Senin, 19 Apr 2021 01:35
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Warga Aek Natas Meninggal Tidak Wajar, Istri Keberatan Mengadu ke Wartawan Mohon Keadilan

Warga Aek Natas Meninggal Tidak Wajar, Istri Keberatan Mengadu ke Wartawan Mohon Keadilan

Labuhanbatu Utara (utamanews.com)
Oleh: Junaidi
Minggu, 25 Okt 2020 07:45
Ilustrasi
Almarhum Ahmad Tua Siregar terbujur di kediamannya sebelum dikebumikan pihak keluarga dengan kondisi dada membiram.
Almarhum Ahmad Tua Siregar (44) warga dusun III Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara meninggal dunia dengan tidak wajar, dimana didapati di sekitar tubuh korban terlihat bekas memar bekas pukulan diduga keras korban dianiaya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Informasi yang dirangkum awak media ini di lapangan sebelum meninggal dunia korban mengendarai sepeda motor melintas di jalan lintas dusun II Unte Mungkur Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara, Senin lalu (12/10/20).

Di saat mengendarai sepeda motornya korban ada menyenggol seorang anak warga dusun II Unte Mungkur Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang menyebabkan anak dimaksud mengalami luka-luka.

Atas kejadian itu diduga orang tua anak tersebut inisial AS (42) beserta adiknya inisial TS (25) tidak terima sehingga melakukan pemukulan kepada korban dan kuat dugaan korban meninggal dunia akibat dianiaya.


Hal itu dikuatkan dari keterangan saksi-saksi warga sekitar yang sempat melihat kejadian penganiayaan tersebut, dimana ayah dan paman anak tersebut memukul dan menunjang korban sebelum meninggal dunia.

Kepada awak media, Sabtu (24/10/20) Sekitar pukul 17.30 Wib di dusun II Unte Mungkur Desa Sibito saksi inisial AN (17) menceritakan apa yang dilihatnya di tempat kejadian perkara (TKP). Saksi mengatakan, "Yang saya lihat pula ya bang pas saya ke jaringan karena di kampung saya ini engak ada jaringan, lalu saya pergi ke puncak bersama abang saya, lalu saya mendengar suara kecelakaan jatuh kereta gitu, saya menekong sama abang ini, menekong kita bang ayoklah katanya kami tekongkan, gitu sampai tempat kejadian disitu ada pokok pinang pula ya bang, di kejadian itu saya menampak bernama TS menunjang almarhum ini, lalu almarhum tercampak terselpok lututnya, gitu terselpok lututnya almarhum ini berdiri lalu minta maaf kepada ayah anak yang dilanggar ini, dia minta maaf, AS ayah dari anak inipun menumbuk almarhum dan ditangkis almarhum."


"Gitu dia menangkis tumbukan dari ayah anak yang dilanggar ini, langsung almarhum lari, gitu dia lari sampai kejadian di jembatan sana dia diangkat ke kereta, setelah itu TS paman anak itu, mengejar almarhum sambil dilarikan pakai kereta, gitu sampai di rumah bidan, TS berhenti mengejar almarhum ini, balik dia ke belakang mengambil kereta nama keretanya scupy, setelah diambilnya scupy itu dikejarnya balik ke seberang itu, mungkin mau dianiaya atau mau dihajarnya lagi karena dia belum puas kayak gitu," tutur Saksi.

Setelah itu datang kepala lorong minjam kereta kami ya kan bang, pigi dia ke seberang, diberhentikannya TS ini, ditumbuknya pipi TS ini. Terdiam TS itu, sampai seberang sana saya tidak ikut sampai sana saya berhenti di kejadian itu lalu saya bertanya-tanya pada orang lain," ucap AN.

Sementara itu di tempat yang sama menurut keterangan saksi Inisial TS (20) abang AN menjelaskan, "Pas kami mutar itu kutengok TS ini mencekik almarhum dari belakang, habis itu TS ini dipegangi kan orang sudah ramai disitu, pas dia lepas dari pegangan ini datang TS ini menunjang almarhum dari belakang. Itulah tersungkur almarhum ke parit itu, habis itu datanglah bang Bornok ini membawa dia pergi dari sini, TS ini mengejar almarhum dari belakang lari, ngak dapat dia sampai sana pigi dia balik pinjam kereta, saya masih duduk di kereta ini, pakai dulu keretamu dibilang kepala lorong sini bapak Jendrik Sipahutar dan dia mengejar kesana pakai kereta kami," ungkap TS.

"Menurut Saksi TS mendapat kabar almarhum sudah ngak bernafas lagi ngak berapa lama datanglah ambulan menjemput sudah meninggal almarhum sekitar 20 menitlah semenjak almarhum dibawa kesana," tambahnya. 

Masih di tempat yang sama keterangan dari sepupu korban Zulkfli Munthe (55) kepada awak media mengatakan, "Di tubuh almarhum terdapat bendolan di kening sama biram di belakang telinga sebelah kanan dan biram di dada serta belakang punggung almarhum. "Dan dugaan saya almarhum dianiaya," kata Zulkifli.


Jelas Zulkifli lagi, "Saat mau memandikan dari mulut almarhum keluar darah sekitar satu liter lebih sampai dikebumikan itu masih keluar darahnya dari mulut almarhum."

"Saya minta tolong kepada bapak-bapak supaya dibantu mengungkap kematian almarhum dan minta keadilan yang seadil-adilnya," harap Zulkifli kepada awak media.

Di tempat terpisah di kediaman almarhum Ahmad Tua Siregar di dusun III Kampung Baru Desa Sibito, istri almarhum Dahlia Hasibuan (42) juga menyampaikan hal senada memohon kepada awak media agar mengungkap kematian suaminya yang tidak wajar yang diduga meninggal dunia karena penganiayaan. "Saya minta keadilan atas matinya suami saya kepada penegak hukum saya minta keadilan," sebutnya seraya menangis tersedu-sedu.

Selanjutnya kepada awak media pihak keluarga korban menyampaikan akan membuat pengaduan ke kantor Polsek Aek Natas terkait meninggalnya almarhum Ahmad Tua Siregar serta meminta agar diusut sampai tuntas kematian almarhum dan memohon keadilan yang seadil-adilnya.
Editor: Budi

T#g:Aek Natasaniaya
Berita Terkait
  • Jumat, 09 Apr 2021 20:19

    Pria Pengangguran Ditangkap Polsek Parongil Atas Kasus Penganiayaan Humas PT DPM

    Seorang pria pengangguran bernama Abednego Siagian (23) warga Dusun Sopokomil Desa Longkotan, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi terpaksa mendekam di jeruji besi Polsek Parongil. Pasalnya

  • Sabtu, 03 Apr 2021 22:53

    Tertibkan Pedagang, Satpol PP Kabupaten Dairi Dituding Aniaya Mahasiswi USU

    Oknum Petugas Satpol PP Kabupaten Dairi dituding melakukan penganiayaan terhadap salah satu pedagang perempuan yang nota bene adalah seorang Mahasiswi USU Medan.Arta Sitanggang (22) penduduk Jln.Cipta

  • Sabtu, 20 Mar 2021 14:20

    Driver Ojek Online Binjai berduka atas meninggalnya Iwan Suranta Nainggolan

    Ucapan belasungkawa dan berduka cita disampaikan para Driver Ojek Online (Ojol) atas meninggalnya rekan mereka sesama profesi, Iwan Suranta Nainggolan (43) warga Jalan Anggrek, Gang Manis No 6, Lingku

  • Rabu, 10 Mar 2021 20:20

    Ibu Motan Boru Pasaribu Meneteskan Air Mata Saat Dikunjungi Kadispenad Brigjen TNI Nefra Firdaus

    Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Nefra Firdaus, S.E., M.M meninjau sasaran fisik program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-110 Tahun 2021 Kodim 0209/Labuhanbatu, K

  • Kamis, 18 Feb 2021 16:08

    Anggota KKB Bacok Ibu Rumah Tangga di Kampung Yulukoma Kabupaten Puncak

    Aksi brutal dan keji Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua tak hanya menyerang personel TNI, namun juga masyarakat umum. Kali ini menimpa Ibu Deljati Pamean (28 th) seorang ibu rumah tangga di K

  • Senin, 15 Feb 2021 22:15

    Terlibat Kasus Penganiayaan, Ketua dan Anggota LSM Ini Terancam Hukuman 5 Tahun Penjara

    Kapolres Dairi AKBP Ferio Sano Ginting SIK MH didampingi Dandim 0206/Dairi Letkol Arn Adietya Yuni Nurtono SH bersama Kasat Reskrim AKP Rasly Alfianto Turnip, KBO Sat Reskrim Iptu Sumitro Manurung, Ka

  • Senin, 18 Jan 2021 09:18

    Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu Tangkap Terduga Pelaku Penganiayaan

    Tim Unit Reskrim Polsek Kualuh Hulu dibawah pimpinan Ipda Eko Sanjaya, SH, melakukan penyergapan dan mengamankan seorang laki-laki yang tidak dikenal diduga pelaku tindak pidana penganiayaan yang terj

  • Sabtu, 02 Jan 2021 19:02

    Aniaya Penyetrum Ikan, Hutasoit Meringkuk di Sel Polsek Lubuk Pakam

    Tim Tekab Unit Reskrim Polsek Lubuk Pakam Polresta Deli Serdang, mengamankan Tambok Hutasoit (50) warga Dusun III, Desa Pagar Jati, Kecamatan Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, Rabu (30/12/2020) sek

  • Selasa, 29 Des 2020 07:29

    3 Pelaku Pembunuhan Zulham Simanjuntak Dibekuk, 7 Buron

    Kasus penganiayaan hingga menyebabkan korban Zulham Simanjuntak (17) tewas akhirnya terungkap. Tiga dari sepuluh orang pelaku berhasil ditangkap, sedangkan tujuh orang pelaku lainnya masih buron.Kapol

  • Kamis, 12 Nov 2020 15:52

    Polsek Medan Helvetia Ringkus DJS, Pelaku Penganiayaan

    Tekab Polsek Medan Helvetia yang dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Theo, meringkus pelaku Penganiayaan berat inisial DJS (19), yang mengakibatkan korban Ridwan Siboro (37) mengalami luka bakar di sekujur

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2021 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak