Sabtu, 30 Mei 2020 02:51
  • Home
  • Opini
  • Keji, KKB Serang TNI dan Hambat Pembangunan di Papua

Keji, KKB Serang TNI dan Hambat Pembangunan di Papua

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Kelly Krei, Mahasiswa Papua, tinggal di Jakarta
Senin, 29 Jul 2019 03:29
@tabloid_nusa
Prajurit TNI menjadi guru pada anak Papua
Serangan Kelompok Kriminal Bersenjata di bekas kamp PT Pembangunan Perumahan (PP) terjadi di Nduga Papua. Seorang anggota TNI Prada Usman Hambelo tewas setelah tertembak di bagian pinggang. Aksi brutal KKB tersebut terjadi pada Hari Sabtu 20 Juli 2019 sekitar pukul 12.45 WIT.

Serangan tersebut terjadi saat anggota TNI sedang melakukan pengamanan di bekas kamp PT PP yang merupakan tempat proyek pembangunan jembatan Sungai Yuguru. Kelompok kriminal tersebut melancarkan serangan secara membabi buta dari arah semak belukar yang berada tepat di depan kamp.

Kolonel Inf Muhammad Aidi menuturkan dalam keterangan tertulisnya, serangan tersebut dilakukan dengan sangat singkat, tembakan rentetan yang muncul dari balik semak belukar secara hit and run. Pelaku di perkirakan berjumlah 4-5 orang. Pasukan TNI berusaha membalas tembakan dan melakukan pengejaran. Namun dengan pertimbangan keamanan karena medan belukar yang sangat tertutup dan banyak jurang yang curam, maka pengejaran dihentikan.

Selain karena kondisi medan yang kurang baik, serangan KKB juga terjadi saat anggota TNI sedang melaksanakan istirahat, shalat dan makan.


Aidi menceritakan, serangan tersebut muncul dari semak belukar dengan jarak sekitar 300 meter dari kedudukan prajurit yang sedang ISHOMA. Ia mengungkapkan, serangan KKB tersebut dilakukan oleh kelompok pimpinan Egianus Kogoya. Usai serangan terjadi, pasukan TNI langsung melaksanakan konsolidasi dan pihak pengamanan setempat.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan ke satuan atas untuk mendapatkan bantuan helikopter dalam rangka evakuasi. Karena satu- satunya sarana angkutan menuju ke TKP hanya dengan pesawat helikopter. Namun karena cuaca hujan di Wilayah Nduga, proses evakuasi tersebut tidak dapat dilaksanakan hingga malam hari. 

Aksi yang dilakukan oleh KKB pimpinan Egianus Kogoya tersebut tentu tidak mencerminkan Papua, bahkan sebelumnya Pdt Nataniel yang merupakan tokoh Agama di Nduga juga mengatakan, bahwa kelompok KKB adalah anak Tuhan yang tidak bertanggungjawab, pihaknya menolak keberadaan KKB di tanah Papua.


Pdt Nataniel juga menambahkan, sebagai seorang gembala Gereja, dirinya bertanggungjawab untuk menjaga semua orang Papua maupun non Papua yang datang ke Kabupaten Nduga untuk membangun. Kejahatan KKB tentu tidak dapat lagi ditolerir, apalagi mereka melakukan serangan saat anggota TNI sedang beristirahat, hal ini tentu menunjukkan bahwa KKB merupakan ancaman yang serius.

Tewasnya Prada Usman tentu menambah daftar panjang kekejaman KKB, mereka tidak hanya mengganggu keamanan masyarakat, tetapi juga kerap mengganggu sejumlah pekerjaan pembangunan, khususnya proyek strategis pemerintah pusat, yakni pembangunan jalan trans Papua yang akan menghubungkan jalur antar kabupaten di Provinsi Papua.

Mereka juga tercatat telah membacok balita setelah kedua orangtuanya dibantai di depan matanya, selain itu pemerkosaan dan penganiayaan terhadap sejumlah guru dan tenaga medis di Mapenduma, serta pembantaian secara sadis terhadap puluhan pekerja PT Istaka Karya.

Rangkaian kebiadaban tersebut tentu semakin membulatkan Masyarakat Indonesia khususnya bagi pihak TNI untuk mengecam dan melakukan perlawanan terhadap Kelompok tersebut.


Sementara itu, meski ancaman dari KKB cukup membuat kabupaten Nduga sebagai tempat yang tidak aman untuk dikunjungi, pemerintah tetap akan melaksanakan proyek pembangunan demi terwujudnya kemudahan akses yang ada di Provinsi Papua.

Aksi dari kelompok tersebut tentu sudah masuk dalam kategori aksi terorisme, dimana mereka melakukan aksi kejahatan tanpa adanya rasa kemanusiaan sama sekali. Tentu Indonesia telah memiliki cukup bukti untuk meminta kepada organisasi setingkat PBB agar kelompok pimpinan Egianus Kogoya ditetapkan sebagai kelompok teroris.

Tidak ada alasan lagi bagi TNI- POLRI untuk tidak menumpas kejahatan yang ada di Nduga Papua, proyek pembangunan yang ada di Papua sudah semestinya ditingkatkan keamanannya, agar proyek dapat berjalan tanpa memakan korban seperti yang pernah terjadi pada Desember tahun 2018 lalu.

Warga Indonesia khususnya Papua, semestinya juga berperan dalam menjaga rasa perdamaian dengan sesama warga Papua dan tidak mudah terprovokasi oleh gerakan separatis.

Kita juga berharap agar kejadian serupa tak terulang kembali, serangan terhadap anggota TNI tersebut tentu menjadi sebuah alarm bahwa kelompok pimpinan Egianus Kogoya masih ingin eksis dalam melancarkan serangan bejatnya.

Editor: Iman

T#g:OPMtewas
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Minggu, 10 Mei 2020 12:00

    Sudah 77.034 orang meninggal akibat Corona di Amerika Serikat

    Jumlah kasus virus corona terbaru di Amerika Serikat sebanyak 1.274.036 orang. Ini mengalami kenaikan 25.996 kasus dari jumlah sebelumnya.

  • Sabtu, 02 Mei 2020 14:42

    Bunuh supir taksi online, pelaku ditangkap saat jual ban dan velg mobil korban

    Aparat kepolisian dari Sub Direktorat Reserse Mobil (Resmob) Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap seorang pemuda, terduga pelaku pembunuhan terhadap sopir taksi daring yang jasadnya tergeletak di t

  • Kamis, 23 Apr 2020 12:13

    Warga Desa Pekan Tanjung Beringin ditemukan tewas di Firdaus, diduga ditabrak Kereta Api

    Warga Dusun IX, Desa Firdaus, Kecamatan Seirampah, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) heboh atas penemuan sesosok mayat pria paruh baya tergeletak di pinggir rel perlintasan kereta api KM.61/00 yang a

  • Kamis, 16 Apr 2020 22:16

    Supir Box Ditemukan Tewas Terduduk Dalam Mobil Di Desa Pon Sergai

    Ponimin (53) warga Dusun XII Desa Klumpang Kebun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, ditemukan sudah tidak bernyawa dengan posisi duduk di bangku mobil Grand Max nomor Polisi BK 8851 CO.

  • Selasa, 14 Apr 2020 23:34

    Polrestabes Medan ungkap kasus pembunuhan Juliana Tumanggor, 1 pelaku tewas kena peluru

    Satreskrim Polrestabes Medan bersama Polsek Pancur Batu akhirnya berhasil mengungkap pelaku pembunuhan Juliana Liem Br Tumanggor (26), dalam suatu penyergapan dari 2 lokasi yang berbeda. Satu dari tersangka tewas ditembus timah panas.

  • Senin, 13 Apr 2020 16:03

    Boru Silitonga ditemukan tak bernyawa di dalam parit di Medan Perjuangan

    Jasad seorang wanita paruh baya diperkirakan berumur 40 tahunan, bernama T Br Silitonga warga Jalan Nanggarjati Lingkungan VI Kelurahan Sidorame Timur Kecamatan Medan Perjuangan, ditemukan tidak berny

  • Minggu, 05 Apr 2020 17:35

    2 pengendara sepeda Motor tabrakan di Jalan umum Perbaungan- Pegajahan, 1 tewas

    Terjadi kecelakaan sebuah sepeda motor Honda Beat kontra Yamaha Vega di Jalan umum Perbaungan- Pegajahan, tepatnya di Perkebunan sawit Desa Melati Kebun Kecamatan Pegajahan, Sergai. Sabtu (4/4/2020) sekitar pukul 21:45 Wib.

  • Minggu, 05 Apr 2020 14:15

    Dimangsa Harimau, Warga Langkat Tewas Mengenaskan

    R (42), warga Dusun Pir Lok 1, Desa Harapan Makmur, Kecamatan Sei Lepan, Kabupaten Langkat, ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan dan tidak jauh dari jasad korban, tampak berdiri seekor Harimau,

  • Selasa, 31 Mar 2020 15:31

    Pria muda, PDP Covid-19 di Medan, meninggal pagi tadi

    Pria berusia 30-an tahun, seorang pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 meninggal di Medan, Sumatera Utara, hari ini, Selasa (31/3/2020). Pasien ini sudah menjalani rapid test dengan hasil positif Corona.

  • Minggu, 22 Mar 2020 08:52

    Hingga 21 Maret, Total 450 Positif Corona, 20 Sembuh dan 38 Meninggal

    Achmad Yurianto menyampaikan bahwa update kasus konfirmasi positif sampai tanggal 21 Maret, ada penambahan kasus baru sebanyak 81 orang, sehingga total kasus adalah 450 orang.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak