Pemerintah Kabupaten Tapanuli Tengah (Pemkab Tapteng) gandeng Caritas Sibolga dalam pendampingan psikososial bagi anak-anak korban banjir dan longsor, dan berlangsung di Gedung Serbaguna Pandan, Rabu (16/9/2026).
Kegiatan yang dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Tapteng, Binsar TH Sitanggang ini, memfokuskan pemulihan trauma atau trauma healing, dukungan emosional, dan literasi bagi anak-anak terdampak bencana di Kecamatan Tukka dan Badiri.
Sekdakab Tapteng menegaskan, bahwa pemulihan pascabencana banjir dan longsor yang terjadi pada 25 November 2025 lalu, tidak cukup hanya dengan membangun fisik, tetapi juga harus memulihkan mental, rasa aman, dan harapan anak-anak.
Binsar juga menyampaikan, aktivitas seperti membaca, bercerita, menggambar, dan menulis serta bermain edukatif, dijadikan jembatan bagi anak-anak untuk mengekspresikan perasaan takut atau sedih yang sulit diungkapkan secara langsung.
Atas nama Pemkab Tapteng, ia menyampaikan apresiasi kepada para guru, relawan, dan penggiat literasi, serta berpesan kepada para orang tua untuk terus mendampingi anak-anak dengan penuh kesabaran.
"Bagi anak yang sedang mengalami trauma, kegiatan membaca, menggambar, bercerita, dan bermain dapat menjadi jembatan untuk kembali menemukan rasa aman dan kegembiraan," kata Sekdakab Tapteng.
Turut hadir Ketua Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Uskup Sibolga, Pembina serta Direktur Caritas Indonesia, Plt. Dirjen Bimas Katolik, Provinsial Kapusin Sibolga, dan mewakili Domus, serta perwakilan donatur.