Kecamatan Binjai Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2027 yang dirangkaikan dengan Rembuk Stunting tingkat kecamatan, Selasa (3/2). Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam percepatan penanganan stunting.
Camat Binjai Barat, Romi Surya Dharma Damanik, S.STP., M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya keterlibatan seluruh unsur masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. Ia menyampaikan bahwa partisipasi masyarakat, lurah, dan kepala lingkungan sangat dibutuhkan karena memahami langsung kebutuhan di wilayah masing-masing. Dinamika sosial, menurutnya, harus dirajut menjadi dinamika pembangunan yang berkelanjutan agar mendapat dukungan luas dari masyarakat.
Dalam forum tersebut, dibahas berbagai usulan prioritas program pencegahan stunting yang dihimpun dari enam kelurahan di Kecamatan Binjai Barat. Usulan tersebut meliputi peningkatan honor kader pendamping masyarakat dan kader posyandu, dukungan terhadap program MBG 3B, serta penguatan kegiatan kelompok Bina Keluarga Balita dan kelompok remaja.
Selain itu, diperlukan dukungan anggaran untuk penyuluhan dan pelatihan bagi ibu hamil, remaja, serta ibu yang memiliki balita, khususnya terkait keluarga berencana dan kesehatan. Pemberian makanan tambahan di setiap posyandu juga menjadi salah satu fokus utama.
Forum juga mendorong pembentukan sekolah lansia, penguatan kembali program MBG 3B, pembentukan dan pengelolaan dapur sehat, serta pelaksanaan Gerakan Asuh Orang Tua Stunting. Peningkatan dukungan operasional bagi keluarga berisiko stunting melalui kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) turut masuk dalam daftar prioritas.
Selain isu kesehatan, Musrenbang mengidentifikasi sejumlah persoalan pembangunan di Kecamatan Binjai Barat, antara lain pertumbuhan investasi yang masih rendah, belum optimalnya pengembangan ekonomi kerakyatan, kualitas infrastruktur dasar dan penunjang yang perlu ditingkatkan, serta penguatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik. Kesiapsiagaan terhadap potensi bencana dan rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak juga menjadi perhatian.
Kegiatan ini menghadirkan narasumber Bambang Lestrika Budimahansyah, ST., M.AP, David Sitepu, S.H, dan Ernita I. Tobing, S.E. Turut hadir para lurah dan kepala lingkungan se-Kecamatan Binjai Barat, jajaran PKK Kecamatan Binjai Barat, serta berbagai pemangku kepentingan terkait.