Rabu, 22 Jan 2020 21:14

Sikapi Masuknya Kapal China ke Perairan Natuna, Ini Arahan Kepala Bakamla RI

JAKARTA (utamanews.com)
Oleh: Dito/rls
Selasa, 07 Jan 2020 15:17
Humas Bakamla
Kita mengemban tugas sebagai penjaga lautan Nusantara, itu dapat kita laksanakan dengan sebaik-baiknya di tengah kekurangan kita, ditengah keterbatasan kita, seperti motto kita, "Terbatas Namun Dipercaya".

Demikian disampaikan Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A.Taufiq R., dalam arahannya saat memimpin apel besar seluruh personel Bakamla RI wilayah Jakarta, di Aula Mabes Bakamla RI, Jl. Proklamasi No. 56, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

Laksdya Taufiq mengatakan, "Menyikapi situasi yang berada di Natuna, kita harus cerdas yang awalnya pola operasi bersifat continue saya rubah dengan mengedepankan data intelejen preparation battle dan analisa dari Puskodal kita sehingga sampai akhir tahun kita masih mampu melaksanakan operasi."

"Saya bangga dengan prajurit-prajurit saya yang saat ini sedang bertugas di Natuna. Dia tidak disiapkan untuk itu tetapi mampu melakukan tugas dengan baik. Klaim kedaulatan China terhadap perairan Natuna merupakan kesalahan besar. Karena kedaulatan itu hanya dari teritorial kedalam artinya kita berdaulat penuh dan hukum nasional dapat diberlakukan", paparnya.

Hadirnya Bakamla RI sebagai institusi  operasional dimana dalam menghadapi situasi nasional akan bekerja berdasarkan otoritas nasional yaitu Presiden karena Bakamla RI di bawah Presiden. Maka operasi Bakamla RI selalu terukur dan menghindari miscalculation supaya tidak meningkat eskalasi. Karena semangat dari aturan pelibatan Bakamla RI adalah pertama mencegah terjadinya konflik dan menghindari konflik itu terjadi. Kedua adalah hukum internasional yaitu UNCLOS 1982 dan ketiga adalah kebijakan nasional.

"Itulah elemen kekuatan yang saya gunakan untuk melindungi satuan sendiri maupun satuan lain. Sesuai dengan instruksi presiden terkait situasi di Natuna dikatakan tidak ada kompromi dengan China tetapi melakukan tindakan terukur. Adapun tindakan Bakamla RI saat ini terhadap 50 kapal ikan China dan 2 China Coast guard, tegas saya perintahkan usir mereka karena tegas klaim kita bahwa perairan Natuna ini punya kita", ungkap Kepala Bakamla.

Laksdya Taufiq menambahkan, "Kita harus mengetahui perilaku dari China, kenali dirimu, kenali musuhmu, seratus pertempuran seratus kemenangan. Jadi kita harus mengerti perilaku China."

"Pertama, kenapa China turun ke laut China Selatan karena mereka butuh sumber daya alam. Kedua keamanan, China adalah negara yang tidak pernah ekspansi tapi difensif. Ketiga adalah masalah geopolitik, China mau mendominasi laut China Selatan karena laut Natuna adalah akses ke Samudera Hindia, oleh karena itu China mau mendominasi jalur pelayaran tersebut secara niaga dan militer. Untuk mengamankan hal tersebut, makanya mereka membuat pangkalan-pangkalan di laut China Selatan di pulau buatan. Keempat, terkait internal yaitu nine dash line. Sehingga apapun yang kita kerjakan di sana, China tidak akan mundur. Bakamla RI saat ini berada di depan karena area tersebut adalah area berdaulat yaitu lebih kepada penegakan hukum jadi biarlah Bakamla RI sebagai Indonesian Coast Guard menghadapi China Coast Guard tidak secara militer", tuturnya.

"Tindakan yang dilakukan China, kita imbangi dengan strategi yaitu dengan abaikan peraturan perikanan, kirim semua kapal besar ikan di Pantura ke Natuna dan Bakamla RI akan kawal sambil kita gaungkan bahwa China telah melanggar hukum internasional. Personel Bakamla RI harus memahami kenapa Bakamla RI di depan dalam menangani Natuna karena ini bukan situasi perang dan pada saat kita melakukan suatu operasi walaupun operasi militer yang kita gunakan adalah asas legitimate yaitu tindakan hukum", tegasnya.

Menutup arahannya, Laksdya Taufiq mengatakan bahwa karakter personel Bakamla RI adalah harus cerdas, berani dan punya keteguhan.
Editor: Herda

T#g:BakamlaNatuna
Berita Terkait
  • Selasa, 14 Jan 2020 20:14

    Bakamla RI Bersama Coast Guard di ASEAN Diskusi tentang Keamanan Laut Regional

    Bakamla RI/Indonesian Coast Guard (IDNCG) turut hadir dalam pertemuan South East Asia Law Enforcement Initiative, yang resmi dibuka oleh Deputy Secretary General for Maritime Security Malaysia, Dato&#

  • Kamis, 16 Jan 2020 03:16

    Presiden Jokowi Kunjungi Natuna Tegaskan Kedaulatan NKRI

    Presiden Jokowi mengunjungi Natuna pada Rabu (8/1/2020). Kedatangan Presiden ke Natuna merupakan bukti ketegasan Pemerintah terhadap kedaulatan NKRI yang tidak dapat ditawar.Klaim sepihak oleh China a

  • Rabu, 15 Jan 2020 03:15

    Pemerintah Siap Menjaga Kedaulatan NKRI di Natuna

    Langkah tegas Presiden Jokowi yang tak kenal kompromi dalam pertahankan Natuna layak diacungi jempol. Berbagai upaya juga telah dilakukan mulai dari penambahan armada militer hingga diplomasi damai un

  • Sabtu, 11 Jan 2020 18:41

    Pangkogabwilhan I: Tiga KRI Usir Kapal Asing di Perairan Natuna

    Tiga Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) yaitu KRI Karel Satsuit Tubun (KST) 356, KRI Usman Harun (USH) 359, KRI Jhon Lie 358 melaksanakan konvoi untuk melakukan pengusiran terhadap kapal-kapal ikan

  • Sabtu, 11 Jan 2020 16:11

    Pangkogabwilhan I Kembali Pantau Situasi Laut Natuna Melalui Udara

    Sejak melaksanakan gelar operasi pengamanan di wilayah Laut Natuna Utara beberapa waktu lalu akibat dari pelanggaran wilayah oleh kapal-kapal ikan asing, Panglima Komando Gabungan Wilayah I (Pangkogab

  • Minggu, 05 Jan 2020 10:35

    Pangkogabwilhan I: Hubungan Strategis Indonesia- Tiongkok Harus Dipertahankan

    Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono, S.E., M.M. melaksanakan Patroli Udara di perairan Natuna dengan menggunakan pesawat Boein

  • Sabtu, 04 Jan 2020 12:44

    Pangkogabwilhan I Pimpin Apel Gelar Pasukan Pengamanan Laut Natuna

    Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I (Pangkogabwilhan I) Laksamana Madya (Laksdya) TNI Yudo Margono, S.E., M.M. memimpin apel gelar pasukan intensitas operasi rutin TNI dalam pengamanan laut

  • Jumat, 03 Jan 2020 19:33

    Pangkogabwilhan I Kendalikan Operasi Siaga Tempur di Natuna

    Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) I Laksdya TNI Yudo Margono, S.E., M.M. melaksanakan pengendalian operasi siaga tempur terkait dengan adanya pelanggaraan di wilayah perai

  • Rabu, 18 Des 2019 20:08

    Bakamla RI Integrasikan Sistem Informasi dan Sistem Peringatan Dini Kamlamla Nasional

    Bakamla RI menggelar kegiatan Round Table Discussion Group (RTDG) guna membahas Naskah Akademik Kebijakan Integrasi Sistem Informasi dan Sistem Peringatan Dini Keamanan dan Keselamatan Laut Nasional d

  • Selasa, 17 Des 2019 07:57

    Dirgahayu Ke-5 Bakamla RI

    Bakamla RI menginjak usia ke-5 tahun. Dalam rangka memperingatinya, Bakamla RI menggelar Acara Syukuran yang dipimpin langsung oleh Kepala Bakamla RI Laksdya Bakamla A. Taufiq R., di Aula Mabes Bakaml

  • Komentar Pembaca

    Copyright © 2013 - 2020 https://utamanews.com. All Rights Reserved.

    Tentang Kami

    Pedoman Media Siber

    Disclaimer

    Iklan

    Karir

    RSS

    Kontak