Selasa, 04 Agu 2020 09:18
  • Home
  • Kesehatan
  • Level Kewaspadaan 8 Daerah Jabar Turun ke Zona Kuning

Level Kewaspadaan 8 Daerah Jabar Turun ke Zona Kuning

Bandung (utamanews.com)
Oleh: Dian
Sabtu, 04 Jul 2020 13:44
Humas Jabar
Ridwan Kamil
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar, Ridwan Kamil melaporkan level kewaspadaan hasil kajian gugus tugas provinsi. Terdapat 1 daerah Zona Hijau (level 1), 10 daerah Zona Biru (level 2), dan 16 daerah Zona Kuning (Level 3).

"Ini menunjukkan, kita tidak bisa berleha-leha, diam. Semua harus tingkatkan kewaspadaan, karena COVID-19 ini panjang urusannya," kata Kang Emil -sapaan Ridwan Kamil- dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (3/7/20). 

Satu daerah yang masuk  zona hijau, yakni Kota Sukabumi. Sedangkan, daerah yang tetap berada di zona biru adalah Kabupaten Cianjur, Kuningan, Majalengka, Purwakarta, Sumedang, Tasikmalaya, Kota Banjar dan Kota Tasikmalaya. Sementara daerah dari zona kuning ke zona biru, yaitu Kabupaten Sukabumi dan Kota Bandung.

Adapun delapan daerah yang turun dari zona biru ke zona kuning adalah Kabupaten Bandung, Bandung Barat, Ciamis, Cirebon, Pangandaran, Subang, Kota Cimahi, dan Kota Cirebon. Delapan daerah lain yang berada di zona kuning, yakni Kabupaten Bekasi, Bogor, Garut, Indramayu, Karawang, Kota Bekasi, Bogor dan Depok.


Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Jabar memberi rapor kinerja gugus tugas kabupaten/kota dalam penanganan COVID-19. Tujuannya memotivasi gugus tugas kabupaten/kota untuk meningkatkan kinerja.

Menurut Kang Emil, kinerja gugus tugas kabupaten/kota amat krusial dalam penanganan COVID-19. Pun demikian dengan koordinasi gugus tugas kabupaten/kota dengan provinsi. 

"Kami melakukan rapor pada kabupaten/kota soal kinerja gugus tugas. Jadi, jangan hanya dilihat berapa kasus positifnya, naik turunnya ODP-PDP, dan sebagainya, tapi juga kinerja tim karena kami ingin jadi provinsi yang sangat kompak, baik gugus tugas provinsi maupun kabupaten/kota," kata Kang Emil.

Terdapat enam kriteria yang menjadi indikator penilaian rapor kinerja, yakni aspek pencegahan, deteksi, manajemen fasilitas kesehatan dan pemakaman, jaring pengaman sosial, operasi lapangan dan penegakan aturan, serta tata kelola dan kelembagaan.


Adapun penilaian awal di masing-masing kriteria menghasilkan tiga besar gugus tugas kabupaten/kota dengan nilai tertinggi, antara lain:
1. Aspek Pencegahan: (1) Kota Bandung, (2) Kota Sukabumi, (3) Kabupaten Bogor,

2. Aspek Deteksi: (1) Kota Bandung, (2) Kota Bekasi, (3) Kabupaten Bogor,

3. Manajemen fasilitas kesehatan dan pemakaman: (1) Kota Bogor, (2) Kota Bekasi, (3) Kabupaten Sumedang

4. Jaring Pengaman Sosial: (1) Kota Sumedang, (2) Kota Depok, (3) Kota Sukabumi

5. Operasi lapangan dan penegakan aturan: (1) Kota Bandung, (2) Kota Bogor, (3) Kota Tasikmalaya

6. Tata kelola dan kelembagaan: (1) Kabupaten Bogor, (2) Kota Bandung, (3) Kota Bekasi

Kang Emil mengatakan, pihaknya masih mengevaluasi hasil rapor. Saat ini, gugus tugas Jabar memberikan tiga kategori hasil rapor, yaitu kinerja tinggi, kinerja sedang, dan kinerja rendah. 

"Lain-lain sedang kami evaluasi. Kami bikin tiga kategori, kinerja tinggi, sedang, rendah. Mayoritas belum masuk kategori tinggi," ucapnya.

Editor: Herda

T#g:CoronaRidwan Kamil
Karunia Tour and Travel
Berita Terkait
  • Sabtu, 01 Agu 2020 19:01

    Positif COVID-19 bertambah 131, sembuh 31, Update 1 Agustus di Sumut

    Laporan harian COVID-19 yang dirilis Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Provinsi Sumatera Utara menunjukkan hingga Sabtu (1/8) pukul 17.00 WIB, penambahan konfirmasi positif mencapai 131 kasus

  • Kamis, 30 Jul 2020 21:30

    Pemakaman Prosedur Protokol Kesehatan Warga Terdampak Covid 19

    Dalam rangka menjamin ketertiban jalannya pemakaman dengan protokol kesehatan terhadap warga terdampak covid 19 almarhum berinisial EK warga Dusun Krajan Desa Balung Lor Kec Balung Kab Jember, pada Ka

  • Rabu, 29 Jul 2020 12:29

    Pembelajaran Tatap Muka Dibuka Bertahap

    Pemerintah Daerah (Pemda) Provinsi Jawa Barat (Jabar) menerapkan prinsip kehati-hatian dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Keselamatan dan kesehatan peserta didik diutamakan.Gubernur Jabar Ridw

  • Rabu, 29 Jul 2020 07:29

    Rumkitlap Kogabwilhan II Wisuda 73 Pasien Santri Ponpes Gontor

    Rumah Sakit Lapangan (Rumkitlap) Kogabwilhan II di Jalan Indrapura melaksanakan wisuda, sebanyak 73 pasien santriwan dan santriwati Pondok Pesantren Gontor Ponorogo dan Ngawi, setelah berhasil merawat

  • Selasa, 28 Jul 2020 08:18

    RS Rujukan Tidak Buat Diagnosa Covid untuk Keuntungan Finansial

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) memastikan Rumah Sakit (RS) Rujukan Covid-19 tidak membuat diagnosa pasien menjadi positif Covid-19 demi keuntungan finansial.

  • Senin, 27 Jul 2020 16:17

    Akhyar Ajak Semua Pihak Disiplin Terapkan Protokol Kesehatan

    Di tengah masih mewabahnya pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Medan, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Medan Ir H Akhyar Nasution MSi mengajak semua pihak untuk bersama-sama meningkatk

  • Sabtu, 25 Jul 2020 14:15

    Relawan Indonesia Bersatu bantu masyarakat Tanjung Sari, Medan Selayang

    Sekitar 30 masyarakat kurang mampu, ojek online, tukang becak, dan warga yang berada di pinggiran jalan Pasar 1 Setia Budi, Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang, Kota Medan memperoleh bant

  • Kamis, 23 Jul 2020 13:23

    Ridwan Kamil Takziah ke Keraton Kasepuhan

    Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Sultan Kasepuhan Cirebon, Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat dan melakukan takziah ke rum

  • Senin, 20 Jul 2020 20:30

    Percepat Penanganan Covid-19, Menkes Keluarkan Peraturan Terbaru

    Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Sumatera Utara (Sumut) mulai menerapkan penggunaan istilah baru dalam penanganan Covid-19. Hal ini diharapkan dapat mendukung dan mempercepat penangan

  • Senin, 13 Jul 2020 02:13

    Masyarakat Mendukung Obat Covid-19 Buatan Indonesia

    Indonesia terus mengembangkan Obat Covid-19. Saat ini penemuan obat tersebut telah memasuki uji klinis dan siap untuk dikembangkan. Masyrakat pun mendukung penemuan obat Covid-19 yang akan menjadi keb

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak