Kamis, 09 Jul 2020 15:18
  • Home
  • Opini
  • Ini Alasan Kenapa Kalian Tidak Perlu Terpancing Dengan Kenaikan Harga Beras

Ini Alasan Kenapa Kalian Tidak Perlu Terpancing Dengan Kenaikan Harga Beras

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Indah Rahmawati Salam, Mahasiswi IAIN Kendari
Selasa, 13 Feb 2018 09:53
Int
Ilustrasi
Perekonomian di negara kita saat ini sedang tumbuh dan optimis untuk terus mengalami kenaikan.

Dengan pendapatan dan pertumbuhan nasional yang semakin meningkat, kita bisa melihat sebuah kemajuan dan perkembangan dari negara lain. Pendapatan nasional per tahun Indonesia bisa memberikan konstribusi kemajuan perekonomian. Selain itu, Ekonomi makro sangat berpengaruh dalam perkembangan ekonomi saat ini. Salah satunya yaitu pertumbuhan ekonomi itu bisa  dilihat dengan permintaan domestik yang masih menjadi keutamaan kinerja perekonomian. Selain itu, impor dan ekspor, juga investasi. Tetapi dalam beberapa bulan ini perekonomian di Indonesia sedang mengalami suatu cobaan. Beras yang menjadi bahan pokok utama masyarakat kini sedang bermasalah. 

Sekarang ini harga beras sudah sampai pada tingkatan titik tertinggi di awal tahun 2018 ini, dan sebelumnya pemerintah sudah mengatakan kalau stok beras di Bulog akan tercukupi sampai dengan masa musim panen yaitu di akhir Januari atau di awal Februari ini. Tepatnya, di Pasar Induk Beras Cipinang, harga suatu beras dengan jenis medium ini pada minggu lalu mencapai di antaranya Rp10.500 sampai dengan Rp11.500. harga ini sudah jauh melebihi dengan harga beras yang pada awal tahun 2017 sekitar Rp 9.500. Kenaikan harga ini tentunya akan menciptakan ketidakpastian dan sekaligusmasyarakat, produsen, atau konsomen akan menjadi terbeban. 

Harga beras sekarang ini yang masih tinggi menyebabkan munculnya kecurigaan dan berbagai penyebab. Penyebabnya bisa terjadi karena kesengajaan untuk menahan stok beras, inilah yang menyebabkan kelangkaan. Bila terjadi kelangkaan pasti akan membuat harga menjadi naik dan tentunya para oknum yang tidak bertanggung jawab atau bisa disebut mafia ini selanjutnya mengeluarkan beras ke pasar dan akan memperoleh keuntungan yang tidak sedikit. 

Para mafia-mafia inilah yang sulit disentuh oleh hukum, maka dari itu kita berharap KPK juga proaktif mengawasi arus ini. Harga beras naik juga karena disebabkan data yang disampaikan Kementerian Pertanian (Kementan) dan Kementerian Perdagangan (Kemenag)soal kondisi stok beras berbeda. Hal ini bisa menjadi penyebab harga beras naik dan juga terjadinya kelangkaan di berbagai daerah.



Lalu langkah bagaimana agar bisa meredam kenaikan harga beras?
Sekarang ini stok beras yang berada di Bulog saat ini sekitar 930 ribu ton. Seharusnya sesuai perhitungan  stok beras Bulog harus diatas satu juta ton lebih agar kedepannya jika terjadinya kenaikan harga beras Bulog akan dapat mengantisipasi dan stok beras tetap aman agar harga beras dapat terkendali.

Sepertinya pemerintah tidak mau mengambil risiko terjadi suatu kekurangan stok beras yang dapat menyebabkan kenaikan harga di masyarakat, sehingga pemerintah yang bertugas memberikan pelayanan pada masyarakat sekarang ini sedang berusaha.

Hal yang dilakukan pemerintah yang melalui menterinya lebih tepatnya Kementerian Perdagangan atau Kemendag akan melakukan tindakan membuka keran impor beras khusus sebanyak 500.000 ton. Mengimpor beras adalah merupakan salah satu kebijakan pemerintah agar bisa menekan tingginya harga beras di pasaran sekarang ini. Termasuk melakukan tindakan kelancaran arus barang, terutama dalam menjalankan impor beras. Sementara Bank Indonesia akan memantau sumber-sumber mana yang menyebabkan inflasi dan pengendalian di sisi moneter.

Informasi dari Ombudsman yaitu lembaga Negara yang mengawasi pelayan publik di Indonesia, ada 31 provinsi pada 10-12 Januari 2018 stok beras di berbagai daerah memang menurun dan tidak merata. Sehingga kondisi yang terjadi ini ada dimana situasi yang sebentar lagi Indonesia akan mengalami masa musim panen raya. Pemerintah juga memerintahkan kepada seluruh pelaku usaha di bidang perberasan di Indonesia agar wajib menyalurkan stok beras kepada pasar dan jangan menahan atau menimbun stok beras yang akan berakibat kenaikan harga beras. Hal ini dilakukan agar harga beras yang ada di pasaran segera terkendali lagi seperti yang diatur dalam Harga Eceran Tertinggi (HET).
Tindakan itu tentunya diharapkan agar dapat meredam harga beras yang saat ini sedang dalam lonjakan tinggi. Bahkan sekarang ini Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla memerintahkan kepada Bulog dan jajarannya melakukan operasi pasar besar-besaran yang berguna untuk meredam kenaikan harga beras yang di pasaran saat ini. 

Pemerintah terus berusaha dan akan  menjamin pada saat akhir Januari 2018 sudah mulai panen, maka stok beras akan tetap aman. Dan apabila langkah operasi pasar besar-besaran itu, tidak bisa untuk menurunkan harga beras maka tindakan pemerintah akan membuka opsi yaitu akan impor beras. Maka dari hasil ini pemerintah telah meminta kepada Bulog untuk meninjau dahulu opsi impor dalam keadaan yang bisa dibilang mendesak dan darurat. Sehingga opsi impor beras tersebut tak lain adalah untuk bertujuan menstabilkan harga dan stok beras yang terjadinya sekarang ini. 

Pemerintah juga sebelumnya melakukan tindakan dengan mempercepat masa panen, penambahan luas lahan pertanian, sampai dengan pengawasan di lapangan lebih intensif mengenai penimbunan beras melalui satgas pangan. Bahkan pedagang saat ini ikut membantu pemerintah untuk mengatasi kenaikan harga beras.  Sejumlah pedagang yang akan menerima penyaluran beras impor untuk Oprasi Pasar (OP) umumnya adalah pedagang di Koperasi, Perpadim, dan PIBC. Operasi pasar harus dipaksa dilakukan guna untuk menstabilkan harga beras yang melambung dengan harga tinggi. 

Perlu diketahui juga bahwa pemerintah mengimpor beras bukanlah hal yang tabu karena pemerintah belum sepenuhnya dapat memenuhi kebutuhan pangan bagi lebih dari 250 juta penduduk Indonesia sepanjang tahun. Pemerintah sepenuhnya bertanggungjawab pada kesejahteraan rakyat dengan memenuhi kebutuhan pangannya. Bahkan jika kebutuhan beras dalam negeri ini tidak dibantu dengan mengimpor beras di saat musim paceklik ini, dapat dipastikan bahwa harga beras akan semakin melambung tinggi dan membuat rakyat makin terpuruk, dengan catatan, untuk memperkuat stok beras yang ada sehingga tidak terjadi kenaikan harga yang liar. Bukannya untuk membanjiri pasar sehingga membuat harga beras produksi petani menurun tajam. 

Dengan begitu pemerintah harus mengatasi permasalahan tersebut salah satunya adalah opsi untuk melakukan impor beras di Negara Vietnam dan Negara Thailand, karena stock beras yang berada di Bulogsaati ini Cuma 930 ribu dan hal ini tidak akan mengganggu petani lokal sebab beras yang berasal dari impor ini hanya untuk memperkuat stock dan akan dilepas jika terjadinya kelanngkaan dan tidak memenuhi kebutuhan rakyat. Sehingga pemerintah berusaha menjamin dan melindungi kesejahteraan petani dan keberlangsungan industri pertanian di seluruh Indonesia. 

Seharusnya para petani, pedagang, juga masyarakat harus mendukung pemerintah dengan melaporkan jika terjadi kecurigaan penimbunan atau penahanan stock beras sehingga proses arus suplai menjadi lancar. Karena hal itu terjadi tidak hanya 1 daerah saja tetapi berbagai provinsi agar tidak terjadinya gejolak harga beras.
Editor: Sam

T#g:beraspadi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 15 Jun 2020 19:05

    Mabes Polri Berikan Bantuan Sembako Melalui Dit. Pam Obvit Polda Sumut

    Mabes Polri melalui Dit. Pam Obvit Polda Sumut membagikan bantuan kepada warga terdampak Covid-19 Jalan PSR 8 kuburan Medan Estate, Senin (15/6/2020).Kasubdit Vip Dit Pam Obvit Polda Sumut yang dipimp

  • Kamis, 11 Jun 2020 18:21

    Pemko Medan Salurkan Bantuan Kepada Wartawan Terdampak Covid-19

    Pemko Medan kembali menyalurkan bantuan Sembako kepada wartawan yang selama ini bertugas di lingkungan Pemko Medan. Terhitung, sebanyak 200 wartawan menerima bantuan Sembako berupa beras, mie instan,

  • Kamis, 11 Jun 2020 15:31

    Rumah Lumbung Berkonsep Anjungan Beras Mandiri Diresmikan untuk Bantu Warga Terkena Dampak Covid-19

    Pengurus BKM Al Ikhlas Komplek Alam Patumbak Permai meresmikan Rumah Lumbung Al Ikhlas dengan konsep Anjungan Beras Mandiri (ABM) pada Rabu malam (10/06/2020).

  • Rabu, 29 Apr 2020 08:29

    Airlangga: Cadangan Beras Nasional 6,3 Juta Ton

    Stok cadangan beras nasional itu ada 6,3 juta ton dan tentunya bagi provinsi yang terbatas nanti Perusahaan Umum (Perum) Badan Urusan Logistik (Bulog) akan memasok stok tersebut.

  • Selasa, 21 Apr 2020 22:11

    Peduli Masyarakat Terdampak Covid-19, Polres Sergai Terima 200 Karung Beras

    Dalam mendukung Polres Serdang Bedagai bersama pemerintah dalam penanganan penyebaran virus corona (Covid-19), pengusaha kilang padi Achuan Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban memberikan bantuan 200

  • Senin, 20 Apr 2020 16:30

    DPC Partai Gerindra Kabupaten Labura Bagi Beras dan Masker

    Sebanyak 50 orang warga kurang mampu di Kualuh Selatan menerima bantuan beras dan masker dari DPC Partai Gerindra Labuhanbatu Utara (Labura), Senin (20/4/2020) di Desa Gunung Melayu Kecamatan Kualuh S

  • Sabtu, 18 Apr 2020 21:18

    GTPP Covid-19 Sumut Terima Bantuan Rapid Test dan Beras

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) menerima bantuan 200 unit rapid test dari PT Victorindo Alam Lestari dan 50 kg beras PT Bluescope Lysaght di Pokso GTPP Covid-19 Sumut, Medan, Sabtu (18/4).

  • Selasa, 14 Apr 2020 23:04

    PHBK- USU Bantu Bama Mahasiswa USU Di Tengah Pandemik Covid-19

    Keluarga besar penghuni asrama Universitas Sumatera Utara (USU) banyak mengucapkan terima kasih kepada Perhimpunan Bantuan Kemanusian Universitas Sumatera Utara (PHBK-USU) yang telah menyalurkan bama

  • Jumat, 10 Apr 2020 08:10

    Di tengah wabah Corona, ketersediaan Beras di Sergai aman, bahkan surplus

    Kepala Dinas Pertanian Sergai, Radianto Panji SP, MMA menjelaskan kepada awak media Utamanews.com Rabu siang (8/4/2020) bahwa persediaan pangan untuk kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) dalam menghadap

  • Rabu, 08 Apr 2020 19:28

    Pelantikan 13 Kasek di Berastagi Sumut di Tengah Wabah Covid-19, Diduga Melanggar Surat Edaran Mendagri

    Meski Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri) telah mengeluarkan surat edaran kepada Gubernur dan Bupati/ Walikota di seluruh Indonesia perihal Penundaan sementara usulan pergantian p

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak