Kamis, 22 Agu 2019 17:13
  • Home
  • Opini
  • Bijak Menyikapi Drama Koalisi dan Oposisi

Bijak Menyikapi Drama Koalisi dan Oposisi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Zainuddin, pengamat sosial politik
Selasa, 06 Agu 2019 03:06
Capture
Pertemuan Surya Paloh dan Anies Baswedan
Akhir- akhir ini setelah pertemuan rival politik Prabowo dengan Jokowi dan Megawati, masyarakat mendapatkan tontonan yang menarik, mulai dari bertemunya Prabowo dan Jokowi di MRT. Sampai dengan diplomasi Nasi goreng ala Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri.

Pemandangan tersebut seakan menunjukkan yang tadinya lawan menjadi kawan, hingga akhirnya masyarakat pun berspekulasi dan bertanya- tanya, kemana arah koalisi maupun oposisi dalam pemerintahan Jokowi untuk 5 tahun kedepan.

Hal ini menunjukkan hingar bingar politik yang tadinya adem lalu menghangat kembali, setelah KPU dan MK memutuskan untuk menolak semua gugatan BPN Prabowo- Sandiaga, para elit partai seakan sedang menunjukkan akrobat politis yang makin seru jelang penentuan susunan Kabinet oleh Presiden terpilih Jokowi.

Akrobat politis ini seakan menunjukkan bahwa beberapa politisi "mengharapkan" jatah kursi menteri karena Parpol tersebut telah mendukung junjungannya, namun sekali lagi tentu tidak sopan kiranya mendukung calon pemimpin untuk bisa mendapatkan jatah menteri, hal ini tentu saja dipertanyakan ketulusannya dalam memberikan dukungan kepada Capres yang diusungnya.


Rahasia umum dalam ranah politik adalah 'tidak ada kawan sejati, tidak ada lawan abadi, yang ada kepentingan bersama.'

Oleh karena itu saat ini masyarakat tengah menebak- nebak siapa kawannya siapa, hal ini terbukti dari adanya pertemuan Gondangdia yaitu beberapa ketua dan elit 4 partai pendukung Jokowi (kubu koalisi) minus PDIP, yang kemudian disusul pertemuan Gondangdia Jilid 2 antara Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dimana pada saat bersamaan di Jalan Tengku Umar dan juga pertemuan antara Megawati dengan Prabowo. 2 pertemuan pada saat yang bersamaan ini bisa dikatakan istimewa, karena dilakukan oleh para pihak yang berlawanan ketika perhelatan Pilgub DKI Jakarta maupun ketika pemilu yang lalu.

Dalam peta politik, tidak ada kata kebetulan atau tidak disengaja, sebagaimana jawaban elit politik ketika menjawab pertanyaan awak media. Pertemuan gondangdia Jilid 1, dikatakan untuk merayakan ulang tahun pimpinan partai Nasdem Surya Paloh, kemudian jilid kedua, dikatakan karena Anies Baswedan sudah lama ingin bertemu, namun baru sempat pada waktu itu.

Tentunya secara bersamaan dengan pertemuan di Teuku Umar, oleh karenanya masyarakat pun berasumsi, jika dulu terdapat 2 kubu sekarang bertambah menjadi kubu Gondangdia dan kubu Teuku Umar.


Kemunculan kubu baru tersebut dikuatkan oleh pernyataan para tokoh kubu masing- masing, Megawati mengatakan bahwa dalam kabinet Presidensial tidak ada koalisi ataupun oposisi, sedangkan kubu Gondangdia menyatakan bahwa penambahan peserta koalisi akan mengurangi soliditas koalisi pendukung Pilpres. Dari statement para elit parpol ini, makin jelas akan adanya perubahan peta koalisi maupun Oposisi.

Sehingga pihak oposisi mungkin berharap ingin berkuasa, sedangkan kubu koalisi merasa khawatir kehilangan jatah kursi di kabinet. Sepanjang semua untuk kepentingan bangsa dan negara, kita tinggal serahkan pada Presiden terpilih Joko Widodo untuk menentukan mana yang sekiranya akan diberi amanah sebagai menteri dalam kabinetnya.

Pada kesempatan berbeda, Jokowi juga sempat menyebutkan kriteria calon menteri yang diinginkan, antara lain, memiliki jiwa kepemimpinan, pekerja keras, memiliki kapasitas untuk menjalankan program pemerintah dan berintegritas.

Diketahui pula bahwa PPP juga belum mengusulkan nama- nama calon menteri. Sekjend PPP Asrul Sani menyatakan bahwa pihaknya akan mengusulkan nama- nama calon menteri setelah diminta oleh Presiden Joko Widodo.

Jika tidak mendapatkan kursi, tentu kita tidak bisa menyalahkan Jokowi semata, karena Menteri merupakan wewenang presiden yang memilih dan mencopotnya dari jabatannya. Kalau tidak kebagian kursi tentu masih banyak toko meubel yang menjual aneka kursi yang bagus.

Tentu akan menjadi sesuatu yang elok jika Parpol nantinya akan berebut jatah kursi. Presiden Jokowi dalam kesempatan pembubaran TKN juga telah menghimbau agar pendukungnya tetap kompak. Sehingga tak perlu ada saling cemburu jika dalam kabinet nanti pembagian kursi tidak sesuai dengan harapan para elite partai politik.

Tapi bukan berarti Jokowi tidak menerima usulan calon menteri dari partai koalisinya, sehingga jika nanti Jokowi meminta usulan nama menteri, silakan ajukan saja, asal tetap legowo misal tidak dipilih untuk menduduki jabatan di kementrian.
Editor: Iman

T#g:nasdem
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 07 Feb 2019 10:07

    Panwaslu Medan Bongkar Arogansi 2 Anggota DPRD Sumut Ke Publik

    Pengawas Pemilu di Kota Medan angkat bicara soal press rilis yang disampaikan sejumlah Anggota Komisi A DPRD Sumut di salah satu koran harian terbitan Medan, Rabu (6/2/2019). Sebaliknya, pelanggaran s

  • Jumat, 31 Agu 2018 05:31

    Tengku Ryan: Pungut Sampah Sambil Olahraga

    Local President JCI Chapter Medan, Tengku Muhammad Ryan Novandi yang akrab disapa Tengku Ryan berolahraga sambil memungut sampah di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (29/8/2018).Putra sulung mantan Gubernu

  • Senin, 16 Jul 2018 19:16

    Nasdem Partai Pertama Serahkan Berkas Caleg Ke KPU Sumut

    Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon legislatif (caleg) DPRD ke kantor KPU Sumut di Jalan Perintis Kemerdeka

  • Sabtu, 14 Jul 2018 16:34

    Tengku Erry Mohon Doa Restu Masyarakat Sumut

    Ketua DPW Nasional Demokrat (Nasdem) Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi merangkul mantan Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung dan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani memperkua

  • Sabtu, 13 Jan 2018 12:13

    Kader Nasdem ancam Golput, Bobby: Dukungan Erry ke Edy-Ijeck sia-sia

    Pendaftaran bakal calon pasangan Gubernur-Wakil Gubernur Sumut di KPU sudah ditutup pada 10 Januari 2018. Pendaftaran melahirkan 3 bakal pasangan calon yang akan mengikuti proses seleksi hingga nantin

  • Kamis, 16 Nov 2017 21:16

    Panglima TNI: Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Pemenang

    Indonesia sebagai bangsa yang besar harus bisa menjadi bangsa pemenang dalam menghadapi kompetisi global, dengan mengandalkan kekuatan budaya bangsa. Pancasila pun dihasilkan dari sari pati budaya yan

  • Senin, 13 Nov 2017 08:41

    Surya Paloh Sebut Dirinya & Jokowi Sepakat Dukung Tengku Erry

    Ketua Umum Partai Nasional Demokrasi (Nasdem) H Surya Paloh tidak dapat menutupi kegembiraannya menyaksikan belasan ribu masyarakat yang memadati Lapangan Merdeka Medan, Minggu (12/11/2017).Di hadapan

  • Senin, 30 Okt 2017 20:40

    Panglima TNI: Kaderisasi Kepemimpinan Investasi Masa Depan

    Kaderisasi kepemimpinan merupakan proses mempersiapkan seseorang menjadi pemimpin penganti di masa depan yang akan memikul tanggung jawab penting dan besar dalam memimpin Negara Kesatuan Republik Indo

  • Rabu, 30 Agu 2017 06:20

    Nasdem nilai positif penetapan pasangan Tengku Erry-Ngogesa oleh Golkar

    Partai Nasdem, mendukung pencalonan Dr Ir HT Erry Nuradi MSi dari Partai Golkar. Walau Dr Ir HT Erry Nuradi MSi adalah Ketua DPW Partai Nasdem Sumut, namun penetapan Gubernur Sumut ini oleh DPP Partai Golkar dinilai sangat positif.

  • Senin, 21 Agu 2017 20:13

    Sekber Ormas Islam Kota Tebing Tinggi Kecam Pidato Victor Bungtilu Laiskodat

    Pidato Ketua DPP Partai Nasdem Victor Bungtilu Laiskodat terus menuai kecaman dari berbagai kalangan. Sekretariat bersama Ormas Islam kota Tebing Tinggi pada Jumat Malam (18/8) bertempat di sekretaria

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak