Senin, 09 Des 2019 20:13

Benarkah Habib Rizieq Dicekal?

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rahmawati Putri (Pengamat Sosial Politik)
Senin, 02 Des 2019 03:02
Tribunnews.com
Habib Rizieq
Berita dugaan pencekalan Habib Rizieq Shihab (HRS) menjadi isu yang mengemuka beberapa hari belakangan ini. Dalam videonya, HRS pun sepintas menunjukkan surat yang diduga sebagai rekomendasi pencekalan. Hal ini mengundang kecurigaan mengapa surat tersebut baru ditunjukkan menjelang rencana Reuni 212 karena HRS sudah lama di Arab Saudi. 

Reuni 212 yang rencananya akan diselenggarakan pada Desember besok, dikabarkan akan dihadiri Habib Rizieq. Ketua Panitia Reuni 212, Awit Mashuri mengatakan bahwa pihaknya sedang mengupayakan pemulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia,  agar dapat menghadiri reuni akbar alumni 212 di Lapangan Monas pad awal Desember nanti.

Mereka masih menduga bahwa Habib Rizieq belum bisa kembali ke Tanah Air karena diduga adanya permintaan pencekalan dari Pemerintah Indonesia kepada pemerintah Arab Saudi. 

Dalam tayangan di chanel Youtube Front TV, Habib Rizieq mengaku tidak bisa kembali ke Indonesia karena dicekal oleh pemerintah Arab Saudi atas permintaan Pemerintah Indonesia. Namun, hingga saat ini tidak ada bukti bahwa Habib Rizieq Shihab dicekal oleh pemerintah Indonesia. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Mahfud MD, kembali berbicara mengenai Imam Besar Front Pembela Islam Habib Rizieq Shihab yang mengaku dicekal oleh pemerintah Indonesia.


Mahfud yang merupakan ahli hukum dan tata negara tersebut memaparkan, untuk hukum yang ada di Indonesia, batas waktu pencekalan seseorang, maksimal adalah 6 bulan. Sehingga pernyataan Rizieq tersebut tidak membuktikan bahwa pencekalan terhadapnya dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia.

Kita semua tahu, berdasarkan pengakuan Rizieq di berbagai media, dirinya sudah dicekal selama satu setengah tahun. Tentunya hal tersebut menandakan bahwa pencekalan bukanlah dari Pemerintah Indonesia, karena batas maksimal pencekalan di Indonesia adalah 6 bulan lamanya.
Apabila pencekalan tersebut berasal dari Arab Saudi, tentu saja hal tersebut harus diselesaikan oleh pemerintahan Arab. Mahfud juga menegaskan, apabila memang pencekalan tersebut terbukti dari pemerintah Indonesia, dirinya siap membantu menyelesaikannya.


Mahfud pun meminta agar surat pencekalan Imam Besar FPI tersebut agar dikirim ke kantornya. Mantan Ketua MK ini pun mempertanyakan kebenaran surat tersebut, karena dirinya mengaku selama menjabat sebagai Menko-Polhukam tidak pernah melihat surat pencekalan terhadap Habib Rizieq. Ia juga menyatakan akan lebih dahulu mencari tahu benar-tidaknya ada surat tersebut. Dia juga mengatakan akan memeriksa masalah yang terjadi dalam surat pencekalan.

Sebelumnya, Duta Besar Indonesia untuk Arab Saudi turut memberikan klarifikasi atas tuduhan pencekalan tersebut, bahwasanya Habib Rizieq sudah kelewat "overstay", dan jika ingin kembali ke tanah air, dirinya harus membayar denda sekitar Rp 110 juta, setelah membayar denda jika tidak ada persoalan hukum yang menimpa dirinya, Ia dapat meninggalkan Arab Saudi.
Bahkan HRS pernah terbang ke Maroko untuk suatu keperluan dan bisa kembali lagi ke Arab Saudi, hal tersebut membuktikan bahwa memang jika Habib Rizieq ingin pulang, ia dapat menggunakan kesempatan tersebut untuk langsung terbang dari Maroko ke Indonesia. Sedangkan kasus batalnya ke Malaysia untuk ujian desertasi itu semata-mata urusan HRS dengan Pemerintah Malaysia, tidak ada kaitannya dengan Indonesia.
Secara logika, untuk apa Indonesia mencekal kepulangan Habib Rizieq, toh dirinya pergi ke Arab Saudi atas inisiatifnya sendiri. Jika penahanan Habib Rizieq di Arab Saudi merupakan intervensi dari pemerintahan Indonesia, lantas apa dasar hukum pemerintahan kerajaan Arab untuk menahan Habib Rizieq?
Jika memang hal itu terjadi, tentu Habib Rizieq bisa membawa permasalahan ini ke pengadilan Arab Saudi karena otoritas Arab Saudi tidak memiliki dasar yang kuat untuk menahan Habib Rizieq agar tidak kembali ke Indonesia.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Faizasyah mempertanyakan pernyataan Rizieq yang menyebutkan bahwa pemerintah Indonesia seolah-olah mengintervensi otoritas Arab Saudi. Menurut Faizasyah, setiap negara di dunia pasti tidak mau diintervensi oleh negara lain, karena setiap negara jelas memiliki regulasi/aturan hukum yang berbeda.

Secara logika, untuk apa Indonesia mencekal kepulangan Habib Rizieq, toh dirinya pergi ke Arab Saudi atas inisiatifnya sendiri. Jika penahanan Habib Rizieq di Arab Saudi merupakan intervensi dari pemerintahan Indonesia, lantas apa dasar hukum pemerintahan kerajaan Arab untuk menahan Habib Rizieq?
Padahal Jika benar ada intervensi dari Pemerintah Indonesia terkait pencekalannya, maka Rizieq Shihab bisa saja melakukan lobby kepada pemerintah Arab Saudi sehingga bisa terlepas dari upaya cekal.
Editor: Yaya

T#g:fpi
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 13 Agu 2019 03:13

    Habib Rizieq Serobot Doa Dalam Pemakaman Mbah Moen, Mau Cari Panggung?

    Pentolan FPI yang tak pulang- pulang, Habib Rizieq tampak hadir dalam pemakaman salah satu Ulama Kharismatik Asal Indonesia KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen di Al Ma'la Mekah. Dalam jagat media s

  • Rabu, 07 Agu 2019 03:07

    Menolak Perpanjangan Izin FPI, Bukan Berarti Islamofobia

    Izin Organisasi Masyarakat (Ormas) FPI sudah kadaluarsa pada 20 Juni 2019 lalu. Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Wiranto menyatakan perpanjangan izin organisasi tersebut

  • Selasa, 30 Jul 2019 03:30

    Ijtima Ulama 4, Acara Sia-Sia Mencari Simpati

    Bertemunya Prabowo dengan Jokowi di MRT jelas masih terngiang di kepala masyarakat Indonesia, bagaimana tidak keduanya seakan bertemu seperti seorang sahabat lama, keduanya tersenyum dan keduanya pun

  • Minggu, 30 Jun 2019 03:30

    Sering Bikin Gaduh, Perpanjangan Izin FPI Sebaiknya Dicabut

    Masifnya penolakan atas perpanjangan izin ormas Front Pembela Islam (FPI), terwujud dalam petisi yang bertajuk "Stop Izin FPI" yang telah ditandatangani lebih dari 310.000 orang pada Jumat 10 Mei 2019

  • Sabtu, 11 Mei 2019 12:11

    Apa Kontribusi FPI Terhadap Negara?

    Front Pembela Islam (FPI), adalah salah satu Ormas yang sering eksis dan mendapatkan sorotan dari berbagai media, bukan karena dakwahnya, namun karena aksinya yang mereka anggap heroik dengan membuat

  • Kamis, 28 Feb 2019 16:38

    Tuding Tabligh Akbar NU Sesat Sambil Acungkan Tanda 2 Jari, 11 FPI Tebingtinggi Tersangka

    Polda Sumut merilis perkembangan peristiwa ricuhnya Tabligh Akbar dalam rangka peringatan Hari Lahir Nahdhatul Ulama (Harlah NU) ke-93 di Lapangan Sri Mersing, kota Tebingtinggi, Rabu (27/2/2019).Kabi

  • Jumat, 22 Feb 2019 15:12

    AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Jurnalis Saat Munajat 212

    Sejumlah jurnalis menjadi korban kekerasan, intimidasi, dan persekusi oleh massa yang menggunakan atribut Front Pembela Islam (FPI).

  • Jumat, 30 Nov 2018 03:30

    Menakar Mentalitas Munarman, Sang Juru Bicara FPI

    Pengacara pimpinan Front Pembela Islam, Rizieq Shihab, Kapitra Ampera menyebut, Juru Bicara FPI, Munarman, tidak berani karena menudingnya dengan kalimat yang dinilai tak jelas. Kapitra menilai tuduha

  • Jumat, 16 Feb 2018 04:46

    Tolak LGBT, Pengurus FPI Jember Silaturahmi Ke Dandim 0824

    Beberapa isu yang menjadi perhatian masyarakat seperti lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT), perzinaan, penodaan agama, hingga kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), bahkan tersebar isu kalau

  • Jumat, 01 Des 2017 19:31

    Menyikapi Ajakan Reuni 212 Secara Bijak

    Apakah anda masih ingat ketika aksi 212 dilakukan di Monas?

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak