Rabu, 14 Nov 2018 04:15
HUT Pemkab Labuhanbatu
  • Home
  • Opini
  • Indonesia Bertransformasi melalui Sosok Jokowi

Indonesia Bertransformasi melalui Sosok Jokowi

Medan (utamanews.com)
Oleh: Rinaldi Gustaf, Pengamat politik.
Senin, 29 Okt 2018 08:29
Istimewa
Jokowi
Saat saya melihat perawakan Jokowi yang disebut banyak orang "wong ndeso" atau "si kerempeng dari Solo", saya sempat pesimis melihat perawakannya untuk menjadi seorang Presiden.

Akan tetapi, perlu dipahami bahwa penilaian tersebut bukanlah subjektifitas dalam menilai seseorang. Pergerakan berdedikasi tinggi yang dilakukan oleh Jokowi, sudah cukup membuat kita tercengang akan kemampuan beliau dalam mentransformasikan Indonesia menjadi negara yang lebih sejahtera. Mari kita lihat seberapa jauh Bapak Presiden kita ini telah melangkah.

Ir. H Joko Widodo atau lebih akrab oleh masyarakat dengan panggilan Jokowi, merupakan Presiden Indonesia yang ke-7. Terpilih pada Pemilihan Umum Presiden di tahun 2014 di bawah naungan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) memberikan hasil akhir dengan meraih suara sebesar 53,15%.

Sebelum menjadi seorang Presiden, putra Solo ini merupakan Gubernur dari Ibu Kota Indonesia yaitu Jakarta dan memperlihatkan banyak perubahan-perubahan yang telah dirasakan oleh masyarakat Jakarta sendiri.

Setelah dilantik menjadi Presiden, Jokowi membentuk sebuah kabinet yang diberi nama "Kabinet Kerja" untuk membantu mewujudkan visi dan misi selama 5 tahun kedepan yaitu "Terwujudnya Indonesia yang Berdaulat, Mandiri dan Berkepribadian Berlandaskan Gotong Royong."

Diiringi selogan khasnya "Kerja, kerja, kerja", Jokowi berupaya mewujudkan Misi yang dibangun melalui visi dan program nawacita. Nawacita tersebut memiliki arti dimana "nawa" yang berarti 9 dan "cita" yang berarti harapan atau cita-cita yang akan diraih kedepannya. Nawa Cita, yang memiliki tiga ciri utama: negara hadir, membangun dari pinggiran, dan revolusi mental. Dari hasil pembangunan di bidang ekonomi yaitu ada 5 indikator utama di bidang kesejahteraan, yakni: kemiskinan, pengangguran, ketimpangan, inflasi, dan pertumbuhan ekonomi.


Dalam soal kemiskinan mengenai jumlah penduduk miskin di Indonesia terus mengalami penurunan yaitu dari 28,51 juta (11,22%) pada Maret 2015 menjadi 28,01 juta (10,86%) pada Maret 2016. Penurunan kemiskinan ini menjadi indikator penting mengenai berbagai program pemerintah yang menyasar kelompok kurang mampu, seperti Kartu Indonesia Sehat, Kartu Indonesia Pintar, Program Keluarga Harapan, asuransi kesehatan BPJS, dan program sosial lain yang membuahkan hasil.

Di bidang pendidikan, Jokowi membuat sebuah program yang diberi nama PIP (Program Indonesia Pintar) dimana dalam program ini sangat membantu setiap peserta didik yang orang tuanya kurang mampu dalam membiayai pendidikan. Pada program ini, setiap anak didik di Indonesia wajib belajar 12 tahun, sehingga menghambat terjadinya putus sekolah atau tidak dapat melanjutkan pendidikan karena faktor ekonomi.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menyatakan ada sejumlah capaian yang telah dilakukan pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sektor infrastruktur. Infrastruktur tersebut mulai dari jalan, bendungan, hingga jembatan. Basuki mengatakan, dalam 150 target pembangunan strategis nasional di bidang infrastruktur, sudah banyak yang diselesaikan. Hal itu dikerjakan selama tiga tahun Jokowi memimpin.


Pembangunan Jalan Tol. 

Presiden Jokowi telah berkomitmen untuk membangun infrastruktur secara komprehensif. Termasuk di dalamnya adalah transportasi umum yang terintegrasi di darat, laut dan udara serta peningkatan kapasitas jalan, melalui pelebaran jalan, penambahan jalan baru dan pembangunan jalan tol. Berdasarkan laporan kemajuan pelaksanaan per Agustus 2015 lalu dari Menteri PUPERA pembangunan jalan tol antara lain Jalan Tol Trans Jawa. Jalan Tol Trans Jawa yang terdiri dari 9 ruas yang mencapai kemajuan berupa pengadaan tanah dan konstruksi.

Pembangunan jalan tol juga merambah ke Pulau Sumatera. Seperti pembangunan Jalan Tol Sumatera (Bakauhuni-Aceh sepanjang 2.000 KM ). Pembangunan tol juga dibangun Sulawesi Utara, seperti pembangunan Tol-Manado Bitung, Pengadaan lahan dari Ringroad Manado-SS Sukur, SS Sukur-SS Airmadidi. Kemudian Tol Balikpapan-Samarinda. 

Pembangunan jalan Trans di Perbatasan Indonesia. Pembangunan Jalan Trans Perbatasan seperti jalan perbatasan Kalimantan yang berbatasan langsung dengan Malaysia, terdapat 9 ruas jalan yang membentang sepanjang 771,36 kilometer dari Kalimantan Barat, Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara. Pembangunan jalan perbatasan NTT terdapat 6 ruas dengan total panjang mencapai 171,56 kilometer. Pembangunan Jalan Trans Papua terdapat 12 ruas yang jika tersambung semua akan mencapai 4.325 kilometer.



Infrastruktur Transportasi, Pembangunan MRT dan LRT.

Pembangunan jalur Transportasi Massal di Jakarta, yaitu MRT dan LRT yang tertunda selama 24 tahun, pada massa kepemimpinan Jokowi sudah dimulai pengerjaaannya.

Pembangunan Trans Kereta Api. 

Program Trans Sumatera dari Aceh hingga Lampung dengan panjang sekitar 2.500 km tersebut dibuat menjadi empat kluster. Kluster pertama di Provinsi Aceh, kluster kedua di Sumatea Utara, kluster ketiga di Sumatera Barat, dan kluster keempat di Sumatera Bagian Selatan.

Pembangunan Pelabuhan Kapal/Tol Laut.

Program pembangunan Tol Laut dengan nama lain "Pendulum Nusantara" adalah sebuah program terobosan dilakukan Jokowi yang tidak pernah terpikirkan oleh pemerintah sebelumnya.

Dan masih banyak lagi program-program yang telat tercapai di era Presiden Jokowi. Kebijakan Presiden Jokowi dalam menggelontorkan dana pembangunan infrastruktur yang sangat besar, memiliki dampak yang besar pula bagi masyarakat Indonesia, meskipun  bertolak belakang dari perawakan Jokowi yang "kerempeng."

Kini Indonesia sudah bertransformasi. Adanya program-program pemerintah, membuat masyarakat lebih sejahtera, maju, dan mampu. Kini Indonesia tidak malu lagi mengangkat muka di depan negara lain. Meskipun begitu, masih banyak pihak-pihak lawan politiknya melontarkan penilian buruk pada pemerintahan Jokowi.

Dengan memanfaatkan dampak kenaikan BBM dan kondisi perekonomian global yang terjadi satu bulan belakangan ini menjadi pembenaran menilai bahwa Jokowi gagal dalam kepemimpinannya. Namun kita sebagai masyarakat harus cerdas. Melihat berbagai macam pertumbuhan ekonomi serta infrastruktur selama 4 tahun ini kita harus turut mengapresiasi, bukan malah ikut menjatuhkan dan menyebarkan isu-serta berita finah serta memutar balikan fakta. 

Kita sebagai masyarakat Indonesia harus tau kebijakan mana yang memang benar-benar membangun bangsa ini. Bagaimana caranya? yaitu dengan cerdas dalam menentukan siapa pemimpin kita selanjutnya.

Editor: Sam

T#g:Jokowi
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Selasa, 13 Nov 2018 06:23

    Naik Motor, Presiden Hadiri Deklarasi Jabar Kondusif di Bandung

    Presiden Joko Widodo kembali naik motor 'custom' miliknya untuk menghadiri acara dalam kunjungan kerjanya. Jika minggu lalu menaiki motor untuk blusukan ke Pasar Anyar di Kota Tangerang, kal

  • Sabtu, 10 Nov 2018 23:00

    Panglima TNI Dampingi Presiden RI Bersepeda Santai di Kota Bandung

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. mendampingi Presiden RI Ir. H. Joko Widodo bersepeda santai bersama anggota TNI dan Polri serta masyarakat berkeliling Kota Bandung, Sabtu (10/11/2018)

  • Sabtu, 10 Nov 2018 14:10

    Gelar Gebyar Goyang Dayung Ala Jokowi, N4J: Jokowi-Ma'ruf Harus Menang

    Pelaksanaan 'Gebyar Goyang Dayung Ala Jokowi bersama Ibu-ibu Bangsa' yang digelar DPP Nusantara Untuk Jokowi (N4J) berlangsung sukses. Hingga saat ini, sebanyak 53 tim melakukan registr

  • Rabu, 07 Nov 2018 02:07

    Dampak Negatif Pidato "Tampang Boyolali" Prabowo

    Pidato Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto di Boyolali pada 30 Oktober 2018 menuai reaksi keras dari masyarakat. Pidato yang disampaikan Prabowo saat meresmikan Posko pemenangan itu dengan menyingg

  • Minggu, 04 Nov 2018 20:24

    Seribuan Laskar Mazilah dan Warga Helvetia-Sumut Deklarasi Dukung Jokowi-Ma'ruf

    Sekitar seribu lebih masyarakat desa Helvetia, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang bersama Laskar Mazilah (Majelis Zikir Ash-Sholah) dipimpin Ustadz Muhammad Dahrul Yusuf mendeklarasikan dukungan

  • Jumat, 02 Nov 2018 21:22

    Presiden RI Beri Penghargaan Kepada Dua Prajurit TNI

    Dua prajurit TNI yang berhasil menemukan Black Box Pesawat Lion Air JT-610 mendapat penghargaan dari Presiden RI Ir. H. Joko Widodo, saat meninjau Posko Evakuasi di Jakarta International Container Ter

  • Senin, 29 Okt 2018 21:39

    Dari Halim, Presiden Langsung Bertolak ke Pusat Penanganan Krisis Soekarno-Hatta

    Setibanya di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin, 29 Oktober 2018, pukul 17.30 WIB, selepas kunjungan kerja ke Provinsi Bali, Presiden Joko Widodo langsung menerima laporan dari Mente

  • Sabtu, 27 Okt 2018 18:27

    Joko Widodo, Memberi Pesawat Ketika Diminta Sepeda

    Dalam setiap tahun masa kepemimpinan seorang Presiden, masyarakat pasti menilai perkembangan kinerjanya. Semua orang pasti membandingkan realita yang diterima dengan janji-janji yang diberikan oleh pa

  • Kamis, 25 Okt 2018 14:55

    Gelar Lucky Draw, Pemkab Labura Peringati Hari Koperasi Ke-71 Tahun 2018

    Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu Utara (Pemkab Labura) melalui Dinas Perdagangan dan Koperasi UKM, memperingati hari Koperasi ke-71 tahun 2018, tingkat kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura).Kegiatan in

  • Senin, 22 Okt 2018 10:32

    TebingTinggi Raih Tiga Penghargaan Temu Karya Nasional TTG XX

    Pemerintah Kota (Pemko) Tebingtinggi, memperoleh tiga penghargaan pada acara pembukaan Temu Karya Nasional, Teknologi Tepat Guna (TTG)  XX dan Pekan Inovasi Perkembangan Desa/Kelurahan (PINDesKel

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak