Sabtu, 25 Jan 2020 15:56
  • Home
  • Opini
  • Belajar Dari Pemblokiran Beberapa Media Sosial

Belajar Dari Pemblokiran Beberapa Media Sosial

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rahmat Yulianto, pegiat media sosial
Senin, 27 Mei 2019 03:27
Kominfo RI
Pemilu 2019 merupakan ajang pesta demokrasi yang tidak terimunisasi dari peredaran hoax maupun fitnah, serangkaian ujaran kebencian hingga pada akhirnya politisasi tempat ibadah juga turut mewarnai terselenggaranya pemilu tersebut.

Hal tersebut tentu membuat relawan Turn Back Hoax mendapatkan tugas yang lebih banyak dibanding biasanya, karena harus mengkaji sebuah berita apakah hal tersebut Benar atau Salah atau Disinformasi.

Berita hoax nyatanya tidak hanya menjadi berita saja, jika berita tersebut dishare ke publik, maka tak sedikit pula yang mempercayainya, bahkan menjadikannya semakin antipati terhadap capres ataupun partai tertentu.

Padahal Indonesia telah lama hidup dalam perbedaan dan keberagaman, derasnya arus berita hoax terutama di media sosial tentu amat sangat meresahkan, sehingga pemerintah perlu tegas dalam menyikapi hal tersebut.


Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan bahwa layanan media sosial akan dinonaktifkan sementara waktu. Tindakan tersebut bertujuan untuk menghindari tersebarnya berita bohong atau hoax. "Untuk sementara, untuk menghindari berita bohong kepada masyarakat luas. Akses di media sosial tidak diaktifkan untuk mencegah itu tadi, hal negatif yang bisa berdampak ke masyarakat," tutur Wiranto.

Dirinya menjelaskan bahwa pemerintah ingin agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat. Sebab, Wiranto menyebutkan bahwa ada upaya adu domba di dalam masyarakat melalui berita bohong di medsos.

"Jangan sampai kita di adu domba sehingga persahabatan, persaudaraan kita di bulan puasa ini berpengaruh,".tutur Wiranto.

Undang-Undang ITE juga telah mengatur, bahwa konten video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) merupakan konten yang melanggar ketentuan undang- undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi elektronik.


Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah, senang memviralkan sesuatu yang cenderung memberitakan hal yang negatif, baik berupa foto ataupun video. Jika video atau foto itu disebarkan, maka dalang kerusuhan tersebut akan semakin senang, karena keinginan untuk membuat ketakutan di tengah masyarakat telah berhasil.

Langkah pemerintah untuk memblokir sementara akses beberapa media sosial, tentu salah satu langkah yang dapat dilkukan, meski berdampak pada banyaknya keluhan netizen yang sudah tidak sabar berkirim pesan, atau ingin melakukan transaksi jual beli.

Pada aksi yang digelar 22 Mei lalu, kerusuhan pun tak dapat terhindarkan, segerombolan masa aksi yang rusuh menolak rekapitulasi suara pemilu 2019 yang telah diumumkan oleh KPU.

Aksi tersebut ternyata sudah diantisipasi, karena sejumlah pihak sebelumnya telah menyatakan bakal menggelar aksi yang mereka sebut people power. Dimana aksi protes tersebut kerap digunakan untuk mengungkapkan penolakan terhadap suatu tatanan.


Di belahan dunia yang lain, tak jarang aksi tersebut berujung ricuh dan bahkan memicu krisis politik hingga keamanan suatu wilayah. Seperti di Suriah, dimana perang sipil disana dipicu oleh perselisihan antara rakyat dan Presiden Bashar Al- Assad. Warga Suriah lantas menuntut reformasi demokratis di negara mereka. Terinspirasi dari gerakan Arab Spring di Timur Tengah, Warga Suriah menggelar aksi demonstrasi besar- besaran terhadap pemerintahan Assad sekitar pertengahan 2011 lalu.

Perang sipil di Suriah juga semakin diperparah dengan kemunculan kelompok radikal ISIS pada 2014. Di awal kebangkitannya, ISIS sempat menguasai sepertiga wilayah Suriah. Kehadiran ISIS pun turut menggiring intervensi Amerika Serikat dan Suriah dalam perang sipil tersebut.

Tentu kita berharap bahwa jangan sampai Indonesia menjadi carut marut karena aksi penolakan tersebut. Upaya pemblokiran media sosial tentu kebijakan yang telah dipertimbangkan secara matang demi kondusifitas nasional yang masih menyisakan panasnya tensi politik pasca Pemilu 2019. Meski demikian Pemerintah perlu menguatkan regulasi yang ada, penyedia layanan provider juga sepatutnya mematuhi aturan pemerintah dan ikut menjaga kepentingan nasional.

Pembatasan media sosial untuk sementara waktu tentu bisa kita sikapi dengan bijak, dulu ketika berkirim surat merupakan hal yang mengasyikkan meski harus menunggu balasan berbulan- bulan, setelah media sosial hadir, kita semakin tidak sabar dalam menunggu balasan dari orang yang kita kirimi pesan.

Bahkan berpuasa dalam bermedia sosial, juga dapat meningkatkan kembali quality time bersama keluarga yang mungkin sempat renggang karena tiap anggota keluarga merasa asyik dengan gadgetnya masing-masing.

Editor: Iman

T#g:ITEmedsos
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Jumat, 24 Jan 2020 08:04

    Sukseskan Indonesia Maju, Insan Media Solo Gelar Diskusi Tumbuhkan Optimisme Dukung Kebijakan Pembangunan Nasional

    Media massa memiliki peran strategis dan tanggung jawab guna merespons isu-isu yang hangat diperbincangkan khalayak masyarakat, karena selain memiliki fungsi kontrol dan penyeimbang, media juga juga h

  • Sabtu, 25 Jan 2020 03:25

    Dibutuhkan Gotong Royong Pemerintah, Media Dan Warganet Membangun Literasi Memajukan Bangsa

    Sejak terbukanya kebebasan informasi dan teknologi media, pertumbuhan media massa dan media baru mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Media komunikasi yang telah bermetamorfosis menjadi media

  • Kamis, 05 Des 2019 10:25

    State Civil Apparatus and Social Media

    Being state civil apparatus or known called as ASN/PNS is proudly itself because ASN is a main engine or spearhead to excecution government bureaucracy process in order to bureaucracy can accelerate d

  • Jumat, 15 Nov 2019 16:55

    Panglima TNI Lantik 185 Perwira Karier TNI Tenaga Kesehatan TA. 2019

    Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., melantik dan mengambil sumpah 185 Perwira Prajurit Karier (Pa PK) Tenaga Khusus Kesehatan TNI pada Upacara Prasetia Perwira Tahun 2019 di L

  • Kamis, 14 Nov 2019 20:34

    Diskominfo Gelar Pelatihan Pembuatan Website Dasar Di Lingkungan Pemkab Labuhanbatu

    Dinas Komunikasi dan Informatika di bawah kepemimpinan H. Muhammad Ihsan Harahap ST, gelar pelatihan pembuatan website dasar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang berlangsung di ruang da

  • Selasa, 12 Nov 2019 16:42

    Kenali 5 Dampak Nyata Media Sosial bagi Kesehatan Mental

    Mengingat fakta akan banyaknya penyakit yang dikaitkan dengan duduk, tidak mengherankan apabila dikatakan bahwa duduk adalah salah satu kebiasaan terburuk yang dilakukan orang-orang bagi kesehatan. Ta

  • Jumat, 08 Nov 2019 20:08

    Istri Prajurit TNI Harus Bijak Menggunakan Media Sosial

    Ketua Umum (Ketum) Dharma Pertiwi menginstruksi kepada seluruh istri prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI), harus bijak dalam menggunakan media sosial sehingga tidak menjatuhkan nama baik, harkat

  • Kamis, 05 Sep 2019 01:05

    Seluruh Kecamatan Harus Manfaatkan Media Sosial & Aktifkan SP4N LAPOR

    Menyikapi perkembangan dan kemajuan zaman yang semakin pesat terlebih dalam hal penyampaian informasi dan pelayanan publik, Pemko Medan melalui Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kota Medan meng

  • Rabu, 21 Agu 2019 17:51

    Gubernur Ingatkan Arsitek Jangan Ikut Jadi Penipu

    Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengingatkan agar para arsitek jangan menjadi penipu atau ikut saling menutupi penipuannya.

  • Senin, 19 Agu 2019 19:29

    Dirikan Rumah Belajar Marhaen, GMNI Pematangsiantar tanamkan nasionalisme pada anak

    Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab dari seluruh elemen anak bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa Indonesia. Dalam hal ini GMNI Pematangsia

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak