Jumat, 16 Nov 2018 00:48

Eks PA 212 Dukung Jokowi Ma'ruf

Medan (utamanews.com)
Oleh: Fajar Zulfadli S, Mahasiswa FISIP UNJ.
Rabu, 17 Okt 2018 14:17
Istimewa
Jokowi-Ma'ruf
2 Desember 2016 menjadi sejarah pergerakan massa yang besar dengan tujuan melawan terhadap penistaan agama Islam yang saat itu dilakukan oleh Ahok dengan dasar fatwa MUI yang saat itu bernamakan GNPF-MUI. 

Gerakan ini pun akhirnya dinamakan Persaudaraan Alumni 212 (PA 212) dan merubah GNPF-MUI menjadi GNPF Ulama. Namun, berkembangnya waktu gerakan ini merubah haluan menjadi gerakan politik yang akhirnya mencoba memasuki politik yang ada di Indonesia. PA 212 mengatakan kepada publik bahwa pemimpin Indonesia yang layak adalah harusnya dari kalangan Ulama, dan mengatakan bahwa Presiden Jokowi sama sekali tidak menghargai ulama sehingga menginginkan pergantian presiden pada 2019 yang dikenal dengan tagar #2019GantiPresiden. Untuk mewujudkan cita-cita organisasi, mereka memutuskan untuk mendukung Prabowo Subianto untuk melawan Presiden Jokowi dengan dukungan para Ulama dan Calon Wakil Presiden dari Prabowo Subianto adalah ulama.

Namun ternyata, pengumuman calon Presiden dan Wakil Presiden memberikan kejutan luar biasa bagi kelompok ini, dimana selama ini pengecapan Presiden Jokowi sebagai Presiden yang tidak menghargai Ulama memiliki Ulama di sampingnya sebagai Calon Wakil Presiden yaitu Ketua MUI KH Ma'ruf Amin yang juga pernah memimpin GNPF-MUI sebagai pemimpin ulama seluruh Indonesia, bukankah ini bukti bahwa pernyataan kelompok ini sama sekali tidak berdasarkan apa yang mereka katakan mendukung ulama, dan alih-alih mendukung Presiden Jokowi mereka tetap mendukung Prabowo yang memilih Sandiaga Uno sebagai wakilnya. Dari hal tersebut dapat dilihat betapa bertolak belakangnya kelompok ini dengan janji dan deklarasinya pada awal pembentukan.


Setelah pendeklarasian yang terjadi, kelompok ini kembali menyerang Presiden Jokowi dengan mengatakan menggunakan Ulama untuk memecah umat muslim di Indonesia, padahal Presiden Jokowi mendengarkan aspirasi rakyatnya yang dicetuskan oleh PA 212 bahwa pemimpin Indonesia harus dari kalangan ulama. Sehingga, dapat dinilai pemimpin yang sebenarnya dan tepat dengan apa yang diinginkan rakyatnya adalah siapa. Sedangkan, Sandiaga Uno yang bukan berasal dari kalangan agamis ataupun ulama menjadi kontroversi yang dikembangkan, berawal dari setelah pencalonannya Sandiaga diberikan gelar sebagai santri. Kemudian, hal yang paling berbahaya dan paling tidak masuk akal adalah penyebutan Sandiaga Uno sebagai 'Ulama', hal ini sangat memprihatinkan, dapat dinilai siapa yang menggunakan agama untuk alat seolah-olah gelar 'ulama' hanya main-main. 

Namun demikian, akhirnya terdapat anggota PA 212 yang tersadar akan apa tujuan kelompok ini dibentuk dan benar-benar ingin mendukung keputusan para ulama dan mendukung ulama sesungguhnya. Razman Arief Nasution menjadi ketua gerakan PA 212 yang akhirnya dinamakan gerakan eks PA 212 menjadi pendukung Presiden Jokowi dan Ulama KH Ma'ruf Amin, ulama yang sebenarnya dan sudah ada rekam jejaknya sebagai ulama bukan ulama-ulamaan, dengan melakukan deklarasi pada 11 Oktober 2018 di Posko Cemara, Menteng, Jakarta Pusat dan menjadi TKN Jokowi-Ma'ruf Amin. 

Deklarasi ini juga menjadi bukti bahwa gerakan PA 212 telah terpecah belah karena mulai masuknya pemikiran yang mementingkan kelompok tertentu dan pribadi disini sudah tidak benar-benar mendukung ulama dan mengawal ulama yang sesungguhnya untuk memimpin Indonesia.

Eks PA 212 menyadari bahwa Gerakan 212 muncul setelah keluar fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang dipimpin Ma'ruf Amin, terkait pernyataan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok tentang Al-Maidah 51. Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U) saat itu berkomitmen mengawal fatwa yang dikeluarkan Ma'ruf Amin, maka itu, mereka mempertanyakan mengapa GNPF malah berpaling. 

Dengan demikian, harusnya masyarakat juga menyadari gerakan mana yang benar dan sesuai dengan tujuan awalnya, dimana dapat disimpulkan gerakan PA 212 terpecah dengan jalan benar yang diambil eks PA 212 dan PA 212 yang kehilangan arah dan tujuannya yang sebenarnya gerakan tersebut dibentuk.

Editor: Sam

T#g:212
iklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Senin, 22 Okt 2018 04:22

    Keputusan Tepat Relawan Eks 212 pada Ma'ruf Amin

    Relawan Eks 212 mendeklarasikan dukungan kepada Calon Presiden pasangan nomor urut 01, Joko Widodo dan Ma'ruf Amin dalam Pemilihan Presiden 2019 sebagai bentuk partisipasi politik dalam mencapai

  • Kamis, 11 Okt 2018 09:01

    Kastorius Sinaga Nilai M. Amien Rais Coba "Nego" Polisi

    Sosiolog Dr Kastorius Sinaga menilai M. Amien Rais yang meminta Presiden Joko Widodo mencopot Kapolri Jenderal M. Tito Karnavian berusaha membuka ruang negosiasi dengan polisi."Tuntutan yang disampaik

  • Jumat, 13 Jul 2018 04:13

    Aksi 67, Benarkah untuk Keadilan Umat Islam?

    Persaudaraan Alumni 212 baru-baru ini mengajak umat muslim untuk melaksanakan aksi pada hari Jumat tanggal 6 Juli 2018, dengan tagline "aksi 67, Tegakkan Keadilan". Aksi ini di dukung pula oleh bebera

  • Sabtu, 02 Des 2017 02:12

    Damailah Reuni Akbar 212

    Sebentar lagi reuni akbar 212 akan segera diselenggarakan.

  • Jumat, 01 Des 2017 19:31

    Menyikapi Ajakan Reuni 212 Secara Bijak

    Apakah anda masih ingat ketika aksi 212 dilakukan di Monas?

  • Kamis, 30 Nov 2017 16:30

    Reuni Aksi 212, Perlukah?

    Aksi 212 tahun lalu berhasil menarik ratusan ribu masyarakat turun ke jalan, aksi itu pun menjadi awal aksi-aksi berseri serupa setelahnya. Mengingat tuntutan awal aksi ini, yakni pemenjaraan ter

  • Jumat, 28 Jul 2017 15:18

    Supaya lebih elegan, MK minta penolak Perppu Ormas jadi pihak terkait

    Mahkamah Konstitusi (MK) melalui juru bicara, Fajar Laksono, menyatakan bahwa MK menghormati dan menghargai siapa pun yang datang ke MK, termasuk dengan maksud menyampaikan aspirasi.

  • Rabu, 19 Apr 2017 19:05

    Kodim 0212/TS dan 2 Hektar Ladang Ganja Siap Panen di Madina

    Prajurit TNI dari Kodim 0212/TS kembali menemukan dan memusnahkan ladang ganja di kabupaten Mandailing Natal (Madina), provinsi Sumatera Utara, Rabu (19/4/2017).

  • Senin, 20 Feb 2017 21:17

    GNPF MUI dan Habib Rizieq Nyatakan Tidak Ikut Aksi 212

    Pengacara Gerakan Nasional Pengawal Fatwa MUI (GNPF MUI), Kapitra Ampera, menyatakan GNPF MUI tidak ikut dalam aksi 21 Februari 2017 (212), besok. Selain itu, Ketua Dewan Pembina GNPF MUI Habib Rizieq

  • Senin, 20 Feb 2017 21:15

    Maruf Amin tak hadir, PBNU minta aksi "212" tak catut nama NU

    Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Robikin Emhas, meminta pihak yang berencana melakukan aksi 212 Jilid 2 tidak mencatut nama NU maupun kyai dari organisasi kemasyarakatan Islam itu."Kami menginga

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak