Sabtu, 24 Agu 2019 15:03
  • Home
  • Opini
  • Belajar Dari Pemblokiran Beberapa Media Sosial

Belajar Dari Pemblokiran Beberapa Media Sosial

MEDAN (utamanews.com)
Oleh: Rahmat Yulianto, pegiat media sosial
Senin, 27 Mei 2019 03:27
Kominfo RI
Pemilu 2019 merupakan ajang pesta demokrasi yang tidak terimunisasi dari peredaran hoax maupun fitnah, serangkaian ujaran kebencian hingga pada akhirnya politisasi tempat ibadah juga turut mewarnai terselenggaranya pemilu tersebut.

Hal tersebut tentu membuat relawan Turn Back Hoax mendapatkan tugas yang lebih banyak dibanding biasanya, karena harus mengkaji sebuah berita apakah hal tersebut Benar atau Salah atau Disinformasi.

Berita hoax nyatanya tidak hanya menjadi berita saja, jika berita tersebut dishare ke publik, maka tak sedikit pula yang mempercayainya, bahkan menjadikannya semakin antipati terhadap capres ataupun partai tertentu.

Padahal Indonesia telah lama hidup dalam perbedaan dan keberagaman, derasnya arus berita hoax terutama di media sosial tentu amat sangat meresahkan, sehingga pemerintah perlu tegas dalam menyikapi hal tersebut.


Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan bahwa layanan media sosial akan dinonaktifkan sementara waktu. Tindakan tersebut bertujuan untuk menghindari tersebarnya berita bohong atau hoax. "Untuk sementara, untuk menghindari berita bohong kepada masyarakat luas. Akses di media sosial tidak diaktifkan untuk mencegah itu tadi, hal negatif yang bisa berdampak ke masyarakat," tutur Wiranto.

Dirinya menjelaskan bahwa pemerintah ingin agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat. Sebab, Wiranto menyebutkan bahwa ada upaya adu domba di dalam masyarakat melalui berita bohong di medsos.

"Jangan sampai kita di adu domba sehingga persahabatan, persaudaraan kita di bulan puasa ini berpengaruh,".tutur Wiranto.

Undang-Undang ITE juga telah mengatur, bahwa konten video yang mengandung aksi kekerasan, hasutan yang provokatif serta ujaran kebencian berdasarkan suku, agama, ras dan antar golongan (SARA) merupakan konten yang melanggar ketentuan undang- undang Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan atas UU 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi elektronik.


Salah satu kebiasaan masyarakat Indonesia adalah, senang memviralkan sesuatu yang cenderung memberitakan hal yang negatif, baik berupa foto ataupun video. Jika video atau foto itu disebarkan, maka dalang kerusuhan tersebut akan semakin senang, karena keinginan untuk membuat ketakutan di tengah masyarakat telah berhasil.

Langkah pemerintah untuk memblokir sementara akses beberapa media sosial, tentu salah satu langkah yang dapat dilkukan, meski berdampak pada banyaknya keluhan netizen yang sudah tidak sabar berkirim pesan, atau ingin melakukan transaksi jual beli.

Pada aksi yang digelar 22 Mei lalu, kerusuhan pun tak dapat terhindarkan, segerombolan masa aksi yang rusuh menolak rekapitulasi suara pemilu 2019 yang telah diumumkan oleh KPU.

Aksi tersebut ternyata sudah diantisipasi, karena sejumlah pihak sebelumnya telah menyatakan bakal menggelar aksi yang mereka sebut people power. Dimana aksi protes tersebut kerap digunakan untuk mengungkapkan penolakan terhadap suatu tatanan.


Di belahan dunia yang lain, tak jarang aksi tersebut berujung ricuh dan bahkan memicu krisis politik hingga keamanan suatu wilayah. Seperti di Suriah, dimana perang sipil disana dipicu oleh perselisihan antara rakyat dan Presiden Bashar Al- Assad. Warga Suriah lantas menuntut reformasi demokratis di negara mereka. Terinspirasi dari gerakan Arab Spring di Timur Tengah, Warga Suriah menggelar aksi demonstrasi besar- besaran terhadap pemerintahan Assad sekitar pertengahan 2011 lalu.

Perang sipil di Suriah juga semakin diperparah dengan kemunculan kelompok radikal ISIS pada 2014. Di awal kebangkitannya, ISIS sempat menguasai sepertiga wilayah Suriah. Kehadiran ISIS pun turut menggiring intervensi Amerika Serikat dan Suriah dalam perang sipil tersebut.

Tentu kita berharap bahwa jangan sampai Indonesia menjadi carut marut karena aksi penolakan tersebut. Upaya pemblokiran media sosial tentu kebijakan yang telah dipertimbangkan secara matang demi kondusifitas nasional yang masih menyisakan panasnya tensi politik pasca Pemilu 2019. Meski demikian Pemerintah perlu menguatkan regulasi yang ada, penyedia layanan provider juga sepatutnya mematuhi aturan pemerintah dan ikut menjaga kepentingan nasional.

Pembatasan media sosial untuk sementara waktu tentu bisa kita sikapi dengan bijak, dulu ketika berkirim surat merupakan hal yang mengasyikkan meski harus menunggu balasan berbulan- bulan, setelah media sosial hadir, kita semakin tidak sabar dalam menunggu balasan dari orang yang kita kirimi pesan.

Bahkan berpuasa dalam bermedia sosial, juga dapat meningkatkan kembali quality time bersama keluarga yang mungkin sempat renggang karena tiap anggota keluarga merasa asyik dengan gadgetnya masing-masing.

Editor: Iman

T#g:ITEmedsos
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Rabu, 21 Agu 2019 17:51

    Gubernur Ingatkan Arsitek Jangan Ikut Jadi Penipu

    Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi mengingatkan agar para arsitek jangan menjadi penipu atau ikut saling menutupi penipuannya.

  • Senin, 19 Agu 2019 19:29

    Dirikan Rumah Belajar Marhaen, GMNI Pematangsiantar tanamkan nasionalisme pada anak

    Mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan tanggung jawab dari seluruh elemen anak bangsa dalam mewujudkan Indonesia yang dicita-citakan oleh para pendiri bangsa Indonesia. Dalam hal ini GMNI Pematangsia

  • Jumat, 09 Agu 2019 03:09

    Didukung Pemerintah, Baiq Nuril Kini Mendapatkan Keadilan

    Kasus yang menjerat Baiq Nuril bermula saat dirinya menerima telepon dari Kepala Sekolah berinisial M pada 2012. Dalam perbincangan tersebut, Kepsek M bercerita tentang hubungan badannya dengan seoran

  • Minggu, 28 Jul 2019 15:08

    Oknum Bendahara SMAN 1 Kualuh Ledong Diduga Gelapkan Dana Sumbangan Orangtua Siswa

    Oknum Bendahara Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Kualuh Leidong, Kec.Tanjung Leidong, Kab.Labura diduga melakukan penggelapan dana sumbangan wali murid, gaji honor, komite, dan insentif.Demikian

  • Sabtu, 27 Jul 2019 09:17

    GESIT Akan Gelar Diskusi Ajak Netizen Lawan Hoax dan Posting Konten Positif di Medsos Demi Persatuan dan Kemajuan Bangsa

    Keberadaan warganet diharapkan dapat berkontribusi terhadap suksesnya kemajuan bangsa, salah satunya saat ini melalui perannya ikut mengawal jalannya demokrasi yang konstruktif terutama di ruang media

  • Selasa, 23 Jul 2019 22:53

    Minggu Militer Kodim 0824/Jember Dilaksanakan Di Koramil 0824/04 Sukowono

    Minggu Militer merupakan latihan program yang selalu dilaksanakan oleh seluruh satuan kewilayahan, termasuk Kodim 0824/Jember, pada setiap bulan pada minggu keempat dengan melibatkan seluruh personel

  • Selasa, 25 Jun 2019 17:25

    Kepala Staf Kodim 0824 Beri Materi Komsos Pada Minggu Militer Di Koramil 0824/25

    Minggu Militer merupakan latihan program yang selalu dilaksanakan oleh seluruh satuan kewilayahan, termasuk Kodim 0824/Jember, pada setiap bulan pada minggu keempat dengan melibatkan seluruh personeli

  • Rabu, 19 Jun 2019 06:39

    Admin Grup Media Sosial Gemala Raya Diperiksa Polisi

    Terkait dengan postingan Romy Sutomi di media sosial yang di-uploadnya di beranda Medsos Gemala Raya yang menuliskan beberapa nama yang diduga bandar narkoba, salah seorang admin Gemala Raya, Nasir Wa

  • Senin, 17 Jun 2019 18:07

    Dugaan Pencemaran Nama Baik Terkait Tuduhan BD Narkoba, Edy alias Chun Hua (CH) Laporkan Akun Medsos Romy Sutomi

    Berawal dari status di beranda media sosial facebook Romy Sutomi yang di-uploadnya di grup Gerakan Masyarakat Labuhanbatu Raya (Gemala Raya) yang menuliskan nama- nama yang diduga bandar narkoba, yang

  • Jumat, 17 Mei 2019 22:27

    Dugaan Pencemaran Nama Baik, Kades Bandar Kumbul M. Toha Hasibuan Laporkan Mantan Kadus

    Kepala desa Bandar Kumbul kecamatan bilah barat kabupaten Labuhanbatu, Muhammad Toha Hasibuan akan melaporkan oknum mantan kadusnya ke polisi terkait pencemaran nama baik yang diutarakan salah seorang

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2019 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak