Kamis, 16 Agu 2018 05:28
  • Home
  • Opini
  • Asian Games 2018 dan Rivalitas Suporter Indonesia-Malaysia

Asian Games 2018 dan Rivalitas Suporter Indonesia-Malaysia

Medan (utamanews.com)
Oleh: Raditya Putu Wicaksana, Mahasiswa Universitas Jember.
Jumat, 10 Agu 2018 04:10
Istimewa
Hubungan Indonesia-Malaysia berkali-kali memanas bukan karena sengketa perbatasan atau masalah keamanan negara yang terancam namun karena pertandingan sepak bola. Tingkat rivalitas kedua negara dalam pertandingan yang mempertaruhkan harga diri bangsa merupakan sesuatu yang memicu kedua suporter untuk ikut terbakar semangatnya untuk mendukung negaranya maisng-masing. Tidak terlewat laga Asian Games 2018 adalah pertandingan yang ditunggu-tunggu oleh kedua bangsa, dengan pertandingan AFF U-16 sebagai pemantik, kini rasa rivaitas antar bangsa sudah muncul kembali.

Melihat dari sejarahnya, kondisi persaingan antara kedua negara ini sudah lama berlangsung dan sering menjadi perhatian dunia melihat tingkat rivalitas kedua negara ini termasuk yang terbesar di Asia Tenggara. Bapak Proklamator kita Soekarno juga memiliki slogan yang hingga kini masih digunakan oleh bangsa Indonesia yaitu "Ganyang Malaysia".

Perseteruan kedua negara melayu pada pertandiangan sepak bola bisa disebut juga sebagai "Derby Melayu", sebuah pertandingan sepakbola yang didalamnya dibumbui oleh faktor harga diri bangsa, gengsi, dan politik persaingan untuk menunjukan siapa yang lebih baik diantara Indonesia dan Malaysia.

Perseteruan kedua suporter juga tidak bisa kita lupakan. Pada Piala AFF Suzuki 2012 di Bukit Jalil, terjadi bentrok antara suporter Indonesia dengan suporter Malaysia. Mereka mengucapkan kata-kata makian hingga akhirnya berbuntut kericuhan meskipun belakangan berhasil diredam aparat keamanan setempat. Patut disayangkan bahwa pada hari tersebut Indonesia tidak sedang bermain melawan Malaysia tetapi dengan Laos. Publik sempat bertanya bahwa kerusuhan tersebut merupakan settingan dan perbuatan sengaja dari Malaysia untuk menurunkan semangat Indonesia pada pertandingan tandang.



Jauh sebelumnya, ulah suporter Malaysia juga sempat terjadi ketika pemain Indonesia menghentikan pertandingan di final AFF 2010 di stadion Bukit Jalil karena para pemain Indonesia merasa terganggu dengan leser yang ditembakkan ke arah pemain Indonesia. Bahkan di final tersebut juga diramaikan dengan insiden foto suporter Malaysia menginjak syal bertulskan Indonesia dan mengacungkan jari tengahnya setelah pertandingan tersebut.

Pertandingan antara kedua tim selalu memiliki intensitas tinggi, dengan beberapa cerita yang diceritakan oleh para pemain dan pelatih Malaysia yang membuat kita mengelus-elus dada. Para suporter Malaysia sendiri juga tidak menerima dengan tangan terbuka apabila ada suporter Indonesia yang mendukung timnasnya di Malaysia, tetapi para suporter tersebut juga menggambarkan bahwa pertandingan yang dimainkan di Indonesia sebagai sesuatu yang tidak bisa jelaskan dengan kata-kata.

Sebuah gairah, loyalitas dan rivalitas bangsa dari para suporter ini lah yang memicu beberapa kali pecahnya bentrokan dan kekerasan yang terjadi antar suporter. Mereka melihat sepakbola sebagai olahraga terpopuler di dunia untuk menjadi pertaruhan simbol kekuatan dari bangsa tersebut.

Belakangan ini, tensi ketegangan antara suporter Indonesia dan Malaysia kembali memanas pasca salah satu pemain U-16 Malaysia Amirul Ashrafiq Hanifah memposting bendera Indonesia terbalik di Instagramnya. Seketika postingan tersebut viral di media sosial dan menjadi pembicaraan khalayak luas dan mengundang beberapa pendapat dari pejabat antar negara.

Hal tersebut berujung pada ejekan yang dilemparkan oleh suporter Indonesia kepada Malaysia ketika Malaysia sedang melawan Thailand pada Grup B Paiala AFF U-16 2018 yang digelar di Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik, Jawa Timur. Tidak berhenti disitu para pejabat kedua negara pun ikut memanas terhadap kondisi saat ini dan saling mengancam.



Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Malaysia, Syed Saddiq pun mengeluarkan teguran keras terhadap Indonesia dan melaporkan kejadian tersebut kepada AFF agar Indonesia mendapat sanksi dari aksi tersebut. Menanggapi hal tersebut Ketua Umum PSSI, Edy Rahmayadi pun tidak takut dengan ancaman tersebut dan mengatakan apabila Malaysia ingin mundur, silahkan mundur saja. Hal itu diungkapkannya dengan alasan karena pada saat ejekan suporter Indonesia, kondisi Malaysia sedang kalah sehingga memicu kekecewaan pihak tertentu.

Indonesia dan Malaysia adalah negara serumpun sedarah, kita berdarah sama dan berasal dari nenek moyang yang sama. Berbagai bentuk kerja sama dan masyarakat Indonesia juga banyak yang menggantungkan hidupnya di Malaysia sebagai TKI, dengan panasnya hubungan Malaysia dan Indonesia kemananan WNI disana juga akan terancam. Kita harus tahu dan mengerti dampak dari kerusuhan yang kita lakukan, Indonesia adalah negara yang terkenal karena kesantunannya dan keramahanya kepada tamu, bukan negara yang mudah tersulut emosinya.

Pembukaan Asian Games yang akan dilaksanakan pada 18 Agustus nanti dengan venue pertama yang akan ditandingkan pada 10 Agustus akan menjadi saksi rivalitas antara Indonesia dan Malaysia. Harga diri bangsa akan menjadi taruhannya pada ajang olahraga sejagat Asia tersebut. Namun tetap harga diri bangsa Indonesia akan dipermalukan apabila kita sebagai tuan rumah tidak dapat menyambut tamu-tamu kita dari seluruh negara Asia termasuk Malaysia dengan baik, menjadi supoter para atlet kita dengan memberikan dukungan moral dan menghargai supoter lawan merupakan suatu hal yang wajib dilakukan. Tapi tetap kita harus berharap agar Indonesia menjadi nomor satu di Asian Games 2018.

Segala persiapan yang sudah dilakukan harus kita hormati dan kita jaga, jangan ada lagi perusakan venue olahraga seperti yang terjadi di Palembang, jangan ada lagi melakukan coret-coret dan acuh terhadap lingkungan sekitar venue. Masyarakat yang bermoral dan beradab adalah budaya masyarakat Indonesia yang harus kita jaga dan lestarikan untuk mengahargai segala perbedaan yang ada.

Editor: Sam

T#g:malaysiabola
Berita Terkait
  • Sabtu, 11 Agu 2018 09:11

    Kadispora Labuhanbatu Lepas Atlit Sepak Bola U-12 Event Kemenpora

    Plt Bupati Labuhanbatu H. Andi Suhaimi Dalimunthe melalui Kadispora Labuhanbatu Ade Huzaini memberangkatkan 15 pemain dan 4 official Tim Kesebelasan FKGOR Labuhanbatu, di halaman Kantor Dinas Dispora,

  • Jumat, 10 Agu 2018 16:50

    Panglima TNI Jamuan Makan Malam Bersama Panglima Angkatan Tentera Malaysia

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P. didampingi Ibu Nanny Hadi Tjahjanto melaksanakan jamuan makan bersama Panglima Angkatan Tentera Malaysia (ATM) YGhb Jeneral Tan Sri Dato' Seri Pan

  • Jumat, 10 Agu 2018 06:10

    Panglima TNI: Kerjasama Bilateral TNI dan ATM Tingkatkan Kemitraan Regional

    Kerjasama bilateral antara TNI dan ATM melalui forum tahunan Malindo HLC merefleksikan suatu interaksi yang positif dalam meningkatkan kemitraan regional guna mewujudkan keamanan regional kawasan ASEAN yang lebih kondusif, damai, stabil dan sejahtera.

  • Jumat, 10 Agu 2018 00:10

    Panglima TNI Terima Kunjungan Kehormatan Panglima Angkatan Tentera Malaysia

    Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, S.I.P menerima Kunjungan Kehormatan Panglima Angkatan Tentera Malaysia YGhg Jeneral Tan Sri Dato' Seri Panglima Haji Zulkifli Bin Haji Zainal Abidin di r

  • Rabu, 08 Agu 2018 19:08

    Bakamla RI-APMM Lancarkan Patkor Optima Malindo

    Sebagai bentuk komitmen Bakamla RI dalam payung kerja sama Tim Perancang Operasi Maritim (TPOM) antara Pemerintah Republik Indonesia dengan Pemerintah Malaysia, Bakamla RI bersama stakeholder pemangku

  • Senin, 30 Jul 2018 07:30

    Badan Keamanan Laut Mengudara di Perbatasan RI-Malaysia

    Memanfaatkan momen kegiatan Sosialisasi Layanan Publik dan Pelestarian Lingkungan yang akan digelar di Sebatik, Kabag Humas dan Protokol Bakamla RI Kolonel Laut (KH) Drs.Toni Syaiful melakukan dialog

  • Jumat, 27 Jul 2018 21:07

    ABK Kapal Camar Eme Pulang dari Penjara Malaysia dengan dana keluarga

    Jamaluddin Jake (49) ABK kapal Camar EME pulang ke Indonesia dengan bantuan keluarga dan tidak ada sangkut paut dari pihak perusahaan kapal PT. Dewanta Samudera Agung Perkasa. "Saya pulang dengan

  • Kamis, 26 Jul 2018 21:26

    Direktur Operasi Laut Bakamla Beberkan Progress TPOM Pada Pertemuan Ke-66 COCC Malindo

    Direktur Operasi Laut Bakamla Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo, S.T., M.Tr(Han) selaku Ketua Tim Perancang Operasi Maritim (TPOM) Indonesia membeberkan kegiatan yang telah dilaksanakan TPOM periode 25 O

  • Senin, 16 Jul 2018 08:06

    Nobar Final Piala Dunia Relawan Jokowi Meriah

    Nonton bareng (Nobar) final sepak bola Piala Dunia 2018 yang digelar Sekretariat Bersama (Sekber) Relawan Jokowi Sumatera Utara di posko Jalan Mongonsidi Medan, Minggu (15/7/2018) malam, berangsung meriah.

  • Sabtu, 14 Jul 2018 12:14

    Final Piala Dunia, Tengku Erry Jagokan Kroasia

    Gubernur Sumatera Utara ke-18, Dr Ir H Tengku Erry Nuradi, MSi menjagokan Kroasia menjuarai Piala Dunia 2018. �Kroasia tim bagus, walau semula tidak diperhitungkan,� ucap Tengku Erry kepada wartawan di Medan, Juma

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2018 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak