Rabu, 14 Nov 2018 21:28
HUT Pemkab Labuhanbatu
  • Home
  • Opini
  • Kesuksesan Jokowi Membangun Pondasi Ekonomi Nasional

Selalu ada peluang di balik setiap masalah.

Kesuksesan Jokowi Membangun Pondasi Ekonomi Nasional

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rusdi Fikiri, Mahasiswa UIN Syarif Hidayatulloh, Jakarta.
Rabu, 24 Okt 2018 07:44
Biro Setpres
Jokowi dan warga Pematangsiantar Sumatera Utara penerima sertifikat tanah gratis dari pemerintah.
Jokowi itu tahu menempatkan posisi dengan tepat dan membaca situasi dengan smart. Makanya setiap masalah datang, tidak disikapinya dengan rasa takut dan khawatir. Kalau orang lain meliat setiap persoalan adalah ancaman namun bagi Jokowi itu adalah peluang. 

Di tangan Jokowi Indonesia telah sukses membangun pondasi ekonomi, di saat dunia mengalami krisis akibat perang dagang global namun Indonesia tetap mengalami pertumbuhan ekonomi hingga 5 digit lebih dibanding negara negara lain. Seperti ketika rupiah melemah, semua panik. Para oposan menjadikan ini sebagai amunisi menyerang Jokowi. Namun Jokowi cerdas memanfaatkan momentum ini dengan mengambil kebijakan yang tidak mungkin dilakukan di era sebelumnya, yaitu menaikkan tarif Pajak Penghasilan (PPh) 22 untuk barang impor. Bukan untuk satu dua komoditi tapi 1.147 komoditi. Ini bukan lagi deregulasi tapi reformasi perdagangan. Benar-benar market regulated. Dampaknya barang impor akan mahal dan mendorong lahirnya peluang investasi industri substitusi impor di Indonesia.


Masih ada lagi kebijakan tegas yang berpihak pada kepentingan nasional Indonesia, yaitu semua pengusaha tambang baik mineral maupun Migas tidak boleh lagi melakukan ekspor tanpa LC. Semua harus menggunakan LC agar mudah dimonitor. Jadi kalau dokumen PEB (Pemberitahaun Barang untuk ekspor) tanpa code LC maka Bea Cukai akan mem-banned barang itu dikapalkan keluar negeri. Semua devisa yang dihasilkan harus kembali ke Indonesia. Kalau tidak bisa maka harus ditempatkan di bank perwakilan BI di luar negeri. Sanksinya bagi yang ngeyel adalah pengurangan quota ekspor. Masih ngeyel lagi maka pemerintah akan tingkatkan Domestic Market Obligation. Enggak bisa lagi ekspor. Mau marah? ini sesuai UUD, sesuai pasal 33. 

Kebijakan lainnya mendorong DPR agar mendukung kebijakan fasilitas SWAP dua mata uang. Bukan hanya untuk nasabah besar tetapi juga untuk nasabah kecil. Sehingga semua eksportir yang menukar devisanya ke Rupiah dijamin oleh asuransi resiko (hedging) atau kemungkinan terjadi pelemahan rupiah. Jadi tidak perlu lagi ada rekening dollar yang menumpuk di bank. Semua dikuasai negara. Andaikan tidak terjadi pelemahan Rupiah sampai batas psikologi tidak mungkin kebijakan keras ini dapat dilaksanakan. Maklum para spekulan pemain hedge fund enggak bisa lagi seenaknya menikmati bisnis rente dari fluktuasi Rupiah.

Andaikan tidak ada perang dagang yang dicetuskan oleh AS, enggak mungkin Jokowi bisa membuat kebijakan tarif pajak impor yang revolusioner itu. Andaikan tidak ada pengurasan devisa, tidak mungkin Jokowi punya alasan kuat memaksa devisa ekspor kembali ke Indonesia. 

Selalu ada peluang di balik setiap masalah.

Editor: Sam

T#g:rupiah
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Minggu, 16 Sep 2018 20:16

    Pemahaman Mahasiswa Patut Dipertanyakan

    Demonstrasi puluhan mahasiswa di Kementerian Keuangan sebagai bentuk protes terhadap merosotnya nilai tukar rupiah pada 14 September lalu hanya menandakan dua hal. Pertama masih lemahnya pengetahuan m

  • Senin, 10 Sep 2018 11:30

    24 Mahasiswa KAMMI Demo di Medan, Tuntut Pemerintah Selamatkan Rupiah

    24 Mahasiswa dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Medan, dipimpin Ketua Umum Pengurus Daerah, Hadi Mansur Juhri Perangin-angin, melakukan aksi unjuk rasa di bundaran Tugu SIB, ja

  • Senin, 10 Sep 2018 09:30

    Ekonomi Indonesia Masih Stabil Meski Rupiah Melemah

    Akhir-akhir ini publik dihebohkan dengan berita melemahnya nilai Rupiah bahkan hingga menginjak angka Rp 15.000. Bahkan beredar spekulasi-spekulasi yang meresahkan masyarakat yang menyangkutkan melema

  • Sabtu, 08 Sep 2018 20:08

    Akademisi: Meski Rupiah Lemah, Masyarakat Masih Sangat Percaya Jokowi

    Guru Besar Universitas Indonesia (UI) Profesor Budyatna berpendapat tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) masih sangat tinggi, meski nilai tukar rupiah terhadap dol

  • Jumat, 07 Sep 2018 04:07

    Agresifnya Pemerintah Stabilkan Rupiah

    Rupiah sempat melemah sampai Rp14.930 pada 4 September lalu. Pemerintah pun melakukan operasi penyelamatan rupiah yang direspon positif oleh pasar. Presiden Joko Widodo (Jokowi) berhasil memandam

  • Kamis, 06 Sep 2018 14:36

    Kenaikan Dollar dan Momentum Persatuan Masyarakat

    Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (US$) telah menembus 15.000 per dollar AS. Sebelumnya, rupiah masih berada di sekitaran Rp 14.950. Kondisi dolar yang terus menguat ini mengingat

  • Kamis, 06 Sep 2018 09:36

    Waspada, Harga Bitcoin Terkoreksi Menukik Tajam 11,2%

    Bitcoin adalah jenis alat tukar digital pada era masa kini. Banyak yang menganggap Bitcoin merupakan mata uang terbaru yang mempunyai market perdagangan tersendiri. Seiring waktu Crptocurency ini

  • Senin, 13 Agu 2018 04:13

    Jurus Pemerintah Antisipasi Pelemahan Rupiah

    Menjelang berakhirnya masa pemerintahan Jokowi menjabat sebagai Presiden Indonesia dapat diakui bahwa infrastruktur Indonesia melesat jauh dari sebelumnya. Hal ini dapat dilihat dari kebijakannya untu

  • Minggu, 29 Jul 2018 05:29

    Bijak Menyikapi Isu Pelemahan Rupiah

    Akhir-akhir ini banyak isu yang tersebar di masyarakat terkait kegagalan Pemerintah dalam mengatasi pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS), menurut data yang diungkapkan oleh BI dari Ja

  • Kamis, 01 Jun 2017 09:51

    Polisi Rembang temukan mesin cetak uang palsu di bunker sebuah rumah

    Petugas Polres Rembang menemukan seperangkat mesin cetak dan lembaran kertas uang palsu yang belum dipotongi di lantai bawah tanah dalam sebuah rumah yang dieksekusi.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak