Senin, 18 Nov 2019 21:12
  • Home
  • Opini
  • Dukung Hasil Pemilu, Mari Rajut Kembali Persatuan Bangsa Menuju Suksesnya Pembangunan Indonesia Maju

Dukung Hasil Pemilu, Mari Rajut Kembali Persatuan Bangsa Menuju Suksesnya Pembangunan Indonesia Maju

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rahmat Firdaus (Conten Creator/Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta)
Sabtu, 20 Apr 2019 08:20
@rakyatrukun_
Meme persatuan oleh netizen di media sosial
Pemilihan Umum bukan sekadar siklus lima tahunan yang biasa. Pemilu merupakan sebuah sarana untuk mencari pemimpin yang benar-benar peduli dengan rakyat Indonesia. Outputnya adalah untuk mewujudkan negara yang bukan hanya maju, tapi juga damai, tenteram, jauh dari konflik dan perseteruan.

Oleh karenanya, sikap siap kalah dan siap menang merupakan hal penting yang perlu ditanamkan dalam setiap momentum gelaran pemilihan umum. Biasanya orang akan selalu siap untuk menang, tetapi jarang sekali yang siap menerima kekalahan dan terus menjadi penghambat bagi yang menang. Saat ini sudah tidak boleh lagi seperti itu karena bangsa membutuhkan kebersamaan dalam membangun dan menghadapi semua tantangan baik dari dalam maupun dari luar. Pilihan boleh beda tapi persatuan membangun bangsa harus diutamakan.

Karena jika tetap menjadi hambatan karena kekalahan dalam sebuah kontestasi pollitik, maka ini menjadi celah bagi oknum- oknum yang ingin menghancurkan Indonesia. Kenyataan ini yang seringkali menimbulkan konflik sosial yang dapat merusak kerukunan dan persatuan yang telah terbangun dari zaman kemerdekaan.


Apa yang harus khalayak ramai pahami adalah bahwa sikap fanatik berlebihan dan tidak menerima kekalahan merupakan awal dari malapetaka dalam setiap gelaran pemilihan umum. Sikap tidak menerima kekalahan dapat memunculkan sikap benci yang dapat membuat seseorang berani melakukan tindakan yang mengancam kedamaian dan keutuhan masyarakat dan ini rentan ditunggangi oleh pihak anasir luar yang sering kali mencari kesempatan untuk merubah Indonesia menjadi bentuk yang tidak lagi sesuai dengan cita- cita para pendiri bangsa.

Semboyan NKRI harga mati jangan sampai hanya sekadar menjadi semboyan kebangsaan yang diteriakkan dengan lantang begitu saja. NKRI merupakan sebuah komitmen yang tidak dapat ditukar dengan apapun. Jangan hanya karena gelaran Pemilihan Umum 2019 ini masyarakat menjadi terkotak-kotak pada satu egoisme identitas.

Meski berbeda pilihan politik, kita tetap satu bangsa. Bangsa Indonesia adalah bangsa yang melebur satu dalam banyak perbedaan. Bangsa yang mencintai, mengasihi, dan melindungi sesama manusia bukan sesama golongan. Oleh karenanya kita semua membutuhkan sensitivitas kebangsaan yang tinggi agar terus terpanggil merawat persatuan.


Pemilu 2019 merupakan agenda demokrasi yang baru saja dilaksanakan yang meleburkan tujuan bersama dalam satu upaya membangun kehidupan yang sejahtera. Oleh karena itu, pemaknaan pemilihan umum sebagai alat perekat dan pemersatu bangsa sudah sepantasnya melekat pada pemikiran masyarakat Indonesia, jangan mau diadu domba dan dipecah belah, sudah sepantasnya kita harus berpegang pada nilai dasar Pancasila bukan yang lain sebagai pedoman berbangsa.

Jangan sampai kita kotori makna suci Pemilu 2019 ini dengan sentimen berlebihan dan kebencian atas satu pilihan politik sehingga memicu konflik sosial yang mengancam keberagaman kita sebagai suatu entitas yang bersatu. Pemilu 2019 merupakan amanah suci demokrasi yang mengharapkan rakyat Indonesia menjadi bangsa yang tetap satu dan tidak terpecah-belah.

Apa yang perlu kita semua pahami adalah bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari dinamika demokrasi harus diterima dan dijalani dengan legawa. Kita semua tentu berharap bahwa pemimpin yang terpilih akan benar-benar menjalankan apa yang diamanahkan oleh rakyat, yakni mampu menyejahterakan dan menjaga kedamaian NKRI. Tidak berambisi memperkaya diri serta mengedepankan kepentingan bangsa Indonesia. Mari kita maknai bahwa kemenangan pada Pemilu 2019 merupakan kemenangan Rakyat Indonesia semua.

Jangan sampai tali silaturahmi kebangsaan kita putus hanya karena disebabkan pasangan politik yang kita usung kalah. Sekali tali silaturahmi kebangsaan terputus, maka percuma ada Pemilu. Untuk itu mari bersama rapatkan barisan sebab pemilu adalah kemenangan rakyat, mari rajut kembali persatuan bangsa untuk Indonesia jaya agar kita menjadi bangsa yang disegani. Mari Dukung hasil Pemilu dengan damai dan bermartabat.
Editor: Iman

T#g:Infrastruktur
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 08 Nov 2019 03:08

    Masyarakat Dukung Pemerintah Bangun Papua

    Pemerintah terus menggenjot pembangunan di Papua. Kini berbagai Program pembangunan sudah mulai terealisasi. Bukan hanya di satu sektor saja, namun ada beberapa program yang patut untuk diapresiasi.Me

  • Kamis, 26 Sep 2019 17:06

    Pemko Medan Terima Hibah 3 BMN Infrastruktur Jalan Dari Kemen-PUPR

    Wali Kota Medan Drs H T Dzulmi Eldin S MSi MH menandatangani Naskah dan Berita Acara Serah Terima (BAST) Hibah Barang Milik Negara (BMN) Dari Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum

  • Sabtu, 31 Agu 2019 16:01

    4 Hari menjelang "Sail Nias", Masyarakat ragukan perbaikan infrastruktur jalan

    Event internasional "Sail Nias 2019" akan segera digelar, namun jalan menuju lokasi pelaksanaan kegiatan tersebut, tepatnya di pantai Tagaule Onolimbu, Kecamatan Bawalato, Kabupaten Nias, Sumatera Uta

  • Jumat, 30 Agu 2019 13:40

    Jalan Protokol Ajumu Rusak, Provsu Diminta Tegur Perusahaan Pembawa Muatan Melebihi Tonase

    Potret jalan protokol Ajamu yang saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Mulai dari sepanjang jalan Sei Pinang hingga jalan menuju simpang Ajamu kondisi jalan tampak dengan kasat mata kondisinya be

  • Kamis, 29 Agu 2019 06:49

    Pembebasan Lahan Pembangunan Jalan dan Jembatan, Edy Rahmayadi Minta Dinas Bina Marga Bentuk Pokja

    Untuk mempercepat pelaksanaan pembangunan jalan dan jembatan yang ada di Sumatera Utara (Sumut), Gubernur Sumut Edy Rahmayadi meminta Dinas Bina Marga segera membentuk kelompok kerja (Pokja) dengan me

  • Rabu, 21 Agu 2019 17:51

    Gubernur Ingatkan Arsitek Jangan Ikut Jadi Penipu

    Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengingatkan agar para arsitek jangan menjadi penipu atau ikut saling menutupi penipuannya.

  • Rabu, 14 Agu 2019 09:44

    Gubsu Berikan Perhatian Terhadap Indeks Kemiskinan di Sumut

    Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi sangat memberi perhatian penuh terhadap Indeks kemiskinan penduduk Provinsi Sumatera Utara yang dianggapnya masih tinggi saat menyampaikan 5 indikator mak

  • Senin, 29 Jul 2019 10:29

    TMMD 105 Kodim 0415/Batanghari Bangun Jalan Tiga Kilometer di Desa Ladang Peris

    Tim Pengawas dan Evaluasi dari Mabes TNI AD dipimpin Kasahli Kasad Mayjen TNI Arif Susilo bersama Pabandya 2/Anev Letkol Arm Budi Wahyono didampingi Dandim 0415/Batanghari Letkol Inf Widi Rahman, S.H,

  • Rabu, 19 Jun 2019 18:19

    Pembangunan Dan Konflik

    Pembangunan merupakan suatu proses atau rangkaian kegiatan yang tidak pernah kenal berhenti, untuk terus menerus mewujudkan perubahan-perubahan pada kehidupan masyarakat dalam rangka mencapai perbaika

  • Jumat, 31 Mei 2019 11:11

    Camat Huragi Inisiasi Penimbunan Jalinsum Palas

    Bertujuan untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan kenderaan bermotor dan gangguan arus mudik dan arus balik pada perayaan lebaran Idul Fitri 1440 hijriyah tahun 2019, di sejumlah titik jalan provin

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak