Sabtu, 05 Des 2020 09:48
KPU
KPU Binjai
  • Home
  • Hukum & Keamanan
  • Warga Aek Natas Meninggal Tidak Wajar, Istri Keberatan Mengadu ke Wartawan Mohon Keadilan

Warga Aek Natas Meninggal Tidak Wajar, Istri Keberatan Mengadu ke Wartawan Mohon Keadilan

Labuhanbatu Utara (utamanews.com)
Oleh: Junaidi
Minggu, 25 Okt 2020 07:45
Istimewa
Almarhum Ahmad Tua Siregar terbujur di kediamannya sebelum dikebumikan pihak keluarga dengan kondisi dada membiram.
Almarhum Ahmad Tua Siregar (44) warga dusun III Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara meninggal dunia dengan tidak wajar, dimana didapati di sekitar tubuh korban terlihat bekas memar bekas pukulan diduga keras korban dianiaya sebelum menghembuskan nafas terakhirnya.

Informasi yang dirangkum awak media ini di lapangan sebelum meninggal dunia korban mengendarai sepeda motor melintas di jalan lintas dusun II Unte Mungkur Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara, Senin lalu (12/10/20).

Di saat mengendarai sepeda motornya korban ada menyenggol seorang anak warga dusun II Unte Mungkur Desa Sibito Kecamatan Aek Natas Kabupaten Labuhanbatu Utara, yang menyebabkan anak dimaksud mengalami luka-luka.

Atas kejadian itu diduga orang tua anak tersebut inisial AS (42) beserta adiknya inisial TS (25) tidak terima sehingga melakukan pemukulan kepada korban dan kuat dugaan korban meninggal dunia akibat dianiaya.


Hal itu dikuatkan dari keterangan saksi-saksi warga sekitar yang sempat melihat kejadian penganiayaan tersebut, dimana ayah dan paman anak tersebut memukul dan menunjang korban sebelum meninggal dunia.

Kepada awak media, Sabtu (24/10/20) Sekitar pukul 17.30 Wib di dusun II Unte Mungkur Desa Sibito saksi inisial AN (17) menceritakan apa yang dilihatnya di tempat kejadian perkara (TKP). Saksi mengatakan, "Yang saya lihat pula ya bang pas saya ke jaringan karena di kampung saya ini engak ada jaringan, lalu saya pergi ke puncak bersama abang saya, lalu saya mendengar suara kecelakaan jatuh kereta gitu, saya menekong sama abang ini, menekong kita bang ayoklah katanya kami tekongkan, gitu sampai tempat kejadian disitu ada pokok pinang pula ya bang, di kejadian itu saya menampak bernama TS menunjang almarhum ini, lalu almarhum tercampak terselpok lututnya, gitu terselpok lututnya almarhum ini berdiri lalu minta maaf kepada ayah anak yang dilanggar ini, dia minta maaf, AS ayah dari anak inipun menumbuk almarhum dan ditangkis almarhum."


"Gitu dia menangkis tumbukan dari ayah anak yang dilanggar ini, langsung almarhum lari, gitu dia lari sampai kejadian di jembatan sana dia diangkat ke kereta, setelah itu TS paman anak itu, mengejar almarhum sambil dilarikan pakai kereta, gitu sampai di rumah bidan, TS berhenti mengejar almarhum ini, balik dia ke belakang mengambil kereta nama keretanya scupy, setelah diambilnya scupy itu dikejarnya balik ke seberang itu, mungkin mau dianiaya atau mau dihajarnya lagi karena dia belum puas kayak gitu," tutur Saksi.

Setelah itu datang kepala lorong minjam kereta kami ya kan bang, pigi dia ke seberang, diberhentikannya TS ini, ditumbuknya pipi TS ini. Terdiam TS itu, sampai seberang sana saya tidak ikut sampai sana saya berhenti di kejadian itu lalu saya bertanya-tanya pada orang lain," ucap AN.

Sementara itu di tempat yang sama menurut keterangan saksi Inisial TS (20) abang AN menjelaskan, "Pas kami mutar itu kutengok TS ini mencekik almarhum dari belakang, habis itu TS ini dipegangi kan orang sudah ramai disitu, pas dia lepas dari pegangan ini datang TS ini menunjang almarhum dari belakang. Itulah tersungkur almarhum ke parit itu, habis itu datanglah bang Bornok ini membawa dia pergi dari sini, TS ini mengejar almarhum dari belakang lari, ngak dapat dia sampai sana pigi dia balik pinjam kereta, saya masih duduk di kereta ini, pakai dulu keretamu dibilang kepala lorong sini bapak Jendrik Sipahutar dan dia mengejar kesana pakai kereta kami," ungkap TS.

"Menurut Saksi TS mendapat kabar almarhum sudah ngak bernafas lagi ngak berapa lama datanglah ambulan menjemput sudah meninggal almarhum sekitar 20 menitlah semenjak almarhum dibawa kesana," tambahnya. 

Masih di tempat yang sama keterangan dari sepupu korban Zulkfli Munthe (55) kepada awak media mengatakan, "Di tubuh almarhum terdapat bendolan di kening sama biram di belakang telinga sebelah kanan dan biram di dada serta belakang punggung almarhum. "Dan dugaan saya almarhum dianiaya," kata Zulkifli.


Jelas Zulkifli lagi, "Saat mau memandikan dari mulut almarhum keluar darah sekitar satu liter lebih sampai dikebumikan itu masih keluar darahnya dari mulut almarhum."

"Saya minta tolong kepada bapak-bapak supaya dibantu mengungkap kematian almarhum dan minta keadilan yang seadil-adilnya," harap Zulkifli kepada awak media.

Di tempat terpisah di kediaman almarhum Ahmad Tua Siregar di dusun III Kampung Baru Desa Sibito, istri almarhum Dahlia Hasibuan (42) juga menyampaikan hal senada memohon kepada awak media agar mengungkap kematian suaminya yang tidak wajar yang diduga meninggal dunia karena penganiayaan. "Saya minta keadilan atas matinya suami saya kepada penegak hukum saya minta keadilan," sebutnya seraya menangis tersedu-sedu.

Selanjutnya kepada awak media pihak keluarga korban menyampaikan akan membuat pengaduan ke kantor Polsek Aek Natas terkait meninggalnya almarhum Ahmad Tua Siregar serta meminta agar diusut sampai tuntas kematian almarhum dan memohon keadilan yang seadil-adilnya.
Editor: Budi

T#g:Aek Natasaniaya
Berita Terkait
  • Kamis, 12 Nov 2020 15:52

    Polsek Medan Helvetia Ringkus DJS, Pelaku Penganiayaan

    Tekab Polsek Medan Helvetia yang dipimpin Panit 2 Reskrim Ipda Theo, meringkus pelaku Penganiayaan berat inisial DJS (19), yang mengakibatkan korban Ridwan Siboro (37) mengalami luka bakar di sekujur

  • Sabtu, 24 Okt 2020 14:44

    Pelaku Penganiayaan Anak Dibawah Umur Berhasil Ditangkap Sat Reskrim Polres Tebingtinggi

    Pelaku penganiayaan anak dibawah umur, Salmon Panjaitan, 62, warga Desa Bandar Tengah, Kec Bandar Khalifah, Kab Serdang Bedagai, berhasil ditangkap Sat Reskrim Polres Tebingtinggi, Jumat(23/10) sekita

  • Jumat, 09 Okt 2020 18:29

    Sujarwo Dianiaya di Simorangkir Julu Siatas Barita, Polres Taput: Masalah Sengketa Tanah

    Akibat saling klaim mengklaim tentang hak kepemilikan tanah, Warga di Pea Tolong Desa Simorangkir Julu Kecamatan Siatas Barita Taput (Tapanuli Utara) berujung pada penganiayaan.Korban yang mengalami l

  • Kamis, 08 Okt 2020 12:48

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Asrul Kurniawan Harahap Kaget Ketemu Joko Widodo di Koramil 05/BD

    Dandim 0209/LB, Letkol Inf. Asrul Kurniawan Harahap, S.E. M.Tr (Han) beserta rombongan melakukan kegiatan silaturahmi ke Koramil 05/BD yang berada di jalan lintas Sumatera desa Aek Pamingke Kecamatan

  • Selasa, 29 Sep 2020 12:09

    Kodim 0209/LB Melalui Danramil 05/BD, Gugah Hati Kades Kunjungi Warga Penderita Sakit Stoke

    Tak henti-hentinya jajaran Kodim 0209/LB terus bergerak dalam mengatasi kesulitan rakyat, kali ini melalui Danramil 05/BD Kapten Inf Hidayat dan Babinsa Serma Suswanto, menggugah hati dan mengajak Kad

  • Jumat, 18 Sep 2020 20:38

    Dilaporkan Pria Berusia 71 Tahun, Warga Kwala Begumit Ditangkap Polisi

    Diduga melakukan tindak pidana penganiayaan, seorang pria yang diketahui bernama Abdul Razak (45) warga Jalan T Amir Hamzah, Lingkungan I Kelurahan Kwala Begumit, Kecamatan Binjai, Kabupaten Langkat,

  • Jumat, 11 Sep 2020 12:21

    Polsek Delitua Ringkus 4 Pelaku Penganiayaan

    Pelaku penganiayaan terhadap korban Johanes Pasaribu (19) dibekuk unit Reskrim Polsek Delitua yang dipimpin oleh Iptu Martua Manik SH MH. Para pelaku berjumlah empat orang, dan menganiaya korban didug

  • Rabu, 26 Agu 2020 12:46

    GMKI Siantar- Simalungun Desak Polres Tangkap dan Adili Bahara Sibuea, Humas PT. TPL

    Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun mendesak Polisi Resort (Polres) Simalungun untuk segera menangkap dan mengadili Humas PT. Toba Pulp Lestari (PT. TPL) berna

  • Minggu, 23 Agu 2020 12:43

    Kasat Reskrim AKP Pandu Winata Santuni Ibu dan Anak Korban Penganiayaan Ayah Tiri di Sergai

    Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai (Sergai) AKP Pandu Winata mengunjungi korban penganiayaan, Siska (50) dan anaknya Rizky (5), di rumahnya, Dusun Darulaman Desa Sei Buluh Kecamatan Teluk Mengkudu,

  • Minggu, 16 Agu 2020 21:06

    Gegara Handphone Seorang Kakek Di Sei Buluh Aniaya Anak Cucu Pakai Egrek

    Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kembali mengambil korban. Kali ini yang menjadi korban adalah Siska (50) dan anaknya RZ (5).Peristiwa itu terjadi di kediaman korban di Dusun Darul Aman Desa

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak