Kamis, 19 Sep 2019 12:36
  • Home
  • Opini
  • Benny Wenda Tak Pantas Terima Oxford Freedom Of The City Award

Benny Wenda Tak Pantas Terima Oxford Freedom Of The City Award

Medan (utamanews.com)
Oleh: Aloysius Abisai, Pegiat Media Sosial di Wilayah Papua
Jumat, 30 Agu 2019 03:30
@Adung65A
Penghargaan kepada Ketua Persatuan Gerakan Pembebasan Untuk Papua Barat (ULMWP), Benny Wenda berupa "Oxford Freedom of The City Award" dari Dewan Kota Oxford pada 17 Juli 2019 lalu, terasa janggal dan kurang tepat. Walaupun penghargaan tersebut bukan penghargaan resmi dari pemerintah Kota Oxford ataupun Pemerintah Inggris, namun penghargaan dari Dewan Kota (sejenis DPRD tingkat Kota) dapat dijadikan mercusuar atau kampanye oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKSB) Papua, khususnya oleh Benny Wenda yang sejak tahun 2002 telah bermukim di Inggris karena mendapat suaka dari Pemerintah Inggris tahun 2002. Tentu dengan penghargaan itu Benny Wenda akan lebih nyaring menyuarakan kemerdekaan Papua di dunia internasional.

Hal yang menjadi pertanyaan, dengan kriteria apa Dewan Kota Oxford memberikan penghargaan itu kepada Benny Wenda, seorang separatis yang selalu menggunakan cara kekerasan dan teror (membunuh, menganiaya, memperkosa, membakar rumah dan lahan, dll) untuk mencapai tujuannya. Perlu diketahui bahwa ulah Benny Wenda telah menimbulkan korban di kalangan masyarakat sipil, khususnya wanita dan anak-anak. Oleh karena itu, Benny Wenda dan kelompoknya tidak mendapat simpati dari rakyat Indonesia, khususnya Papua.


Benny akhirnya melarikan diri ke Inggris, sedangkan kelompoknya ada yang tewas, dan sebagian hidup di hutan karena keberadaannya ditolak rakyat Papua yang cinta damai, Di hutan-hutan Papua itulah dengan komando dari Benny Wenda mereka sering melakukan teror terhadap masyarakat Papua.

Ditinjau dari kriteria obyektif yang universal, tidak ada faktor pendukung bahwa Benny Wenda bisa memperoleh penghargaan, Dia mempunyai sifat yang jauh dari sifat perjuangan Nelson Mandela maupun Mahatma Gandhi, yang anti kekerasan, dekat dan didukung oleh mayoritas rakyatnya serta berani berhadapan dan berdialog dengan pemimpin negara, bukan lari dari daerahnya hidup enak di negeri orang, meninggalkan kelompoknya yang hidup sengsara di hutan belatara. Sama sekali tidak ada sifat kemanusiaan sebagaimana tokoh yang seharusnya mendapat penghargaan.

Kemudian seorang separatis yang menggunakan kekerasan untuk ukuran Hukum Internasional tidak diakui sebagai pahlawan. IRA di Irlandia Utara (sekarang bagian dari Inggris Raya) ditumpas oleh Militer Inggris, di Spanyol gerilyawan Basque yang akan memisahkan wilayah Catalan (sekitar Barcelona) dari Spanyol juga ditumpas oleh militer Spanyol. Para pemimpinanya tidak ada yang mendapat penghargaan dari manapun, apalagi di Negara Rusia, Cina dan Myanmar, separatis ditumpas, warganya pun diusir.


Sangat disayangkan, Dewan HAM PBB justru  berdiam diri dengan dalih separatisme bukan merupakan "the right to self-determantioan", seperti yang terkandung dalam Declaration Universal of Human Rights PBB tahun 1945. Apalagi jika gerakan tersebut menggunakan kekerasan seperti teror untuk mencapai tujuannya, justru gerakan ini yang bertentangan dengan HAM.

Oleh karena itu, tidak sepantasnya jika orang yang selalu menggunakan kekerasan justru mendapat penghargaan. Penghargaan yang tidak mencantumkan prestasi atau jasa apa yang telah dilakukan, baik itu untuk kemanusiaan, negara, ilmu pengetahuan maupun perdamaian. Sudah sewajarnya kita bangsa Indonesia mempertanyakan kriteria penghargaan tersebut, tanpa mengurangi kebebasan dalam memberikan penghargaan. Maka jika ternyata penghargaan tersebut tidak pantas, tentu dapat dievaluasi di masa mendatang. Bagi kita Bangsa Indonesia, penghargaan tersebut tidak mendatangkan manfaat untuk kemajuan, kesejahteraan, dan perdamaian wilayah, negara dan dunia.
Editor: Iman

T#g:Inggris
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Kamis, 20 Jun 2019 20:20

    Athan RI Untuk Kerajaan Inggris Dampingi Delegasi Kemhan RI Laksanakan JDCD

    Atase Pertahanan (Athan) RI untuk Inggris Kolonel Czi Ranon Sugiman beberapa waktu lalu mendampingi Delegasi Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI dalam rangka pelaksanaan Joint Defence Cooperation Dialo

  • Minggu, 05 Mei 2019 20:15

    Presiden Jokowi terima ucapan selamat dari Inggris dan Australia

    Presiden Jokowi menerima ucapan selamat dari Perdana Menteri Kerajaan Inggris Theresa May dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison atas suksesnya penyelenggaraan pemilu serentak tahun 2019."Ucapan

  • Senin, 25 Mar 2019 17:05

    Kapuspen TNI: Pelatihan MOC Menyamakan Pemahaman tentang Peran dan Fungsi Penerangan Secara Komprehensif

    Pelatihan Media Operations Course (MOC) bertujuan untuk menyamakan pemahaman tentang peran dan fungsi penerangan secara komprehensif, karena media operations merupakan strategi komunikasi dalam menjag

  • Rabu, 07 Nov 2018 15:07

    Jabatan Athan RI London Diserahterimakan

    Duta Besar (Dubes) RI Luar Biasa Berkuasa Penuh (LBBP) untuk Kerajaan Inggris Dr. Rizal Sukma memimpin Serah Terima Jabatan (Sertijab) Atase Pertahanan Republik Indonesia (Athan RI) di London dari Kol

  • Kamis, 12 Jul 2018 04:12

    Buah Alpukat Tanpa Biji

    Sebuah perusahaan Inggris baru-baru ini menjual buah alpukat tanpa biji. Varian yang disebut "cocktail avocado" itu bentuknya lebih ramping dan kecil daripada alpukat pada umumnya. Tidak tampak besar seperti kebanyakan alpukat biasanya.

  • Selasa, 24 Apr 2018 21:24

    Bakamla RI Kunjungi Kapal Perang Inggris

    Dalam rangka penguatan kerja sama pertahanan militer antara Indonesia dengan Inggris, Kapal Perang Angkatan Laut Kerajaan Inggris bersandar di Jakarta.

  • Sabtu, 14 Apr 2018 12:44

    Kasum TNI Terima Kunjungan Kehormatan Menteri Inggris

    Kepala Staf Umum (Kasum) TNI Laksdya TNI Dr. Didit Herdiawan, M.P.A,. M.B.A  mewakili Panglima TNI menerima Kunjungan Kehormatan Menteri Muda Bidang Pengadaan Pertahanan Inggris, Mr. Guto Bebb MP

  • Rabu, 07 Mar 2018 20:17

    Unit Reaksi Cepat Laut Bakamla RI Jadi Sorotan Inggris

    Sebagai bentuk antisipasi gangguan ancaman di wilayah perairan nusantara, Badan Keamanan Laut RI akan pererat kerjasama Penanggulangan Terorisme di laut dengan badan kemaritiman Kerajaan Inggris. Hal

  • Jumat, 08 Des 2017 07:48

    UK Journalist Publikasikan Kopi Doloksanggul dan Keindahan Danau Toba

    United Kingdom Journalist Team yang diprakarsai Indonesian Diaspora Network Global (IDN-G) melakukan peliputan untuk mempublikasi kopi Doloksanggul dan Keindahan Danau Toba di daerah Bakkara (6/11).&n

  • Jumat, 12 Mei 2017 15:02

    Dilarang di negara-negara Islam, kenapa Hizbut Tahrir diizinkan di Amerika?

    Asad Said Ali, Mantan Wakil Kepala Badan Intelijen Negara, menyampaikan bahwa Hizbut Tahrir ditolak di semua negara berpenduduk mayoritas Muslim. Namun jadi tanda tanya karena justru di Amerika Serika

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak