Rabu, 03 Jun 2020 22:09
  • Home
  • Opini
  • Kestabilan Politik dan Kepastian Hukum, Modal Kepercayaan Untuk Mendatangkan Investor

Kestabilan Politik dan Kepastian Hukum, Modal Kepercayaan Untuk Mendatangkan Investor

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Anggi Handayuda, pengamat sosial ekonomi
Jumat, 26 Jul 2019 03:26
@setkabgoid
Rapat kabinet membahas Blok Masela
Jika kita mengikuti kaleidoskop politik di Indonesia beberapa bulan belakangan ini, maka akan terasa sekali atmosfer politis yang cukup menyesakkan masyarakat khususnya para pelaku usaha.

Jika banyak orang yang umumnya resah karena kohesi sosial yang merenggang, para pelaku bisnis merasa galau dan gelisah karena menunggu kepastian yang tak kunjung datang. Gejala seperti itu sebenarnya merupakan sesuatu yang wajar, karena sejak dasawarsa 90-an, jargon promosi investasi Indonesia terutama bertumpu pada tiga prasyarat bagi kedatangan arus penanaman modal, yakni stabilitas politik, terjaminnya keamanan dan adanya kepastian hukum. Ketiganya saling berkaitan dalam menciptakan iklim investasi yang baik.

Riak- riak, apalagi gelombang politik, terkadang membuat para pelaku bisnis jalan di tempat atau yang sering disebut wait and see. Bahkan kadang- kadang menunggu dengan penuh kekhawatiran.

Memang kepastian merupakan hal yang sangat urgent dalam urusan bisnis. Kestabilan politik dan kepastian hukum juga sangat berpengaruh terhadap perencanaan kalkulasi dan agenda bisnis.


Kegiatan rutin semacam pembelian bahan baku, proses produksi, penetrasi pasar, distribusi dan pembayaran berbagai kewajiban akan terganggu jika situasinya tidak menentu. Singkatnya, stabilitas politik dan kepastian hukum amatlah diperlukan sejak tahap perencanaan sampai dengan realisasi investasi. Tanpa hal tersebut para pelaku usaha akan merasa gamang dalam menanamkan modal atau berinvestasi. Pemerintah akan sulit memenuhi target realisasi penanaman modal dan mengatasi defisit neraca perdagangan bilamana iklimnya tidak kondusif.

Ekonom dari Universitas Tanjungpura Pontianak Eddy Suratman pernah mengatakan, investor yang akan menanamkan modalnya di Indonesia membutuhkan kestabilan politik.

Selain stabilitas politik, Eddy juga menambahkan, bahwa terdapat hal lain yang perlu diperbaiki, yaitu kebijakan tentang kemudahan dalam perizinan usaha. Jika perizinan semakin cepat dan mudah, maka dampaknya adalah meningkatnya jumlah serapan tenaga kerja.

Oleh sebab itu, kita menghimbau kepada para politisi agar dapat menahan diri dari hal yang dapat membuat suasana menjadi gaduh. Segenap elemen bangsa mesti menyatukan energi untuk membangun negeri. Tidak perlu lagi ada dikotomi antara "kami" dengan "mereka", yang ada hanyalah "kita", dan kita adalah sebuah identitas bangsa yang besar bernama Indonesia.


Senior Associate Director Colliers Internasional Indonesia Ferry Salanto menuturkan, menjelang pemilihan umum (pemilu) legislatif dan pemilu presiden, banyak investor yang menunda eksekusi usahanya. Sehingga, setelah kontestasi politik usai, diharapkan akan ada stabilitas. Karena jika ingin menggerakkan sektor industri terutama yang berasal dari dana asing, tentu dibutuhkan stabilitas politik, tingkat korupsi yang rendah, keamanan yang kondusif seperti tidak banyak aksi anarkhis, serta kemudahan dalam berinvestasi.

Singkatnya stabilitas politik dan kepastian hukum merupakan prinsip dasar pertumbuhan ekonomi, khususnya dalam menarik para investor untuk menanamkan modal di Indonesia.

Pemenang pilpres 2019 kali ini tentu harus berupaya membangun kepercayaan masyarakat secara luas termasuk di bidang ekonomi, karena hal itulah yang paling nyata dirasakan oleh masyarakat. Investasi menjadi sesuatu yang penting, karena hal tersebut merupakan salah satu komponen yang dapat menjaga supaya pertumbuhan ekonomi bisa terus berkelanjutan. Sehingga berbagai langkah yang dilakukan pemerintah pasca putusan tersebut sangat menentukan minat para investor. Para pengusaha juga berharap, dengan terpilihnya Jokowi sebagai Presiden 2 periode, agar segera melanjutkan program ekonominya seperti mendorong ekspor dan investasi.


Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan, keputusan MK memberikan kepastian investor agar tidak lagi wait and see dalam berinvestasi di Indonesia. Salah satu indikatornya adalah kenaikan perdagangan di pasar modal. Pasca putusan MK, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus naik menuju angka 6.400.

Putusan MK juga dirasa membawa angin segar bagi stabilitas politik Indonesia. Dimana aktifitas masyarakat sudah berjalan dengan normal dan perspektif positif lebih terbentuk di Indonesia, utamanya dalam konteks stabilitas politik.

Selain itu masyarakat juga berperan dalam menjaga keharmonisan hubungan sosial antar masyarakat, tidak mudah terprovokasi oleh berita yang belum tentu kebenarannya. Dengan terciptanya keamanan maka investor akan lebih nyaman dalam berinvestasi.

Editor: Iman

T#g:ekonomi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 02 Jun 2020 18:12

    Jelang Berakhirnya Kontrak BOT, Akhyar Tinjau Medan Mall

    Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi meninjau Medan Mall di Jalan MT Haryono No 8, Pusat Pasar, Kecamatan Medan Kota, Selasa (2/6/2020).

  • Minggu, 31 Mei 2020 17:31

    Muspika Balung Jember Buka Kembali Mini Market

    Sejumlah pasar dan mini market di Kecamatan Balung Kabupaten Jember, yang ditutup selama beberapa bulan, kini mulai diijinkan buka kembali.

  • Rabu, 20 Mei 2020 16:40

    Sumut Diapresiasi, Pembentukan TPAKD Lengkap dan Capai 81% OSOA

    Sumatera Utara (Sumut) menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang telah menyelesaikan pembentukan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) provinsi dan tingkat kabupaten/kota per Maret 2020. Sa

  • Selasa, 03 Des 2019 11:13

    Strategi Jitu Pemerintah Memicu Perkembangan Ekonomi Nasional

    Perkembangan ekonomi Indonesia terus mengalami tren positif selama era Presiden Joko Widodo. Bahkan, ekonomi Indonesia masuk dalam peringkat 3 di antara negara-negara G20. Hal itu patut diapresiasi di

  • Sabtu, 16 Nov 2019 11:16

    Ekonomi Kerakyatan Kekuatan Besar Bangsa Indonesia

    Ekonomi kerakyatan adalah kekuatan sangat besar yang dapat membuat Indonesia bertahan dari krisis ekonomi. Jumlah penduduk bangsa Indonesia yang lebih dari 260 juta jiwa adalah pasar yang sangat poten

  • Selasa, 13 Agu 2019 21:13

    CAS Diharapkan Mampu Tekan Inflasi Kota Medan

    Angka inflasi Kota Medan yang mencapai 0,92% terhitung Juli 2019 ternyata kontribusi terbesarnya berasal dari cabai.

  • Minggu, 18 Agu 2019 03:18

    Tensi Politik Turun, Momentum Pemerintah Atasi Masalah Ekonomi

    Berita terkait polarisasi pasca pemilu sudah reda, artinya tensi politik sudah menurun dan menunjukkan stabilisasi keamanan secara politis. Hal ini tentu harus menjadi perhatian bagi Jokowi agar senan

  • Selasa, 09 Jul 2019 09:49

    Pimpin Sidang Kabinet Paripurna, Presiden Ingin Peningkatan Ekspor dan Investasi

    Presiden Jokowi, Senin siang (8/7/2019), memimpin sidang kabinet paripurna untuk membahas sejumlah hal yang berkaitan dengan ekonomi. Sidang kabinet tersebut digelar di Ruang Garuda, Istana Kepresiden

  • Jumat, 24 Mei 2019 23:34

    Bertemu Presiden, Pemilik Warung yang Dijarah Akan Kembali Berdagang

    Abdul Rajab dan Ismail, dua pemilik warung yang menjadi korban penjarahan pada 22 Mei 2019 bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Keduanya diundang oleh Presiden setelah menge

  • Rabu, 02 Jan 2019 17:42

    Plt Bupati Labuhanbatu Manfaatkan Lahan Tidur Jadi Lahan Produktif

    Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Labuhanbatu, H. Andi Suhaimi Dalimunthe, ST. MT, didampingi Setdakab Ahmad Muflih, SH, MM, Rabu, (02/01/19) meninjau Pematangan Lahan Tidur di Kompleks Gedung Olah Raga (G

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak