Minggu, 25 Agu 2019 06:06
  • Home
  • Opini
  • Bidik Suara di Sumatera dan Banten, Jokowi- Ma'ruf Sebarkan Semangat Optimisme

Bidik Suara di Sumatera dan Banten, Jokowi- Ma'ruf Sebarkan Semangat Optimisme

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Dodik Prasetyo, Kontributor Lembaga Studi Informasi Strategis (LSISI).
Kamis, 28 Mar 2019 16:28
@WaelZuhri
KH. Ma'ruf Amin Bersama Habib Umar Bin Hafidz.
Pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01, Jokowi-Ma'ruf membidik wilayah Sumatera untuk meraih keunggulan, dalam rangkaian kampanye terbuka menjelang Pilpres 2019.

Menurut Wakil Sekretaris Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Verry Surya Hendrawan, saat ini masih ada beberapa daerah yang menjadi prioritas. Salahsatunya adalah Sumatera. Pihaknya menerangkan, adapun alasan Sumatera masih menjadi daerah tujuan kampanye terbuka, hal ini karena isu harga komoditas karet dan sawit. Selain itu, isu agama juga masih berkembang disana.

Sebelumnya Calon Wakil Presiden Ma'ruf Amin juga sempat melakoni safari politik kedua yang ditemani oleh menantu Joko Widodo, Muhammad Bobby Nasution. Pihaknya meyakini, bahwa dengan kehadiran menantu Jokowi, bisa mengubah konstelasi suara pasangan calon nomor urut 01 di wilayah Sumatera Utara yang pernah dimenangi oleh Parabowo-Hatta saat Pilpres 2014. Bobby selaku putra daerah pastinya ingin mengubah konstelasi perolehan suara pada Pilpres 2014. Namun Ma'ruf menyadari, ini bukanlah perihal yang mudah, tapi bukan juga hal yang sulit untuk dilakukan. "Usaha memang tidak mudah. Daerah ini tidak mudah, tapi bukan tidak mungkin", ungkap Ma'ruf.

Ia menjelaskan, sebagai langkah merebut suara Prabowo itu, selain ke Tapanuli Selatan, dirinya juga bersafari ke wilayah Padang Lawas dan Mandailing Natal.


Menurutnya, menjejaki wilayah tersebut merupakan bentuk rasa optimis, bahwa suara di wilayah yang pernah dimenangi Prabowo, bisa digeser untuk kemenangan pasangan Jokowi- Ma'ruf Amin. Selain Sumatera, Jokowi juga memprioritaskan Banten sebagai tujuan dalam melaksanakan kampanye terbuka.

Dalam kampanye terbuka di Banten, dirinya menekankan suasana kegembiraan di Jalanan. Ia menginginkan masyarakat bergembira dalam menyambut demokrasi. Capres Petahana terebut mengatakan bahwa dirinya ingin masyarakat bergembira dalam menyambut pesta demokrasi. Tema itulah yang diusung Jokowi dalam kampanye akbar terbuka pertamanya.

"Semua propinsi kita datangi. Ketemu masyarakat, rakyat bicara dengan mereka. Intinya, kampanye kita adalah sebetulnya sebuah kegembiraan di jalanan. Jadi kita memakai pesta budaya, memakai karnaval, itu yang akan kita kerjakan termasuk ke lapangan," tutur Jokowi.


Dalam kampanyenya, Jokowi sengaja menampilkan karnaval. Bahkan dia sendiri saat kampanye pertama di Kota Tangerang menaiki kereta kuda.

"Kita ingin melakukan sesuatu yang berbeda. Jadi mengombinasikan antara karnaval, jalan dengan nanti mengingatkan masyarakat di gedung atau di lapangan. Sehingga ada nuansa pesta demokrasinya," terangnya.

Ia juga mengatakan bahwa dirinya tak mau mengumbar hal-hal yang menakuti rakyat dalam pesta demokrasi ini. "Memang pesta demokrasi, masa kita harus kampanye harus serem-serem? Tapi yang paling penting, ingat hari Rabu 17 April, jangan lupa pilih yang baju putih. Karena putih adalah kita", tuturnya.

Calon Presiden nomor urut 01 tersebut juga mengingatkan akan pentingnya pengenalan budaya ke masyarakat, sehingga dirinya akan mengangkatnya dalam kampanye. Sehingga kampanye tidak hanya diisi orasi-orasi. Pengenalan seni budaya daerah juga penting. Sehingga pesta demokrasi harus mengarah pada kegembiraan. Dan juga kampanye positif melawan fitnah, berita bohong dan hoax.

Pada kesempatan sebelumnya, Jokowi mengingatkan untuk tidak memberi amanat pemimpin di pemerintahan untuk orang yang masih coba- coba. "Saya ingat waktu jadi walikota dari pengusaha. Bapak-ibu ingat, saya saat ini masih pengusaha. Hanya sudah tidak saya urus. Waktu saya masuk dari pengusaha ke wali kota," tutur Jokowi kepada pendukungnya saat deklarasi 10.000 pengusaha untuk Jokowi-Ma'ruf di Istora Senayan.

Jokowi mengakui bahwa dirinya memerlukan waktu selama dua tahun untuk menyesuaikan diri di pemerintahan saat beralih dari pengusaha menjadi Wali Kota Solo. Dirinya memerlukan adaptasi karena, menurutnya pengusaha dan pemerintahan sangatlah berbeda. "Itu baru pada posisi kota. Bayangkan yang namanya negara yang memiliki 514 kabupaten dan kota. Sekali lagi saya perlu belajar sesuaikan diri 2 tahun. Lha kalau negara, kalau saya nggak punya pengalaman sebagai wali kota dan Gubernur, ya saya nggak tahu berapa lama untuk menyesuaikan diri sebagai presiden," tambahnya.

Ia menegaskan bahwa untuk menjadi wali kota saja perlu 2 tahun, apalagi menjadi presiden. Tentu jangan memberikan kepada yang masih mencoba-coba.

Editor: Iman

T#g:kampanye
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 16 Apr 2019 13:06

    Badan Pemenangan Daerah 02 Sumatera Utara: Sukseskan 17 April 2019 Dimulai Dari Subuh

    Pesta demokrasi rakyat Indonesia yang sedikit lagi mencapai puncaknya, kini sudah memasuki tahap masa tenang kampanye. Artinya, hanya tinggal melewati masa tenang yang kemudian kita bersama-sama menik

  • Jumat, 12 Apr 2019 10:12

    Surat Kecewa SBY Tanggapi Kampanye Akbar Prabowo-Sandi

    Pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor 02 Prabowo-Sandiaga telah merampungkan kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK). Acara yang berlangsung pada 7 April 2019 tersebut berha

  • Rabu, 03 Apr 2019 17:23

    LPDI: Calon Banyak Baliho Belum Tentu Menang

    Lembaga Pemantau Demokrasi Indonesia yang dikenal dengan LPDI, menyebut kehadiran Baliho para calon DPRD, DPR RI, DPD dan Calon Presiden dan Wakil Presiden belum tentu menentukan kemenangan di daerah

  • Selasa, 02 Apr 2019 20:02

    Usai Kampanye, Massa 02 Keroyok Warga Purworejo

    Kabar mengejutkan terbit dari Purworejo, Jawa Tengah. Sekumpulan massa peserta kampanye terbuka untuk mendukung pasangan Capres 02, terlibat pengeroyokan terhadap seorang warga. Korban mengalami luka

  • Selasa, 02 Apr 2019 23:52

    Prabowo Zikir Akbar Di Halamannya, Pihak Istana Maimun Belum Diberitahu?

    Calon Presiden (Capres) 02 Prabowo Subianto dipastikan akan menghadiri Peringatan Isra Mi'raj dan Zikir Akbar yang diselenggarakan di Istana Maimun besok, Rabu (3/3/2019).Namun begitu, seperti di

  • Senin, 01 Apr 2019 23:01

    Jokowi Kampanye di Lubuk Pakam 6 atau 9 April?

    Jokowi selaku Calon Presiden nomor urut 01, dijadwalkan berkampanye di Sumatera Utara pada Selasa, 9 April 2019. Lokasi yang dipilih adalah Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang.Portal medanbisnisdaily.

  • Kamis, 21 Mar 2019 22:01

    Penetapan Jadwal Kampanye Parpol oleh KPU Kota Medan

    Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Medan menggelar Rapat Koordinasi terkait Rapat Umum Kampanye di Aula Kantor KPU Kota Medan Jl. Kejaksaan No. 37 Kota Medan, dihadiri oleh perwakilan partai politik, Ba

  • Minggu, 10 Mar 2019 15:10

    Kodrat Shah Minta Kader Pemuda Pancasila dan Masyarakat Lubuk Pakam Dukung Caleg Hanura

    Caleg DPR RI dari Dapil Sumut 1, yang juga Ketua DPD Partai Hanura Sumut, Kodrat Shah menyapa warga Kecamatan Lubuk Pakam di lapangan Segitiga Lubuk Pakam, Deliserdang, Minggu (10/03/2019) pagi.Kegiat

  • Senin, 11 Mar 2019 03:11

    Kampanye Door to Door Bawa Senjata, Mau Kampanye atau Perang?

    Empat orang pria di Kabupaten Bireun Aceh diamankan Polisi lantaran diduga melakukan tindakan intimidasi kepada sejumlah tim sukses partai politik agar tak mengampanyekan calon yang diusung partainya.

  • Selasa, 05 Mar 2019 10:15

    Kericuhan Kampanye Prabowo di Jogja

    Insiden kericuhan mewarnai kegiatan kampanye Capres nomor urut 02, Prabowo Subianto di Yogyakarta, Anggota GPK Khittah, Laskar PPP Khittah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dilaporkan mengalami luka- l

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak