Rabu, 16 Okt 2019 08:02
  • Home
  • Opini
  • Keji, KKB Serang TNI dan Hambat Pembangunan di Papua

Keji, KKB Serang TNI dan Hambat Pembangunan di Papua

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Kelly Krei, Mahasiswa Papua, tinggal di Jakarta
Senin, 29 Jul 2019 03:29
@tabloid_nusa
Prajurit TNI menjadi guru pada anak Papua
Serangan Kelompok Kriminal Bersenjata di bekas kamp PT Pembangunan Perumahan (PP) terjadi di Nduga Papua. Seorang anggota TNI Prada Usman Hambelo tewas setelah tertembak di bagian pinggang. Aksi brutal KKB tersebut terjadi pada Hari Sabtu 20 Juli 2019 sekitar pukul 12.45 WIT.

Serangan tersebut terjadi saat anggota TNI sedang melakukan pengamanan di bekas kamp PT PP yang merupakan tempat proyek pembangunan jembatan Sungai Yuguru. Kelompok kriminal tersebut melancarkan serangan secara membabi buta dari arah semak belukar yang berada tepat di depan kamp.

Kolonel Inf Muhammad Aidi menuturkan dalam keterangan tertulisnya, serangan tersebut dilakukan dengan sangat singkat, tembakan rentetan yang muncul dari balik semak belukar secara hit and run. Pelaku di perkirakan berjumlah 4-5 orang. Pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran. Namun dengan pertimbangan keamanan karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan.

Selain karena kondisi medan yang kurang baik, serangan KKB juga terjadi saat anggota TNI sedang melaksanakan istirahat, shalat dan makan.


Aidi menceritakan, serangan tersebut muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter dari kedudukan prajurit yang sedang ISHOMA. Ia mengungkapkan, serangan KKB tersebut dilakukan oleh kelompok pimpinan Egianus Kogoya. Usai serangan terjadi, pasukan TNI langsung melaksanakan konsolidasi dan pihak pengamanan setempat.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke satuan atas untuk mendapatkan bantuan helikopter dalam rangka evakuasi. Karena satu- satunya sarana angkutan menuju ke TKP hanya dengan pesawat helikopter. Namun karena cuaca hujan di Wilayah Nduga, proses evakuasi tersebut tidak dapat dilaksanakan hingga malam hari. 

Aksi yang dilakukan oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya tersebut tentu tidak mencerminkan Papua, bahkan sebelumnya Pdt Nataniel yang merupakan tokoh Agama di Nduga juga mengatakan, bahwa kelompok KKB adalah anak Tuhan yang tidak bertanggungjawab, pihaknya menolak keberadaan KKB di tanah Papua.


Pdt Nataniel juga menambahkan, sebagai seorang gembala Gereja, dirinya bertanggungjawab untuk menjaga semua orang Papua maupun non Papua yang datang ke Kabupaten Nduga untuk membangun. Kejahatan KKB tentu tidak dapat lagi ditolerir, apalagi mereka melakukan serangan saat anggota TNI sedang beristirahat, hal ini tentu menunjukkan bahwa KKB merupakan ancaman yang serius.

Tewasnya Prada Usman tentu menambah daftar panjang kekejaman KKB, mereka tidak hanya mengganggu keamanan masyarakat, tetapi juga kerap mengganggu sejumlah pekerjaan pembangunan, khususnya proyek strategis pemerintah pusat, yakni pembangunan jalan trans Papua yang akan menghubungkan jalur antar kabupaten di Provinsi Papua.

Mereka juga tercatat telah membacok balita setelah kedua orangtuanya dibantai di depan matanya, selain itu pemerkosaan dan penganiayaan terhadap sejumlah guru dan tenaga medis di Mapenduma, serta pembantaian secara sadis terhadap puluhan pekerja PT Istaka Karya.

Rangkaian kebiadaban tersebut tentu semakin membulatkan Masyarakat Indonesia khususnya bagi pihak TNI untuk mengecam dan melakukan perlawanan terhadap Kelompok tersebut.


Sementara itu, meski ancaman dari KKB cukup membuat kabupaten Nduga sebagai tempat yang tidak aman untuk dikunjungi, pemerintah tetap akan melaksanakan proyek pembangunan demi terwujudnya kemudahan akses yang ada di Provinsi Papua.

Aksi dari kelompok tersebut tentu sudah masuk dalam kategori aksi terorisme, dimana mereka melakukan aksi kejahatan tanpa adanya rasa kemanusiaan sama sekali. Tentu Indonesia telah memiliki cukup bukti untuk meminta kepada organisasi setingkat PBB agar kelompok pimpinan Egianus Kogoya ditetapkan sebagai kelompok teroris.

Tidak ada alasan lagi bagi TNI- POLRI untuk tidak menumpas kejahatan yang ada di Nduga Papua, proyek pembangunan yang ada di Papua sudah semestinya ditingkatkan keamanannya, agar proyek dapat berjalan tanpa memakan korban seperti yang pernah terjadi pada Desember tahun 2018 lalu.

Warga Indonesia khususnya Papua, semestinya juga berperan dalam menjaga rasa perdamaian dengan sesama warga Papua dan tidak mudah terprovokasi oleh gerakan separatis.

Kita juga berharap agar kejadian serupa tak terulang kembali, serangan terhadap anggota TNI tersebut tentu menjadi sebuah alarm bahwa kelompok pimpinan Egianus Kogoya masih ingin eksis dalam melancarkan serangan bejatnya.

Editor: Iman

T#g:OPMtewas
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 12 Okt 2019 15:32

    Tragis, Ayah dan anak tewas terbawa arus banjir sungai Na'ai, Idanogawo, Nias

    Talinasokhi Lombu (48) dan Liana Lombu (16) akhirnya ditemukan sudah tidak bernyawa setelah hanyut diduga terbawa arus banjir sungai Na'ai.Informasi dihimpun, kedua korban merupakan ayah dan anak

  • Minggu, 13 Okt 2019 03:13

    Keterlibatan Asing Makin Terlihat Di Papua

    Setelah aksi unjuk rasa yang berujung kerusuhan di beberapa kota di Papua dan Papua Barat, terkuak sudah aktor intelektual di balik aksi tersebut.Kapolri pernah mengatakan dengan tegas, bahwa ULMWP (U

  • Minggu, 06 Okt 2019 13:26

    Polrestabes Medan Tembak Mati DPO Kasus Begal Sadis

    Tim Pegasus Sat Reskrim Polrestabes Medan akhirnya terpaksa tembak mati pelaku begal sadis yang masuk daftar pencarian orang (DPO) berinisial TS alias Tongat (25), warga Jalan Griya II Martubung Kelur

  • Sabtu, 14 Sep 2019 17:04

    Isak Tangis Iringi Kedatangan Jenazah Korban Laka Dari Kota Pinang

    Kecelakaan bus PMM yang masuk jurang di Kota Pinang Labuhan Batu Selatan Sabtu (14/09) sekitar pukul 01.00 wib tadi malam menyebabkan dua orang meninggal dunia, yakni Bernat Lumban Raja (38 tahun) dan

  • Jumat, 30 Agu 2019 14:20

    Boru Marpaung Ditemukan Tewas Dalam Keadaan Bugil Di Kebun Timun

    Wanita diperkirakan berusia 40 tahun, ditemukan tewas tanpa mengenakan baju dengan posisi telungkup di Ladang Timun milik Sugiono, warga Jalan Pasar II Barat Perumahan Naga Mas Lingkungan III, Kelurah

  • Kamis, 22 Agu 2019 14:02

    Polisi Tembak Dua Anggota Komplotan Begal Sadis 'Guntur Cs'

    Tim Pegasus Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru menembak mati dua dari empat orang komplotan begal sadis "Guntur Cs".

  • Minggu, 11 Agu 2019 11:01

    Kombes Pol Dadang Hartanto: Tembak Mati Bandar Besar Narkoba Marindal Sesuai SOP

    Bandar besar Narkoba di Marindal tewas ditembak mati oleh personel Polrestabes Medan, dan hal ini sudah sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal tersebut dikatakan Kapolrestabes Medan, Kombes Po

  • Kamis, 01 Agu 2019 13:21

    Gara-gara Taik, Warga Lubuk Pakam Tega Bunuh Tetangganya

    Peristiwa pembunuhan yang menewaskan Jeni Sinurat (55), warga Jalan Medan-Lubukpakam, Lingkungan II, Kelurahan Petapahan, Kecamatan Lubuk Pakam, Senin (29/07/2019) malam lalu, sekitar pukul 19.00 WIB,

  • Selasa, 30 Jul 2019 17:20

    Polsek Kualuh Hulu ungkap kematian ibu muda yang dibunuh suaminya sendiri

    Polsek Kualuh Hulu, Polres Labuhanbatu, berhasil mengungkap kasus pembunuhan seorang ibu muda oleh suaminya sendiri di Dusun l desa Damuli Pekan Kec. Kualuh Selatan Kab. Labura, Sumatera Utara.Peristi

  • Senin, 29 Jul 2019 19:19

    Warga Sibuhuan Ditemukan Wafat di Kebun Karet

    Seorang warga Lingkungan 6 Kelurahan Pasar Sibuhuan Kecamatan Barumun Kabupaten Padang Lawas (Palas), diketahui bernama Edwart Sibarani, laki-laki, umur 55 tahun, oleh warga ditemukan dalam kondisi wa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak