Dalam Rangka HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI) ke 75 Kota Pematangsiantar menghadirkan dr Fihzan Ginting MKed(Ped) SpA CBCFF (F-NICU) Dokter Spesialis Anak menjadi Narasumber pada Seminar Kebidanan,dengan tema "Penanganan Dasar Kegawatdaruratan Neonatal".
Kegiatan berlangsung di Aula Prodi D3 Kebidanan Jalan Pane, Kecamatan Siantar Selatan. Jumat (17/07/2026).
Saat memaparkan, dr Fihzan Ginting mengatakan bahwa bayi baru lahir sebagai kelompok yang paling Rentan wajib penangan cepat tepat dan sesuai standar,menjadi penentu Keselamatan dan kualitas hidup mereka.
“Karena mereka berada pada fase transisi kehidupan yang sangat rentan terhadap penyakit dan kematian. Every Second Counts in Neonatal Emergencies,and every trained healts worker can save a life,” katanya.
Fihzan Ginting juga menjelaskan bayi baru lahir (usia 0–28 hari) merupakan kelompok paling rentan dalam siklus hidup manusia karena sistem kekebalan tubuh belum matang, proses adaptasi luar rahim yang berat, serta organ tubuh yang masih berkembang.
“Di Indonesia, angka kematian neonatus masih tergolong tinggi dan dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya adalah rendahnya pengetahuan ibu postpartum mengenai perawatan bayi baru lahir yang tepat. Edukasi kesehatan menjadi upaya penting dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu, khususnya melalui media yang efektif, mudah diakses, dan menarik. Namun, ketersediaan media edukasi yang komprehensif dan terstruktur masih terbatas,” ucapnya.
Oleh karena itu, lanjut Fihzan Ginting, diperlukan pengembangan media edukasi video tentang perawatan bayi baru lahir yang sistematis, salah satunya melalui model ADDIE, untuk menghasilkan media yang sesuai dengan kebutuhan ibu postpartum dan layak digunakan sebagai sarana edukasi kesehatan.