Senin, 26 Agu 2019 15:09
  • Home
  • Opini
  • Didukung Pemerintah, Baiq Nuril Kini Mendapatkan Keadilan

Didukung Pemerintah, Baiq Nuril Kini Mendapatkan Keadilan

Medan (utamanews.com)
Oleh: Aldia Putra, pengamat sosial politik
Jumat, 09 Agu 2019 03:09
@medcom_id
Baiq Nuril
Kasus yang menjerat Baiq Nuril bermula saat dirinya menerima telepon dari Kepala Sekolah berinisial M pada 2012. Dalam perbincangan tersebut, Kepsek M bercerita tentang hubungan badannya dengan seorang wanita yang juga dikenal Baiq. Merasa dilecehkan oleh perbincangan tersebut, Nuril-pun akhirnya merekamnya.

Pada tahun 2015, rekaman tersebut beredar luas di masyarakat Mataram dan membuat Kepala Sekolah M Geram. M lantas melaporkan Nuril ke Polisi karena diduga menyebar rekaman tersebut. M juga menyebutkan bahwa aksi Baiq Nuril telah membuat malu keluarganya.

Nuril pun menjalani proses hukum hingga persidangan. Hakim Pengadilan Negeri Mataram, Nusa Tenggara Barat memvonis bebas Nuril. Namun, jaksa mengajukan banding hingga tingkat kasasi. Atas kasus tersebut, Mahkamah Agung lantas memberinya vonis hukuman dan denda Rp500.000.000 karena dianggap melanggar Pasal 27 Ayat 1 Juncto Pasal 45 ayat 1 UU Nomor 11/2008 tentang ITE.

Lalu Nuril mengajukan PK. Dalam sidang PK, MA memutuskan menolak permohonan PK Nuril dan memutus Nuril harus dieksekusi sesuai dengan vonis sebelumnya. Namun akhirnya pemerintah juga mempertimbangkan untuk memberikan Amnesti kepada Baiq Nuril.


Pemerintah melalui Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mengatakan, berdasarkan hasil diskusi dengan sejumlah pakar hukum dan akademisi, pemerintah akhirnya berpandangan bahwa pemberian amnesti dapat diterapkan dalam kasus yang menimpa Baiq Nuril Maqnun.

Yassona berujar, dalam Focus Group Discussion (FGD) yang dilakukan bersama para penggiat hukum, praktisi dan akademisi, menyimpulkan bahwa amnesti juga dapat diberikan pada orang perseorangan yang mengalami permasalahan hukum seperti Baiq Nuril Maqnun.

Pihaknya mengakui akan adanya pendapat hukum yang menyebut bahwa amnesti hanya dapat diberikan pada kasus- kasus yang menyangkut persoalan politik. Dalam kasus tersebut, kita dapat merujuk pada Pasal 14 ayat 2 UUD 1945 yang menyatakan bahwa, Presiden memberi Amnesti dan abolisi dengan memperhatikan pertimbangan Dewan Perwakilan Rakyat.

Di sisi lain, kasus yang menimpa seorang Guru tersebut telah menimbulkan simpati dan solidaritas masyarakat yang luas, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Rasa simpati tesebut muncul karena pemidanaan terhadap Baiq Nuril dianggap sebagai upaya kriminalisasi dan bertentangan dengan rasa keadilan.

Padahal, apa yang diperbuat oleh Nuril semata- mata bertujuan untuk melindungi kehormatan, harkat dan martabat dirinya sebagai seorang perempuan. Pemberian amnesti kepada Nuril, tentu sejalan dengan program keempat Nawacita Presiden Jokowi, yakni peningkatan perlindungan perempuan dari tindak kekerasan.


Dengan demikian upaya pemerintah dalam memberikan amnesti kepada Nuril, merupakan wujud pemerintah yang pro terhadap rakyat utamanya dalam sektor hukum. Presiden Jokowi kemudian mengirim surat ke DPR untuk memberikan pertimbangan terhadap amnesti bagi Baiq Nuril.

DPR juga telah resmi menyetujui agar Jokowi memberikan amnesti kepada terpidana UU ITE, Baiq Nuril. Persetujuan tersebut diambil dalam sidang paripurna ke-23 masa sidang V Tahun 2018/2019 yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR Utut Adianto sebagai pimpinan sidang.

Wakil ketua Komisi III DPR Erma Suryani Ranik menyampaikan, bahwa pihaknya telah mempertimbangkan aspek keadilan untuk memberikan pertimbangan amnesti bagi Nuril. Erma menilai bahwa Baiq Nuril bukanlah seorang pelaku, namun korban yang melindungi diri dari kekerasan verbal dan seksual.


Upaya pemerintah dalam memberikan amnesti terhadap Baiq Nuril, ternyata disambut baik oleh Paguyuban Korban Undang- undang Informasi dan Transaksi Elektronik (PAKU ITE). Muhammad Arsyad selaku ketua Paku ITE tersebut juga berpendapat bahwa Kasus UU ITE seperti itu tak perlu sampai ke tangan Presiden. Karena menurutnya, kasus tersebut seharusnya dapat diselesaikan di tingkat pengadilan.

Arsyad mengakui banyak kejanggalan dari kasus yang menimpa Baiq. Selain dari sisi denda, tuduhan yang ditujukan pada Baiq juga tidaklah beralasan. Penghasilan Baiq Nuril sebagai Guru Rp 700.000 namun denda yang ditujukan kepada Nuril mencapai Rp 500 juta.

Paku ITE mencatat, ada sekitar 290 laporan pelanggaran UU ITE yang didominasi kasus pencemaran nama baik selama setahun terakhir. Ketidakjelasan pasal menurut Arsyad menjadi sebab dari banyaknya pihak yang menjadi korban UU ITE.

Tentu kita berharap agar kasus seperti ini tidak terulang, sehingga tidak ada korban yang semestinya dilindungi lantas menjadi korban dan terjerat undang- undang.

Editor: Iman

T#g:GuruITE
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 21 Agu 2019 17:51

    Gubernur Ingatkan Arsitek Jangan Ikut Jadi Penipu

    Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengingatkan agar para arsitek jangan menjadi penipu atau ikut saling menutupi penipuannya.

  • Senin, 19 Agu 2019 19:29

    Dirikan Rumah Belajar Marhaen, GMNI Pematangsiantar tanamkan nasionalisme pada anak

    Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab dari seluruh elemen anak bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa Indonesia. Dalam hal ini GMNI Pematangsia

  • Selasa, 06 Agu 2019 17:36

    Paban 4/Komsos Ster TNI Berikan Pembekalan 34 pengajar muda angkatan XVIII

    Paban 4/Komsos Ster TNI Kolonel Inf Nefra Firdaus, S.E. M.M. memberikan pembekalan kepada 34 orang pengajar muda angkatan XVIII terdiri dari 8 orang laki-laki dan 26 orang perempuan tentang peran dala

  • Minggu, 28 Jul 2019 15:08

    Oknum Bendahara SMAN 1 Kualuh Ledong Diduga Gelapkan Dana Sumbangan Orangtua Siswa

    Oknum Bendahara Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kualuh Leidong, Kec.Tanjung Leidong, Kab.Labura diduga melakukan penggelapan dana sumbangan wali murid, gaji honor, komite, dan insentif.Demikian

  • Sabtu, 27 Jul 2019 09:17

    GESIT Akan Gelar Diskusi Ajak Netizen Lawan Hoax dan Posting Konten Positif di Medsos Demi Persatuan dan Kemajuan Bangsa

    Keberadaan warganet diharapkan dapat berkontribusi terhadap suksesnya kemajuan bangsa, salah satunya saat ini melalui perannya ikut mengawal jalannya demokrasi yang konstruktif terutama di ruang media

  • Selasa, 23 Jul 2019 22:53

    Minggu Militer Kodim 0824/Jember Dilaksanakan Di Koramil 0824/04 Sukowono

    Minggu Militer merupakan latihan program yang selalu dilaksanakan oleh seluruh satuan kewilayahan, termasuk Kodim 0824/Jember, pada setiap bulan pada minggu keempat dengan melibatkan seluruh personel

  • Selasa, 25 Jun 2019 17:25

    Kepala Staf Kodim 0824 Beri Materi Komsos Pada Minggu Militer Di Koramil 0824/25

    Minggu Militer merupakan latihan program yang selalu dilaksanakan oleh seluruh satuan kewilayahan, termasuk Kodim 0824/Jember, pada setiap bulan pada minggu keempat dengan melibatkan seluruh personeli

  • Selasa, 25 Jun 2019 08:55

    Ketum Dharma Pertiwi: 347 Kepala Sekolah dan Guru Ikuti Pelatihan Pemanfaatan TIK

    Sebanyak 347 Kepala Sekolah dan Guru di sekolah-sekolah SD hingga SMA yang dikelola yayasan-yayasan pendidikan di bawah naungan Dharma Pertiwi mengikuti Pelatihan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan K

  • Rabu, 19 Jun 2019 06:39

    Admin Grup Media Sosial Gemala Raya Diperiksa Polisi

    Terkait dengan postingan Romy Sutomi di media sosial yang di-uploadnya di beranda Medsos Gemala Raya yang menuliskan beberapa nama yang diduga bandar narkoba, salah seorang admin Gemala Raya, Nasir Wa

  • Senin, 17 Jun 2019 18:07

    Dugaan Pencemaran Nama Baik Terkait Tuduhan BD Narkoba, Edy alias Chun Hua (CH) Laporkan Akun Medsos Romy Sutomi

    Berawal dari status di beranda media sosial facebook Romy Sutomi yang di-uploadnya di grup Gerakan Masyarakat Labuhanbatu Raya (Gemala Raya) yang menuliskan nama- nama yang diduga bandar narkoba, yang

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak