Kamis, 20 Jun 2019 23:27
  • Home
  • Opini
  • Belajar Dari Pemblokiran Beberapa Media Sosial

Belajar Dari Pemblokiran Beberapa Media Sosial

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rahmat Yulianto, pegiat media sosial
Senin, 27 Mei 2019 03:27
Kominfo RI
Pemilu 2019 merupakan ajang pesta demokrasi yang tidak terimunisasi dari peredaran hoax maupun fitnah, serangkaian ujaran kebencian hingga pada akhirnya politisasi tempat ibadah juga turut mewarnai terselenggaranya pemilu tersebut.

Hal tersebut tentu membuat relawan Turn Back Hoax mendapatkan tugas yang lebih banyak dibanding biasanya, karena harus mengkaji sebuah berita apakah hal tersebut Benar atau Salah atau Disinformasi.

Berita hoax nyatanya tidak hanya menjadi berita saja, jika berita tersebut dishare ke publik, maka tak sedikit pula yang mempercayainya, bahkan menjadikannya semakin antipati terhadap capres ataupun partai tertentu.

Padahal Indonesia telah lama hidup dalam perbedaan dan keberagaman, derasnya arus berita hoax terutama di media sosial tentu amat sangat meresahkan, sehingga pemerintah perlu tegas dalam menyikapi hal tersebut.


Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan bahwa layanan media sosial akan dinonaktifkan sementara waktu. Tindakan tersebut bertujuan untuk menghindari tersebarnya berita bohong atau hoax. "Untuk sementara, untuk menghindari berita bohong kepada masyarakat luas. Akses di media sosial tidak diaktifkan untuk mencegah itu tadi, hal negatif yang bisa berdampak ke masyarakat," tutur Wiranto.

Dirinya menjelaskan bahwa pemerintah ingin agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat. Sebab, Wiranto menyebutkan bahwa ada upaya adu domba di dalam masyarakat melalui berita bohong di medsos.

"Jangan sampai kita di adu domba sehingga persahabatan, persaudaraan kita di bulan puasa ini berpengaruh,".tutur Wiranto.

Undang-Undang ITE juga telah mengatur, bahwa konten video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) merupakan konten yang melanggar ketentuan undang- undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi elektronik.


Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah, senang memviralkan sesuatu yang cenderung memberitakan hal yang negatif, baik berupa foto ataupun video. Jika video atau foto itu disebarkan, maka dalang kerusuhan tersebut akan semakin senang, karena keinginan untuk membuat ketakutan di tengah masyarakat telah berhasil.

Langkah pemerintah untuk memblokir sementara akses beberapa media sosial, tentu salah satu langkah yang dapat dilkukan, meski berdampak pada banyaknya keluhan netizen yang sudah tidak sabar berkirim pesan, atau ingin melakukan transaksi jual beli.

Pada aksi yang digelar 22 Mei lalu, kerusuhan pun tak dapat terhindarkan, segerombolan masa aksi yang rusuh menolak rekapitulasi suara pemilu 2019 yang telah diumumkan oleh KPU.

Aksi tersebut ternyata sudah diantisipasi, karena sejumlah pihak sebelumnya telah menyatakan bakal menggelar aksi yang mereka sebut people power. Dimana aksi protes tersebut kerap digunakan untuk mengungkapkan penolakan terhadap suatu tatanan.


Di belahan dunia yang lain, tak jarang aksi tersebut berujung ricuh dan bahkan memicu krisis politik hingga keamanan suatu wilayah. Seperti di Suriah, dimana perang sipil disana dipicu oleh perselisihan antara rakyat dan Presiden Bashar Al- Assad. Warga Suriah lantas menuntut reformasi demokratis di negara mereka. Terinspirasi dari gerakan Arab Spring di Timur Tengah, Warga Suriah menggelar aksi demonstrasi besar- besaran terhadap pemerintahan Assad sekitar pertengahan 2011 lalu.

Perang sipil di Suriah juga semakin diperparah dengan kemunculan kelompok radikal ISIS pada 2014. Di awal kebangkitannya, ISIS sempat menguasai sepertiga wilayah Suriah. Kehadiran ISIS pun turut menggiring intervensi Amerika Serikat dan Suriah dalam perang sipil tersebut.

Tentu kita berharap bahwa jangan sampai Indonesia menjadi carut marut karena aksi penolakan tersebut. Upaya pemblokiran media sosial tentu kebijakan yang telah dipertimbangkan secara matang demi kondusifitas nasional yang masih menyisakan panasnya tensi politik pasca Pemilu 2019. Meski demikian Pemerintah perlu menguatkan regulasi yang ada, penyedia layanan provider juga sepatutnya mematuhi aturan pemerintah dan ikut menjaga kepentingan nasional.

Pembatasan media sosial untuk sementara waktu tentu bisa kita sikapi dengan bijak, dulu ketika berkirim surat merupakan hal yang mengasyikkan meski harus menunggu balasan berbulan- bulan, setelah media sosial hadir, kita semakin tidak sabar dalam menunggu balasan dari orang yang kita kirimi pesan.

Bahkan berpuasa dalam bermedia sosial, juga dapat meningkatkan kembali quality time bersama keluarga yang mungkin sempat renggang karena tiap anggota keluarga merasa asyik dengan gadgetnya masing-masing.

Editor: Iman

T#g:ITEmedsos
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 19 Jun 2019 06:39

    Admin Grup Media Sosial Gemala Raya Diperiksa Polisi

    Terkait dengan postingan Romy Sutomi di media sosial yang di-uploadnya di beranda Medsos Gemala Raya yang menuliskan beberapa nama yang diduga bandar narkoba, salah seorang admin Gemala Raya, Nasir Wa

  • Senin, 17 Jun 2019 18:07

    Dugaan Pencemaran Nama Baik Terkait Tuduhan BD Narkoba, Edy alias Chun Hua (CH) Laporkan Akun Medsos Romy Sutomi

    Berawal dari status di beranda media sosial facebook Romy Sutomi yang di-uploadnya di grup Gerakan Masyarakat Labuhanbatu Raya (Gemala Raya) yang menuliskan nama- nama yang diduga bandar narkoba, yang

  • Jumat, 17 Mei 2019 22:27

    Dugaan Pencemaran Nama Baik, Kades Bandar Kumbul M. Toha Hasibuan Laporkan Mantan Kadus

    Kepala desa Bandar Kumbul kecamatan bilah barat kabupaten Labuhanbatu, Muhammad Toha Hasibuan akan melaporkan oknum mantan kadusnya ke polisi terkait pencemaran nama baik yang diutarakan salah seorang

  • Selasa, 14 Mei 2019 17:44

    Jokowi serahkan kasus ancaman pada dirinya ke polisi

    Presiden Jokowi mengaku tidak terganggu dengan ancaman pembunuhan terhadap dirinya yang dilontarkan oleh salah seorang peserta demo di Bawaslu, Jakarta, beberapa waktu lalu, yang videonya sempat viral

  • Sabtu, 04 Mei 2019 19:04

    Muhammadiyah: Medsos ikut berpuasa di bulan Ramadhan

    Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir mengimbau umat Islam agar menjadikan media sosial (medsos) ikut berpuasa dari hal-hal yang buruk pada bulan Ramadhan.Haedar juga mengatakan jangan

  • Jumat, 26 Apr 2019 09:26

    Kabupaten Labuhanbatu Raih juara I Lomba Taman Bacaan Terbaik Sumut 2019

    Upaya Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan dalam membina serta mengelola perpustakaan atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM) ternyata tidak sia-sia dan telah membuahka

  • Minggu, 28 Apr 2019 03:28

    Rajut Kembali Perdamaian dan Persatuan Setelah Persaingan

    Berbagai umbul- umbul bendera partai, baliho maupun stiker kampanye telah diturunkan. Tensi ketegangan juga semestinya mulai mereda hingga nanti menunggu hasil dari KPU. Namun nyatanya klaim kemenanga

  • Minggu, 07 Apr 2019 09:07

    Meski Bukan TNI, Jokowi dinilai Paham Dunia Militer

    Andi Widjajanto selaku ketua tim relawan Jokowi Cakra 19 mengatakan bahwa Jokowi lebih memahami substansi permasalahan di bidang pertahanan dan keamanan dibanding penantangnya Prabowo-Subianto. "Jokow

  • Minggu, 31 Mar 2019 09:31

    Pemuda Millenial Tidak Takut Memilih dan Berani Lawan Hoax Demi Wujudkan Keberlanjutan Kepemimpinan dan Pembangunan Indonesia

    Saat ini pemuda milenial merupakan pengguna terbesar dunia maya di Indonesia. Namun sayang tidak sedikit pengguna teknologi ini memanfaatkannya untuk tujuan negatif.

  • Rabu, 06 Mar 2019 05:06

    Kasus Kriminalisasi Wartawan Epong Reza Mulai Disidangkan, Ketua PPWI Bireuen: Saya Sangat Kecewa

    Ketua DPC PPWI Bireuen, Rusmadi, menyatakan sangat kecewa terhadap pihak penegak hukum. Seharusnya kasus yang dihadapi Epong Reza, salah satu wartawan media realitas tersebut tidak harus masuk ke pers

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak