Kamis, 02 Apr 2020 06:34
  • Home
  • Kesehatan
  • Tes Masif COVID-19 Diawali Pada Tenaga Kesehatan dan Karyawan di Zona Merah RSHS Bandung

Tes Masif COVID-19 Diawali Pada Tenaga Kesehatan dan Karyawan di Zona Merah RSHS Bandung

Bandung (utamanews.com)
Oleh: Dito/rls
Rabu, 25 Mar 2020 14:25
Humas Jabar
Rapid Diagnostic Test (RDT) COVID-19 terhadap kurang lebih 300 tenaga kesehatan (nakes) dan staf RSHS Bandung di Poliklinik Anggrek, Rabu (25/3/20).
Pemprov Jabar memulai tes masif COVID-19 berupa Rapid Diagnostic Test (RDT) COVID-19 bagi kurang lebih 300 tenaga kesehatan (nakes) dan karyawan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Hasan Sadikin atau RSHS Bandung.

Sebagai rumah sakit utama rujukan COVID-19 di Jabar, nakes maupun non-nakes yang bekerja di Ring 1 penanganan COVID-19 atau Zona Merah RSHS itu sehari-harinya melakukan close contact cukup lama dengan pasien COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jabar Berli Hamdani mengatakan, pemeriksaan bagi nakes dan karyawan RSHS di Ring 1 ini memulai rangkaian tes masif COVID-19 oleh Pemprov Jabar. Kepada RSHS, Pemprov Jabar telah menyerahkan kurang lebih 300 unit test kit. Jumlah yang diberikan itu menyesuaikan dengan jumlah orang yang akan diperiksa.

Dalam pelaksanaan tes, Berli berujar bahwa pihaknya bekerja sama dengan tenaga kesehatan rumah sakit serta Dinas Kesehatan kabupaten/kota. Selain tes bagi karyawan di RSHS yang termasuk Kategori A itu, Jabar juga akan melakukan tes bagi Orang Dalam Pemantauan (ODP) dan Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

Sementara rapid test dengan konsep drive-thru yang dilakukan bagi Kategori B dan C saat ini tengah dikoordinasikan dengan kabupaten/kota terkait sarana-prasarana, alat, maupun tenaga kesehatan yang akan melaksanakan.

"Dengan adanya rapid test ini, diharapkan dapat menjaring kasus-kasus maupun orang yang berisiko terkena infeksi sehingga bisa diambil langkah dalam penanggulangan COVID-19," ucap Berli, Rabu (25/3/2020).

Adapun menurut Direktur Medik & Keperawatan RSHS Bandung Dr. Nucki Nursjamsi Hidayat, dr, SpOT(K), M.Kes, FICS., sekira 300 karyawan RSHS yang diperiksa terdiri dari dokter, perawat, driver, hingga satpam.

"Hari ini (25/3) kami memeriksa prioritas pertama, yaitu para dokter, terdiri dari dokter penyakit dalam, dokter anestesi, dokter patologi klinik, dan dokter anak, juga dokter peserta didik PPDS (Program Pendidikan Dokter Spesialis) masing-masing KSM (Kelompok Staf Medis). Lalu diikuti para perawat, perawat dari Ruang Rawat Inap Khusus, dari Isolasi Instalasi Gawat Darurat, dari Isolasi Instalasi Rawat Jalan," ucap Nucki.


"Ditambah juga tenaga non-nakes dari driver. Ada tiga driver yang bantu mobilisasi pasien positif COVID-19. Satpam juga mengamankan (pasien), close contact. Kemudian petugas forensik yang memandikan jenazah ter-confirm positif (COVID-19). Juga petugas penunjang lain seperti Tata Usaha di area Ring 1, termasuk cleaning service," ujarnya.

Berdasarkan pantauan, karyawan RSHS yang diperiksa hari ini tersebut dengan teratur mengantre untuk diperiksa dan mengisi nama lengkap, tanggal lahir, unit kerja, serta nomor telepon. Apabila jumlah peralatan tes memungkinkan, Nucki menambahkan bahwa RSHS akan turut memeriksakan karyawan di Ring 2, yaitu nakes yang menyeleksi ODP maupun PDP yang belum terkonfirmasi.

"Prioritas kedua, yaitu shift berikutnya di Ring 1. Apabila jumlah (alat) memungkinkan, kami juga akan memeriksakan petugas di daerah Ring 2 karena cukup berbahaya sehingga mereka tetap berisiko meski lebih kecil (dari Ring 1)," katanya.

Saat ini, RSHS juga sudah menyiapkan Gedung Anggrek Lantai 1 hingga Lantai 5 untuk sarana penanganan COVID-19. Rinciannya, kapasitas untuk menampung pasien COVID-19 yang confirm disediakan di satu lantai untuk kurang lebih 40-60 orang. "Kemudian untuk yang belum confirm ada dua lantai, (kapasitas) sekitar 100 orang. Satu lantai lain untuk staf," ucap Nucki.

Nucki pun menuturkan, RSHS Bandung terus berupaya meningkatkan pelayanan sebagai garda terdepan Jabar dalam menangani virus SARS-CoV-2 tersebut, terutama dalam merawat pasien. "Kami juga merawat pasien confirm maupun non-confirm yang memerlukan alat bantu napas. Kami perluas kapasitas itu jadi sekitar 22. Masalahnya, sarana ada, SDM ada, kami perlu bantuan ventilator. Saat ini kurang enam sampai ventilator," ucapnya.

Editor: Herda

T#g:DokterPerawatRapid test
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Senin, 30 Mar 2020 17:40

    Pemda Provinsi Jawa Barat Tes COVID-19 Klaster HIPMI dan GBI Lembang

    Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat memeriksa 160 anggota Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dari enam kabupaten/kota di Parkir Barat Gedung Sate Bandung, Senin (30/3/20).

  • Jumat, 27 Mar 2020 16:07

    Pendaftaran Tes Masif COVID-19 via Aplikasi PIKOBAR Resmi Dibuka

    Pendaftaran tes masif COVID-19 via aplikasi PIKOBAR (Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Jawa Barat) resmi dibuka pada Kamis (26/3/20).

  • Rabu, 25 Mar 2020 16:25

    Ini penjelasan lengkap Jubir Covid-19 terkait 'rapid test'

    Achmad Yurianto, menyampaikan bahwa pelaksanaan rapid test atau tes cepat yang dilaksanakan sekarang diprioritaskan bagi kontak dekat seperti keluarga korban dan petugas kesehatan.

  • Selasa, 24 Mar 2020 09:24

    Jabar Lakukan Tes Masif COVID-19 untuk 3 Kategori Warga

    Pemprov Jabar akan melakukan tes masif atau tes yang jumlahnya banyak tapi terbatas kepada warga yang diprioritaskan dimulai Rabu, 25 Maret, mendatang.

  • Minggu, 22 Mar 2020 17:52

    Jabar Akan Gelar Rapid Test Covid-19 secara Massal, 10 Menit Hasilnya Keluar

    Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya akan menggelar rapid test Covid-19 secara massal untuk warga Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, dan Kabupaten Karawang di area Stadion Patriot Chandrabhaga, Kota Bekasi.

  • Minggu, 22 Mar 2020 09:12

    Yuri: Hasil negatif rapid test, tidak jaminan bersih dari virus Corona

    Achmad Yurianto menyatakan bahwa bisa saja pada pemeriksaan ini didapatkan hasil negatif pada orang yang sudah terinfeksi, tetapi respons serologi, respons imunitasnya belum muncul.

  • Kamis, 05 Mar 2020 16:05

    Leonard dan Obert Alami Luka Lama, Satgas 754 Bantu Dia Untuk Sembuh

    Satuan Tugas Batalyon Infanteri (Satgas Yonif) 754/ENK/20/3 Kostrad mengobati Leonard dan Obert yang sedang terluka di Kampung Rotea, Distrik Bonggo Barat, Kabupaten Sarmi, Papua, Kamis (5/3/2020).Sat

  • Kamis, 20 Feb 2020 10:00

    Komisi E DPRDSU Tantang Rumah Sakit Di Medan Deklarasi "Dokter Kami Fulltimer"

    Dimas Tri Adji, S.I.Kom., Ketua E DPRD Sumut menyatakan bahwa bila tidak ada terobosan baru, bila semuanya berjalan sesuai aturan yang ada, pelayanan kesehatan di Sumatera Utara, khususnya di kota Med

  • Senin, 17 Feb 2020 19:27

    Satgas Yonif 411 Kostrad Bantu Evakuasi Mobil Masuk Jurang di Jalan Trans Papua

    Kesigapan Prajurit TNI kembali diperlihatkan oleh Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 411/Pdw Kostrad saat membantu evakuasi mobil Double Cubin SUV Chevrolet  milik warga yang masuk jurang di Km 106 Ja

  • Jumat, 15 Nov 2019 16:55

    Panglima TNI Lantik 185 Perwira Karier TNI Tenaga Kesehatan TA. 2019

    Panglima TNI Marsekal TNI Dr. (H.C.) Hadi Tjahjanto, S.I.P., melantik dan mengambil sumpah 185 Perwira Prajurit Karier (Pa PK) Tenaga Khusus Kesehatan TNI pada Upacara Prasetia Perwira Tahun 2019 di L

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak