Selasa, 14 Jul 2026
Dapur SPPG yang Dikelola Yayasan Karya Emas Rencana Diduga Buang Limbah Ke Parit Warga
Binjai (utamanews.com)
Oleh: Ahmad Aqil Senin, 08 Jun 2026 16:23
Istimewa

Warga di sekitar Jalan Teratai, Lingkungan IV, Kelurahan Nangka, Kecamatan Binjai Utara, mengeluhkan kondisi saluran air atau parit yang diduga tercemar limbah selama beberapa bulan terakhir.

Parit yang berada di kawasan permukiman tersebut dipenuhi endapan kotoran yang menyebabkan aliran air tersumbat serta menimbulkan bau tidak sedap. Warga menduga limbah tersebut berasal dari aktivitas pencucian di Gedung Badan Gizi Nasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang berada tidak jauh dari lokasi yang dikelola oleh Yayasan Karya Emas Rencana. 

Kondisi itu tidak hanya mengganggu kenyamanan warga, tetapi juga menimbulkan kekhawatiran akan dampak kesehatan dan lingkungan. Selain mengeluarkan aroma menyengat, endapan limbah yang menumpuk membuat pemandangan di sekitar saluran air menjadi kumuh dan memprihatinkan.

Menanggapi keluhan masyarakat tersebut, Sekretaris Jenderal SAPMA IPK Kota Binjai, Erik, menyampaikan kekecewaannya karena belum adanya penyelesaian konkret terhadap persoalan yang sudah berlangsung berbulan-bulan.
"Kami menerima banyak keluhan dari warga yang terdampak. Masalah ini sudah terjadi berbulan-bulan, namun hingga saat ini belum terlihat penanganan yang benar-benar tuntas. Kami meminta pihak terkait segera mengambil langkah nyata agar limbah tidak lagi dibuang ke saluran air yang digunakan masyarakat," tegas Erik, Minggu (7/6). 

Menurutnya, persoalan limbah tidak boleh dianggap sepele karena menyangkut kesehatan dan kenyamanan masyarakat sekitar.

"Kalau kondisi ini terus dibiarkan, bukan hanya lingkungan yang tercemar, tetapi juga berpotensi menimbulkan berbagai penyakit. Warga sudah cukup lama bersabar. Jangan sampai persoalan ini memicu keresahan yang lebih luas," ujarnya.

Erik juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berkoordinasi langsung dengan pihak SPPG terkait persoalan tersebut. Namun, berdasarkan komunikasi yang dilakukan, pihak SPPG mengaku telah berulang kali menyampaikan persoalan itu kepada yayasan yang menaungi operasional gedung.
produk kecantikan untuk pria wanita

"Dalam koordinasi yang kami lakukan, Ari Kepala SPPG, menyampaikan bahwa sebagai warga terdampak kami memiliki hak untuk melakukan tindak lanjut ke dinas terkait. Beliau juga mengatakan bahwa persoalan ini sudah beberapa kali disampaikan kepada pihak yayasan, dan sejauh ini penanganan yang dilakukan masih seperti yang ada saat ini," kata Erik.

Meski demikian, SAPMA IPK menilai kondisi tersebut tidak bisa terus berlarut-larut tanpa kepastian penyelesaian. Erik menegaskan, apabila tidak ada solusi konkret dalam waktu dekat, pihaknya bersama masyarakat akan mengambil langkah lanjutan berupa aksi protes.

"Kami memberi kesempatan kepada pihak SPPG dan instansi terkait untuk segera menyelesaikan persoalan ini. Namun jika tidak ada tindakan nyata, SAPMA IPK bersama masyarakat siap melakukan aksi sebagai bentuk protes dan tuntutan agar hak warga atas lingkungan yang bersih dan sehat dapat terpenuhi," tegasnya.

iklan peninggi badan
Terpisah, salah seorang Security Dapur SPPG tersebut yang mengaku bernama Ari, saat di konfirmasi awak media, Senin (8/6) siang, mengaku bahwa Managernya sudah mengurus ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Binjai. 

"Tadi pagi udah diurus sama manajer bang," ungkapnya. 

Ari juga menjelaskan, bau tersebut disebabkan saluran Gorong gorong yang mampet dan ditutup oleh warga sehingga air tidak dapat berjalan dengan baik dan berbalik kearah belakang. 

"Pas di depan bengkel itu saluran airnya ditutup. Makanya airnya balik dan mengalir ke belakang," kata Ari seraya menunjuk lokasi bengkel yang dimaksud. 

Kini, warga berharap Pemerintah dan pihak terkait segera turun tangan untuk meninjau kondisi di lapangan serta memastikan sistem pengelolaan limbah dilakukan sesuai ketentuan agar tidak merugikan masyarakat sekitar.
Editor: Budi
Tag:
busana muslimah
Kontak   Disclaimer   Karir   Iklan   Tentang Kami   Pedoman Media Siber

Copyright © 2013 - 2026 https://utamanews.com
PT. Oberlin Media Utama

gopay later