Selasa, 18 Des 2018 19:07
  • Home
  • Opini
  • FPI vs Prabowo Soal Pemindahan Kedubes Australia

FPI vs Prabowo Soal Pemindahan Kedubes Australia

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Ibnu Prasetyo, mahasiswa salah satu PTN di Yogyakarta.
Rabu, 05 Des 2018 03:05
@jokopujakesuma
Ilustrasi penindasan terhadap rakyat Palestina
Belakangan ini, sedang gencar kontroversi mengenai pemindahan Kedubes Australia ke Yerussalem yang menyeret berbagai pihak untuk turut mengungkapkan pendapat dan penilaiannya. Seperti yang kita ketahui, sebagai anggota PBB sikap Indonesia terhadap kemelut yang terjadi di Palestina adalah membantu dan mendukung kemerdekaannya. Bukan mendukung penjajah seperti Israel untuk melumpuhkan Palestina.

Namun, pernyataan Prabowo Subianto terkait rencana pemindahan Kedubes Australia justru bertolak belakang dengan apa yang sudah dilaksanakan negara Indonesia sejak lalu. Capres ini menyampaikan bahwa Indonesia harus menghormati kedaulatan Australia sekalipun dia mengaku tetap mendukung kemerdekaan Palestina.

Sontak pernyataan ini memicu amarah pentolan FPI (Front Pembela Islam). Bagaimana tidak, pihak FPI yang mengecam Australia atas tindakannya yang hendak memindahkan Kedubes-nya ke Yerussalem dibuat kecewa dengan pernyataan politisi Gerindra Prabowo Subianto yang justru seolah mendukung Australia.

Jadi, seperti terdapat dua pemikiran berbeda dalam satu badan. FPI yang selama ini berada di samping Prabowo harus kecewa dan melihat pemikiran Prabowo yang bertentangan dengan pemikiran FPI. Jadi, sekalipun mereka berada dalam satu payung tapi kepala mereka terpisah. Ibarat kata mereka mencari pemikiran masing-masing.

Jika FPI terang-terangan menolak dan mengecam Australia yang dinilainya arogan, Ketum Partai Gerindra sekaligus Capres pada Pilpres mendatang ini justru meminta Indonesia menghormati kedaulatan negara Australia. Aneh bukan?


Pihak Prabowo seperti tidak memikirkan hati Palestina yang sedang memperjuangkan kemerdekaannya. Padahal, Indonesia sendiri pernah merasakan dijajah hingga ratusan tahun dan meninggalkan luka mendalam bagi bangsa ini. Apa pihaknya tidak menerapkan sistem "dicubit sakit." Kata pepatah, jika dicubit sakit ya jangan mencubit. Jika Indonesia saja sakit telah dijajah, jangan mendukung penjajah untuk menjajah negara lain. Apalagi Palestina adalah sahabat Indonesia sejak dahulu.

Dengan adanya pernyataan Prabowo di atas, juga mengundang banyak figur yang kemudian menegur. Seperti Ulama Yusuf Muhammad Martak yang mengingatkan Prabowo untuk tidak meluncurkan pernyataan seperti itu. Karena menurutnya, Prabowo tidak seharusnya mengeluarkan pernyataan yang menimbulkan polemik. Menurutnya lagi, Prabowo tidak menghargai kedaulatan Palestina. Oleh sebab itu Prabowo diminta berhati-hati dalam mengeluarkan statementnya.

Selain Ulama Yusuf Muhammad Martak, TGB atau Tuan Guru Bajang juga turut memberikan kritik atas pernyataan capres nomor 2 ini. Menurut TGB, pernyataan Prabowo tidak selaras dengan hubungan Indonesia dengan Palestina yang memiliki hubungan erat dengan perjuangan Indonesia.

Kritikan lain disusul oleh Jubir Jokowi- Ma'ruf, Hasto Kristianto yang menilai bahwa statement Prabowo bertolak belakang dengan konstitusi Indonesia. Pasalnya, selama ini Indonesia sangat menjunjung tinggi konstitusi.
Kritikan-kritikan yang datang tersebut kemudian ditanggapi oleh Tim Sukses Prabowo yang menyatakan bahwa Prabowo tetap mendukung kemerdekaan Palestina. Soal pernyataannya prabowo menghormati kedaulatan Australia karena menjawab pertanyaan dari wartawan asing, dalihnya.

Klarifikasi yang diberikan oleh Timses Prabowo ini tetap saja menuai polemik. Pasalnya pernyataan Prabowo sudah terlanjur mendesis di telinga masyarakat. Hal inilah yang kemudian menyulut emosi umat Islam yang merasa satu saudara dengan Palestina. Tak luput pula dengan kemarahan FPI yang diwakili oleh Slamet Maarif.


Akankah Capres Prabowo memperbaiki sikap dan ucapannya ini? Semestinya iya. Sebab warga Indonesia sangat mencintai Palestina. Jadi, masyarakat meminta jangan sampai kita menghormati kedaulatan rakyat tapi justru tidak mengindahkan sama sekali kedaulatan Palestina.

Mau bagaimanapun kita harus membela dan ikut mendukung kemerdekan Palestina. Alasannya adalah Palestina merupakan saudara muslim kita yang membutuhkan kemerdekaan. Kita seharusnya merasa senasib sepenanggungan karena kita pun pernah merasakan sengsaranya dijajah. Bagaimana pun, penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai peri kemanusiaan dan peri keadilan. Begitu yang tertera jelas pada undang-undang Indonesia. Jadi, sebagai warga negara yang baik kita dianjurkan untuk turut menghapuskan penjajahan di atas dunia. Bukan malah mendukung penjajah seperti Israel yang ingin menguasai Al-Quds.

Jelas sekali pernyataan Prabowo soal menghormati kedaulatan Australia sangat disayangkan. Apalagi dengan alasan-alasan faktual yang memang berhubungan dengan bunyi undang-undang dasar negara Indonesia.

Lantas bagaimana FPI menyikapi Prabowo yang tidak sependapat dengannya? Masyarakat menilai akan terjadi selisih pendapat berkepanjangan antara ke duanya sebelum Prabowo menjelaskan dan menarik pernyataannya tentang dukungannya menghormati kedaulatan Australia tentang pemindahan kedubes Australia ke Yerussalem. Sebab FPI jelas mendukung dan menghormati kedaulatan Palestina, bukan malah menghormati kedaulatan Australia. Memang benar, semua kedaulatan negara harus dihormati. Namun kita harus jeli melihat, mana yang mesti kita dukung dan perjuangkan, dan mana yang tidak.

Prabowo seharusnya lebih cerdas dan berperikemanusiaan, bukan mendukung mereka yang kejam menjajah dan merampas hak bangsa lain, sekalipun mengatasnamakan kedaulatan.

Editor: Sam

T#g:Palestina
Karunia Tour and Traveliklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Kamis, 10 Mei 2018 19:20

    Aksi Damai Bela Baitul Maqdis 115 Diharapkan Menyebar

    Koalisi Indonesia Bela Baitul Maqdis yang dibentuk oleh Pimpinan Spirit of Aqsa, Ustaz Bachtiar Nasir bersama para tokoh dan ulama yang fokus dalam gerakan pembebasan Baitul Maqdis, rencananya akan me

  • Rabu, 24 Jan 2018 04:04

    Konser Amal Palestina di Siantar, Terkumpul Rp 117 Juta

    Konser Amal untuk Palestina yang diselenggarakan Forum Peduli Kemanusiaan Siantar-Simalungun di Lapangan H Adam Malik, Pematangsiantar telah berhasil mengumpulkan dana bantuan sebesar Rp 117.035.500,

  • Minggu, 14 Jan 2018 14:24

    Konser Amal untuk Palestina Akan Digelar di Siantar

    Forum Peduli Kemanusiaan Siantar-Simalungun berencana menggelar Konser Amal untuk Palestina di Lapangan H. Adam Malik, Pematangsiantar, Minggu (21/1/2018).Konser amal yang diadakan gabungan organisasi

  • Selasa, 19 Des 2017 21:59

    Foto Donald Trump, Bendera Israel Diinjak dan Dibakar Massa HMI

    Puluhan massa Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Padangsidimpuan menggelar aksi Bela Palestina. Adapun tuntutan massa, meminta Walikota memboikot produk Amerika dan Israel. Penyampaian aspirasi ini diisi

  • Minggu, 17 Des 2017 17:37

    Pentingnya Persatuan Indonesia Dalam Mendukung Palestina

    Belakangan kita cukup dikagetkan dengan pernyataan kontroversial presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

  • Rabu, 13 Des 2017 10:43

    Dorong OKI Bulatkan Suara Bela Palestina, Jokowi ke Istanbul

    Presiden Jokowi bersama Ibu Negara Iriana didampingi Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Polhukam) Wiranto dan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno, Selasa (12/12) siang

  • Selasa, 12 Des 2017 03:52

    Aksi Nyata Indonesia Mendukung Palestina

    Konflik Israel-Palestina atau bagian dari konflik Arab-Israel yang lebih luas, merupakan konflik yang berlanjut antara bangsa Israel dan bangsa Palestina.

  • Selasa, 12 Des 2017 04:12

    Mahasiswa IAIN Padangsidimpuan Galang Dana #Save Palestina

    Untuk menunjukkan rasa solidaritas dan mengurangi beban rakyat di Palestina, sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi IAIN Padangsidimpuan menggelar aksi penggalangan dana yang diberi hastag #Save Pal

  • Jumat, 08 Des 2017 18:28

    GMNI Sumut: Trump perkeruh suasana hubungan Israel dan Palestina

    Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) mengutuk keras pernyataan Presiden AS Donald Trump atas kedaulatan Israel Israel sebagai pemilik Yerusalem, melalui pemindahan Kedutaan Amerika Serikat dari

  • Minggu, 30 Jul 2017 16:10

    Presiden Palestina tinggalkan Rumah Sakit di wilayah yang diduduki Israel

    Presiden negara Palestina, Mahmud Abbas, dipulangkan dari rumah sakit di Tepi Barat yang diduduki Israel pada Sabtu (29/7) setelah menjalani "pemeriksaan rutin" singkat, lapor kantor berita negara, Wafa.

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak