Rabu, 18 Sep 2019 03:05
  • Home
  • Opini
  • Brutal, KKB Papua Kembali Melukai Anggota Polisi

Brutal, KKB Papua Kembali Melukai Anggota Polisi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Edward Krei, mahasiswa Papua, tinggal di Jakarta
Senin, 26 Agu 2019 03:26
@brimobpolriind
Pemakaman anggota Polri
Senin 12 Agustus 2019 sore sekitar pukul 17.30 WIT, Briptu Hedar ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya disandera oleh Kelompok Kriminal Bersenjata KKB Papua. Almarhum telah disandera dan kemudian dibunuh ketika berusaha melarikan diri.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol AM Kamal mengatakan, kejadian tersebut  bermula pada Senin siang sekitar pukul 11.00 WIT. Saat itu, Briptu Hedar dan Bripka Alfonso tengah melakukan tugas penyelidikan di wilayah Kabupaten Puncak dengan mengendarai sepeda motor.

Saat melintas di Kampung Usir, Briptu Hedar dipanggil oleh temannya yang merupakan warga setempat sehingga Bripka Alfonso menghentikan kendaraannya. Briptu Hedar pun menghampiri temannya tersebut, sedangkan Bripka Alfonso menunggu di atas motor.

Ketika Briptu Hedar berbicara dengan temannya, tiba- tiba sekelompok orang datang dan langsung menyergap Briptu Heidar. Mengetahui hal tersebut Bripka Alfonso segera melaporkan kejadian tersebut ke pos polisi di Kago Kabupaten Puncak.

Menurut Kombes Pol Kamal, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan TNI untuk melakukan pendekatan terhadap para tokoh masyarakat di Kabupaten Puncak.


Kamal juga menceritakan bahwa sebelum Jenazah Briptu Hedar ditemukan, pihak Pemkab Puncak dan Polres Puncak Jaya sempat melakukan negosiasi dengan KKB pimpinan Lekagak Talenggen.

Ia juga menuturkan bahwa Jenazah Briptu Hedar ditemukan tidak jauh dari lokasi penyanderaan, yaitu Kampung usir. Diketahui bahwa Briptu Hedar mengalami luka tembak di kepala bagian belakang.

Menteri Pertahanan (Menhan) Ryamizard Ryacudu menyebutkan bahwa pembunuh anggota Polda Papua Briptu Heidar bukanlah kelompok Kriminal Bersenjata melainkan pemberontak yang harus ditumpas dan dihajar.

Oleh karena itu, ia mengatakan, pemerintah tidak boleh tinggal diam dan harus melakukan operasi yang dapat memberantas kelompok yang disebutnya sebagai kelompok pemberontak itu.

Bahkan, mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) tersebut mengatakan, jika pemerintah melalui TNI / Polri tidak bisa menumpas pemberontak, maka ia akan terjun langsung.


Ia menyatakan, anggota yang gugur tersebut mendapatkan kenaikan pangkat luar biasa satu tingkat lebih tinggi. Kapolda Papua Irjen Pol Rudolf Rodja membenarkan jenazah anggotanya sudah ditemukan dan saat ini dievakuasi ke Puskesmas Ilaga.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri, Brigjen Pol Dedi Prasetyo, mengatakan bahwa Hedar meninggal dunia setelah ditembak anggota kelompok bersenjata. Hedar juga sempat disandera saat melakukan penyelidikan di Kabupaten Puncak.

Dedi menduga bahwa KKB menggunakan senjata laras panjang untuk menghabisi nyawa Hedar. Wilayah Puncak tersebut menurut Dedi merupakan salah satu tempat berkumpulnya para anggota Kelompok Bersenjata. Selain itu, ia juga mengatakan masih ada 2 titik lagi yang rawan, yaitu Timika dan Paniai.

Kejahatan KKB ternyata juga telah terjadi sebelumnya, dimana sejumlah Prajurit TNI yang tengah istirahat di wilayah Kabupaten Nduga, diserang oleh kelompok pimpinan Egianus Kogoya tersebut. Akibat serangan tersebut salah satu anggota TNI Gugur di Nduga.

Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi mengatakan, seorang anggota TNI bernama Prada Asuman Hambelo gugur dalam tragedi tersebut akibat luka tembak di bagian pinggang.

Kita harus mengakui bahwa serangan yang terjadi di Puncak Papua termasuk serangan yang tidak terhormat yang terjadi pada beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan perlawanan secara kualitatif dari organisasi separatis tersebut.
Kejadian ini tentu bisa dinobatkan sebagai krisis nasional, dimana ketika negara sedang berjuang membangun dari pinggiran, masih saja ada sekelompok orang yang melancarkan serangan kepada aparat.

Aksi Penembakan yang telah dilancarkan oleh KKB tersebut menjadi ancaman serius terhadap kedaulatan NKRI dan jalannya program pembangunan di Papua yang tengah digalakkan oleh pemerintah.

Masalah peredaran senjata ilegal yang digunakan oknum tidak bertanggungjawab itu, tentu menjadi PR bagi intelijen Indonesia. hal ini tentu harus diusut darimana asal usulnya. Penyelundupan senjata sangat mudah. Seakan gampang didapatkan senjata standar militer di mana- mana.

Pemerintah tentu tidak bisa tinggal diam dan tidak boleh takut atas ancaman yang ada, pembangunan di Papua tetap harus berjalan dengan pengamanan yang lebih ketat.

Editor: Iman

T#g:KKBSeparatis
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 07 Sep 2019 08:47

    Papua Is Indonesia Forever

    Finally, the government of Indonesia has decided to annul Benny Wenda's citizenship. Since that, these fugitive does not have country or stateless citizenship.  Those decision must be made b

  • Jumat, 06 Sep 2019 07:06

    Tolak Separatis, Provokasi Benny Wenda Tak Perlu Digubris

    Benny Wenda menuding Wiranto adalah dalah pemicu konflik horizontal dengan warga Papua. Benny menuding Wiranto menggunakan kekerasan kepada rakyat Papua untuk kepentingannya. Bualan itu menjadi gagasa

  • Kamis, 05 Sep 2019 06:25

    Kodim 0209/LB Gelar Diskusi Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/ Separatisme

    Kodim 0209/LB, mengadakan diskusi bertemakan "Melalui Kegiatan Pembinaan Komsos Cegah Tangkal Radikalisme/Separatisme, kita perkokoh mentalitas dan pemahaman Ideologi guna mencegah ancaman bahaya Radi

  • Minggu, 08 Sep 2019 03:08

    Strategi Licik Separatis Papua, Tebar Isu Rasisme Diskreditkan Pemerintah

    Baru-baru ini kita mendengar banyaknya pemberitaan di media massa terkait tindakan rasisme di Tanah Papua. Kerusuhan yang ditengarai oleh opini yang belum dipastikan kebenaranya ini ternyata menimbulk

  • Jumat, 06 Sep 2019 03:06

    Kelompok Kriminal Bersenjata Papua Pantas Ditangkap

    PEPERA (Penentuan Pendapat Rakyat) di Papua pada tanggal 19 November 1969 telah dilaksanakan dengan lancar, tertib dan aman. PEPERA ini dilaksanakan oleh PBB dan diawasi langsung oleh beberapa negara

  • Rabu, 07 Agu 2019 09:17

    Kadispora Ade Huzaini: Mari kita ciptakan generasi remaja yang berkualitas dan mandiri

    Pramuka adalah sebagai wadah pembinaan bagi kaum muda dalam pembentukan karakter yang lebih positif. Demikian dikatakan Plt Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe ST, MT dalam pidatonya ya

  • Kamis, 25 Jul 2019 03:25

    Polda Jambi: SMB Bukan Kelompok Tani, Melainkan Kelompok Kriminal Bersenjata

    Kepolisian Daerah Provinsi Jambi (Polda) Jambi telah menetapkan bahwa Serikat Mandiri Batanghari (SMB) bukanlah kelompok tani, melainkan kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang telah melakukan tindak

  • Rabu, 17 Jul 2019 03:17

    Bersatu Melawan Gerakan Separatis di Papua

    Gerakan separatis di Papua tampaknya ingin semakin menunjukkan eksistensinya. Tiga kelompok separatis bersenjata di Papua telah mendeklarasikan bahwa mereka telah membentuk Tentara West Papua (Papuan

  • Rabu, 15 Mei 2019 02:05

    Presiden Jokowi angkat Bupati jadi Kepala BKKBN

    Jokowi mengakui telah menunjuk Bupati Kulon Progo, DIY, Hasto Wardoyo, sebagai Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) yang telah lowong sejak beberapa waktu lalu.Ya, memang

  • Jumat, 10 Mei 2019 03:10

    KKB Kembali Lakukan Penyerangan di Nduga

    Kepala Penerangan Kodam Cenderawasih Kol Infanteri M. Aidi mengatakan, kelompok kriminal bersenjata (KKB) melakukan serangan satu regu personel TNI dari jarak cukup jauh sekitar 100 meter dengan siste

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak