Sabtu, 19 Sep 2020 02:53
  • Home
  • Kesehatan
  • Tes Masif COVID-19 Diawali Pada Tenaga Kesehatan dan Karyawan di Zona Merah RSHS Bandung

Tes Masif COVID-19 Diawali Pada Tenaga Kesehatan dan Karyawan di Zona Merah RSHS Bandung

Bandung (utamanews.com)
Oleh: Dito/rls
Rabu, 25 Mar 2020 14:25
Humas Jabar
Rapid Diagnostic Test (RDT) COVID-19 terhadap kurang lebih 300 tenaga kesehatan (nakes) dan staf RSHS Bandung di Poliklinik Anggrek, Rabu (25/3/20).
Pemprov Jabar memulai tes masif COVID-19 berupa Rapid Diagnostic Test (RDT) COVID-19 bagi kurang lebih 300 tenaga kesehatan (nakes) dan karyawan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin atau RSHS Bandung.

Sebagai rumah sakit utama rujukan COVID-19 di Jabar, nakes maupun non-nakes yang bekerja di Ring 1 penanganan COVID-19 atau Zona Merah RSHS itu sehari-harinya melakukan close contact cukup lama dengan pasien COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Berli Hamdani mengatakan, pemeriksaan bagi nakes dan karyawan RSHS di Ring 1 ini memulai rangkaian tes masif COVID-19 oleh Pemprov Jabar. Kepada RSHS, Pemprov Jabar telah menyerahkan kurang lebih 300 unit test kit. Jumlah yang diberikan itu menyesuaikan dengan jumlah orang yang akan diperiksa.

Dalam pelaksanaan tes, Berli berujar bahwa pihaknya bekerja sama dengan tenaga kesehatan rumah sakit serta Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Selain tes bagi karyawan di RSHS yang termasuk Kategori A itu, Jabar juga akan melakukan tes bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sementara rapid test dengan konsep drive-thru yang dilakukan bagi Kategori B dan C saat ini tengah dikoordinasikan dengan kabupaten/kota terkait sarana-prasarana, alat, maupun tenaga kesehatan yang akan melaksanakan.

"Dengan adanya rapid test ini, diharapkan dapat menjaring kasus-kasus maupun orang yang berisiko terkena infeksi sehingga bisa diambil langkah dalam penanggulangan COVID-19," ucap Berli, Rabu (25/3/2020).

Adapun menurut Direktur Medik & Keperawatan RSHS Bandung Dr. Nucki Nursjamsi Hidayat, dr, SpOT(K), M.Kes, FICS., sekira 300 karyawan RSHS yang diperiksa terdiri dari dokter, perawat, driver, hingga satpam.

"Hari ini (25/3) kami memeriksa prioritas pertama, yaitu para dokter, terdiri dari dokter penyakit dalam, dokter anestesi, dokter patologi klinik, dan dokter anak, juga dokter peserta didik PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) masing-masing KSM (Kelompok Staf Medis). Lalu diikuti para perawat, perawat dari Ruang Rawat Inap Khusus, dari Isolasi Instalasi Gawat Darurat, dari Isolasi Instalasi Rawat Jalan," ucap Nucki.


"Ditambah juga tenaga non-nakes dari driver. Ada tiga driver yang bantu mobilisasi pasien positif COVID-19. Satpam juga mengamankan (pasien), close contact. Kemudian petugas forensik yang memandikan jenazah ter-confirm positif (COVID-19). Juga petugas penunjang lain seperti Tata Usaha di area Ring 1, termasuk cleaning service," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, karyawan RSHS yang diperiksa hari ini tersebut dengan teratur mengantre untuk diperiksa dan mengisi nama lengkap, tanggal lahir, unit kerja, serta nomor telepon. Apabila jumlah peralatan tes memungkinkan, Nucki menambahkan bahwa RSHS akan turut memeriksakan karyawan di Ring 2, yaitu nakes yang menyeleksi ODP maupun PDP yang belum terkonfirmasi.

"Prioritas kedua, yaitu shift berikutnya di Ring 1. Apabila jumlah (alat) memungkinkan, kami juga akan memeriksakan petugas di daerah Ring 2 karena cukup berbahaya sehingga mereka tetap berisiko meski lebih kecil (dari Ring 1)," katanya.

Saat ini, RSHS juga sudah menyiapkan Gedung Anggrek Lantai 1 hingga Lantai 5 untuk sarana penanganan COVID-19. Rinciannya, kapasitas untuk menampung pasien COVID-19 yang confirm disediakan di satu lantai untuk kurang lebih 40-60 orang. "Kemudian untuk yang belum confirm ada dua lantai, (kapasitas) sekitar 100 orang. Satu lantai lain untuk staf," ucap Nucki.

Nucki pun menuturkan, RSHS Bandung terus berupaya meningkatkan pelayanan sebagai garda terdepan Jabar dalam menangani virus SARS-CoV-2 tersebut, terutama dalam merawat pasien. "Kami juga merawat pasien confirm maupun non-confirm yang memerlukan alat bantu napas. Kami perluas kapasitas itu jadi sekitar 22. Masalahnya, sarana ada, SDM ada, kami perlu bantuan ventilator. Saat ini kurang enam sampai ventilator," ucapnya.

Editor: Herda

T#g:DokterPerawatRapid test
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Selasa, 15 Sep 2020 21:45

    Kapolres dan PJU Polres Sergai Lakukan Rapid Test

    Guna mencegah virus Corona (Covid19), Kapolres Serdang Bedagai AKBP Robin Simatupang SH.M.Hum bersama Pejabat Utama (PJU) Polres Serdang Bedagai melakukan pemeriksaan Rapid test bertempat di Gedung TM

  • Sabtu, 05 Sep 2020 10:05

    Cegah Tenaga Kesehatan Berguguran, Alexander: Satu Dokter untuk Satu Rumah Sakit

    Mendukung perjuangan para tenaga kesehatan dan tidak ingin ada lagi yang gugur akibat menangani pasien Covid-19, Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi mengharapkan pihak rumah sakit (RS) swast

  • Kamis, 03 Sep 2020 17:13

    Tekan Penyebaran Covid-19, Batalyon Infanteri 8 Mar Laksanakan Rapid Test

    Prajurit petarung Harimau Putih Batalyon Infanteri 8 Marinir (Yonif 8 Mar) melaksanakan kegiatan rapid test guna menekan penyebaran virus Covid-19 yang diselenggarakan di gedung Balai prajurit (Bapra)

  • Senin, 31 Agu 2020 21:01

    Total Sembuh Covid-19 di Sumut Capai 3.965 Kasus

    Upaya percepatan penanganan kasus Covid-19 di Sumatera Utara (Sumut) telah menampakkan hasil. Antara lain, jumlah kasus sembuh Covid-19 di daerah ini terus meningkat. Bahkan, hingga Senin (31/8), juml

  • Kamis, 27 Agu 2020 08:27

    Retno: Keluarga Hebat, Covid-19 Minggat

    Disiplin protokol kesehatan yang diawasi secara ketat di lingkungan keluarga dinilai memiliki peran yang besar dalam membantu mengakhiri pandemi Covid-19. Untuk itu, sudah sewajarnya masing-masing ang

  • Jumat, 14 Agu 2020 08:44

    Hasil Rapid Test, 61 Personel Satlantas Polres Sergai Tidak Reaktif

    Guna mencegah virus Corona (Covid19) sebanyak 61 personel Satlantas Polres Serdang Bedagai melakukan pemeriksaan Rapid test hasilnya tidak reaktif."Dari hasil pemeriksaan Rapid test yang dilakukan ter

  • Sabtu, 08 Agu 2020 04:08

    Setukpa Lemdiklat Polri Lakukan Rapid Tes dan Penyemprotan Desinfektan

    Rumah Sakit Bhayangkara Setukpa Lemdiklat Polri melaksanakan Rapid Test Covid 19 kepada 36 orang peserta didik SIP angkatan ke-49 T.A. 2020 yang menjalani program pembelajaran jarak jauh di Setukpa Le

  • Kamis, 06 Agu 2020 20:26

    Dua Dokter di Tebingtinggi Jalani Isolasi Mandiri

    Dua orang tenaga medis (dokter) yang bekerja di salahsatu rumahsakit di Tebingtinggi menjalani isolasi mandiri dan telah dilakukan pemeriksaan swab test.Walikota Tebingtinggi Ir H Umar Zunaidi Hasibua

  • Senin, 03 Agu 2020 12:23

    ASN dan Honorer Pemko Tebing Tinggi Dirapid Test, 3 Orang Reaktif

    Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Pemko Tebing Tinggi melalui Tim Medis Dinas Kesehatan mengadakan pemeriksaan uji cepat Rapid Test, Senin (3/8/2020) di Balai Kota Tebing Tinggi.Pe

  • Senin, 03 Agu 2020 10:03

    Masyarakat Antusias Ikuti Uji Klinis Vaksin Covid-19

    Vaksin Covid-19 yang datang dari China akan diujikan di Indonesia. Masyarakat sangat antusias menjadi relawan vaksin, bahkan pendaftarnya mencapai ratusan orang. Mereka ingin agar corona segera pergi

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak