namun negara- negara lain di Pasifik Selatan seperti Papua Nugini, Australia dan Selandia Baru, secara tegas menolak dan tidak mengakui eksistensi OPM di wilayahnya, mereka tetap berpendirian bahwa Papua merupakan wilayah dari Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Bahkan pemerintah negeri Kangguru dimungkinkan akan menyerahkan Veronica Koman pada Interpol manakala Red Notice sudah dikirim ke Interpol. Pemerintah Papua Nugini juga beberapa kali mengatakan, pihaknya tidak akan men-tolerir wilayahnya sebagai tempat persembunyian atau pangkalan tentara OPM yang lari ketika dikejar aparat TNI. Memang ada tentara OPM yang kemudian ditahan di Rumah Tahanan Papua Nugini, walaupun kemudian dilepaskan lagi setelah senjatanya dirampas.

Oleh karena itu, sudah semakin terang bahwa pihak asing baik NGO, perorangan maupun Negara Vanuatu lah yang menggerakkan aksi unjuk rasa anarkis di Papua dan Papua Barat beberapa waktu lalu. Mereka menggunakan isu rasis untuk menggoreng dan menggerakkan masyarakat untuk melakukan aksi anarkis hingga tak segan- segan menunjukkan perlawanan kepada Polisi. Dengan harapan terjadi chaos dan menarik perhatian internasional, kemudian dunia menyerukan diadakannya referendum bagi Papua.

Namun harapan akan referendum tampaknya sirna, karena semua masyarakat tidak mendukung aksi anarkis yang memakan korban harta, benda, nyawa dan tentunya hal tersebut merugikan masyarakat kecil Papua.

Akhirnya masyarakat Papua sadar bahwa mereka cinta damai dan cinta NKRI, tentu dengan kejadian beberapa waktu yang lalu sekarang masyarakat Papua haruslah hati- hati jika akan melakukan unjuk rasa, jangan sampai disusupi oleh antek asing yang dengan sengaja mengorbankan masyarakat demi kepentingan mereka yang tengah duduk manis di luar negeri sembari melihat berita tentang aksi anarkis di Papua.
Editor: Iman

T#g:KKBOPM
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 15 Jan 2020 15:55

    TNI Konsisten Dukung Program BKKBN

    Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Aspers Panglima TNI Marsda TNI Diyah Yudanardi, Aster Panglima TNI Mayjen TNI George E. Supit, S.Sos dan Kapuskes TNI Mayjen TNI

  • Minggu, 05 Jan 2020 03:05

    OPM Pantas Dikategorikan Sebagai Teroris Internasional

    Organisasi Papua Merdeka (OPM) ternyata tidak hanya mengklaim memperjuangkan referendum, tapi juga menebarkan teror hingga tak segan memberikan perlawanan terhadap aparat keamanan dan warga sipil. Bah

  • Jumat, 03 Jan 2020 03:03

    Mengecam Aksi Brutal OPM Terhadap Warga Sipil

    Organisasi Papua Merdeka (OPM) memang tak henti-hentinya menyuarakan referendum dengan tindakan inkonstitusional, bahkan mereka juga berani menyerang TNI/Polri hingga warga sipil yang tidak sejalan de

  • Minggu, 22 Des 2019 16:32

    Laporan OPM Tentang Korban TNI Dalam Kontak Tembak Adalah Propaganda Gaya Primitif

    Menanggapi pernyataan Gusby Waker sebagaimana diberitakan oleh media online rakyatku.com, Rabu (18/12/2019), yang mengklaim bahwa KKB telah membunuh 13 anggota TNI dalam kontak tembak selama 12 jam di

  • Selasa, 17 Des 2019 03:17

    OPM Menyengsarakan Rakyat Papua dan Papua Barat

    Organisasi Papua Merdeka (OPM) terindikasi terus menyebarkan ideologi separatis guna memisahkan diri dari Indonesia. Padahal OPM selalu menyengsarakan masyarakat Papua dan Papua Barat karena menghamba

  • Kamis, 12 Des 2019 08:12

    Pengukuhan Pengurus Cabang IPeKB Deli Serdang

    Sekretaris Daerah Kab. Deli Serdang Darwin Zein S.Sos menghadiri acara pelantikan DPC IPeKB (Ikatan Penyuluh Keluarga Berencana) Deli Serdang Masa Bakti 2019- 2023 yang dilaksanakan di Balai Rung Pemk

  • Jumat, 13 Des 2019 03:13

    HUT OPM Hanya Membuat Kegaduhan

    Peringatan HUT OPM harusnya tidak dilaksanakan. Mengingat adanya beragam penolakan dari berbagai kalangan. Bukan hanya dinilai tak beresensi, namun warga Papua Asli saja juga menolak acara ini karena

  • Kamis, 05 Des 2019 19:05

    Dalam Rangka Hari Juang TNI AD, Kodim 0209/LB Gelar Bakti Sosial

    Masih dalam rangka menyambut Hari Juang TNI AD Tahun 2019, Kodim 0209/LB laksanakan kegiatan Bakti Sosial berkerjasama dengan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Labuhanbatu dan

  • Kamis, 05 Des 2019 13:45

    Cegah Pengaruh KKSB, Satgas Pamrahwan Yonif 754/ENK Kostrad Lakukan Patroli di Pedalaman Papua

    Masih dalam suasana siaga satu di wilayah Papua dan untuk mencegah adanya aksi dalam memperingati HUT Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) 1 Desember 2019 lalu, anggota Satuan Tugas Pengamana

  • Jumat, 06 Sep 2019 03:06

    Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Pantas Ditangkap

    PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) di Papua pada tanggal 19 November 1969 telah dilaksanakan dengan lancar, tertib dan aman. PEPERA ini dilaksanakan oleh PBB dan diawasi langsung oleh beberapa negara

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak