Rabu, 22 Jan 2020 21:01
  • Home
  • Opini
  • Kehadiran Presiden Jokowi Selesaikan Masalah di Perairan di Natuna

Kehadiran Presiden Jokowi Selesaikan Masalah di Perairan di Natuna

Oleh: Nawal Asri (Pengamat Sosial Politik)
Senin, 13 Jan 2020 03:13
Mojok.co
Kehadiran Presiden Jokowi di Natuna menjadi anti klimaks atas polemik dugaan pelanggaran kedaulatan Kapal China. Selain berhasil mengusir kapal-kapal China, kehadiran Presiden Jokowi menunjukkan adanya komitmen kuat Pemerintah untuk menyelesaikan masalah perairan di Natuna.

Kehadiran Presiden RI Joko Widodo di Natuna merupakan bukti akan adanya sinyal keseriusan pemerintah di tengah ketegangan antara RI dengan Pemerintah Tiongkok. Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Dirinya meyakini, langkah Jokowi akan mendapatkan dukungan dari rakyat Indonesia dalam menghadapi polemik dengan China yang melanggar Zona Ekonomi Ekslusif.

Perairan di Natuna memang sangat kaya akan ikan. Terlebih banyak ikan jenis tertentu yang hanya terdapat di wilayah perairan tersebut. Kepala Badan Keamanan Laut (Bakamla) Laksamana Madya Achmad Taufiqoerrochman menuturkan, kemarin China juga telah lebih dulu mengirimkan 2 kapal coast guard ke perairan Natuna utara.
Sebelum itu, tiga kapal coast guard asal China juga telah lebih dulu berada di perairan Natuna Utara. Namun belum diketahui apakah dua kapal yang dikirim tersebut bertujuan untuk menggantikan 2 kapal yang sudah ada terlebih dahulu atau justru bentuk penambahan kekuatan.
Untuk mengamankan wilayah perairan di Natuna, TNI juga telah mengirimkan 4 pesawat F-16 ke wilayah perairan di Kepulauan Riau tersebut. Keempat pesawat itu dikirim untuk melakukan patroli.
Setelah kunjungan Jokowi ke Natuna, Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Mayor Jenderal Sisriadi memastikan kapal-kapal nelayan berbendera China bersama kapal coast guard mereka sudah keluar dari Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia di perairan Natuna Utara. Kapal-kapal China tersebut keluar setelah Presiden Joko Widodo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto berkunjung ke Natuna.
Sisriadi juga menyatakan bahwa kunjungan Jokowi ke Natuna telah memberikan pesan tegas kepada pemerintah China di Beijing terkait dengan konflik di perairan Natuna. Ia menyatakan kunjungan Jokowi disambut dengan cermat oleh pemerintah China. Sisriadi mengungkapkan bahwa pemerintah China telah memberikan instruksi kepada seluruh kapal-kapal nelayan dan kapal coast guard mereka dari wilayah perairan di Natuna Utara.
Sementara itu, TNI juga berperan dalam membantu tugas diplomasi yang dilakukan pemerintah terhadap Tiongkok. Salah satunya ialah personel TNI yang kerap melakukan pengusiran terhadap kapal nelayan berbendera China untuk keluar dari ZEE Indonesia di perairan Natuna.
Setelah situasi keamanan di laut sudah terjaga dengan baik. TNI akan kembali berfokus pada pengamanan di seluruh wilayah perairan Indonesia. 
Hal ini menunjukkan bahwa penebalan pasukan di Laut Natuna memberikan dampak positif akan keamanan dan kedaulatan perairan Natuna. Selain itu, Pemerintah juga akan mengirimkan ratusan nelayan untuk melaut di Natuna guna menunjukkan bahwa perairan Natuna masih berada di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebelumnya, Ketua DPR RI Puan Maharani juga telah meminta agar pemerintah Indonesia bertindak tegas dan mendesak agar seluruh kapan nelayan asal China meninggalkan Perairan Natuna Kepulauan Riau.
Puan pun menegaskan tidak ada alasan bagi pemerintah Indonesia untuk membiarkan Perairan di Natuna diklaim oleh negara lain. Dia menatakan perairan Natuna merupakan wilayah kedaulatan Indonesia yang wajib dipertahankan sesuai penetapan wilayah Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) di Natuna berdasarkan perjanjian internasional (UNCLOS) 1982.
Lebih jauh, Puan juga meminta kepada pemerintah China untuk menghormati hukum internasional seperti yang tertuang dalam UNCLOS 1982, dimana China menjadi salah satu anggotanya.
Pada kesempatan berbeda, Presiden Jokowi juga menyempatkan diri untuk menyerahkan sertifikat hak atas tanah untuk masyarakat di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau.
Dalam sambutannya, mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut kembali menegaskan bahwa Natuna merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari NKRI.
Penyerahan sertifikat tersebut bertujuan agar masyarakat di Natuna mengetahui bahwa Natuna merupakan bagian dari tanah air Indonesia. Sehingga tanda bukti hak hukum atas tanah, atas lahan, yang berupa sertifikat tersebut diberikan kepada masyarakat di Kabupaten Natuna.
Kepulauan Natuna merupakan bagian dari Kabupaten Natuna yang termasuk dalam wilayah administrasi Provinsi Kepulauan Riau. Kabupaten Natuna sendiri memiliki jumlah penduduk sekira 81 ribu dan perangkat pemerintahan.
Apa yang dilakukan oleh Jokowi, tentu menunjukkan bahwa Negara hadir dalam permasalahan yang ada di Natuna. Negara juga menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat yang ada di Natuna sehingga praktik illegal fishing bisa dituntaskan.
Editor: Yaya

T#g:Jokowi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 16 Jan 2020 03:16

    Presiden Jokowi Kunjungi Natuna Tegaskan Kedaulatan NKRI

    Presiden Jokowi mengunjungi Natuna pada Rabu (8/1/2020). Kedatangan Presiden ke Natuna merupakan bukti ketegasan Pemerintah terhadap kedaulatan NKRI yang tidak dapat ditawar.Klaim sepihak oleh China a

  • Rabu, 18 Des 2019 03:18

    GELAR ASIAN of THE YEAR 2019

    Presiden Joko Widodo mendapatkan penghargaan "Asian of the Year 2019" dari media Singapura, The Straits Times. Jokowi dianggap sebagai tokoh pemersatu di dalam negeri dan di antara negara-negara Asia

  • Senin, 25 Nov 2019 03:25

    Jangan Paksa Presiden Terbitkan Perppu KPK

    Berbagai kalangan gencar memaksa Presiden untuk menerbitkan Perppu KPK. Namun, hal tersebut tampaknya memang tidak perlu dilakukan untuk membatalkan UU KPK yang baru saja disahkan DPR. Hal terseb

  • Jumat, 08 Nov 2019 14:18

    Visi Utama Jokowi Itu Bernama 'Indonesiasentris'

    Periode kedua pemerintahan Jokowi akan fokus pada salah satunya, pembangunan sumber daya manusia (SDM). Namun, bisa dipastikan, Jokowi tetap akan melanjutkan pembangunan infrastruktur hingga ke daerah

  • Jumat, 01 Nov 2019 07:51

    Jokowi Sedang Membangun "Raksasa Dari Timur" Bernama Papua

    Kunjungan pertama pasca pelantikan Presiden Joko Widodo adalah ke Papua. Tokoh No 1 di Indonesia ini terkenal dengan gerak cepatnya dalam menghadapi polemik. Tak hanya itu, sikapnya yang tenang dan bi

  • Senin, 28 Okt 2019 17:28

    Jembatan Holtekamp, Bukti Cinta Pemerintah Kepada Papua

    Peresmian jembatan Holtekamp atau jembatan Youtefa yang menghabiskan dana mencapai Rp1,8 triliun itu, kemarin diresmikan oleh Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan

  • Senin, 28 Okt 2019 14:58

    Panglima TNI Dampingi Presiden RI di Wamena Papua

    Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P mendampingi Presiden Ir. H. Joko Widodo meninjau kondisi pasar Wouma di Wamena, Papua yang rusak pasca kerusuhan massa beberapa waktu lalu, y

  • Senin, 21 Okt 2019 15:51

    Jadikan Momen Pelantikan Presiden Terpilih Sebagai Semangat Persatuan Menuju Indonesia Maju

    Siapakah di antara kita yang rela Indonesia tercerai berai? Tentu tidak satupun. Pada awal perjuangan dimulai dengan masing-masing daerah dan digerakkan terus-menerus, namun ternyata itu tak cukup mam

  • Minggu, 13 Okt 2019 18:43

    GAMKI Sergai minta aparat hukum tindak tegas pelaku anarkis yang berupaya gagalkan pelantikan Presiden

    Pelantikan Presiden dan Wakil Presiden terpilih Ir. Joko Widodo- KH. Mar'uf Amin pada Minggu 20 Oktober 2019 nanti diharapkan tetap dalam kondusif dan memberikan rasa aman di tengah-tengah masyar

  • Sabtu, 12 Okt 2019 20:32

    Strategi Warganet Lawan Radikalisme Demi Lancarnya Agenda Nasional Pelantikan Presiden

    Perang melawan radikalisme dan terorisme memang tidak pernah ada habisnya. Satu persatu pelaku ditangkap, tapi satu persatu pula muncul generasi baru. Meski para pelaku sudah dipenjara, tapi ideologi

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak