Selasa, 11 Des 2018 21:49
  • Home
  • Opini
  • Babinsa di Lombok Saat Gempa, Antara Keluarga dan Tugas

Babinsa di Lombok Saat Gempa, Antara Keluarga dan Tugas

NTB (utamanews.com)
Oleh: Mayor Inf Suwandi, Perwira Penerangan Komando Tugas Gabungan Terpadu Lombok
Kamis, 20 Sep 2018 18:20
Puspen TNI
Lokasi pengungsian di Lombok.
Musibah gempa bumi yang mengguncang Pulau Lombok, Sumbawa dan Sumbawa Barat beberapa waktu lalu telah menyisakan kenangan dan cerita yang mengharukan bagi seluruh masyarakat Nusa Tenggara Barat, khususnya bagi yang terdampak gempa. Kenangan sedih  keluarganya menjadi korban bahkan ada yang meninggal dunia, rumah-rumah rusak berat bahkan roboh yang mengharuskan mereka tinggal di pengungsian.

Selain itu bencana menyisakan trauma yang mendalam bagi warga terutama anak-anak, tidak terkecuali trauma juga dialami oleh aparat keamanan TNI beserta keluarganya yang bertugas di Lombok, salah satunya yaitu Bintara Pembina Desa (Babinsa).

Kesedihan yang dirasakan masyarakat dirasakan pula oleh keluarga Babinsa. Saat terjadinya gempa bumi yang juga merobohkan tempat tinggalnya, mereka ditinggalkan suami untuk melaksanakan tugas menolong  warga yang menjadi korban. Namun karena ketabahan sebagai seorang istri prajurit, mereka tegar walau tanpa ada suami mendampinginya di pengungsian tinggal bersama warga yang lain dengan beratapkan tenda dari terpal dan tidur beralaskan tikar.

Untuk meninggalkan keluarga di pengungsian dengan kondisi yang serba terbatas tentunya tidak mudah bagi setiap orang, tapi itulah yang harus dilakukan seorang  Babinsa walaupun diri dan keluarganya turut menjadi korban. Mereka tetap semangat melaksanakan tugasnya, tak kenal lelah membantu warga binaannya yang terkena musibah dan memastikan mereka mendapatkan pertolongan.

Salah satunya yaitu Serka Ali (45) Babinsa Tegal Maja Koramil 1606-02/Tanjung menceritakan kisah awal mulai terjadinya gempa yang juga merobohkan rumahnya dan harus meninggalkan keluarga di pengungsian.

Menurutnya, saat itu tanggal 5 Agustus 2018 malam hari ia pergi untuk melaksanakan acara zikir bersama di rumah tetangga, namun di pertengahan jalan tiba-tiba terjadi gempa bumi dengan kekuatan yang cukup besar sehingga ia bergegas untuk kembali kerumah memastikan keluarganya selamat. "Setiba di rumah anak istri saya sudah menangis dengan kondisi rumah yang sudah rusak berantakan dan gelap gulita karena listrik padam semua, kami semua berpelukan. Gempa pertama itu rumah belum roboh," kenangnya.
 
Malam itu juga beredar informasi adanya tsunami sehingga seluruh warga panik, Pak Ali bersama keluarga dan tetangganya mengamankan diri ke tempat yang lebih tinggi, karena malam itu gempa terus menerus dan bertambah besar ia putuskan untuk bermalam di tempat tersebut.
 
Setelah keesokan harinya, ia bersama warga  turun untuk melihat kondisi rumah masing-masing. Betapa sedih ketika melihat rumah tempat ia dan keluarga bernaung roboh rata dengan tanah, akhirnya saat itu pula bersama warga yang rumahnya juga rusak mendirikan tenda di sekitar rumah untuk tinggal sementara. "Selanjutnya saya lapor kepada Danramil 1606-02/Tanjung Kapten Inf Anak Agung Rai Budiana dan saat itu dibantu anggota  yang lain puing-puing rumah kami dibersihkan," ujar pria tiga anak ini.
 
Walaupun rumahnya roboh, Serka Ali tetap melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai Babinsa seperti biasa, satu hari setelah gempa ia berangkat menuju desa binaannya untuk membantu warga yang rumahnya rusak bahkan ada yang meninggal dunia. "Kami bersama-sama anggota Polri, Basarnas dan relawan lainnya menolong korban dan mendata  rumah yang rusak, setelah itu berkordinasi terkait bantuan logistik untuk warga terutama yang berada di pengungsian, memastikan semua mendapat bantuan," jelasnya.

Desa Binaan Serka Ali Tegal Maja, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara terdiri dari 11 Dusun, yang 75 % mayoritas masyarakatnya beragama Budha dan hanya tiga Dusun yang beragama Islam. Sedangkan korban meninggal dunia akibat gempa sebanyak empat orang dan sudah mendapat santunan. Rumah yang mengalami rusak berat sebanyak 1.986 dan yang rusak sedang maupun ringan masih didata oleh Pemerintah Daerah. "Alhamdulillah semua warga sampai saat ini sudah tertangani tinggal meneruskan pembersihan puing-puing," ungkapnya.

"Saya juga bersyukur kondisi keluarga juga sehat, saat ini kami sudah pindah dari pengungsian dan tinggal sementara diatas bekas rumah kami yang roboh dengan memanfaatkan puing-puing rumah yang masih bisa dipakai," imbuhnya.

Berbeda dengan cerita Serka Ali, Sertu I Made Yuantara yang merupakan Babinsa Desa Malaka Koramil 1606-02/Tanjung memiliki kenangan yang lebih unik dan mengesankan.

Diceritakannya, tiga hari setelah istrinya melahirkan di RSAD Mataram, tiba-tiba pada Minggu pagi (29/07/2018) terjadi gempa dengan kekuatan 6,8 SR di Lombok Timur namun kekuatannya di wilayah Mataram tidak begitu besar dan seluruh anggota Koramil Tanjung waktu itu diperintahkan menuju Koramil 1606-03/Bayan untuk membantu, karena Kecamatan Bayan berdekatan dengan lokasi kekuatan gempa sehingga terkena dampaknya. "Setelah melihat di desa binaan tidak terlalu terdampak, saya langsung menuju Koramil Bayan untuk membantu memasang pipa saluran air yang putus akibat gempa hingga kami menginap di sana," ungkapnya.

Selanjutnya pada Minggu malam tanggal 5 Agustus 2018 terjadi gempa ke dua, yang merupakan gempa terbesar dengan kekuatan 7 SR pusat gempa di Kabupaten Lombok Utara dirasakan guncangan keras hingga kota Mataram yang mengakibatkan masyarakat berhamburan keluar rumah. Malam itu masyarakat tidak ada  yang berani tidur di dalam rumah bahkan ada isu air laut di Pantai Ampenan sudah mulai naik sehingga menambah kepanikan masyarakat. "Saat itu keluarga juga panik dan rumah juga sudah retak cukup lebar, takut terjadi apa-apa malam itu juga saya mengungsikan istri dan anak kami yang masih bayi ke tetangga perumahan di BTN Pepabri. Selanjutnya saya malam itu juga melaporkan kepada Danramil untuk melaksanakan pengecekan ke desa binaan memastikan kondisi warga. Karena banyak rumah yang rusak berat akhirnya saya putuskan menginap di pengungsian warga, selain itu jarak rumah dengan desa binaan juga cukup jauh," kenang Yuantara.
 
Menurutnya, usai gempa malam itu di desa binaannya tersebar isu  pencuri ternak merajalela sehingga warga terprovokasi berkerumun di jalan raya melakukan sweeping, untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan dan dirinya menghimbau warga untuk tidak main hakim sendiri.

Bersyukur kondisi saat itu bisa terkendali semua dan saat ini warga yang menjadi korban sudah didata untuk mendapatkan bantuan.  Sekarang kami bersama-sama warga dan alat berat dari Zikon 13  terus bergerak membantu membersihkan puing rumah dan fasilitas umum lainnya hingga tuntas. "Sedih rasanya kalau mengingat saat itu meninggalkan istri dan anak yang masih bayi, namun karena panggilan tugas itu harus saya lakukan, mengutamakan membantu masyarakat," imbuhnya.

Saat ini kondisi istri dan anak Serka Made dalam kondisi sehat, namun karena masih trauma sementara masih tidur di tenda teras depan rumahnya dengan ditutup terpal dan triplek. "Sekarang kondisi warga di desa binaan saya secara umum sudah mulai membaik, dan saya lebih tenang bisa pulang ke rumah, menemani istri dan membantu merawat si kecil," ujarnya.

Melihat perjuangan Babinsa yang tidak mengenal lelah dalam membantu masyarakat korban gempa di Lombok, Panglima Komando Tugas Gabungan Terpadu (Pangkogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Lombok, Mayjen TNI Madsuni, S.E. memberikan apresiasi dengan membangunkan rumah hunian sementara bagi Babinsa yang rumahnya rusak berat, dengan harapan dapat menambah semangat Babinsa dalam melaksanakan tugasnya dalam membantu masyarakat. "Dengan rumah hunian sementara ini harapannya saat bertugas mereka lebih tenang meninggalkan keluarga di rumah, dibandingkan dengan tinggal di tenda. Mudah-mudahan ini dapat mengurangi beban mereka," ungkapnya.

Saat ini rumah hunian sementara sudah mulai dibangun, dari data yang ada jumlah rumah Babinsa yang mengalami rusak berat sebanyak 13 Unit, lokasinya tersebar di empat wilayah yaitu Koramil 1606-02/Tanjung, Koramil 1606-10/Bayan, Koramil 1606-10/ Gangga dan Koramil Batu Kliang Lombok Tengah.

Lombok,   September 2018

Editor: Sam

T#g:babinsaLombok
Karunia Tour and Traveliklan kaos garuda
Berita Terkait
  • Minggu, 09 Des 2018 05:09

    Babinsa Peserta Latnister Laksanakan Komsos di 100 Desa di Kabupaten Jember

    Latihan Tehnis Teritorial (Latnister) merupakan projek pilot di wilayah Kodam V/Brw mempercayakan Kodim 0824 Jember sebagai satu-satunya penyelenggara pada Tahun Anggaran 2018. Pada hari ini Jum'

  • Selasa, 04 Des 2018 23:04

    Wadan Pusterad Cek Langsung Kemampuan Babinsa Peserta Latnister

    Panggil Perwakilan Babinsa Peserta Latnister Kodim 0824 Wadan Pusterad Tanyakan Apa Yang Sudah Didapat Pada Latnister Hari Pertama Kemarin.

  • Kamis, 15 Nov 2018 08:15

    Babinsa Patempuran Kalisat Kerjabakti Bantu Benahi Saluran Air

    Bertempat di Dusun Junggran Desa Patempuran Kecamatan Kalisat Kabupaten Jember, pada Rabu (14/11/2018) dilaksanakan kerjabakti dengan sasaran pembangunan plensengan saluran air sepanjang 100 meter.Sal

  • Selasa, 06 Nov 2018 10:06

    23 Prajurit TNI Kogasgabpad Renovasi Rumah Babinsa

    23 prajurit TNI dari Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur) 17/AD dipimpin Letda Czi Hadi Setia Wibowo yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpadu (Kogasgabpad) penanggulangan bencana gempa bumi, ts

  • Sabtu, 03 Nov 2018 00:03

    Ketua Umum Dharma Pertiwi Kunjungan Kerja ke Lombok

    Ketua Umum Dharma Pertiwi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto didampingi Ketua Harian IKKT PWA Ibu Wida Didit Herdiawan beserta pengurus Dharma Pertiwi Pusat tiba di Bandara Internasional Lombok dalam rangka Bak

  • Kamis, 25 Okt 2018 06:25

    Babinsa Sosialisasikan Pentingnya Imunisasi

    Bertempat di Balai Desa Pringgowirawan Kec Sumberbaru Kabupaten Jember, Rabu (24/10/2018), dilaksanakan Evaluasi Kegiatan KEBULI (Kelompok Ibu Hamil dan Imunisasi) dalam rangka meningkatkan kesehatan

  • Minggu, 21 Okt 2018 20:21

    TNI Lakukan Pembongkaran dan Pembersihan Rumah Warga di Lombok Timur

    Puluhan Prajurit TNI yang tergabung dalam Komando Tugas Gabungan Terpàdu (Kogasgabpad) Rehabilitasi dan Rekonstruksi Nusa Tenggara Barat (NTB), khususnya Sektor-3 wilayah Kabupaten Lombok

  • Minggu, 21 Okt 2018 19:21

    TNI dan Polri Sinergi Bersihkan Sisa Puing Rumah Korban Gempa Lombok

    Puluhan personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali turun membersihkan sisa puing reruntuhan rumah warga yang rusak akibat gempa tektonik berkeku

  • Sabtu, 20 Okt 2018 11:20

    Babinsa Jatimulyo Ramil 0824/25 Kerja Bakti Bersihkan Lingkungan

    Bertempat di lingkungan sekitar Balai Desa Jatimulyo Kec Jenggawah Kab Jember pada Jum'at (19/10/2018), Pukul 07.00 Wib dilaksanakan kerjabakti dengan sasaran pembersihan lingkungan di kiri kanan

  • Kamis, 18 Okt 2018 10:18

    Panglima TNI Sambangi Pemukiman Warga Korban Gempa Lombok

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. bersama Kapolri Jenderal Pol Prof. H. M. Tito Karnavian, Ph.D. sambangi pemukiman warga korban bencana akibat gempa tektonik berkekuatan 7.0 SR yang me

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak