Rabu, 03 Jun 2020 22:04
  • Home
  • Opini
  • Bijak Menyikapi Drama Koalisi dan Oposisi

Bijak Menyikapi Drama Koalisi dan Oposisi

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Zainuddin, pengamat sosial politik
Selasa, 06 Agu 2019 03:06
Capture
Pertemuan Surya Paloh dan Anies Baswedan
Akhir- akhir ini setelah pertemuan rival politik Prabowo dengan Jokowi dan Megawati, masyarakat mendapatkan tontonan yang menarik, mulai dari bertemunya Prabowo dan Jokowi di MRT. Sampai dengan diplomasi Nasi goreng ala Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarno Putri.

Pemandangan tersebut seakan menunjukkan yang tadinya lawan menjadi kawan, hingga akhirnya masyarakat pun berspekulasi dan bertanya- tanya, kemana arah koalisi maupun oposisi dalam pemerintahan Jokowi untuk 5 tahun kedepan.

Hal ini menunjukkan hingar bingar politik yang tadinya adem lalu menghangat kembali, setelah KPU dan MK memutuskan untuk menolak semua gugatan BPN Prabowo- Sandiaga, para elit partai seakan sedang menunjukkan akrobat politis yang makin seru jelang penentuan susunan Kabinet oleh Presiden terpilih Jokowi.

Akrobat politis ini seakan menunjukkan bahwa beberapa politisi "mengharapkan" jatah kursi menteri karena Parpol tersebut telah mendukung junjungannya, namun sekali lagi tentu tidak sopan kiranya mendukung calon pemimpin untuk bisa mendapatkan jatah menteri, hal ini tentu saja dipertanyakan ketulusannya dalam memberikan dukungan kepada Capres yang diusungnya.


Rahasia umum dalam ranah politik adalah 'tidak ada kawan sejati, tidak ada lawan abadi, yang ada kepentingan bersama.'

Oleh karena itu saat ini masyarakat tengah menebak- nebak siapa kawannya siapa, hal ini terbukti dari adanya pertemuan Gondangdia yaitu beberapa ketua dan elit 4 partai pendukung Jokowi (kubu koalisi) minus PDIP, yang kemudian disusul pertemuan Gondangdia Jilid 2 antara Surya Paloh dengan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, dimana pada saat bersamaan di Jalan Tengku Umar dan juga pertemuan antara Megawati dengan Prabowo. 2 pertemuan pada saat yang bersamaan ini bisa dikatakan istimewa, karena dilakukan oleh para pihak yang berlawanan ketika perhelatan Pilgub DKI Jakarta maupun ketika pemilu yang lalu.

Dalam peta politik, tidak ada kata kebetulan atau tidak disengaja, sebagaimana jawaban elit politik ketika menjawab pertanyaan awak media. Pertemuan gondangdia Jilid 1, dikatakan untuk merayakan ulang tahun pimpinan partai Nasdem Surya Paloh, kemudian jilid kedua, dikatakan karena Anies Baswedan sudah lama ingin bertemu, namun baru sempat pada waktu itu.

Tentunya secara bersamaan dengan pertemuan di Teuku Umar, oleh karenanya masyarakat pun berasumsi, jika dulu terdapat 2 kubu sekarang bertambah menjadi kubu Gondangdia dan kubu Teuku Umar.


Kemunculan kubu baru tersebut dikuatkan oleh pernyataan para tokoh kubu masing- masing, Megawati mengatakan bahwa dalam kabinet Presidensial tidak ada koalisi ataupun oposisi, sedangkan kubu Gondangdia menyatakan bahwa penambahan peserta koalisi akan mengurangi soliditas koalisi pendukung Pilpres. Dari statement para elit parpol ini, makin jelas akan adanya perubahan peta koalisi maupun Oposisi.

Sehingga pihak oposisi mungkin berharap ingin berkuasa, sedangkan kubu koalisi merasa khawatir kehilangan jatah kursi di kabinet. Sepanjang semua untuk kepentingan bangsa dan negara, kita tinggal serahkan pada Presiden terpilih Joko Widodo untuk menentukan mana yang sekiranya akan diberi amanah sebagai menteri dalam kabinetnya.

Pada kesempatan berbeda, Jokowi juga sempat menyebutkan kriteria calon menteri yang diinginkan, antara lain, memiliki jiwa kepemimpinan, pekerja keras, memiliki kapasitas untuk menjalankan program pemerintah dan berintegritas.

Diketahui pula bahwa PPP juga belum mengusulkan nama- nama calon menteri. Sekjend PPP Asrul Sani menyatakan bahwa pihaknya akan mengusulkan nama- nama calon menteri setelah diminta oleh Presiden Joko Widodo.

Jika tidak mendapatkan kursi, tentu kita tidak bisa menyalahkan Jokowi semata, karena Menteri merupakan wewenang presiden yang memilih dan mencopotnya dari jabatannya. Kalau tidak kebagian kursi tentu masih banyak toko meubel yang menjual aneka kursi yang bagus.

Tentu akan menjadi sesuatu yang elok jika Parpol nantinya akan berebut jatah kursi. Presiden Jokowi dalam kesempatan pembubaran TKN juga telah menghimbau agar pendukungnya tetap kompak. Sehingga tak perlu ada saling cemburu jika dalam kabinet nanti pembagian kursi tidak sesuai dengan harapan para elite partai politik.

Tapi bukan berarti Jokowi tidak menerima usulan calon menteri dari partai koalisinya, sehingga jika nanti Jokowi meminta usulan nama menteri, silakan ajukan saja, asal tetap legowo misal tidak dipilih untuk menduduki jabatan di kementrian.
Editor: Iman

T#g:nasdem
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 22 Mei 2020 03:52

    Oki Doni Siregar salurkan 12 ton beras partai Nasdem kepada warga Tebing Tinggi

    Menyambut Idul Fitri 1441 Hijriah, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kota Tebing Tinggi, menyalurkan 12 ton beras kepada warga yang terdampak COVID-19, Kamis (21/05).

  • Minggu, 12 Apr 2020 21:12

    Liga Mahasiswa Nasdem Kota Medan Desak Gubernur Sumut Mengajukan PSBB

    Khairul Hadi SH selaku Ketua Liga Mahasiswa Nasdem Kota Medan, mengungkapkan bahwa penyebaran virus Corona di Sumut khususnya di kota Medan sudah semakin mengkhawatirkan.

  • Kamis, 20 Feb 2020 13:30

    Wow.. Spanduk Liga Mahasiswa Nasdem For Bobby Nasution Tersebar Di Kota Medan

    Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Medan akan berlangsung pada September mendatang. Saat ini beberapa tahapan sedang disiapkan oleh KPUD Kota Medan, para Calon Walikota dan Wakil Walikota Medan pu

  • Rabu, 12 Feb 2020 19:12

    Liga Mahasiswa Nasdem 'All Out' Dukung Bobby Nasution Jadi Walikota Medan

    Liga Mahasiswa Nasdem kota Medan menganggap bahwa Pemilihan Walikota Medan tahun 2020 menjadi panggung pemilih milenial menunjukkan signifikansinya dalam politik elektoral. "Dengan setumpuk perso

  • Kamis, 31 Okt 2019 21:21

    Mantan Caleg Partai Nasdem Diduga Korban Pembunuhan di PT SAB/KSU Amelia

    Salah seorang yang diduga korban pembunuhan yang dilakukan orang tidak dikenal di areal perkebunan kelapa sawit PT SAB/KSU, Ir.Maraden Sianipar (55) pernah berkompetisi dalam pemilihan calon legislati

  • Rabu, 23 Okt 2019 16:33

    H. Ahmad Rizal Munthe serahkan berkas pendaftaran Cabup Partai Nasdem

    H. Ahmad Rizal Munthe beserta tim mendatangi Kantor DPD Partai Nasdem Kabupaten Labuhanbatu Utara yang  beralamat di Jalan Tanjung Sari, Lingkungan II Kel. Aek Kanopan, pada Rabu, (23/10/2019).Ke

  • Kamis, 07 Feb 2019 10:07

    Panwaslu Medan Bongkar Arogansi 2 Anggota DPRD Sumut Ke Publik

    Pengawas Pemilu di Kota Medan angkat bicara soal press rilis yang disampaikan sejumlah Anggota Komisi A DPRD Sumut di salah satu koran harian terbitan Medan, Rabu (6/2/2019). Sebaliknya, pelanggaran s

  • Jumat, 31 Agu 2018 05:31

    Tengku Ryan: Pungut Sampah Sambil Olahraga

    Local President JCI Chapter Medan, Tengku Muhammad Ryan Novandi yang akrab disapa Tengku Ryan berolahraga sambil memungut sampah di Lapangan Merdeka Medan, Rabu (29/8/2018).Putra sulung mantan Gubernu

  • Senin, 16 Jul 2018 19:16

    Nasdem Partai Pertama Serahkan Berkas Caleg Ke KPU Sumut

    Ketua DPW Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Sumatera Utara (Sumut) Tengku Erry Nuradi menyerahkan berkas pendaftaran bakal calon legislatif (caleg) DPRD ke kantor KPU Sumut di Jalan Perintis Kemerdeka

  • Sabtu, 14 Jul 2018 16:34

    Tengku Erry Mohon Doa Restu Masyarakat Sumut

    Ketua DPW Nasional Demokrat (Nasdem) Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi merangkul mantan Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung dan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Bakhtiar Ahmad Sibarani memperkua

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak