Sabtu, 04 Jul 2020 09:57
  • Home
  • Opini
  • Dampak Corona Pemerintah Bebaskan Pajak UMKM

Dampak Corona Pemerintah Bebaskan Pajak UMKM

Oleh: Rayyan Haris (Mahasiswa IISIP Jakarta)
Sabtu, 09 Mei 2020 03:09
Liputan6.com
Adanya pandemi Covid-19 memang berimbas pada perekonomian tidak hanya Indonesia, tetapi seluruh dunia terkena dampaknya. Mengingat hal ini beberapa kebijakan mulai dibuat untuk menangani beberapa masalah. 

Untuk itu, pemerintah mengeluarkan kebijakan bebasnya pajak bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Sebelum ini, Ketua Umum Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Ikhsan Ingratubun memberi usulan pada Presiden Joko Widod terkait pembebasan pajak pada para pelaku UMKM. Usulan ini merujuk pada kebijakan yang dilakukan oleh pemerintah China. Bukan tanpa alasan usulan itu diluncurkan. 

Pasalnya, pajak yang dikenakan itu dirasa cukup berat bagi para pelaku UMKM karena perhitungan pajak tidak didasarkan pada keuntungan melainkan pada omzetnya. 
Kemudian Presiden Joko Widodo memberikan kebebasan pajak pada pemilik usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang beromzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun. 

Kebijakan ini bertujuan untuk meringankan kondisi perekonomian para pemilik usaha kecil dan menengah di tengah Covid-19 yang mewabah. Mengingat laju usaha mereka yang tidak berjalan dengan mulus lantaran adanya pandemi Covid-19. 

Pada rapat kabinet yang digelar melalui video conference Rabu lalu, Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa intensif perpajakan untuk para pemilik usaha kecil dan menengah dengan omzet di bawah Rp4,8 miliar per tahun. Sekiranya di sini pemerintah telah menurunkan nilai PPh (Pajak Penghasilan) final untuk UMKM mulai dari 0,5 persen hingga 0 persen.

Pembebasan pajak ini akan berlaku selama enam bulan dimulai pada bulan April dan berakhir pada bulan September 2020. Dengan adanya pembebasan pajak ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat bertahan di masa sulit. 

Tidak hanya itu, Presiden Joko Widodo juga memastikan bahwa pelaku UMKM yang termasuk kategori miskin akan mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah pusat. Bantuan ini meliputi tagihan listrik gratis, PKH, bansos tunai, bansos sembako, Kartu Prakerja dan BTL desa.

Presiden Joko Widodo juga menjanjikan relaksasi atau kelonggaran kredit bagi pelaku UMKM baik menunda angsuran ataupun memberikan subsidi bunga. Para pelaku UMKM juga diberi kemudahan dalam mendapatkan pinjaman baru. 

Telah disepakati memang bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang mengalami kesulitan biaya, boleh mengajukan pinjaman baru. Selain itu, pelaku usaha ultra mikro juga akan mendapatkan bantuan langsung tunai dari pemerintah.
Beberapa kementrian yang dapat memberikan bantuan untuk kelonggaran kredit ini meliputi Kementrian Kelautan dan Kementrian Pertanian. 

Pelonggaran kredit ini juga akan diperluas sampai ke UMKM yang dibantu oleh pemerintah daerah.
Mentri Koperasi dan UKM, Teten Masduki menekankan bahwa keberadaan UMKM ini sangatlah penting bagi perekonomian nasional. Pasalnya, UMKM memberikan kontribusi 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto.

Tidak hanya itu, UMKM juga berperan dalam penyerapan tenaga kerja sampai 97 persen. Ini bagian dari upaya pengurangan angka pengangguran. Terlebih, sekitar 99 persen UMKM dan mayoritas 89 persen lebih adalah usaha level micro. Itulah alasan UMKM harus diselamatkan dengan mengurangi sedikit beban perpajakan yang mereka tanggung.

Dalam hal ini, upaya dan kebijakan yang diambil oleh pemerintah telah tepat. Tidak hanya para pasien positif Covid-19 saja yang membutuhkan penanganan. Akan tetapi, lapisan masyarakat lain khususnya lapisan masyarakat bawah tentu akan mengalami kesulitan ekonomi disaat pandemi seperti ini.

Semua itu dilakukan dalam rangka mempertahankan kesejahteraan rakyat. Krisis ekonomi kala pandemi seperti saat ini memang cukup meresahkan. Segala upaya dikerahkan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan meski kadang beberapa masih kecolongan kemudian beredar berita mati kelaparan. Ini yang tidak diinginkan oleh pemerintah.
Editor: Yaya

T#g:Corona
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 02 Jul 2020 08:32

    Akhyar: Kita Harus Bisa Sesuaikan Diri Hadapi Pandemi Covid-19

    Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) belum diketahui kapan akan berakhirnya. Itu sebabnya wabah ini tidak dapat dihindari, tetapi bagaimana harus bisa menyesuaikan diri untuk menghadapinya seh

  • Selasa, 23 Jun 2020 23:23

    Tetap Gunakan Masker, Jumlah Kasus Positif Terus Bertambah

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) meminta masyarakat untuk tetap menggunakanmasker, jaga jarak dan cuci tangan dengan air dan sabun selama beraktivitas, guna mem

  • Jumat, 19 Jun 2020 03:19

    Membangun Kedisiplinan dan Produktivitas Masyarakat di tengah Pandemi Covid-19

    Pandemi covid-19 masih melanda Indonesia dan pada awalnya ada aturan untuk stay at home sehingga kita dilarang keras untuk keluar rumah kecuali untuk alasan khusus seperti berobat ke klinik. Namun sek

  • Senin, 15 Jun 2020 21:45

    Kabar Baik, Angka Sembuh Pasien Covid-19 Di Sumut Terus Meningkat

    Sudah tiga bulan pandemi Covid-19 melanda Sumatera Utara (Sumut). Selain mencatatkan tren peningkatan kasus positif setiap harinya, angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumut juga ikut mengalami pening

  • Selasa, 09 Jun 2020 03:29

    Satgas Anticovid-19 KYP Blusukan Obati Warga Positif Corona dengan media asap cair tempurung kelapa Superfit

    Dalam rangka menekan jumlah korban pandemi Covid-19, Satgas Anticovid-19 Korps Yudha Putra Pemuda Panca Marga terjun ke masyarakat menggelar pengobatan gratis warga berstatus positif Corona di sejumlah titik zona merah di Jakarta Timur.

  • Minggu, 31 Mei 2020 18:01

    102 Wilayah Zona Hijau Diizinkan Laksanakan Kegiatan Produktif

    Pemerintah Indonesia melalui Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memberikan kewenangan kepada 102 Pemerintah Kabupaten/Kota yang pada saat ini berada atau dinyatakan dalam zona hijau, untuk mel

  • Minggu, 17 Mei 2020 19:27

    Pembawa virus Corona masih di tengah kita

    Pembawa virus corona tipe baru masih berada di tengah-tengah masyarakat tanpa diketahui gejalanya, dan berpotensi menular saat seseorang memilih mudik.Demikian disampaikan Juru Bicara Pemerintah untuk

  • Minggu, 10 Mei 2020 19:50

    Penanganan Covid-19 Berbasis Komunitas Efektif Bendung Paparan Virus

    Data pasien terpapar Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) selama beberapa hari terakhir menunjukkan peningkatan yang tajam. Sebarannya pun semakin banyak ke sejumlah kabupaten/kota di Sumut. Menyikapi f

  • Jumat, 15 Mei 2020 03:15

    Posting Konten Positif dan Pola Hidup Sehat Cara Ampuh Melawan Virus Hoax dan Covid-19

    Ketergantungan pada sosial media (sosmed) kini tengah menjangkiti banyak orang. Ketergantungan ini terjadi karena beragam kemudahan dan kesenangan yang diberikan oleh sosmed, sehingga seseorang cender

  • Kamis, 14 Mei 2020 03:14

    Pola Hidup Bersih Cegah Penularan Covid-19

    Sejak dahulu kala, pola hidup bersih terbukti dapat mencegah penularan penyakit. Pemerintah pun terus mengimbau warga untuk selalu menerapkan pola hidup bersih guna menekan laju penularan Covid-19.Men

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak